Tempat Kreatifitas di dalam Organisasi-organisasi

By | Desember 11, 2014

Tempat Kreatifitas di dalam Organisasi-organisasi

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE)

Banyak organisasi, terutama yang besar dan yang progresif telah melakukan eksperimentasi dengan teknik-teknik kreativitas operasional.

Suatu kondisi statis perlu didobrak agar organisasi-organisasi dapat menjadi efektif. Sesuatu organisasi yang tidak berubah sudah dapat dipastikan akan mati, tetapi dilain pihak sebuah organisasi yang berubah terlalu cepat, atau yang hanya berubah untuk kepentingan perubahan akan menjadi organisasi yang tidak efektif.

Ide-ide yang dapat dievaluasi menimbulkan aktivitas yang terdisiplin guna mengkoversinya menjadi tindakan-tindakan:

1. Dapatkah organisasi yang bersangkutan menyediakan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mengimplementasi ide tersebut?

2. Apakah lingkungan di dalam organisasi mengizinkan ide tersebut dilaksanakan?

3. Apakah ide tersebut jika diterapkan dapat menutup biaya yang dikeluarkan untuknya?

Ada dua buah tipe pola pemikiran yang terus-menerus diperlukan dalam rangka usaha mempertahankan organisasi-organisasi yaitu:

  1. Pola pemikiran analitik adalah satu cara apa manusia menimbulkan keteraturan serta disiplin pada organisasi-organisasi melalui kemampuan pemikiran analitiknya, atau penerapan metode riset ilmiah dlam hal memecahkan masalah.

Hal tersebut membantu manusia untuk mengalihkan hal-hal yang tidak diketahui menjadi hal-hal yang dapat dipahami, yang akhirnya dapat menimbulkan keteraturan dalam kekacauan.

  1. Pola pemikiran kreatif kelompok pemikiran ini diperlukan oleh organisasi-organisasi yang bersifat kreatif:

a. Tidak terstruktur;

b. Tidak terdisiplinkan;

c. Tidak logikal.

Tetapi perlu diingat bahwa pemikiran kreatif menyediakan konsep-konsep baru, yang diperlukan oleh sesuatu organisasi.

Tujuan pemikiran kreatif adalah untuk menemukan sesuatu yang lebih baik dari pada yang dimiliki organisasi sekarang.

Perkembangan ide-ide dalam organisasi-organisasi mengikuti tiga langkah yaitu:

  1. Insepsi ide (inception ide) sebuah perusahaan tipikal dimulai, apabila ada orang yang muncul dengan sebuah ide yang menurut pendapatnya akan menyebabkan terwujudnya sebuah produk atau servis yang akan diminta. Ide tersebut harus menawarkan sesuatu hal yang lebih baik atau yang dapat diproduksi dengan biaya lebih rendah dibandingkan dengan yang tersedia saat ini;
  1. Pelaksanaan ide (attainment ide) merupakan tahapan kedua dalam proses pemanfaatan ide-ide di dalam organisasi.

Ide-ide muncul pada tahap insepsi, mereka kemudian dikonversi dalam praktek pada saat pelaksanaan ide.

Pada tahap insepsi pemikiran reatif memaikan peranan penting, tetapi pada fase pelaksanaan ide, pemikiran analitik memegang peranan.

Pada tahap pelaksanaan ide, organisasi-organisasi memperhatikan:

a. Delegasi wewenang

b. Struktur organisasi

c. Standar-standar pekerjaan

d. Pengendalian biaya

e. Pengendalian kualitas dan hal-hal lain yang diperlukan agar beroperasi secara efisien;

  1. Pembaharuan ide (renewal ide) sebuah produk atau servis yang sukses, eventuil akan diganti oleh inovasi-inovasi lain. Akan tetapi para manajer analitik yang diperlukan untuk pengembangan ide, sering kali tidak cukup cakap untuk menyajikan ide-ide pembaharuan.

Sering kali timbul tantangan terhadap ide-ide baru pada pihak yang bertanggung jawab bagi tahap pengembangan ide, oleh karena ide baru tersebut akan menggantikan produk-produk atau jasa-jasa di mana mereka sudah mencapai keahlian.

Sering kali timbul tantangan terhadap ide-ide baru pada pihak yang bertanggung jawab bagi tahap pengembangan ide, oleh karena itu ide baru akan menggantikan produk-produk atau jasa-jasa di mana mereka sudah mencapai keahlian.

Kreativitas untuk pekerjaan analitik atau pekerjaan rutin:

  1. Sebuah organisasi yang terdisiplin dan terstruktur, terbuka kesempatan untuk mengembangkan aktivitas bagi setiap anggota organisasi tersebut;
  1. Setiap pembersih ruangan, setiap penggali selokan, setiap pekerja pabrik, setiap mahasiswa dan setiap guru besar dapat memanfaatkan kemampuan kreatif yang ada dalam dirinya guna memperbaiki pekerjaannya;
  2. Para pemimpin dengan tanggung jawab umum berkewajiban untuk menggunakan kreativitas guna mendeterminasi apa yang akan dilakukan organisasi ide;
  1. Semua orang bertanggung jawab untuk menggunakan kreativitas dalam rangka usaha menentukan bagaimana melaksanakan tugas-tugas agar lebih baik;
  1. Banyak organisasi dewasa ini membentuk kesatuan-kesatuan khusus yang ditugasi untuk melaksanakan upaya inovasi;
  1. Kreativitas dapat dirangsang pada seseorang individu atau sebuah kelompok dengan jalan menciptakan suatu iklim organisatoris yang merangsang penggunaan maksimal dari bakat-bakat atau kemampuan-kemampuan yang ada;
  1. Kreativitas dapat dicapai oleh individual atau dalam dalam bentuk kelompok;
  1. Pemikiran kreatif diperlukan untuk menemukan ide-ide yang belum dikenal, sedangkan pemikiran analitikal diperlukan untuk mengkonversi ide-ide tersebut menjadi hal yang dapat diterapkan.

3 thoughts on “Tempat Kreatifitas di dalam Organisasi-organisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *