Perilaku Antar Perorangan

By | Oktober 23, 2014

Perilaku Antar Perorangan

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE)

Kebanyakan pengalaman manusia meliputi interaksi atau hubungan dengan orang-orang lain. Tidak seorangpun yang sanggup melukiskan atau mengarahkan interaksi manusia secara lengkap dan sepenuhnya, oleh karena kekayaannya yang demikian berlimpah dan varietasnya yang hampir tak terhingga, tetapi sekalipun demikian, kita dapat menerangkan dan melukiskan pola-pola tipikal tertentu sehubungan dengan kerjasama, konflik, penyesuaian dan reaksi.

Memahami tentang kerja sama dan aspek-aspeknya merupakan suatu sikap yang akan membantu memperbesar produktifitas organisasi-organisasi.

Konflik melatar belakangi atau menyertai banyak interaksi manusia. Ada saja kemungkinan bahwa konflik tertentu tidak terlampau berarti, yang hanya dimanifestasi oleh perasaan ketidak tenangan tertentu, pada salah seorang partisipan atau lebih.

Kadang-kadang konflik dapat bersifat amat serius, dalam kasus-kasus tertentu ia merupakan komponen pokok dari interaksi dalam kasus-kasus berat, ia merusak interaksi yang berhasil.

Konflik dapat terjadi antara orang-orang apabila mereka memiliki sasaran-sasaran yang berbeda atau cara-cara yang berbeda-beda untuk mencapai sasaran-sasaran.

Andaikata tidak terdapat adanya kepentingan yang mengakar, maka konflik tipe demikian seringkali mudah diselesaikan, terutama apabila ia dibicarakan secara terbuka dengan itikad baik dari semua pihak yang berkepentingan.

Macam-macam tipe konflik internal yang merupakan penyebab macam-macam problem interaksi:

1. Pendekatan-pendekatan;

2. Menghindari-menghindari;

3. Pendekatan-menghindari dapat kita ketemukan.

Rentang mekanisme-mekanisme psikologikal:

  1. Sublimasi menggariskan kembali rangsangan-rangsangan instinktif, dan kemudian energi tersebut diarahkan ke arah ekspresi-ekspresi yang dapat diterima;
  1. Upaya yang meningkat dapat dimanfaatkan apabila seseorang tidak puas dengan perilakunya. Orang tersebut dapat mengeluarkan lebih banyak energi, bekerja lebih lama, menggunakan lebih banyak pendekatan-pendekatan, menggunakan lebih banyak keberanian dalam upaya-upaya yang meningkat;
  1. Identifikasi merupakan suatu cara mengimitasi perilaku orang tertentu, yang disanjung olehnya. Melalui identifikasi orang dapat menyerap keyakinan-keyakinan, nilai-nilai dan sikap-sikap orang yang ditiru;
  1. Kompensasi yang sering kali bersifat teramat konstruktif yang mempunyai kekurangan dalam sifat atau bakat tertentu, dapat mensubstitusinya dengan kemampuan hebat dalam bidang lain;
  1. Penafsiran kembali dalam hal melakukan reinterpretasi orang mencari sebuah tujuan yang belum pernah dicapainya, dan ia menafsirkan kembali atau merevisinya. Dengan jalan menafsirkan kembali tujuannya, orang yang kecewa tadi mungkin menerima sebuah kedudukan terminal yang memuaskan;
  1. Pelarian ke dalam aktivitas dengan menghadapi sesuatu problem dengan jalan menyibukkan diri melalui aktivitas-aktivitas lain, pelarian aktivitas bersifat frenetik dan mungkin dijadikan tujuan sendiiri, dalam arti bahwa ia menutup problem-problem internal dasar dan tidak memecahkannya;
  1. Rasionalisasi merupakan sebuah mekanisme psikologikal yang bekerja apabila orang menggunakan sebuah alasan baik dan bukan alasan yang sebenarnya untuk membenarkan tindakannya baginya sendiri dan bagi pihak lain. Jika seseorang tidak dapat mencapai apa yang diinginkannya ia berlagak seakan-akan hal itu tidak dikehendakinya. Pada kebanyakan perilaku terlihat adanya rasionalisasi hingga tingkat tertentu;
  1. Menarik perhatian seseorang ingin lebih diperhatikan, maka ia dapat menerapkan mekanisme menarik perhatian dengan perilaku berupa nada yang lebih keras pada saat mengatakan pembicaraan yang berlebihan. Mengalihkan perhatian-perhatian dari problem real yang terjadi sehingga orang lebih memperhatikan alat-alat yang mnarik atau perilaku yang menarik perhatian itu;
  1. Pembentukan reaksi yang langsung menuju ke arah ekstrim dengan memanfaatkan mekanisme formasi reaksi. Pembentukan reaksi sesungguhnya tidak terlampau konstruktif, mengingat bahwa dengan reaksi demikian, orang justru melekat padahal yang tidak disukai mereka.
  1. Pelarian ke dalam fantasi adalah orang yang tidak berfikir tentang apa yang sedang berlangsung melainkan berfikir dengan hal-hal lain sebagai mekanisme pelarian. Hal demikian sering kali bersifat konstruktif, karena ia memberikan relaksasi, perasaan senang, dan perubahan dari hal-hal yang bersifat rutin;
  1. Proyeksi merupakan sebuah mekanisme, di mana seseorang berupaya untuk menyelimuti perasaannya atau posisinya, dengan jalan memusatkan perhatian pada orang lain. Proyeksi digunakan manakala orang berupaya untuk menyembunyikan sifat-sifatnya, atau kekurangan-kekurangannya dengan melontarkan tuduhan yang tidak beralasan sama sekali, kepada pihak lain;
  1. Penarikan diri dilakukan dalam situasi tertentu sedemikian menakutkan sehingga seseorang menjauhkan diri secara fisikal. Adakalanya penarikan diri dilakukan apabila orang tertentu senang atau mengekploitasi penyakit tertentu yang diderita olehnya, yang membatasi aktivitas-aktivitasnya. Penarikan diri bersifat konstruktif, jika seseorang melalui mekanisme tersebut, menjauhi situasi yang benar-benar membahayakan;
  1. Represi merupakan mekanisme perasaan tidak enak, bersalah, sakit, memalukan, ingatan dan informasi tertentu diharuskan dari alam pikiran sadar. Represi juga dimanfaatkan dalam rangka upaya melarikan diri dari perasaan yang menyakiti, yang berhubungan dengan pengalaman-pengalaman traumatik;
  1. Regresi digunakan orang bila ia kembali pada perilaku dahulu, yang sering kali bersifat kekanak-kanakan. Kadang-kadang pengalaman yang dialami seseorang baru-baru ini demikian menakutkan sehingga yang bersangkutan kembali ke tindakan adaptasi sebelumnya. Regresi dapat mendominasi kepribadian seseorang tetapi ia sering kali bersifat lebih luas, dan ia hanya diterapkan pada situasi tertentu saja.

Neuris merupakan sebuah konflik di bawah sadar yang hebat dan yang tidak teratasi. Ia teratasi dalam cara-cara kita berfikir, perasaan kita dan perilaku kita yang menjadi tekanan emosional hebat. Sebuah neurosis dapat menimbulkan perilaku yang lebih bersifat ketidak sesuaian dibandinkan dengan perilaku karena mekanisme-mekanisme pertahanan.

Perilaku neurotik tidak merupakan perlindungan cukup bagi orang tertentu, hingga ia menggunakan perilaku psikotik sebagai sejenis pertahanan. Seorang psikotik sama sekali tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengannya. Seorang psikotik dapat mengalami halusinasi dan delusi dan orang seperti ini harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa, karena ia membahayakan dirinya sendiri dan pihak lain.

SIFAT-SIFAT REAKSI:

1. Menguasai tunduk secara sosial adalah orang yang bersangkutan membeli kepentingan dirinya dan ia tidak peduli apabila orang menganggapnya sebagai orang yang berlebihan;

2. Dominan menurut adalah orang yang bersangkutan percaya pada dirinya sendiri dan ia bersikap pasti, ia menginginkan kekuasaan, dan cenderung bersikap keras, sering memberi perintah-perintah dan sangat keras kepala;

3. Inisiatif sosial yaitu sikap pasif secara sosial adalah seorang organisator yang suka memimpin;

4. Berdiri sendiri dan tidak menunjukkan ketergantungan adalah melaksanakan sesuatu secara mandiri, dengan gayanya sendiri, tidak minta nasihat orang lain dan secara emosional berdiri sendiri;

5. Penerimaan pihak lain dan tidak menolak pihak lain adalah orang yang mempercayai dan melihat hal-hal baik pada pihak lain;

6. Sikap mau bergaul dengan orang-orang lain adalah orang yang aktif dalam persoalan-persoalan sosial, ia senang bergaul dengan orang-orang lain dan sering bergaul di luar;

7. Sikap bersahabat adalah orang yang mudah bergaul dan membentuk teman-teman, ia penuh perhatian, mudah didekati dan dihubungi;

8. Sikap simpati adalah orang yang mementingkan perasaan dan keinginan pihak lain, melindungi orang-orang yang ditekan, perilakunya penuh kasih sayang dan bersedia membantu sipapun;

9. Sikap persaingan adalah orang yang melihat segala macam hubungan sebagai hal yang merupakan suatu perlombaan pihak lain adalah lawan yang perlu dikalahkan dan tidak suka bekerjasama;

10. Sikap agresif adalah orang yang secara langsung atau tidak langsung menyerang pihak lain, ia tidak senang otoritas, cepat bertengkar dan bersikap negatif;

11. Persoalan kesadaran tentang diri sendiri adalah orang yang demam panggung, cepat bingung dengan pihak lain, tidak suka diskusi kelompok, tidak senang orang lain melihat ia bekerja, tidak enak jika ia berbeda dibanding orang lain;

12. Sikap ingin menonjol adalah orang yang berusaha sekuat tenaga untuk menonjol dalam berpakaian dan berperilaku, ingin mendapat perhatian, penghargaan, dan sanjungan, ia berpamer untuk diperhatikan.

Orang-orang yang sehat akan beriteraksi dengan cara-cara yang saling memuaskan diri mereka sendiri dan pihak lain dengan siapa mereka berhubungan.

4 thoughts on “Perilaku Antar Perorangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *