Motivasi Manusia

By | Oktober 9, 2014

Motivasi Manusia

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE)

Manuasia merupakan individu yang bertindak dalam rangka kerja sama dengan pihak yang menginisiasi, mengarahkan dan melaksanakan aktivitas-aktivitas organisasi yang bersangkutan.

Seorang manajer organisasi perlu melakukan proses managing:

1. Membuat keputusan-keputusan dengan mengembangkan proses serangkaian tindakan sadar untuk mencapai hasil yang diinginkan;

2. Memusatkan perhatian atas sasaran-sasaran ;

3. Merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan;

4. Mengorganisasi dan menempatkan pekerja untuk mengisi posisi-posisi;

5. Berkomunikasi dengan pihak bawahan untuk mendapatkan ide-ide;

6. Mengarahkan dan mensupervisi dengan mengusahakan agar pihak bawahan melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan;

7. Mengontrol aktivitas-aktivitas dengan memanfaatkan proses-proses yang mengukur hasil pekerjaan nyata.

Ada 3 macam perilaku yang dimotivasi:

  1. Tropisme terdiri dari gerakan-gerakan yang mencakup seluruh organisme apabila ia tertarik atau ditolak oleh sesuatu pengaruh di dalam lingkungan;
  2. Refleks-refleks banyak menyerupai tropisme dalam arti bahwa mereka merupakan reaksi-reaksi otomatis terhadap stimuli akan tetapi refleksi-refleksi adalah terbatas hingga bagian-bagian tertentu dari pada tubuh;
  3. Dimotivasi yang bersifat pada tujuan merupakan perilaku lain yang bersifat mengatur diri.

Ada 4 macam komponen model motivasi:

  1. Pembangkitan tekanan:

Seorang individu menyadari adanya tegangan yang timbul karena sesuatu kebutuhan yang tidak terpenuhi, melalui stimuli intern atau eksten melakukan tindakan tertentu yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya.

  1. Tindakan:

Tindakan tersebut mengandung suatu tujuan.

3. Sebuah perangsang:

Tujuan yang diarahkan ke sesuatu perangsang yang menurut anggapannya akan memenuhi kebutuhan yang dirasakan itu.

  1. Pengurangan tekanan:

Apabila ia memperoleh perangsang atau imbalan tersebut si individu yang bersangkutan akan mengalami suatu pengurangan tekanan.

Mengubah emosi negatif menjadi kekuatan yang positif melalui cara mawas diri:

1. Hargai kebebasan yang ada pada diri anda. Tegaskan bahwa anda berguna baik saat marah maupun. Hargailah kemarahan anda.

2. Identifikasikan perasaan negatif anda sebelum perasaan itu diungkapkan. Bahasa tubuh adalah pertanda yang paling baik. Belajarlah dengan hati-hati, lihatlah dengan bijak dan fokuskan dengan penuh kesadaran. Sadarlah terhadap kemarahan anda.

3. Percayailah diri anda sendiri. Merasakan, berbicara dan bertindaklah dengan spontan. Ikutilah kata hati hingga anda menemukan ketidakefektifan atau rasa tidak puas. Percayalah pada kemarahan anda.

4. Kendalikan pikiran, perasaan, perkataan dan tindakan anda. Jagalah agar orang lain tidak membuat anda marah; saya memilih untu marah. Kendalikan kemarahan anda.

Kebutuhan, keinginan dan orientasi pada tujuan:

Seseorang ingin mencapai sesuatu pada dasarnya ingin memenuhi sesuatu kebutuhan yang belum terpenuhi, baik berupa fisik, ekonomi, politis maupun kebutuhan-kebutuhan lain yang secara sadar atau tidak sadar dengan perilaku kita berusaha untuk memenuhinya agar dapat hidup sesuai yang kita inginkan.

Tingkat aspirasi manusia dikembangkan oleh seorang individu melalui kurun waktu. Karena didesak oleh kebutuhan-kebutuhannya, maka sang individu dimotivasi untuk melaksanakan perilaku yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Tetapi, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut akan bergantung pada skill motorik, mental serta sosial yang dimiliki oleh individu tersebut yang digunakannya dalam interaksi dengan lingkungannya.

Karena variasi-variasi yang tidak terbatas jumlahnya dalam lingkungan dan sifat-sifat keturunan, tingkat aspirasi masing-masing individu akan berbeda dengan tingkat aspirasi individu-individu lain.

Studi sejumlah manajer dalam aneka macam konteks kultural yang berbeda menujukkan adanya perbedaan-perbedaan penting dalam motif-motif, tujuan-tujuan serta sikap, tetapi terdapat adanya satu faktor untuk mana berlaku pendapat umum.

Kebanyakan manajer ingin melaksanakan tugas mereka dalam bidang pekerjaan yang paling banyak memanfaatkan bakat-bakat mereka secara penuh.

Terdapat cukup alasan untuk mengatakan bahwa sewaktu individu-individu menawarkan tenaga kerja mereka pada lingkungan dunia usaha, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka baik secara langsung maupun secara tidak langsung, mereka berkeinginan untuk mendapatkan posisi dalam organisasi-organisasi yang bukan saja bersifat menarik secara intrinsik, tetapi yang pula secara garis besar sesuai dengan kemampuan-kemampuan mereka.

Pendek kata para individu cenderung untuk mempreferensi, dan apa bila mungkin memilih jabatan-jabatan dengan organisasi-organisasi yang cocok dengan kepribadian mereka.

Ada empat asumsi yang dimiliki manajer :

  1. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
  2. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  3. Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
  4. Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.

Ada empat asumsi positif:

  1. Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain.
  2. Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
  3. Karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari, dan bertanggungjawab.
  4. Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

3 thoughts on “Motivasi Manusia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *