Category Archives: Uncategorized

BAHAN AJAR ETIKA BISNIS

OLEH: MUH ROSYID,S.Pd.,M.M.

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

P U T R A B A N G S A

K E B U M E N

=&0=&  =&1=&=&2=&=&3=& =&4=& =&0=& =&6=& Mata kuliah ini akan memberikan pengertian dan pemahaman tentang Teori-teori Etika, Bisnis: Sebuah Profesi Etis?, Bisnis dan Etika, Prinsip-prinsip Etika Bisnis, Etika Utilitarianisme dalam Bisnis, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Keadilan dalam Bisnis, Hak Pekerja, Bisnis dan Perlindungan Konsumen, Iklan dan Dimensi Etisnya, Etika Pasar Bebas dan Monopoli dan Kebijaksanaan Pemeritah. =&0=& =&8=& Mata kuliah ini secara khusus menjelaskan mengenai pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas merupakan aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, karenanya diperbolehkan atau tidak dari perilaku manusia. Situasi sekarang ini mungkin tidak begitu sulit untuk ikut mendesaknya gelombang reformasi yang tidak bisa terbendung lagi. Mata kuliah ini memberikan pemahaman terhadap peningkatan kesadaran dimensi etis dalam bisnis, memperkenalkan argumentasi moral serta diharapkan dapat memberikan gambaran bagi bisnis dalam menentukan sikap moral yang tepat di dalam profesinya kelak. =&9=& Setelah mengikuti pembelajaran ini Mahasiswa diharapkan mampu melakukan peruhan-perubahan pada organisasi pembelajar dan mampu memimpin organisasi dalam masa perubahan. =&10=&

Mata kuliah ini akan memberikan pengertian dan pemahaman bagi Mahasiswa agar mampu melakukan peruhan-perubahan pada organisasi pembelajar dan mampu memimpin organisasi dalam masa perubahan, oleh sebab itu di dalam mempelajari matakuliah ini diperlukan pemahaman materi bab per bab dan pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan dengan mengacu pada pengalaman-pengalaman yang penah dilakukan oleh mahasiswa.

=&0=& =&0=& =&0=& =&14=& =&0=& Oleh : Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen=&0=& =&0=& =&18=&=&19=&=&0=& =&0=& =&0=& =&23=&=&0=& 1. Menjelaskan Pengertian Etika. 2. Menjelasan Tiga Norma Umum Etika. 3. Menjelaskan Teori Etika Deontologi 4. Menjelaskan Teori Etika Teleologi. =&0=& =&19=&=&0=&

  1. Pengertian Etika
    1. Adat-istiadat atau kbiasaan hidup yang baik pada diri seorang, kelompok maupun masyarakat yang berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, dari satu generasi ke generasi lain.
      1. Filsafat moral atau ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian lebih normatif dan lebih mengikat pada setiap pribadi manusia.
      1. Tiga Norma Umum Etika
        1. Norma Sopan-santun / Norma Etika: norma yang mengantur pola perilaku dan sikap lahiriyah manusia, misalnya: menyangkut sikap perilaku seperti bertamu, makan dan minum, duduk, berpakaian dll.
          1. Norma Hukum: norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karea dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
            1. Norma Moral: yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia yang menyangkut aturan tentang baik-buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
            1. Dua Teori Etika

            =&34=&=&35=&=&0=& Menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik, tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri. Menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelaku. Tiga prinsip Etika Deontologi yang harus dipenuhi: 1) Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban. 2) Nilai moral dari tindakan itu tidak bergantung pada tercapaianya tujuan dari tindakan itu, melainkan bergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan itu – berarti walaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik. 3) Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal. Dua kesulitan pada teori deontologi: a) Bagaimana jadinya apabila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam suatu situasi yang sama tetapi keduaya tidak bisa dilaksanakan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan. b) Bertindaklah sedemikian rupa sehingga Anda selalu memperlakukan manusia, entah dalam dirimu sendiri atau pada orang lain, tidak sebagai alat, melainkan sebagai tujuan pada dirinya sendiri. =&37=&=&38=&=&0=& Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna. Etika Teleologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat bisa sangat bergantung pada situasi khusus. Dua aliran Etika Teleologi: 1) Egoisme etis 2) Utilitarianisme (akan dibahas khusus) Inti pandangan egoiseme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Karena itu satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. =&40=&

Perilaku Organisasi sebagai Variabel Dependen

Perilaku Organisasi sebagai Variabel Dependen read more

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M. read more

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE) read more

Perilaku organisasi secara luas dalam mengembangakan model umum untuk memahami perilaku adalah: read more

1. Setiap individu yang memasuki sebuah organisasi formal harus menjalankan sebuah peranan dalam suatu bentuk yang diekspektasi (diharapkan) dan yang digariskan oleh posisi yang bersankutan; read more

2. Konflik merupakan bagian normal dari kehidupan organisatoris; read more

Tempat Kreatifitas di dalam Organisasi-organisasi

=&0=& =&1=& =&2=& =&3=& Banyak organisasi, terutama yang besar dan yang progresif telah melakukan eksperimentasi dengan teknik-teknik kreativitas operasional. Suatu kondisi statis perlu didobrak agar organisasi-organisasi dapat menjadi efektif. Sesuatu organisasi yang tidak berubah sudah dapat dipastikan akan mati, tetapi dilain pihak sebuah organisasi yang berubah terlalu cepat, atau yang hanya berubah untuk kepentingan perubahan akan menjadi organisasi yang tidak efektif. Ide-ide yang dapat dievaluasi menimbulkan aktivitas yang terdisiplin guna mengkoversinya menjadi tindakan-tindakan: 1. Dapatkah organisasi yang bersangkutan menyediakan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mengimplementasi ide tersebut? 2. Apakah lingkungan di dalam organisasi mengizinkan ide tersebut dilaksanakan? 3. Apakah ide tersebut jika diterapkan dapat menutup biaya yang dikeluarkan untuknya? Ada dua buah tipe pola pemikiran yang terus-menerus diperlukan dalam rangka usaha mempertahankan organisasi-organisasi yaitu:

  1. Pola pemikiran analitik adalah satu cara apa manusia menimbulkan keteraturan serta disiplin pada organisasi-organisasi melalui kemampuan pemikiran analitiknya, atau penerapan metode riset ilmiah dlam hal memecahkan masalah.

Hal tersebut membantu manusia untuk mengalihkan hal-hal yang tidak diketahui menjadi hal-hal yang dapat dipahami, yang akhirnya dapat menimbulkan keteraturan dalam kekacauan.

  1. Pola pemikiran kreatif kelompok pemikiran ini diperlukan oleh organisasi-organisasi

read more

Memanaje Kreatifitas Organisatoris

Memanaje Kreatifitas Organisatoris read more

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M. read more

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE) read more

read more

Kreatifitas telah menjadi bagian penting dari kehidupan organisasi. Apabila konflik fungsional telah dimanaje dengan baik, maka hal tersebut memungkinkan organisasi yang bersangkutan untuk mencapai cara-cara lebih baru dan yang lebih baik, lebih kreatif untuk melaksanakan pekerjaannya. read more

Kreatifitas juga memungkinkan organisasi yang bersangutan untuk read more

Memotivasi Para Karyawan

Memotivasi Para Karyawan read more

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M. read more

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE) read more

Salahsatu tugas yang paling sulit dihadapi berbagai macam organisasi adalah tugas memotivasi para karyawan, baik karyawan dalam jabatan manajerial maupun dalam jabatan non-manajerial, agar mereka melaksanakan pekerjaan dengan baik. read more

Hal yang bersifat amat fundamental bagi suksesnya setiap rencana guna memotivasi para karyawan adalah tingkat sampai di mana motivator-motivator read more

Perilaku Antar Perorangan

Perilaku Antar Perorangan read more

Dosen: Muh Rosyid, S.Pd.,M.M. read more

(Manajemen Konflik Prof. DR. WINARDI, SE) read more

read more

Kebanyakan pengalaman manusia meliputi interaksi atau hubungan dengan orang-orang lain. Tidak seorangpun yang sanggup melukiskan atau mengarahkan interaksi manusia secara lengkap dan sepenuhnya, oleh karena kekayaannya yang demikian berlimpah dan varietasnya yang hampir tak terhingga, tetapi sekalipun demikian, kita dapat menerangkan dan melukiskan pola-pola read more

Memanaje Konflik Organisatoris

=&0=& =&1=& =&2=& Kita mengetahui bahwa fungsi-fungsi menejerial berupa:

  1. Perencanaan (planning);
  2. Pengorganisasian (organizing);
  3. Memotivasi (motivating);
  4. Mengawasi (controlling).

Pada umumnya orang sependapat bahwa sedikitnya terdapat tiga macam wilayah ketrampilan yang diperlukan seorang manajer untuk melaksanakan proses manajemen:

  1. Ketrampilan teknikal (technical skill) meliputi kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode-metode, teknik-teknik dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas spesifik tertentu yang dicapai dari pengalaman, pendidikan dan latihan;
  2. Ketrampilan berhubungan dengan

read more

Motivasi Manusia

=&0=& =&1=& =&2=& =&3=& Manuasia merupakan individu yang bertindak dalam rangka kerja sama dengan pihak yang menginisiasi, mengarahkan dan melaksanakan aktivitas-aktivitas organisasi yang bersangkutan. =&4=& =&3=& 1. Membuat keputusan-keputusan dengan mengembangkan proses serangkaian tindakan sadar untuk mencapai hasil yang diinginkan; 2. Memusatkan perhatian atas sasaran-sasaran ; 3. Merencanakan dan menetapkan kebijaksanaan; 4. Mengorganisasi dan menempatkan pekerja untuk mengisi posisi-posisi; 5. Berkomunikasi dengan pihak bawahan untuk mendapatkan ide-ide; 6. Mengarahkan dan mensupervisi dengan mengusahakan agar pihak bawahan melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan; 7. Mengontrol aktivitas-aktivitas dengan memanfaatkan proses-proses yang mengukur hasil pekerjaan nyata. =&6=& =&3=&

  1. =&8=& terdiri

read more