BAHAN AJAR ETIKA BISNIS

By | Juni 18, 2016

OLEH: MUH ROSYID,S.Pd.,M.M.

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

P U T R A B A N G S A

K E B U M E N

 

TINJAUAN MATA KULIAH

MANAJEMEN PERUBAHAN DAN INOVASI

A. Deskripsi Singkat

Mata kuliah ini akan memberikan pengertian dan pemahaman tentang Teori-teori Etika, Bisnis: Sebuah Profesi Etis?, Bisnis dan Etika, Prinsip-prinsip Etika Bisnis, Etika Utilitarianisme dalam Bisnis, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Keadilan dalam Bisnis, Hak Pekerja, Bisnis dan Perlindungan Konsumen, Iklan dan Dimensi Etisnya, Etika Pasar Bebas dan Monopoli dan Kebijaksanaan Pemeritah.

B. Kegunaan Matakuliah bagi Mahasiswa

Mata kuliah ini secara khusus menjelaskan mengenai pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis. Moralitas merupakan aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela, karenanya diperbolehkan atau tidak dari perilaku manusia. Situasi sekarang ini mungkin tidak begitu sulit untuk ikut mendesaknya gelombang reformasi yang tidak bisa terbendung lagi.

Mata kuliah ini memberikan pemahaman terhadap peningkatan kesadaran dimensi etis dalam bisnis, memperkenalkan argumentasi moral serta diharapkan dapat memberikan gambaran bagi bisnis dalam menentukan sikap moral yang tepat di dalam profesinya kelak.

C. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti pembelajaran ini Mahasiswa diharapkan mampu melakukan peruhan-perubahan pada organisasi pembelajar dan mampu memimpin organisasi dalam masa perubahan.

D. Opsional

Mata kuliah ini akan memberikan pengertian dan pemahaman bagi Mahasiswa agar mampu melakukan peruhan-perubahan pada organisasi pembelajar dan mampu memimpin organisasi dalam masa perubahan, oleh sebab itu di dalam mempelajari matakuliah ini diperlukan pemahaman materi bab per bab dan pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan dengan mengacu pada pengalaman-pengalaman yang penah dilakukan oleh mahasiswa.

BAHAN AJAR ETIKA BISNIS

Oleh : Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

Bab 1 Teori-teori Etika

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

1. Menjelaskan Pengertian Etika.

2. Menjelasan Tiga Norma Umum Etika.

3. Menjelaskan Teori Etika Deontologi

4. Menjelaskan Teori Etika Teleologi.

Teori-teori Etika

  1. Pengertian Etika
    1. Adat-istiadat atau kbiasaan hidup yang baik pada diri seorang, kelompok maupun masyarakat yang berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, dari satu generasi ke generasi lain.
    1. Filsafat moral atau ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian lebih normatif dan lebih mengikat pada setiap pribadi manusia.
  1. Tiga Norma Umum Etika
    1. Norma Sopan-santun / Norma Etika: norma yang mengantur pola perilaku dan sikap lahiriyah manusia, misalnya: menyangkut sikap perilaku seperti bertamu, makan dan minum, duduk, berpakaian dll.
    1. Norma Hukum: norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karea dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
    1. Norma Moral: yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia yang menyangkut aturan tentang baik-buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
  1. Dua Teori Etika

a. Etika Deontologi

Menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik, tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri.

Menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelaku.

Tiga prinsip Etika Deontologi yang harus dipenuhi:

1) Supaya suatu tindakan punya nilai moral, tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban.

2) Nilai moral dari tindakan itu tidak bergantung pada tercapaianya tujuan dari tindakan itu, melainkan bergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan itu – berarti walaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.

3) Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip itu, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.

Dua kesulitan pada teori deontologi:

a) Bagaimana jadinya apabila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam suatu situasi yang sama tetapi keduaya tidak bisa dilaksanakan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.

b) Bertindaklah sedemikian rupa sehingga Anda selalu memperlakukan manusia, entah dalam dirimu sendiri atau pada orang lain, tidak sebagai alat, melainkan sebagai tujuan pada dirinya sendiri.

b. Etika Teleologi

Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna.

Etika Teleologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat bisa sangat bergantung pada situasi khusus.

Dua aliran Etika Teleologi:

1) Egoisme etis

2) Utilitarianisme (akan dibahas khusus)

Inti pandangan egoiseme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Karena itu satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.

Tugas Anda pada bab ini:

1. Jelaskan Pengertian Etika!

2. Jelasan Tiga Norma Umum Etika!

3. Jelaskan Teori Etika Deontologi!

4. Jelaskan Teori Etika Teleologi!

Bab 2 Bisnis: Sebuah Profesi Etis?

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

1. Menjelaskan Etika Terapan.

2. Menjelaskan Etika Profesi.

3. Menjelaskan Pengertian Profesi.

4. Menjelaskan Ciri-ciri Profesi.

5. Menjelaskan Prinsip Etika Profesi

6. Menjelaskan Pandangan Praktis Realistis.

7. Menjelaskan Pandangan Ideal.

RELEVANSI ETIKA BSNIS

Bisnis: Sebuah Profesi Etis?

Apakah bisnis merupakan sebuah profesi? Profesi seperti apa? Profesi etis? Atau profesi kotor?

Bisnis tidak sepenuhnya merupakan sebuah profesi yang kotor seagaimana yang mungkin selama ini dianggap, tetapi sebaliknya sebuah profesi yang etis dan baik secara moral dengan prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik.

  1. Etika Terapan
    1. Etika Umum

Ilmu atau filsafat moral yang dapat dianggap sebagai etika teoritis.

    1. Etika Khusus

Refleksi kritis rasional yang meneropong perilaku dalam kehidupan manusia dan mendasarkan diri pada norma serta nilai moral manusia.

1) Etika individual

Menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri

2) Etika sosial

Menyangkut kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku mausia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan seksama

3) Etika lingkungan hidup

Menyangkut hubugan atara manusia baik sebagai individu maupun kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya

clip_image003Skema Etika:

clip_image004
clip_image005
clip_image006

clip_image007

clip_image008

clip_image009
  1. Etika Profesi
    1. Pengertia Profesi

Pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan menganalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.

1) Orang yang profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu.

2) Orang profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga dan perhatiannya untuk pekerjaan tersebut.

3) Orang profesional adalah orang yang mempunyai komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Ia melibatkan seluruh dirinya dengan giat, tekun dan serius menjalankan pekerjaannya itu. Karena, dia sadar dan yakin bahwa pekerjaannya telah menyatu dengan dirinya.

Pekerjaan yang membedakan seseorang profesional:

a) Pekerjaan sebagai hobi dijalankan terutama demi kepuasan dan kepentingan pribadi.

b) Pekerjaan sebagai hobi tidak punya dampak dan kaitan langsung yang serius dengan kehidupan dan kepentingan orang lain.

c) Pekerjaan sebagai hobi bukan merupakan sumber utama dari nafkah hidupnya, tidak ada keseriusan, ketekunan dan disiplin yang terpola dalam irama kerja yang pasti.

    1. Ciri-ciri Profesi

1) Adanya keahlian dan ketrampilan khusus yang dimiliki dengan kadar, lingkup dan tingkat yang melebihi keahlian dan ketrampilan pada umumnya.

2) Adanya komitmen moral yang tinggi untuk profesi yang luhur dalam bentuk aturan khusus sebagai kaidah moral yang khusus disebut kode etik.

3) Orang yang hidup dari profesinya:

a. Hidup sepenuhnya dari profesi

b. Profesinya telah membentuk identitas

4) Pengabdian kepada masyarakat

5) Ada ijin khusus untuk menjalankan profesinya

6) Biasanya menjadi anggota organisasi profesi

    1. Prinsip-prinsip Etika Profesi

1) Prinsip tanggung jawab:

Suatu prinsip pokok bagi profesional yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya serta atas dampak profesinya terhadap kehidupan dan kepentingan orang lain yang dilayaninya.

2) Prinsip keadilan:

Menuntut orang yang profesional tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu terutama orang yang dilayaninya dalam rangka profesinya.

3) Prinsip otonomi:

Prinsip yang dituntut kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya.

4) Prinsip integritas moral:

Orang yang profesional adalah orang yang memiliki integritas pribadi atau moral yang tinggi untuk tidak merusak nama baik dan citra martabat profesinya.

  1. Menuju Bisnis sebagai Profesi Leluhur
    1. Pandangan Praktis-Realistis

Bisnis sebagai suatu kegiatan di antara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan.

Bisnis adalah suatu kegiatan profit marking yaitu orang yang terjun ke dalam bisnis tidak punya keinginan dan tujuan selain mencari keuntungan.

    1. Pandangan Ideal

Bisnis tidak lain adalah suatu kegiatan di antara manusia yang menyangkut memproduksi, menjual dan membeli barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tujuan bisnis yang sebenarya bukanlah mencari keuntungan melainkan melayani kebutuhan masyarakat. Sedangkan keuntungan hanyalah simbul kepercayaan masyarakat atas kegiatan bisnis suatu perusahaan.

Tugas Anda pada bab ini:

1. Jelaskan Etika Terapan!

2. Jelaskan Etika Profesi!

3. Jelaskan Pengertian Profesi!

4. Jelaskan Ciri-ciri Profesi!

5. Jelaskan Prinsip Etika Profes!

6. Jelaskan Pandangan Praktis Realistis!

7. Jelaskan Pandangan Ideal!

Bab 3 Bisnis dan Etika

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

  1. Mejelaskan Mitos Bisis Amoral.
  2. Menjelaskan Keuntungan dan Etik Bisnis.
  3. Menjelaskan Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis.

Bisnis dan Etika

Ø Apakah benar bahwa bisnis perlu dijalankan secara etis?

Ø Apakah bisnis perlu etika?

Ø Apakah antara bisnis dan etika ada hubungannya?

Ø Apakah bisnis punya etika?

Ø Apakah bisnis memang mengenal etika?

Ø Apakah ada etika bisnis?

1. Mitos Bisnis Amoral

Kegiatan orang bisnis adalah melakukan bisnis sebaik mungkin untuk mendapat keuntungan, maka yang menjadi pusat perhatian orang bisnis adalah bagaimana memproduksi, mengedarkan, menjual dan membeli barang dengan memperoleh keuntungan.

a. Bisnis adalah sebuah bentuk persaingan yang mengutamakan kepentingan pribadi, sebagai sebuah bentuk persaingan semua orang yang terlibat di dalamnya selalu berusaha dengan segala macam cara dan paya untuk bisa menang.

b. Bisnis dan etika adalah dua hal yang berbeda dan terpisah satu sama lain, etika justru bertentangan dengan bisnis dan akan membuat pelaku kalah dalam persaingan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tidak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.

c. Bisnis perlu menerapkan cara dan strategi yang tepat dengan perhitungan yang matang, sehingga tidak sampai merugikan orang lain dan merugikan diri sendiri, karena dalam bisnis ada nilai manusiawi yang dipertaruhkan, maka cara dan strategi untuk menang pun harus manusiawi atau etis.

d. Bisnis adalah bagian aktifitas yang penting dari masyarakat dengan fenomena moderen yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat yang terjadi dan berlangsung dalam masyarakat yang dilakukan di antara manusia satu dengan lainnya.

e. Bisnis bukan sebuah kegiatan yang dipagari atau dibentengi secara kokoh di tengah masyarakat, di mana setiap orang akan masuk ke dalamnya harus menanggalkan terlebih dahulu semua nilai dan norma moral, melainkan bagian integral dari masyarakat yang ikut mempengaruhi praktek bisnis yang disesuaikan dengan kekhususan dunia bisnis.

  1. Keuntungan dan Etika

Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan, karena keuntungan adalah hal yang pokok bagi kelangsungan bisnis, walaupun bukan merupakan tujuan satu-satunya, sebagaimana dianut pandangan bisnis yang ideal. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk bahkan keuntungan merupakan hal yang baik:

a. Keuntungan memungkinkan suatu perusahaan bisa bertahan dalam kegiatan bisnisnya.

b. Tanpa keuntungan tidak ada pemilik modal yang mau menanamkan modalnya, berarti tidak akan terjadi aktifitas ekonomi yang produktif.

c. Keuntungan memungkinkan perusahaan tidak hanya bertahan melainkan juga dapat menghidupi karyawan pada tingkat taraf hidup yang semakin sejahtera.

d. Dengan keuntungan yang terus diperoleh, perusahaan dapat mengembangkan usahanya dan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang, sehingga memajukan ekonomi nasional.

e. Terjun ke bisnis berarti siap untuk bertempur habis-habisan dengan sasaran akhir meraih keuntungan, bahkan keuntungan yang sebesar-besarnya secara konstan.

f. Konsumen kini sangat kritis tidak mudah dibohongi, sehingga pengusaha harus menjaga citra bisnisnya sebagai bisnis yang baik dan etis kalau tidak ingin ditinggalkan oleh para konsumennya.

  1. Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis

a. Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis.

b. Pelaku bisnis dihimbau agar berbisnis secara baik dan etis karena dengan berbisnis yang baik dan etis akan menunjang keberhasilan bisnisnya dala jangka panjang

c. Menyadarkan masyarakat konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis siapapun.

d. Etika bisnis mengajak masyarakat luas, entah sebagai karyawan, konsumen, atau pemakai aset umum yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, untuk sadar dan berjuang menuntut haknya kepentingannya tidak dirugikan oleh kegiatan bisnis.

Tugas Anda pada bab ini

  1. Jelaskan Mitos Bisis Amoral!
  2. Jelaskan Keuntungan dan Etik Bisnis!
  3. Jelaskan Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis!

Bab 4 Prinsip-prinsip Etika Bisnis

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

  1. Menjelaskan Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis.
  2. Menjelaskan Etos Bisnis.
  3. Menjelaskan Relativitas Moral dalam Bisnis.
  4. Melakukan Pendekatan Stakeholder.

Prinsip-prinsip Etika Bisnis:

  1. Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis.

a. Prinsip otonomi

Sikap dan kemampuan manusia untuk mngambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

Orang bisnis yang otonomi adalah orang yang sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajiban dalam dunia bisnis dan dia melakukan sesuatu karena tahu dan sadar akan tindakannya, bebas dalam melakukan tindakannya, tetapi bertanggung jawab atas tindakannya.

b. Prinsip kejujuran

1) Kejujuran relevan dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak

2) Kejujuran relevan dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding.

3) Kejujuran relevan dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. Perusahaan akan hancur kalao suasana kerja penuh dengan akal-akalan dan tipu-menipu.

c. Prinsip keadilan

Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama dan adil dengan kriteria sesuai kriteria yang rasional obyektif dan dapat dipertanggung jawabkan.

Menuntut agar setiap orang dalam kegiatan bisnis diperlakukan sesuai haknya masing-masing dan tidak boleh dirugikan hak dan kepentingannya.

d. Prinsip saling menguntungkan

Menuntut agar bisnis dijalankan sehingga dapat saling menguntungkan semua pihak.

Produsen ingin untung dan konsumen ingin mendapat barang dan jasa yang memuaskan (menguntungkan dalam bentuk harga dan kualitas yang baik), maka dalam berbisnis harus yang kompetitif.

e. Integrias moral

Merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam diri pelaku dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dibanggakan yang tercermin dalam seluruh perilaku bisnisnya dengan siapa saja, baik ke luar maupun ke dalam perusahaan.

  1. Etos Bisnis.

a. Kebiasaan atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke generasi yang lain.

b. Inti etos adalah pembudayaan atau pembiasaan penghayatan akan nilai, norma atau prinsip moral tertentu yang dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang juga sekaligus membedakan perusahaan lain.

c. Etos adalah sebuah kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak mulai bekerja di perusahaan itu sampai seterusnya.

d. Etos direvisi, dikembangkan terus-menerus sesuai dengan perkembangan perusahaan dan juga perkembangan bisnis serta masyarakat

  1. Relativitas Moral dalam Bisnis.

a. Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain, dimana saja suatu perusahaan beroperasi, ikuti norma dan aturan moral yang berlaku dalam negara tersebut.

Dalam kaitan dengan bisnis internasional, perusahaan multinasional harus berperasi secara moral dan budaya yang berlaku di negara tempat perusahaan tersebut.

Tidak ada nilai dan norma yang bersifat universal yang berlaku di semua negara dan masyarakat sehingga nilai dan moral bersifat relatif tidak benar, karena bagaimanapun mencuri, merampas, tidak jujur pada orang lain dimanapun juga akan dikecam dan dianggap tidak etis.

b. Norma sendirilah yang paling benar dan tepat, sehingga prinsip yang harus dipegang adalah bertindaklah di mana saja sesuai dengan prinsip yang dianut dan berlaku di negara sendiri.

Norma dan nilai moral berlaku universal dan karena itu apa yang dianggap dan dianut benar di negara sendiri harus juga diberlakukan di negara lain

c. Pandangan immoralis naif yang mengatakan bahwa tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali (pandagan yang sama sekali tidak benar).

  1. Pendekatan Stakeholder.

Sebuah pendekatan baru yag banyak digunakan, khususnya dalam etika bisnis, belakangan ini dengan mencoba mengintegrasikan kepentingan bisnis di satu pihak dan tuntutan etika di pihak lain.

Pendekatan stakeholder adalah cara mengamati dan menjelaskan secara analitis bagaimana berbagai unsur dipengaruhi dan mempengaruhi keputusan dan tindakan bisnis.

Bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak terkait yang berkepentingan (stakeholder) dengan suatu kegiatan bisnis dijamin, diperhatikan dan dihargai.

Pendekatan stakeholder menuntut agar bisnis apapun perlu dijalankan secara baik dan etis justru demi menjamin kepentingan semua pihak yang terkait dengan bisnis tersebut. Karena kalau salah satu pihak ada yang dirugikan, pihak tersebut tidak mau lagi menjalin bisnis dengan perusahaan tersebut. Bahkan pihak lain yang belum menjalin hubunganpun akan menghindar untuk bekerjasama.

Ada dua kelompok stakeholder:

1. Kelompok stakeholder primer

Terdiri dari pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur, dan pesaing atau rekanan.

Kelompok ini penting karena hidup matinya, berhasil tidaknya bisnis suatu perusahaan sangat ditentukan oleh relasi yang saling menguntungkan dan terjalin relasi bisnis yang baik dan etis dengan kelompok tersebut jujur, bertanggung jawab, adil dan saling menguntungkan.

2. Kelompok stakeholder sekunder

Terdiri dari pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media masa, kelompok pendukung, masyarakat pada umumnya, dan masyarakat setempat.

Kelompok ini bisa sangat penting, bahkan bisa jauh lebih penting dari kelompok primer, dan karena itu bahkan sangat perlu diperhitungkan dan dijaga kepentingan mereka.

Ketika suatu perusahaan beroperasi tanpa memperdulikan kesejahteraan, nilai budaya, sarana dan prasarana lokal, lapangan kerja setempat, dan seterusnya akan menimbulkan suasana sosial yang tidak kondusif dan tidak stabil bagi kelangsungan perusahaan tersebut.

Dengan demikian dengan banyak kasus, perusahaan yang ingin berhasil dan bertahan dalam bisnisnya harus pandai menangani dan memperhatikan kepentingan ke dua kelompok stakeholder secara baik, yang berarti bahwa bisnis harus dijalankan secara baik dan etis.

Tugas anda pada bab ini

  1. Jelaskan Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis!
  2. Jelaskan Etos Bisnis!
  3. Jelaskan Relativitas Moral dalam Bisnis!
  4. Lakukan Pendekatan Stakeholder!

Bab 5 Etika Utilitarianisme dalam Bisnis

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

  1. Menjelaskan Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme;
  2. Menjelaskan Nilai Positif Etika Utilitarianisme;
  3. Menjelaskan Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian;
  4. Menganalisa Keuntungan dan Kerugian Etika Utilitarianisme;
  5. Menjelaskan Kelemahan Etika Utilitarianisme;
  6. Menentukan jalan ke luar agar Etika Utilitarianisme dapat dipakai.

Etika Utilitarianisme dalam Bisnis

  1. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme

a. Manfaat bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu, jadi kebijaksanaan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik.

b. Manfaat terbesar kebijaksanaan atau tindakan akan mendatangkan situasi tertentu lebih besar dibanding kebijaksanaan atau alternatif lainnya dan akan mendatangkam manfaat lebih banyak dari pada kerugiannya. Dalam situasi tertentu ketika kerugian tidak bisa dihindari maka minmal kerugian terkecil yang didapat.

c. Manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang adalah kebijaksanaan atau tindakan itu dinilai baik kalau membawa kerugian yang sekecil mungkin bagi sedikit mungkin orang.

Ada 3 pegangan etika utilitarianisme:

a. Suatu kebijaksanaan atau tindakan adalah baik dan tepat secara moral jika kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau keuntungan.

b. Diantara berbagai kebijakan dan tindakan yang sama baiknya, mempunyai manfaat terbesar adalah tindakan yang paling baik.

c. Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama-sama mendatangkan manfaat terbesar, bagi banyak orang adalah tindakan yang paling baik.

Bertindaklah sedemikian rupa, sehingga tindakanmu itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak mungkin orang.

  1. Nilai Positif Etika Utilitarianisme

a. Rasionalitas adalah prinsip moral yang diajukan oleh Etika Utilitarianisme ini tidak didasarkan oleh aturan-aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami dan yang tidak bisa kita persoalkan keabsahannya.

b. Etika Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral. Setiap orang dibiarkan bebas untuk mengambil keputusan dan bertindak dengan hanya memberi ketiga kriteria obyektif dan rasional tadi. Otonomi manusia lalu diberi tempat sentral, tidak ada paksaan harus bertindak sesuai dengan cara tertentu yang mungkin tidak diketahui alasannya.

c. Universalitas yaitu berbeda dengan etika teleologi lainnya yang terutama menekankan manfaat bagi diri sendiri atau kelompok sendiri, etika utilitarianisme justru mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang.

  1. Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian

a. Etika utilitarianisme dipakai sebagai proses untuk mengambil sebuah keputusan, kebijaksanaan, ataupun untuk bertindak sehingga menjadi sebuah metode untuk bisa mengambil keputusan yang tepat tentang tindakan yang akan dilakukan. Etika utilitarianisme dipakai untuk perencanaan, mengatur sasaran dan target yang akan dicapai.

b. Etika utilitarianisme juga dipakai sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijakan yang telah dilakukan apakah benar-benar dipakai sebagai kriteria untuk menilai suatu tindakan atau kebijakan yang telah dilakukan memang baik atau tidak. Dan ini yang paling tepat untuk evaluasi kebijaksanaan atau proyek yang sudah dijalankan.

  1. Analisa Keuntungan dan Kerugian

a. Keuntungan dan kerugian yang dianalisis jangan semata-mata dipusatkan pada keuntungan dan kerugian bagi perusahaan, kendati benar bahwa ini sasaran akhir.

Bahwa keuntungan dan kerugian bagi banyak pihak lain yang terkait dan berkepentingan, maka sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis membawa akibat yang menguntungkan dan merugikan bagi kreditor, konsumen, pemasok, penyalur, karyawan, masyarakat luas.

b. Analisis keuntungan dan kerugian ditempatkan dalam kerangka uang dan juga aspek-aspek moral, hak dan kepentingan konsumen, hak karyawan, kepuasan konsumen dalam kerangka kesejahteraan, kebahagiaan, dan keamanan.

c. Keuntungan dan kerugian dalam jangka panjang penting karena bisa saja dalam jangka pendek sebuah kebijaksanaan dan tindakan bisnis tertentu sangat menguntungkan, tetapi ternyata dalam jangka panjang merugikan

  1. Kelemahan Etika Utilitarianisme

a. Manfaat merupakan sebuah konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis malah menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit, karena manfaat bagi manusia berbeda antara satu orang dengan yang lain.

b. Persoalan klasik yang sifatnya lebih filosofis adalah bahwa etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri, dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya, padahal sangat mungkin terjadi suatu tindakan tidak baik, tetapi ternyata mendapatkan keuntungan atau manfaat.

c. Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan atau motivasi yang baik dalam melakukan tindakan tertentu, tetapi ternyata membawa kerugian yang besar bagi banyak orang, tindaan itu dinilai tetap tidak baik dan tidak etis.

d. Variabel yang dinilai tidak semuanya bisa dikualifikasi, sulit sekali mengukur dan memperbandingkan keuntungan dan kerugian hanya berdasarkan variabel yang ada.

e. Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan maka ada kesulitan cukup besar untuk menentukan prioritas di antara ketiganya.

f. Kelemahan paling pokok dari etika utilitarianisme adalah bahwa utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas, tindakan ini dinilai baik dan etis.

  1. Jalan Ke luar agar Etika Utilitarianisme dapat dipakai

a. Jujur adalah tindakan yang baik karena sesuai dengan aturan moral yang dianut dan diikuti oleh semua orang.

b. Jujur adalah tindakan yang baik karena dianut dan diikuti semua orang yang mendatangkan manfaat terbesar bagi banyak orang dan mendatangkan kerugian terkecil bagi segelintis orang.

Ada dua pinsip yang harus diperhatikan:

a. Suatu tindakan adalah baik dari segi etis jika tidakan itu hanya dituntut oleh aturan-aturan moral yang memang tepat.

b. Sebuah aturan moral yang tepat jika jumlah keseluruhan manfaat yang dihasilkannya diikuti semua orang dalam situasi tertentu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam situasi terpaksa:

a. Perlu menggunakan perasaan atau intuisi moral kita untuk mempertimbangkan secara jujur apakan indakan yang kita ambil memenuhi kriteria etika utilitarianisme di atas memang manusiawi atau tidak.

b. Dalam hal kasus kongkret di mana kebijaksanaan atau tindakan isnis tertentu yang dalam jangka panjang tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga pihak terkait.

Tugas Anda pada bab ini

  1. Jelaskan Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme;
  2. Jelaskan Nilai Positif Etika Utilitarianisme;
  3. Jelaskan Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian;
  4. Analisalah keuntungan dan kerugian Etika Utilitarianisme;
  5. Jelaskan Kelemahan Etika Utilitarianisme;
  6. Tentukan jalan ke luar agar Etika Utilitarianisme dapat dipakai;

Bab 6 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

  1. Menyebutkan Syarat bagi Tanggung Jawab Moral;
  2. Menjelaskan Status Perusahaan;
  3. Menjelaskan Lingkup Tanggung Jawab Sosial;
  4. Menjelaskan Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan;
  5. Menjelaskan Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan;
  6. Mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Apakah memang perusahaan punya tanggung jawab moral dan sosial?

Manakah tanggung jawab itu?

Bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan itu dilaksanakan?

Bisnis bukan sebuah pekerjaan yang kotor, penuh intrik, penuh tipu daya, egoistis, melainkan adalah sebuah profesi yang membaggakan dan didambakan begitu banyak orang.

  1. Syarat bagi Tanggung Jawab Moral

a. Mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut kalao ia bertindak dengan sadar dan tahu mengenai tindakannya serta konsekuen dari tindakannya.

b. Tanggung jawab yang mengadaikan adanya kebebasan bahwa tindakan itu dilakukan secara bebas bukan dalam keadaan dipaksa atau terpaksa, secara moral ia tidak bisa dituntut bertanggung jawab atas tindakanya itu.

c. Tanggung jawab yang mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu, kecuali kalau masih ada alternatif lain baginya untuk bertindak secara lain dalam keadaan terpaksa.

  1. Status Perusahaan

Perusahaan adalah sebuah badan hukum yang artinya perusahaan dibentuk berdasarkan hukum tertentu dan disahkan dengan hukum atau aturan legal tetentu, sehingga keberadaannya dijamin dan sah menurut hukum tertentu.

Sebagai badan hukum perusahaan mempunyai hak-hak legal tetentu sebagaimana dimiliki oleh manusia, tetapi tidak dengan sendirinya perusahaan mempunyai hak dan kewajiban moral.

Ada dua macam pandangan status perusahaan:

a. Pandangan legal-creator yang melihat perusahaan sebagai sepenuhnya ciptaan hukum dan karena itu adanya hanya berdasarkan hukum. Perusahaan diciptakan oleh negara dan tidak mungkin ada tanpa negara.

b. Pandangan legal-recognition yang tidak memusatkan perhatian pada status legal perusahaan melainkan sebagai suatu usaha bebas dan produktif. Perusahaan tidak dibentuk oleh negara, negara hanya mendaftarkan, mengakui dan mensahkan perusahaan itu berdasarkan hukum tertentu.

Tidak benar bahwa perusahaan hanya punya tanggung jawab legal:

a. Perusahaan adalah pribadi artifisial yang terdiri dari manusia jadi perusahaan bukan benda mati dan bukan binatang aneh, melainkan suatu lembaga atau organisasi manusia yang kegiatannya diputuskan, direncanakan dan dijalankan oleh manusia dengan aktifitasnya.

b. Tanggung jawab moral dan sosial tidak bisa diwakilkan dan diwakili oleh rang lain karena bersifat pribadi dan karena itu hanya orang yang bersangkutan yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

c. Tanggung jawab legal tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab moral, karena tanggung jawab legal hanya mungkin dijalankan secara serius kalau ada sikap moral untuk bertanggung jawab. Bagaianapun perusahaan tetap punya tanggung jawab moral dan sosial.

  1. Lingkup Tanggung Jawab Sosial

clip_image001 Tanggung jawab sosial menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas dari pada sekedar kepentingan perusahaan belaka.

clip_image001[1] Dengan konsep tanggung jawab sosial dan moral perusahaan harus bertanggung jawab atas tindakan dan bisnisnya yang mempunyai pengaruh atas orang-orang tertentu.

clip_image001[2] Perusahaan sebagai bagian dari masyarakat yang lebih luas, perlu ikut memikirkandan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi kepentingan hidup bersama dalam masyarakat sebagaimana manusia membutuh orang lain.

clip_image001[3] Empat bidang yang dianggap dan diterima sebagai tanggung jawab sosial perusahaan:

a. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas yang terwujud dalam bentuk ikut melakukan kegiatan tertentu yang berguna bagi masyarakat.

b. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial secara tradisional dianggap sebagai wujud paling pokok, bahkan satu-satunya dari apa yang disebut sebagai tanggung jawab perusahaan.

c. Lingkup tangung jawab sosial perusahaan yang tidak kalah pentingnya adalah memenuhi aturan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat, baik tentang bisnis maupun tentang sosial pada umumnya.

d. Hormat pada hak dan kepentingan stakeholder atau pihak-pihak terkait yang punya kepentingan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan bisnis suatu perusahaan.

  1. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan:
    1. Tujuan Utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-bsarnya

Bagaimana mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya dan seefisien mungkin, karena itu keberhasilan suatu bisnis tidak diukur berdasarkan keterlibatan sosialnya, melainkan berdasarkan kinerja ekonomisnya terutama faktor efisiensi ekonomis.

    1. Tujuan yang Terbagi-bagi dan Harapan yang Membingungkan

Keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam ragam yang pada akhirnya akan mengalihkan bahkan mengacaukan perhatian para pimpinan perusahaan.

    1. Biaya Keterlibatan Ssosial

Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat, karena biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusahaan itu bukan biaya yang disediakan oleh perusahaan, melainkan biaya yang telah diperhitungkan dalam harga barang.

    1. Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial

Keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial adalah kegiatan yang lebih bernuansa moral, kreatif dan sosial. Padahal para profesional bisnis tidak trampil sehingga dalam berbagai kegiatan sosial demi kemajuan masyarakat sulit dipenuhi.

5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan

a. Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah

Masyarakat tidak hanya butuh barang dan jasa tertentu, melainkan barang dan jasa dengan mutu yang baik harga yang kompetitif.

b. Terbatasnya Sumber Daya Alam

Keterlibatan dan kepedulian perusahaan melakukan kegiatan sosial, khususnya pada kelestarian sumber daya alam yang ada, akan mendorong penggunaan sumber daya alam yang terbatas itu secara efisien.

c. Lingkungan Sosial yang Lebih Baik

Suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosial yang lebih baik.

d. Perimbangan Tanggug Jawab dan Kekuasaan

Keterlibatan sosial khususnya maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu pengimbang bagi kekuasaan bisnis moderen yang semakin raksasa dewasa ini.

e. Bisnis Mempunyai Sumber-sumber Daya yang Berguna

Bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat, karena perusahaan tidak hanya punya dana melainkan juga tenaga profesional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau disumbangkan untuk kemajuan masyarakat.

f. Keuntungan Jangka Panjang

Tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan perusahaan itu dalam jangka panjang

6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Supaya tanggung jawab sosial dan moral itu benar-benar terlaksana, dibutuhkan kondisi internal tertentu dalam perusahaan yang memungkinkan terwujudnya tanggung jawab sosial dan moral.

Tugas Anda pada bab ini

  1. Sebutkan Syarat bagi Tanggung Jawab Moral!
  2. Jelaskan Status Perusahaan!
  3. Jelaskan Lingkup Tanggung Jawab Sosial!
  4. Jelaskan Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan!
  5. Jelaskan Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan!
  6. Implementasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan!

Bab 7 Keadilan dalam Bisnis

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu:

1. Menjelaskan Paham Tradisional mengenai Keadilan;

2. Menjelaskan Keadilan Individual dan Struktural;

3. Menjelaskan Teori Keadilan Adam Smith;

4. Menjelaskan Teori Keadilan Distributif John Rawls;

5. Menjelaskan Jalan Keluar atas Masalah Ketimpangan Ekonomi.

Keadilan dalam Bisnis:

1. Paham Tradisional mengenai Keadilan

a. Keadilan Legal

Semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara berdasarkan hukum yang berlaku dan semua pihak dijamin untuk mendapat perlakuan yang sama sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dasar moral:

1) Semua orang adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dan karena itu harus diperlakukan secara sama.

2) Semua orang adalah warga negara yang sama status dan kedudukannya, bahkan sama kewajiban sipilnya. Perlakuan yang tidak sama hanya bisa dibenarkan melalui pertanggungjawaban yang terbuka berdasar prosedur legal yang berlaku.

Konsekuensi legal dan moral yang mendasar:

1) Semua orang harus secara sama dlindungi oleh hukum negara.

2) Tidak ada orang yang akan diperlakukan secara istimewa oleh hukum atau negara.

3) Negara/pemerintah tidak boleh mengeluarkan hukum atau produk hukum apapun yang secara khusus dimaksudkan demi kepentingan kelompok atau orang tertentu dengan tanpa merugikan kepentingan pihak lain.

4) Semua warga tanpa perbedaan apapun harus tunduk dan taat kepada hukum yang berlaku karena hukum tersebut melindungi hak dan kepentingan semua warga.

b. Keadilan Komutatif

Keadilan ini mengatur hubungan yang adil dan fair antara orang yang satu dan yang lain atau warga negara yang satu dengan warga negara yang lain.

Keadilan ini menuntut agar dalam interaksi sosial antara warga yang satu dengan warga yang lain tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

c. Keadilan Distributif

Keadilan Distributif/ Keadilan Ekonomi adalah distributif ekonomi yang merata yang dianggap adil bagi semua warga negara, yang menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil pembangunan.

Keadilan distributif memiliki relevansi dalam dunia bisnis, khususnya dalam perusahaan, setiap karyawan harus digaji sesuai dengan prestasi, tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

2. Keadilan Individual dan Struktural

Keadilan dan upaya untuk menegakkan keadilan, menyangkut aspek yang lebih luas berupa penciptaan sistem yang mendukung terwujudnya keadilan tersebut, berarti prinsip prinsip keadilan legal berupa perlakuan yang sama terhadap setiap orang bukan lagi soal sikap orang per-orang, melainkan menyangkut sistem dan struktur sosial politik secara keseluruhan.

3. Teori Keadilan Adam Smith

a. Prinsip No Harm

Prinsip paling pokok dari keadilan adalah prinsip no harm, atau prinsip yang tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain yang secara negatif prinsip ini menuntut agar dalam interaksi sosial apapun setiap orang harus menahan dirinya untuk tidak merugikan orang lain.

Prinsip no harm adalah prinsip paling minim dan karena itu paling pokok yang harus ada untuk memungkinkan kehidupan manusia bisa bertahan dan juga relasi sosial manusia bisa ada dan bertahan.

b. Prinsip Non-Intervention

Prinsip ini menuntut agar demi jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan setiap orang, tidak seorangpun diperkenankan untuk campur tangan dalam kehidupan dan kegiatan orang lain.

Campur tangan dalam bentuk apapun akan merupakan pelanggaran terhadap hak orang tertentu yang merupakan suatu harm (kerugian) dan itu berarti telah terjadi ketidakadilan.

c. Prinsip Keadilan Tukar

v Prinsip keadilan tukar atau prinsip pertukaran dagang yang fair, terutama terwujud dan terungkap dalam mekanisme harga dalam pasar.

v Jika suatu barang dijual dan dibeli pada tingkat harga alamiah, maka barang tersebut dijual dan dibeli pada tingkat harga yang adil.

v Dengan demikian harga alamiah adalah harga yang adil karena pada tingkat harga itu baik produsen maupun konsumen sama-sama untung.

v Titik ekuilibrium adalah sebuah titik di mana sejumlah barang yang ingin dibeli konsumen sama dengan jumlah yang akan dijual produsen dan harga tertinggi yang ingin dibayar konsumen sama dengan harga terendah yang ingin ditawarkan produsen.

4. Teori Keadilan Distributif John Rawls

a. Prinsip-prinsip Keadilan Distributif Rawls

v Setiap orang harus mempunyai hak yang sama atas sistem kebebasan dasar yang sama yang paling luas sesuai dengan sistem kebebasan serupa bagi semua.

v Ketidak adilan yang paling jelas dari sistem kebebasan kodrati adalah bahwa sistem ini menijinkan pembagian kekayaan dipengaruhi secara tidak tepat oleh kondisi-kondisi alamiah dan sosial.

v Jalan ke luar utama untuk memecahkan ketidak adilan distribusi ekonomi oleh pasar adalah dengan mengatur sistem dan struktur sosial agar menguntngkan kelompok yang tidak beruntung.

v Kebebasan yang sama itu harus tetap disertai dengan penataan struktur sosial, politik dan ekonomi agar tidak melanggengkan ketida adilan distributif.

v Sasaran pokok teori keadilan Rawls adalah perubahan struktur sosial sedemikian rupa agar lebih menguntungkan kelompok yang paling kurang beruntung.

b. Kritik atas Teori Rawls

Kendati sangat menarik dan dalam banyak hal efektif memecahkan persoalan ketimpangan dan kemiskinan ekonomi, mendapat kritik tajam dari segala arah:

1) Prinsip Rawls membenarkan ketidak adilan, karena dengan prinsip tersebut pemerintah dibenarkan untuk melanggar dan merampas hak pihak tertentu untuk diberikan pihak lain.

2) Yang lebih tidak adil lagi adalah bahwa kekayaan kelompok tertentu yang diambil pemerintah itu juga diberikan kepada kelompok yang tidak beruntung atau miskin karena kesalahan sendiri.

5. Jalan Keluar atas Masalah Ketimpangan Ekonomi

a. Harus kita akui bahwa pasar adalah sistem ekonomi terbaik hingga sekarang karena dapat menjamin kebebasan berusaha secara optimal bagi semua orang secara sama. Semua orang harus dibiarkan dan diberi peluang untuk berusaha dan melakukan apa saja yang dianggapnya baik, asalkan tidak merugikan kepentingan orang lain ataupun kepentingan dan hak masyarakat pada umumnya.

b. Jalan ke luar untuk memecahkan persoalan perbedaan dan ketimpangan ekonomi dan sosial yang disebabkan oleh pasar adalah kebebasan yang sama bagi semua negara dituntut untuk mengambil langkah dan kebijaksanaan khusus agar kelompok dapat memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi mereka.

c. Jalan ke luar yang kita ajukan atas ketimpangan ekonomi adalah dengan mengandalkan kombinasi mekanisme pasar dan kebijaksanaan selektif pemerintah yang khusus ditujukan untuk membantu kelompok yang secara obyektif tidak mampu adalah dengan mengandalkan kombinasi mekanisme pasar dan kebijaksanaan selektif pemerintah yang khusus ditujukan untuk membantu kelompok yang secara obyektif tidak mampu memanfaatkan peluang pasar yang maksimal.

Tugas Anda pada bab ini

1. Jelaskan Paham Tradisional mengenai Keadilan!

2. Jelaskan Keadilan Individual dan Struktural!

3. Jelaskan Teori Keadilan Adam Smith!

4. Jelaskan Teori Keadilan Distributif John Rawls!

5. Jelaskan Jalan Keluar atas Masalah Ketimpangan Ekonomi!

Bab 8 Hak Pekerja

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu

1. Menjelaskan Hak atas Pekerjaan

2. Menjelaskan Hak atas Upah yang Adil

3. Menjelaskan Hak untuk Berserikat dan Berkumpul

4. Menjelaskan Hak atas Perlindungan Keamanan dan Kesehatan

5. Menjelaskan Hak untuk Diproses Hukum secara Sah

6. Menjelaskan Hak untuk Diperlakukan secara Sama

7. Menjelaskan Hak atas Rahasia Pribadi

8. Menjelaskan Hak atas Kebebasan Suara Hati

9. Menjelaskan Whistle Blowing Internal

10. Menjelaskan Whistle Blowing Eksternal

Hak Pekerja

  1. Macam-macam Hak Pekerja

a. Hak atas Pekerjaan

Hak atas pekerjaan merupakan hak asasi manusia, karena:

1) Kerja adalah aktifitas tubuh manusia dan karena itu tidak bisa dilepaskan dari tubuh manusia;

2) Kerja merupakan perwujudan diri manusia, melalui kerja manusia merealisasikan dirinya sebagai manusia dan sekaligus membangun hidup dan lingkungannya yang lebih manusiawi;

3) Melalui kerja manusia menjadi manusia yang hidup dengan layak;

4) Melalui kerja manusia menentukan hidupnya sendiri sebagai manusia yang mandiri;

5) Melalui kerja manusia membebaskan dirinya dari ketergantungan yang negatif pada orang lain;

6) Melalui kerja manusia menegaskan dirinya, identitasnya, dan eksistensinya.

b. Hak atas Upah yang Adil

Hak atas upah yang adil merupakan hak legal yang diterima dan dituntut seseorang sejak ia mengikat diri untuk bekerja pada suatu perusahaan.

Perusahaan yang bersangkutan mempunyai kewajiban untuk memberi upah yang adil

1) Setiap pekerja berhak mendapatkan upah/dibayar yang merupakan perwujudan atau kompensasi dari hasil kerjanya yang tidak dinikmati secara langsung.

2) Setiap orang tidak hanya berhak memperoleh upah yang adil, yaitu upah yang sebanding dengan tenaga yang telah disumbangkannya.

3) Upah yang adil adalah tidak boleh ada perlakuan yang berbeda atau diskriminatif dalam pemberian upah kepada semuakaryawan

c. Hak untuk Berserikat dan Berkumpul

1) Upah yang adil tidak selamanya diberlakukan dalam suatu perusahaan

2) Upah yang adil harus diperjuangkan oleh pekerja itu sendiri

3) Pekerja harus dijamin haknya untuk membentuk serikat pekerja dengan tujuan bersatu memperjuangkan hak dan kepentingan semua anggota

4) Dalam berserikat dan berkumpul ada dua dasar moral yang penting yaitu:

Ø Manusia adalah mahluk sosial yang selalu menurut dan berdasarkan kodratnya cenderung berkumpul dan berserikat dengan sesamanya

Ø Pekerja dapat bersama-sama secara kompak memperjuangkan hak mereka atas upah yang adil

    1. Hak atas Perlindungan Keamanan dan Kesehatan

Dalam bisnis modern sekarang ini semakin dianggap penting bahwa para pekerja dijamin keamanan, keselamatan dan kesehatannya.

Dasar moral peting dari hak berserikat dan berkumpul:

1) Salah satu wujud utama dari hak atas kebebasan yang merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus dijamin.

2) Dengan hak untuk berserikat dan berkumpul, pekerja dapat bersama-sama secara kelompok memperjuangkan hak mereka yang lain, khususnya hak upah yang adil.

    1. Hak untuk Diproses Hukum secara Sah

Pekerja wajib diberi kesempatan untuk membuktikan apakah ia melakukan kesalahan, kalau tidak bersalah dia diberi kesempatan untuk mengaku secara jujur dan meminta maaf.

    1. Hak untuk Diperlakukan secara Sama

Ø Semua pekerja pada prinsipnya harus diperlakukan secara sama, tidak boleh ada diskriminasi dalam perusahaan baik warna kulit, jenis kelamin, etnis, agama dan semacamnya, baik dalam sikap dan perlakuan, gaji maupun peluang untuk jabatan, pelatihan atau penidikan lebih lanjut.

Ø Perbedaan gaji dan peluang harus didasarkan pada kriteria dan pertimbangan yang rasional, obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

    1. Hak atas Rahasia Pribadi

Ø Kendati perusahaan punya hak tertentu untuk mengetahui riwayat hidup dan data pribadi tertentu dari setiap karyawan, karyawan punya hak untuk dirahasiakan data pribadinya.

Ø Hak ini tentu tidak mutlak karena dalam kasus tertetu data yang paling rahasia harus diketahui oleh perusahaan dan karyawan lain ketika data pribadi itu mempunyai efek yang membahayakan pihak lain.

    1. Hak atas Kebebasan Suara Hati

Ø Setiap pekerja harus dihargai kesadaran moralnya. Ia harus dibiarkan bebas mengikuti apa yang menurut suara hatinya adalah hal yang baik.

Ø Pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya tidak baik (korupsi, menggelapkan uang perusahaan, menurunkan standar atau ramuan produk tertentu demi memperbesar keuntungan, menutup-nutupi kecurangan yang dilakukan perusahaan atau atasan).

Ø Karyawan rendah yang membocorkan kecurangan yang dilakukan atasannya, entah ke pihak di luar perusahaan atau ke pimpinan yang lebih tinggi akan dengan mudah dipecat atau dipersulit tanpa diberi kesempatan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

  1. Whistle Blowing

Ø Tindakan yang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain.

Ø Whistle Blowing sering disamakan begitu saja dengan membuka rahasia perusahaan.

Ø Whistle Blowing umumnya menyangkut kecurangan tertentu yang merugikan baik perusahaan sendiri maupun pihak lain.

Ø Whistle Blowing adalah tindakan seorang karyawan yang melaporkan penyimpangan keuangan perusahaan kepada pihak direksi.

Ø Whistle Blowing adalah tindakan karyawan yang membocorkan tindakan perusahaan yang membuang sejumlah barang dalam jumlah besar demi mempertahankan stabilitas harga barang.

Ø Whistle Blowing adalah kecurangan perusahaan yang membuang limbah industri ke sungai.

Ø Whistle Blowing adalah manipulasi perusahaan di bagian produksi yang mengurangi atau menaikkan kadar unsur kimia tertentu dari standar normal dengan maksud untuk mengurangi biaya produksi atau membuat onsumen ketagihan dan pada akhirnya mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan.

a. Whistle Blowing Internal

Ø Terjadi ketika seorang atau beberapa orang karyawan tahu mengenai kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau atasannya, kemudian melaporkan kecurangan itu kepada atasan lain yang lebih tinggi jabatannya.

Ø Sebagai atasan harus bersikaphati-hati dan netral dalam menanggapi laporan itu.

Ø Netral bukan dalam pengertian tidak peduli (indifferent) melainkan serius menanggapi tetapi dengan tetap memegang prinsip praduga tak bersalah.

b. Whistle Blowing Eksternal

Ø Whistle Blowing Eksternal menyangkut kasus di mana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaan lalu membocorkannya kepada masyarakat, karena dia tahu bahwa kecurangan itu akan merugikan masyarakat.

Ø Motivasi utama adalah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen.

Ø Pekerja ini punya motivasi moral untuk membela kepentingan konsumen karena dia sadar bahwa semua konsumen adalah mausia yang sama dengan dirinya dan karena itu tidak boleh dirugikan hanya demi memperoleh keuntungan

Tugas Anda pada bab ini:

1. Jelaskan Hak atas Pekerjaan!

2. Jelaskan Hak atas Upah yang Adil!

3. Jelaskan Hak untuk Berserikat dan Berkumpul!

4. Jelaskan Hak atas Perlindungan Keamanan dan Kesehatan!

5. Jelaskan Hak untuk Diproses Hukum secara Sah!

6. Jelaskan Hak untuk Diperlakukan secara Sama!

7. Jelaskan Hak atas Rahasia Pribadi!

8. Jelaskan Hak atas Kebebasan Suara Hati!

9. Jelaskan Whistle Blowing Internal!

10. Jelaskan Whistle Blowing Eksternal!

Bab 9 Bisnis dan Perlindungan Konsumen

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

  1. Menjelaskan secara rinci teknik untuk membangun komunikasi dua arah dalam organisasi.
  2. Membahas secara rinci bagaimana mendisiplinkan karyawan.
  3. Mendifinisikan pemecatan yang salah dan menjelaskan arti pentingnya pemecatan.
  4. Menjelaskan bagaimana memecat karyawan.
  5. Menyebutkan pertimbangan-pertimbangan SDM yang penting dalam penyesuaian dealam perampingan dan merger.

Membangun Komunikasi Dua Arah

• Menjamin perlakuan adil karyawan dimulai dengan sikap mendengar yang baik, namun kebanyakan perusahaan tidak mau mendengar

• Komitmen dibangun berdasarkan kepercayaan, dan kepercayaan menuntut komunikasi dua arah untuk menjaga karyawan tetap terinformasi; dan program perlakuan adil yang dijamin untuk mengajukan keluhan dan mengadukan

Berbicaralah Terus Terang (Speak Up)

• Program komunikasi yang memungkinkan karyawan untuk mendaftarkan, pertanyaan, keprihatinan, dan keluhan tentang materi yang berhubungan dengan kerja

• Masalah keluhan merupakan unjung dari gunung es bila sampai pada keprihatinan yang dimiliki para karyawan

Program Top-Down

• Kegiatan komunikasi termasuk pusat-pusat tv in-house, diskusi meja bundar yang sering terjadi, laporan berkala in-house yang memberikan peluang bersinambung bagi perusahaan untuk memungkinkan semua karyawan dimutakhirkan dalam hal bahan-bahan penting menyangkut perusahaan

Program Pintu Terbuka

• Program perlakuan yang adil yang memberikan setiap karyawan untuk menaik-bandingkan tindakan penyelianya dengan memberikan perhatian kepada level manajer lebih tinggi yang berhasil

Keadilan dalam Pendisiplinan

• Disiplin :

Satu prosedur yang mengoreksi atau menghukum seorang bawahan karena melanggar aturan atau prosedur

• Tujuan Disiplin :

Mendorong karyawan berperilaku secara bijaksana di tempat kerja taat kepada peraturan dan keputusan

Pedoman Disiplin

• Pastikan bahwa bukti mendukung tindakan atas kesalahan tindakan karyawan

• Pastikan bahwa hak-hak proses karyawan justru dilindungi

• Disiplin hendaknya segaris dengan cara yang biasa dipakai oleh manajemen

• Karyawan hendaknya diperingatkan secara memadai

• Manajemen secara memadai menyelidiki masalah sebelum menjatuhkan disiplin

• Jangan merampas martabat bawahan

• Ingat bahwa beban bukti ada pada anda

• Jangat bertindak pada saat sedang marah

Tugas Anda pada bab ini

1. Jelaskan secara rinci teknik untuk membangun komunikasi dua arah dalam organisasi!

2. Jelaskan secara rinci bagaimana mendisiplinkan karyawan!

3. Definisikan pemecatan yang salah dan jelaskan arti pentingnya pemecatan!

4. Jelaskan bagaimana memecat karyawan!

5. Sebutkan pertimbangan-pertimbangan SDM yang penting dalam penyesuaian dalam perampingan dan merger!

Bab 10 Iklan dan Dimensi Etisnya

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu :

1. Menjelaskan iklan dan dimensi etisnya;

2. Menjelaskan iklan sebagai pemberi iformasi;

3. Menjelaskan iklan sebagai pembentuk pendapat umum;

4. Menyebutkan beberapa persoalan etis;

5. Menjelaskan makna etis menipu dalam iklan;

6. Menjelaskan kebebasan konsumen.

Iklan dan Dimensi Etisnya

Ø Dalam abad informasi sekarang ini, iklan memainkan peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi tentang suatu produk kepada masyarakat;

Ø Suka atau tidak suka, iklan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan manusia baik secara positif maupun secara negatif;

Ø Iklan mempunyai andil besar dalam menciptakan citra bisnis baik secara positif maupun negatif;

Ø Iklan ikut menentukan penilaian masyarakat mengenai baik buruknya kegiatan bisnis;

Ø Iklan berperan besar dalam menciptakan budaya dalam masyarakat modern;

Ø Kebudayaan masyarakat modern adalah:

v kebudayaan massa;

v kebudayaan serba instan;

v kebudayaan serba tiruan;

v kebudayaan serba polesan.

Ø Iklan merupakan salah satu strategi pemasaran yang bermaksud untuk mendekatkan barang yang akan dijual kepada konsumen.

  1. Fungsi Iklan

a. Iklan sebagai Pemberi Iformasi

Ø Iklan merupakan media untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat tentang produk yang sedang atau akan dijual;

Ø Iklan berfungsi membeberkan dan menggambarkan seluruh kenyataan yang serinci mungkin tentang suatu produk;

Ø Iklan hanyalah media informasi yang netral untuk membantu pembeli memutuskan secara tepat dalam membeli produk tertentu demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

b. Iklan sebagai Pembentuk Pendapat Umum

Ø Iklan dilihat sebagai suatu cara untuk mempengaruhi pendapat umum masyarakat tentang sebuah produk.

Ø Fungsi iklan mirip dengan fungsi propaganda politik yang brusaha mempengaruhi massa pemilih.

Ø Fungsi iklan adalah untuk menarik masa konsumen untuk membeli produk itu.

Ø Caranya dengan menampilkan model iklan yang manipulatif, persuasif, dan tendensius dengan maksud untuk menggiring konsumen membeli produk itu.

Ø Iklan manipulatif jelas dilarang karena benar-benar memanipulsi manusia dan segala aspek kehidupannya.

  1. Beberapa Persoalan Etis

a. Iklan merongrong otonomi dan kebebasan manusia.

b. Iklan manipulatif dan persuasif non-rasional menciptakan kebutuhan manusia dengan manusia modern menjadi konsumtif

c. Iklan manipulatif dan persuasif non-rasional malah membentuk dan menentukan identitas atau citra diri manusia modern.

d. Iklan merongrong rasa keadilan sosial masyarakat.

  1. Makna Etis Menipu dalam Iklan

Ø Iklan akan membentuk citra sebuah prodak atau bahkan sebuah perusahaan di mata masyarakat.

Ø Citra terbentuk bukan karena bunyi atau penampilan iklan itu sendiri, melainkan kesesuaian antara kenyataan sebuah produk yang diiklankan dengan apa yang disampaikan dalam iklan itu.

Ø Iklan sering dimaksudkan sebagai media untuk mengungkapkan hakikat dan misi sebuah perusahaan atau produk.

Ø Prinsip etika bisnis yang paling relevan adalah kejujuran, yang tidak hanya menyangkut kepentingan banyak orang, tetapi juga kepentingan perusahaan, atau bisnis seluruhnya sebagai sebuah profesi yang baik.

Ø Iklan yang membuat pernyataan salah atau tidak benar, yang tidak sesuai dengan kenyataan dengan maksud memperdaya atau mengecoh konsumen adalah sebuah tipuan dan karena itu harus dinilai sebagai iklan yang tidak etis.

Ø Semua iklan yang dibuat dengan melebih-lebihkan kenyataan sebenarnya dari produk tertentu dengan maksud untuk memperdaya, menghasut, dan membujuk konsumen untuk membeli produk itu dianggap sebagai iklan yang tidak etis.

Ø Iklan yang memberi informasi yang salah, tanpa sadar atau tanpa mengetahuinya suatu kondisi yang perlu dibuktikan – bukanlah iklan yang menipu melainkan iklan yang bohong, karena itu secara moral tidak dikutuk, akan tetapi jika ada pengaduan konsumen maka iklan itu harus dicabut dan bila dibiarkan oleh biro iklan atau produsennya maka iklan itu sebagai iklan yang menipu, tidak etis dan harus dikutuk secara moral.

  1. Kebebasan Konsumen

Ø Iklan merupakan suatu aspek pemasaran yang penting, karena iklan menentukan hubungan antara produsen dan konsumen;

Ø Iklan menentukan pula hubungan penawaran dan permintaan antara produsen dan pembeli, yang pada gilirannya ikut pula menentukan harga barang yang dijual di pasar;

Ø Sebagai mahluk sosial kita tidak bisa lepas dari pengaruh dan informasi orang lain, namun tidak berarti pengaruh tadi membelenggu dan meniadakan kebebasan setiap individu;

Ø Profesi periklanan dan organisasi profesi periklanan perlu benar-banar perlu punya komitmen moral untuk mewujudkan iklan yang baik bagi masyarakat.

Tugas Anda pada bab ini :

  1. Jelaskan iklan dan dimensi etisnya!
  2. Jelaskan iklan sebagai pemberi iformasi!
  3. Jelaskan iklan sebagai pembentuk pendapat umum!
  4. Sebutkan beberapa persoalan etis!
  5. Jelaskan makna etis menipu dalam iklan!
  6. Jelaskan kebebasan konsumen!

Bab 11 Etika Pasar Bebas

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu

  1. Menjelaskan etika pasar bebas;
  2. Menjelaskan keunggulan moral pasar bebas;
  3. Menjelaskan nilai moral pasar;
  4. Menjelaskan peran pemerintah;
  5. Menjelaskan penegakan pemerintahan yang adil.

Etika Pasar Bebas

v Tegaknya etika binis dan sehat tidaknya iklim bisnis, sangat ditentukan oleh sistem sosial politik yang dianut suatu negara.

v Demi menjamin bisnis yang baik dan etis, sangat diperlukan sosial politik dan ekonomi yang sesuai, yaitu sosial politik yang menjamin konsekuensi kegiatan bisnis yang baik, etis dan fair.

v Rasanya sia-sia kita mengharapkan suatu bisnis yang baik dan etis kalau tidak ditunjang oleh sistem sosial politik dan ekonomi yang memungkinkan.

v Betapapun etisnya pelaku ekonomi, kalau sistem yang ada melanggengkan praktek-praktek bisnis yang tidak fair seperti monopoli, kolusi, manipulasi, dan nepotisme secara transparan dan arogan, akan sulit sekali mengharapkan iklim bisnis yang baik dan etis.

v Supaya bisnis dijalankan secara baik dan etis dibutuhkan perangkat hukum yang baik dan adil.

v Harus ada aturan main yang fair yang dijiwai oleh etika dan moralitas.

v Sistem sosial politik dan ekonomi yang kondusif bagi praktek bisnis yang etis adalah sistem sosial-politik-ekonomi yang paling memungkinkan praktek bisnis yang etis.

  1. Keunggulan Moral Pasar bebas

a. Sistem ekonomi pasar bebas menjamin keadilan melalui jaminan perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku ekonomi.

b. Dari sejarahnya ekonomi pasar bebas justru lahir untuk membasmi sistem ekonomi yang korup, karena didukung oleh monopli, kolosi, dan praktek-praktek politik distorsif yang mengarah pada manipulasi birokrasi pemerintah oleh pengusaha demi kepentingan mereka dan elit penguasa dengan mengorbankan kepentingan dan rasa keadilan masyarakat luas.

c. Pasar bebas adalah sistem ekonomi yang lahir untuk mendobrak sistem ekonomi yang tidak etis dan yang menghambat pertumbuhan ekonomi dengan memberi kesempatan berusaha yang sama, bebas, dan fair kepada semua pelaku ekonomi.

d. Dalam sistem ekonomi pasar bebas, semua pelaku ekonomi dibiarkan bebas mejalankan kegiatan bisnisnya, sesuai dengan keinginannya untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya, asalkan dengan syarat tidak merugikan masyarakat.

e. Sistem ekonomi pasar bebas bukanlah sistem tanpa regulasi melainkan sistem yang menjamin kebebasan berusaha sebagai hak asasi semua orang, tetapi tetap dalam kerangka aturan yang fair dan terbuka bagi semua.

f. Regulasi pasar bebas adalah regulasi sebagai perwujudan keadilan dan kebebasan demi menjamin hak dan kepentingan setiap orang dan hak seluruh masyarakat, sambil tetap mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.

g. Pasar mencapai tiga nilai moral:

1) Pasar mengarahkan penjual dan pembeli untuk melakukan dagang secara adil;

2) Pasar memaksimalisasi manfaat yang diperoleh penjual dan pembeli dengan mengarahkan mereka untuk mengalokasikan, menggunakan dan mendistribusikan barang-barang mereka secara efisien,

3) Pasar mencapai semua ini dengan tetap menghargai hak penjual dan pembeli atas kebebasan.

  1. Peran Pemerintah

a. Syarat utama untuk menjamin sebuah sistem ekonomi pasar yang fair dan adil adalah perlunya suatu peran pemerintah yang sangat canggih.

b. Peran bahkan campur tangan pemerintah tidak ditolak sama sekali bahkan pemerintah harus campurtangan.

c. Pemerintah harus turun tangan menindak secara konsekuen pihak yang merugikan pihak-pihak lain.

d. Pembatasan peran pemerintah yang minimal tetapi sekaligus efektif karena:

1) Tugas melindungi masyarakat dari kekerasan dan invasi dari masyarakat merdeka lainnya;

2) Tugas melindungi sebisa mungkin setiap anggota masyarakat dari ketidak adilan atau penindasan dari setiap anggota lainnya;

3) Tugas membangun dan mengelola pekerjaan-pekerjaan umum tertentu dan lembaga-lembaga umum tertentu yang tidak bisa dijalankan oleh swasta karena tidak menguntungkan, tetapi sangat berguna bagi kehidupan bersama.

e. Syarat utama bagi trwujudnya sistem pasar yang adil dalam kegiatan bisnis yang baik dan etis adalah perlunya pemerintahan yang adil juga, yang benar-benar bersikap netral dan tunduk pada aturan main yang ada.

f. Pasar bebas akan berubah menjadi hutan rimba tanpa aturan yang jelas, dimana semua pelaku ekonomi akan saling memakan dan berupaya melindungi kegiatan manipulatifnya di bawah dukungan politik yang bisa dibeli.

Agar pemerintah dapat berfungsi secara efektif menegakkan aturan dan praktek bisnis yang fair, baik dan etis, pemerintah sendiri harus adil.

Dalam penegakan pemerintahan yang adil dibutuhkan:

1) Membutuhkan pemisahan dan kemandirian antara kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif;

2) Hanya dengan kekuasaan pemerintah yang mutlak ini keamanan, keadilan dan kepentingan masyarakat umum dapat dijamin

v Dalam sistem ekonomi yang terbuka da bebas, pemerintah diharapkan untuk tetap memainkan perannya yang sangat penting dan strategis untuk menciptakan iklim usaha yang baik dan fair.

v Dengan iklim usaha yang baik dan fair, maka selain pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga juga rasa keadilan masyarakat akan terjaga semaksimal mungkin.

v Jadi dari segi ekonomi maupun moral, peran pemerintah sangat menentukan berhasil tidaknya ekonomi kita, serta etis tidaknya iklim bisnis kita.

v Dalam menyongsong era globalisasi, keberhasilan kita sangat ditentukan oleh peran pemerintah sebagaimana mestinya.

Tugas Anda pada bab ini

  1. Jelaskan etika pasar bebas!
  2. Jelaskan keunggulan moral pasar bebas!
  3. Jelaskan nilai moral pasar!
  4. Jelaskan peran pemerintah!
  5. Jelaskan penegakan pemerintahan yang adil!

Bab 12 Monopoli dan Kebijaksanaan Pemeritah

Setelah mempelarari bab ini, Anda diharapkan mampu

  1. Menjelaskan tentang Monopoli;
  2. Menjelaskan tentang Oligopoli;
  3. Menjelaskan tentang Suap;
  4. Menjelaskan tentang Tip;
  5. Menjelaskan tentang Undang-Undang Anti-Monopoli.

Monopoli dan Kebijaksanaan Pemerintah

1. Monopoli

clip_image002 Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya satu atau segelitir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidang industri atau bisnis tersebut.

clip_image002[1] Dengan kata lain pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk di dalamnya, karena itu hampir tidak ada persaingan yang berarti.

a. Monopoli alamiah:

clip_image002[2] Lahir karena mekanisme murni dalam pasar

clip_image002[3] Lahir secara wajar dan alamiah karena kondisi obyektif yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang menyebabkan perusahaan ini unggul dalam pasar tanpa bisa ditandingi dan dikalahkan scara memadai oleh perusahaan lain.

b. Monopoli artifisial:

clip_image002[4] Lahir karena ersekongkolan atau kolosi politis dan ekonomis antara pengusaha dan penguasa demi melindungi kepentingan kelompok pengusaha tersebut.

clip_image002[5] Lahir karena pertimbangan rasional maupun irasional.

clip_image002[6] Suatu rekayasa sadar yang pada akhirnya akan menguntungkan kelompok yang mendapat monopoli dan merugikan kepentingan kelompok lain, bahkan kepentingan mayoritas masyarakat.

2. Oligopoli

clip_image002[7] Suatu bentuk monopoli tetapi agak berbeda sifatnya. Kalau monopoli merupakan kolosi antara pengusaha dan penguasa, sedang oligopoli adalah kolosi antara pengusaha dengan pengusaha.

clip_image002[8] Inti dari Oligopoli adalah perusahaan sepakat, baik secara tersirat maupun tersurat untuk menetapkan harga produk dari industri sejenis pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari harga mekanisme murni dalam pasar.

clip_image002[9] Dalam praktek monopoli artifisial perusahaan tertentu melakukan kolosi dengan penguasa demi mengalahkan atau menyingkirkan perusahaan lain, sedangkan praktek oligoli adalah persekongkolan antara beberapa perusahaan sejenis dengan tujuan utama untuk mengalahkan dan mendikte konsumen.

3. Suap

clip_image002[10] Salah satu praktek yang sampai tingkat tertentu juga mengarah pada monopoli dan juga merusak pasar adalah suap.

clip_image002[11] Suap mengarah pada monopoli karena dengan suap-menyuap mencegah perusahaan lain untuk masuk dalam pasar bersaing secara fair.

clip_image002[12] Dengan suap perusahaan penyuap dapat hak istimewa untuk melakukan bisnis tertentu yang tidak bisa dimasuki oleh perusahaan lain.

clip_image002[13] Melalui suap pihak pemerintah mengeluarkan peraturan tertentu untuk melindungi kegiatan bisnis perusahaan penyuap tadi untuk mengeluarkan langkah kebijaksanaan tertentu dan bertujuan untuk melindungi perusahaan penyuap.

4. Tip

clip_image002[14] Tip adalah hadiah atau pemberian cuma-cuma yang diberikan kepada seseorang atau pihak tertentu sebagai tanda terima kasih atas bantuan atau pelayanan yang telah diberikannya, kendati bantuan atau pelayanan itu merupakan tugas dan tanggung jawabnya.

clip_image002[15] Tip adalah bentuk perilaku etis sebagai ungkapan penghargaan yang tulus atas jasa orang lain.

clip_image002[16] Tip tidak menimbulkan persoalan etis, namun tip bisa berubah menjadi suap karena secara positip penerima tip merasa berhutang budi dan dengan demikian dengan penuh resiko ingin membalas kebaikan dengan anipulasi tertentu.

5. Undang-Undang Anti-Monopoli

Tujuan Undang-Undang Anti-Monopoli:

a. Bukan untuk membatasi pasar akan tetapi justru untuk mengaktualisasikan cita-cita pasar bebas dan menjamin agar pasar yang fair benar-benar berfungsi.

b. Untuk melindungi kesejahteraan konsumen dengan melarang praktek-praktek bisnis yang curang dan tidak fair.

c. Melindungi perusahaan kecil dan mencegah praktek bisnis yang monopolis dan oligopolistis.

Tugas Anda pada bab ini

  1. Jelaskan tentang Monopoli!
  2. Jelaskan tentang Oligopoli!
  3. Jelaskan tentang Suap!
  4. Jelaskan tentang Tip!
  5. Jelaskan tentang Undang-Undang Anti-Monopoli!

REFERENSI:

1. DR. A. SONNY KERAF (2008), Etika Bisnis

2. Prof.Dr.H.DOCHACK LATIEF 2006, Etika Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *