Oleh : Muh Rosyid,S.Pd.,M.M.Pd.
Tutor UT-UPBJJ Purwokerto
Suber : Amat Jaedun - Puslit Dikdasmen, Lemlit UNY
Tujuan Penelitian Tindakan:
Mengubah situasi awal suatu kelompok, organisasi, sekolah atau masyarakat yg kondisinya memiliki berbagai permasalahan, ke arah keadaan yang lebih baik.
TUJUAN PTK:
¤ Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, efisiensi
dan efektivitas pembelajaran, proses dan hasil
pembelajaran di sekolah.
¤ Menumbuhkembangkan kebiasaan meneliti bagi para
guru agar lebih proaktif mencari pemecahan masalah
pembelajaran.
¤ Meningkatkan produktivitas penelitian para guru
tentang pembelajaran.
¤ Meningkatkan kolaborasi guru - guru, dan guru – siswa
dalam memecahkan masalah pembelajaran, mencipta-
kan dan mengimplementasikan inovasi pembelajaran.
Manfaat Penelitian Tindakan:
Memperbaiki layanan maupun kinerja dari suatu lembaga.
Mengembangkan rencana tindakan, yg bersifat me-ningkatkan apa yg telah dilakukan selama ini.
Mewujudkan penelitian yang mempunyai manfaat ganda, baik bagi peneliti maupun subyek yang diteliti.
Mengembangkan budaya meneliti, atau mencari solusi atas suatu permasalahan melalui proses berpikir ilmiah;
Menumbuhkan kesadaran pada subyek yang diteliti mengenai pentingnya partisipasi dan sikap kooperatif demi keberhasilan bersama dan keter-capaian tujuan penelitian.
Prinsip utama PTK:
masalah penelitian yang diambil harus sesuai dengan komitmen guru/peneliti dan pemecahannya berada dalam jangkauan kemampuan/kewenangannya.
Semua pihak yg terlibat dalam penelitian menginginkan terjadinya perbaikan, peningkatan, dan perubahan ke arah yang lebih baik.
PTK didasarkan pada masalah keseharian yang dirasakan dan dihadapi baik oleh peneliti/guru maupun pihak/subyek yang diteliti.
Upaya pemecahan atau perbaikannya dilakukan bersama-sama antara komponen-komponen tersebut secara kolaboratif dan partisipatif
Perbaikan yang dilakukan bukan sekedar kegiatan yang rutin, namun merupakan kegiatan/tindakan yang baru atau inovatif
Karakteristik PTK :
Permasalahan yang dipecahkan merupakan permasalahan praktis dan urgen yang dihadapi oleh para guru dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
Praktisi sebagai peneliti memberikan tindakan yang terencana untuk memecahkan permasalahan, dan sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang dapat dirasakan oleh subjek yang diteliti.
Langkah-langkah tindakan yang dilakukan dalam bentuk siklus (daur) memungkinkan terjadinya peningkatan/ perbaikan dalam setiap siklusnya. Jumlah siklus mestinya tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh peneliti, karena apa yang akan terjadi dengan adanya tindakan tersebut, dan kapan tindakan tsb. akan mendatangkan hasil belum diketahui sebelumnya.
Adanya empat komponen penting dalam setiap langkahnya, yaitu: (1) perencanaan; (2) tindakan; (3) observasi (M & E); dan (4) refleksi.
Adanya langkah/upaya untuk berpikir secara reflektif, baik sesudah maupun sebelum tindakan dilakukan.
Penelitian tindakan biasanya bisa dikenali dari ”judulnya” Judul penelitian tindakan seyogyanya mencerminkan dua hal, yaitu:
Tindakan apa yang akan dilakukan? dan
Tujuan/target apa yang ingin dicapai dengan penerapan tindakan tersebut?
Contoh:
Peningkatan Kemampuan Apresiasi Puisi melalui Strategi Cooperative Learning ............
Penerapan Metode DIKSI untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Puisi................
Penelitian tindakan juga bisa dikenali dari rumusan masalahnya, yang sekaligus membedakan dengan penelitian untuk menguji hipotesis atau penelitian positivistik lainnya.
Contoh:
Apakah metode diskusi dapat meningkatkan partisipasi kelas?
Sejauhmanakah metode diskusi dapat meningkat-kan partisipasi kelas?
Bagaimanakah metode diskusi dapat meningkatkan partisipasi kelas ?
Secara metodologis, karakteristik penelitian tindakan:
Orientasi penelitian tindakan adalah bukan utk mencari ”kebenaran” tetapi utk memecahkan permasalahan riil yg dihadapi baik oleh peneliti maupun subyek yg diteliti melalui langkah-langkah penerapan tindakan.
Bersifat kooperatif, antara yg memberikan tindakan dan pihak yang dikenai tindakan (Dokter dalam mengobati pasien akan lebih efektif jika pasiennya juga bersifat kooperatif/mau bekerja sama).
Dilaksanakan pada lokasi terjadinya permasalahan tersebut (tidak diuji-cobakan pada subjek yang lain atau di tempat lain).
Bersifat partisipatif, karena memerlukan partisipasi dari pihak yang dikenai tindakan.
Dilakukan pada setting yang natural, tidak ada perubahan atau pengaturan apapun, kecuali tindakan yang akan diterapkan.
Tidak ada upaya pengendalian terhadap faktor (variabel) pengganggu atau yg berpengaruh thd. hasil.
PERBEDAAN PENELITIAN EKSPERIMEN DENGAN PTK:
1. PENELITIAN EKSPERIMEN PADA UMUMNYA DILAKUKAN SATU KALI, SEDANGKAN PTK BEBERAPA KALI SIKLUS
2. PENELITIAN EKSPERIMEN MENEKANKAN HASIL, SEDANGKAN PTK MENEKANKAN PADA PROSES
PERBEDAAN PENELITIAN LAIN DENGAN PTK:
1. PENELITIAN LAIN INGIN TAHU APA YANG SUDAH TERJADI SEDANGKAN PTK INGIN TAHU APA YANG SEDANG TERJADI
2. AKHIR KEGIATAN PENELITIAN LAIN UNTUK MEMBERI SARAN SEDANGKAN AKHIR PTK UNTUK PERBAIKAN RENCANA KEGIATAN
Fokus Permasalahan PTK :
Ukuran keberhasilan program perbaikan mutu pendidikan kita à lebih banyak yg hanya di-orientasikan pada perbaikan output/prestasi saja, karena data ttg proses tidak ada.
Dampak tindakan yg kita rancang sebaiknya diarahkan utk meningkatkan kualitas proses dan bukan sekedar prestasi belajar, karena akan berakibat ketidak-akuratan peneliti dlm meng-identifikasi permasalahan PBM yg sebenarnya
Dampak tindakan lebih baik diorientasikan pada indikator-indikator perbaikan kualitas proses pembelajaran, spt: partisipasi siswa, kemampuan mengemukakan pendapat, interaksi kelas, motivasi, kemampuan memecahkan permasalahan dsb.
Search
Rabu, 07 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar