Subscribe to RSS feed

Search

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 29 Oktober 2009

KOMPETENSI KEPRIBADIAN SOSIAL DAN PROFESIONAL GURU

RINGKASAN PROFESI KEGURUAN (MKDK4005)
Oleh : Muh Rosyid,S.Pd.,M.M.Pd.
Tutor UT-UPBJJ Purwokerto

1. Kompetensi Kepribadian Guru
 Standar kemempuan yang diperlukan untuk menggambarkan kualifikasi seseorang baik secara kualitatif dalam pelaksanaan tygasnya dikenal dengan istilah competentensi.
 Kompetensi di dalam organisasi pendidikan mengandung unsure-unsur:
 Attitude
 Value
 Personality
 Kompetensi kepribadian berkaitan dengan perilaku guru dengan falsafah hidup
 Banyak masalah psikologi yang dihadapi peserta didik dalam proses KBM, maka peran guru dalam hal ini sebagai pembimbing dan seri teladan
 Menurut Ki Hajar Dewantoro dalam sistem “Among” guru adalah panutan yang digugu dan ditiru
 Dalam melihat diri sendiri, guru berpedoman pada:
o Self concept
o Self idea
o Self reality
 Guru senantiasa berhadapan dengan komunitas yang berbeda maka diperlukan kompetensi kepribadian guru yang toleran dan tenggang rasa
 Salah satu kompetensi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menghayati dinamika organisasi pendidikan
 Kemampuan guru dalam mengembangkan dirinya disesuaikan dengan perubahan dalam bidang profesi dan spesialisasinya
 Guru bersama-sama peserta didik dapat membangkitkan inisiatif untuk berkreasi dalam proses belajar, merupakan salah satu fungsi guru dalam system Among dikenal dengan “Ing madyo mangun kaso”
2. Kompetensi Sosial Guru
 Kompetensi social guru mengandung arti sebagai sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat
 Menurut Aritoteles manusia sebagai mahluk social adalah mahluk yang senantiasa ingin hidup berkelompok
 Manusia perlu berinteraksi dengan yang lain senantiasa menjaga hubungan agar tetap berlangsung dalam suasana yang kondusif. Interaksi yang dilakukan guru bertujuan agar peserta didik dan masyarakatnya mampu bertahan hidup (servive) dan berkembang (growth)
 Misi yang diemban guru dalam masyarakat adalah misi kemanusiaan mengajar dan mendidik
 Dalam menunjang kompetensi social guru perlu dilengkapi dengan kemampuan berkomunikasi. Komunikasi yang sebaiknya dilakukan guru adalah komunikasi multi arah dengan orang tua, peserta didik dan masyarakat
 Berdasarkan latar belakan social dan ekonomi keluarga yang berbeda dari peserta didik dan orang tua, maka guru perlu memiliki sikap simpatik
 Dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, masyarakat membentuk komite sekolah. Dalam hal ini guru dapat melakukan kerjasama dalam hal memberikan laporan mengenai kondisi fasilitas penunjang PBM
 Dalam interaksi sesama guru di sekolah para guru dituntut untuk bias menjadi teman dialog bidang akademik ataupun social yang dihadapi berkenaan dengan peserta didik
 Masyarakat yang ada di sekitar sekolah selalu mempengaruhi perkembangan pendidikan di sekolah, karena itu guru wajib mengenal dan menghayati dunia sekitar sekolah
 Upaya yang dilakukan guru dalam kiprahnya mengisi pembangunan adalah berperan agar diri dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaruan bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya
3. Komponen Kompetensi Profesional
 Kemampuan guru dalam melaksanakan tugas profesi keguruannya dalam PBM merupakan salah satu bentuk kompetensi professional
 Kompetensi professional yang mesti dimiliki guru terutama dalam penguasaan bidang studi adalah:
o Mengetahui,
o Memahami,
o Mengaplikasikan,
o Menganalisis,
o Mensintetis,
o Mengevaluasi sejumlah pengetahuan keahlian yang diajarkan.
 Kegiatan yang termasuk kompetensi guru khususnya dalam mlingkup pengelolaan belajar mengajar adalh memilih dan dapat menggunakan metode mengajar
 Mengenali fungsi sekolah sebagai lembaga social yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antar sekolah dan masyarakat merupakan kemampuan yang mesti dimiliki guru. Hal ini terutama berkaitan dengan kompetensi professional dalam bidang penguasaan landasan-landasan pendidikan
 Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar meliputi kegiatan mengkaji factor-faktor positif dan negative dalam proses belajar
 Mekanisme psikologis belajar mengajar di sekolah mencakup transfer reinforcement dan retention
 Di samping kegiatan akademis, guru harus mampu menyelenggarakan kegiatan administrasi sekolah
 Dalam mengelola kelas guru dituntut untuk mampu menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif. Hal ini dapat dilakukan oleh guru-guru dengan cara:
o Mempelajari prosedur dan strategi pengelolaan kelas yang bersifat preventif,
o Menggunakan prosedur pengelolaan kelas yang bersifat kuratif,
o Mempelajari factor-faktor yang dapat mengganggu iklim belajar yang kondusif.
 Kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan program remedial berkaitan dengan kemampuan dalam hal pengelolaan program belajar mengajar
 Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar dilakukan guru untuk mencapai tiga sasaran yaitu:
o Prestasi berupa pernyataan dalam bentuk angka dan nilai tingkah laku,
o Prestasi belajar berupa pernyataan lingkungan yang mengamatinya melalui penghargaan atas prestasi yang dicapainya,
o Keunggulan program yang dibuatnya karena relevan dengan kebutuhan peserta didik dan lingkungannya.
4. Hubungan Penguasaan Materi dan kemampuan Mengajar
 Landasan pokok guru untuk trampil dalam mengajar adalah penguasaan materi / bahan ajar
 Materi ajar dapat dibedakan berdasar sudut pandang isi materi dan cara melakukan pendekatannya
 Bahan ajar berisi gagasan, ide, pendapat, teori atau dalil merupakan bahan ajar yang berupa konsep
 Berdasarkan pengorganisasiannya, bahan ajar dibagi dalam bidang studi:
o Linier
o Praktikal
o Kumulatif
 Bahan bidang studi yang erat kaitannya dengan bahan bidang studi praktikal tetapi lebih menekankan pada unsure kreatifitas adalah bahan bidang studi eksperimensial
 Pendekatan metodologi bahan bidang studi kumulatif dan eksperimensial terfokus pada child-centered
 Langkah berikut yang merupakan cara guru dalam menentukan bahan bidang studi adalah mengetahui dan memahami jenis-jenis bidang studi dan pokok-pokok bahasan dalam GBPP
 Dalam mengajarkan materi, guru perlu memperhatikan:
o Merumuskan tujuan instruksional, mengenal dan menggunakan metode
o Kemampuan memilih dan menyusun prosedur instruksional yang tepat
o Melaksanakan program dan mengenal potensi siswa
 Guru tidak hanya menguasai bahan bidang studi untuk dapat mengajar dengan baik, namun diperlukan juga kemampuan untuk mengenal dan menggunakan:
o Media pembelajaran
o Bahan pustaka
o Teknik mengajar
 Dalam mengajar guru membawa siswa ke dalam laboratorium. Kegiatan guru gtersebut digolongkan menggunakan metode discovery
5. Keputusan Situasional dan Transaksional
 Seorang guru dalam kesempatan yang berbeda-beda mungkin menampilkan metode mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan pembelajaran
 Untuk mewujudkan seperangkat pengalaman belajar, seorang guru mengambil keputusan-keputusan tentang apa dan bagaimana mewujudkan pembelajaran berdasarkan analisis situasi PBM
 Keputusan yang bersifat transaksional memerlukan penyesuaian berdasarkan umpan balik interaksi guru dengan siswa
 Dalam PBM seorang guru membuat perencanaan pengajaran yang bersifat situasional berdasarkan rumusan tujuan performan siswa
 Dalam proses pengambilan keputusan situasional guru tidak lepas dari sikap kepribadian dan nilai-nilai yang dianut guru
 Factor-factor penentu aktualisasi PBM mencakup:
o Tujuan
o Materi pembelajaran
o Siswa
 Guru melakukan penyesuaian materi ketika di kelas tidak ada alat peraga sesuai dengan yang direncanakan di rumah. Keputusan yang dibuat guru tersebut adalah keputusan transaksional
 Memperhatikan perilaku bawaan (entry behavior) para siswa yang dilakukan guru merupakan salah satu contoh pertimbangan dalam membuat keputusan situasional
 Perencanaan yang sudah dibuat guru sebelum melaksanakan PBM tidak selalu sesuai dengan kenyataan di kelas, untuk itu guru perlu menyesuaikan berdasarkan situasi dan kondisi yang mempengaruhi PBM
 Salah satu contoh dari keputusan situasional yang dibuat guru adalah mengembangkan satuan pelajaran

1 comments:

heni gustiani mengatakan...

izin share ya. thx anyway

Posting Komentar