USUL REORGANISASI PADA TAKMIR MASJID NURUL FALAH KEDUNG PUJI

By | September 8, 2009

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Perubahan dan Inovasi
Dosen : MUH ROSYID, S.Pd., M.M.Pd.

Oleh :
Nama : ENI SULISTIYANI
NIM : 070055491
Semester : VI (Enam)
E-mail : suliseni@yahoo.co.id

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
PUTRA BANGSA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN (S 1)
KEBUMEN
2009

A. PENDAHULUAN
Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau. Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan – kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur’an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.
Banyak pemimpin Muslim setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, berlomba-lomba untuk membangun masjid. Seperti kota Mekkah dan Madinah yang berdiri di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, kota Karbala juga dibangun di dekat makam Imam Husein. Kota Isfahan, Iran dikenal dengan Masjid Imam-nya yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Pada akhir abad ke-17, Syah Abbas I dari dinasti Safawi di Iran merubah kota Isfahan menjadi salah satu kota terbagus di dunia dengan membangun Masjid Syah dan Masjid Syaikh Lutfallah di pusat kota. Ini menjadikan kota Isfahan memiliki lapangan pusat kota yang terbesar di dunia. Lapangan ini berfungsi sebagai pasar bahkan tempat olahraga.
Fungsi utama masjid yang lainnya adalah sebagai tempat pendidikan. Masjid juga menjadi tempat kegiatan untuk mengumpulkan dana. Masjid juga sering mengadakan bazar, dimana umat Islam dapat membeli alat-alat ibadah maupun buku-buku Islam. Masjid juga menjadi tempat untuk akad nikah, seperti tempat ibadah agama lainnya. Masjid tanah liat di Djenné, Mali, secara tahunan mengadakan festival untuk merekonstruksi dan membenah ulang masjid.

B. KONDISI SAAT INI
Masjid NURUL FALAH Kedung Puji merupakan masjid yang sudah lama berdiri. Kepengurusan serta pengelolaan yang ada saat ini cukup memprihatinkan. Apalagi beberapa permasalahan yang ada dianggap hanya sebagai permasalahnan biasa yang bersifat rutin. Sehingga tanpa diselesaikanpun akan selesai dengan sendirinya. Itulah anggapan yang mungkin perlu diperbaiki, mengingat semakin kompleksnya permasalahan kemasyarakatan terutama keagaamaan saat ini.
Perubahan yang perlu dilakukan dalam perihal kemasjidan antara lain :
1. Kepengurusan / takmir masjid yang kurang adaptif terhadap masukan
2. Bangunan yang sempit dan kurang tertata
3. Transparansi dan pengembangan kegiatan

B. RENCANA PERUBAHAN
Melihat permasalahan yang ada diatas, penulis ingin mengusulkan beberapa perubahan yang mungkin bisa dilakukan demi kebaikan masjid dan warga masjid.
Perubahan yang perlu dilakukan dalam perihal kemasjidan antara lain :
1. Kepengurusan / takmir masjid yang kurang adaptif terhadap masukan.
Perlunya perubahan dan perkembangan dari kegiatan, sistem pengelolaan laporan yang tradisional, serta tidak transparan. Akar dari permasalahan tersebut karena takmir masjid belum pernah reorganisasi. Tidak ada perkembangan, masjid pun menjadi sepi, terutama dari kegiatan pemuda yang agamis. Syiar islam menjadi kurang semangat.
Karena itu diperlukan reorganisasi kepengurusan masjid yang tidak hanya terdiri dari kaum tua, tetapi juga kaum muda agar lebih berwarna.
2. Bangunan yang sempit dan kurang tertata.
Perlunya rehabilitasi dan pengembangan bangunan masjid disebabkan sempitnya ruang sholat, terutama ketika hari raya dan jumat. Padahal untuk pemekaran masih memungkinkan, karena ada area yang belum dibangun.
Ada pula beberapa bagian masjid yang perlu diubah karena letaknya tidak tertata, dan halaman masjid yang becek saat hujan sehingga perlu dipasang paving blok atau ditutup dengan adonan semen dan pasir.
3. Transparansi dan pengembangan kegiatan.
Perlunya transparansi pengelolaan dengan memasang laporan keuangan di papan pengumuman serta intenstifikasi kegiatan yang membuat masjid lebih hidup dan semangat ibadah bertambah. Mungkin dengan mengelola kesenian rebana, pengajian rutin serta kajian islam yang menarik.
Demikian usul perubahan yang bisa penulis sampaikan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *