TEKNIK PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

By | Oktober 8, 2009

Oleh : Muh Rosyid,S.Pd.,M.M.Pd.
Tutor UT-UPBJJ Purwokerto
Suber : Amat Jaedun – Puslit Dikdasmen, Lemlit UNY

Guru Profesional (PMPTK, 2009):
 Guru merupakan tenaga profesional
 Kenaikan pangkat/golongan guru belum diikuti dengan peningkatan kompetensinya.
 Salah satu kendala kenaikan pangkat gol IV/a (334.184 org) ke IV b adalah penyusunan karya tulis ilmiah
Mengapa Guru Harus Menulis Karya Ilmiah?
 Dalam rangka memperoleh angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan.
 Dalam rangka memperoleh angka/skor untuk uji sertifikasi.
 Sungguh-sungguh untuk peningkatan kompetensi/profesionalismenya.
 Ataukah karena alasan lain.
Mengapa guru belum mampu, mau dan biasa menulis ?
 Motivasi : (1) tuntutan (tidak ada keharusan); (2) tuntutan persyaratan ketat; (3) tidak berminat; (4) takut salah; (5) tidak biasa.
 Substansi : (1) tidak punya ide/gagasan; (2) tidak punya bahan; (3) sulit mencari bahan/sumber.
Jenis karya tulis/karya ilmiah bagi guru utk kenaikan jabatan:
 Karya tulis: laporan & artikel hasil penelitian, pengkajian, survey, evaluasi atau artikel tinjauan/ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri.
 Tulisan ilmiah/artikel ilmiah populer.
 Prasaran berupa tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan ilmiah (seminar, workshop dsb).
 Buku pelajaran, modul, diktat pelajaran
 Mengalih-bahasakan buku pelajaran/karya ilmiah
 Menciptakan karya seni dan teknologi
Karya Tulis Berdasar Uji Sertifikasi Guru:
 Karya tulis yang mencakup: (a) Buku, (b) artikel jurnal, majalah, dan surat kabar, (c) modul, dan (d) diktat pelajaran;
 Laporan penelitian tindakan kelas atau penelitian lain yang mendukung peningkatan pembelajaran dan atau profesionalisme guru;
 Mereview buku dan atau penulis soal EBTANAS/UN;
 Pengembangan media dan alat pembelajaran; dan
 Karya teknologi/seni.

Konsep Tulisan (Karya) Ilmiah:
Adalah tulisan yang:
 didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, pengkajian, atau penelitian dalam bidang tertentu,
 disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa, dan
 isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.
Syarat Tulisan Ilmiah:
 Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
 Langkah pengerjaan atau penyusunannya dijiwai dan didasari dengan metode ilmiah
 Sosok tampilannya sesuai dan memenuhi syarat sebagai sosok tulisan ilmiah.
Legalitas Karya Ilmiah, dapat di- bedakan menjadi tiga (3) jenis:
 Legal secara substansi, menurut ketentuan ilmiah (diperoleh melalui seminar dan penilaian akademisi/ahli). Dapat memanfaatkan forum MGMP, KKG, atau membentuk forum seminar;
 Legalitas formal, yaitu atas dasar kewenangan yang ditetapkan dalam Peraturan Angka Kredit Guru (melalui: pengesahan Kepala sekolah, organisasi profesi, pengawas, keterangan dari perpustakaan, dll.)
 Legal melalui penerbitan, oleh lembaga penebitan: Jurnal ilmiah, Media massa (cetak, elektronik?), buletin, percetakan (ISSN,ISBN) dll.
Artikel:
 Artikel ilmiah merupakan karangan/tulisan yang menyajikan permasalahan dan pemecahannya secara ilmiah atau berkaitan dengan pengetahuan keilmuan dan ditulis menurut tata cara penulisan tertentu dengan baik dan benar
Ciri-ciri Artikel Ilmiah:
1. Isi sajiannya berada pada kawasan pengetahuan keilmuan
2. Ditulis dengan cermat, tepat, dan benar, serta menggunakan sistematika umum dan jelas
3. Tidak bersifat subjektif, emosional, dan tidak mengungkapkan terkaan, sangkaan, atau memuat pandangan tanpa fakta
Jenis Artikel Ilmiah:
1. Artikel ilmiah hasil penelitian
2. Artikel ilmiah hasil pemikiran (bukan hasil penelitian)
3. Artikel ilmiah populer
Saat ini, akan dibahas teknik penulisan artikel, baik artikel hasil penelitian maupun artikel hasil gagasan/pemikiran.
Artikel Ilmiah Hasil Penelitian:
 Merupakan laporan hasil penelitian yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sajian yang menarik untuk dibaca
 Gaya penulisannya lentur dan enak dibaca
 Terdapat perbedaan kerangka antara karya ilmiah laporan hasil penelitian dengan artikel ilmiah hasil penelitian sbb:

Sistematika Artikel Ilmiah Hasil Penelitian:
1. Bagian pendahuluan; terdiri dari judul, abstrak (Indonesia dan atau Inggris), dan kata-kata kunci
2. Bagian isi; terdiri dari:
a. Pendahuluan (berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan kajian teori yang singkat dan relevan)
b. Metode/cara penelitian
c. Hasil penelitian dan pembahasan
d. Simpulan dan saran
3. Bagian penunjang; berupa daftar pustaka dan data diri penulis
Secara rinci, sistematika tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut::
 Judul, hendaknya singkat, jelas, informatif, berupa frase terdiri dari 8 – 12 kata, mencerminkan isi, menarik, dan tidak harus sama dengan judul laporan penelitian.
 Nama penulis artikel ditulis tanpa gelar akademik atau gelar lain. Nama lembaga tempat bekerja penulis ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama.
 Abstrak, berisi ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara padat. Panjang abstrak adalah 50 – 75 kata, berisi: permasalahan dan tujuan, metode dan hasil penelitian, yang ditulis dalam satu paragraph.
 Pendahuluan, berisi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kajian teori yang singkat dan relevan serta hipotesis (jika ada).
 Metode/Cara Penelitian: merupakan ringkasan dari metode/ cara penelitian dalam Bab 3 laporan penelitian.
 Hasil Penelitian dan Pembahasan:
 Merupakan bentuk ringkas dari hasil penelitian dan pembahasan yang biasanya disajikan pada Bab 4 laporan penelitian.
 Hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan merupakan hasil yang pokok sesuai rumusan masalah yang diajukan.
 Simpulan dan Saran:
 Simpulan merupakan jawaban atas permasalahan yang dirumuskan.
 Selain kesimpulan, pada bagian ini juga dapat diajukan saran-saran terkait dengan kesimpulan yang diperoleh.
Kekeliruan yg sering terjadi:
 Judul artikel à dibuat sama dgn judul penelitian (terlalu panjang dan kurang menarik)
 Kajian teori yang disajikan à bukan teori-teori yang pokok sesuai rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan.
 Metode/cara penelitian à terlalu panjang sama persis dgn Bab 3 laporan penelitian.
 Penyajian hasil penelitian dan pembahasan à terlalu panjang atau bukan hasil yg utama sesuai rumusan masalah atau hipotesis yang diajukan.
Artikel Ilmiah Hasil Pemikiran:
 Merupakan tulisan ilmiah yang membahas suatu masalah yang dikaji berdasarkan pemikiran atau gagasan penulis
 Penulis mengutarakan gagasannya berdasarkan kajian teori dan fakta-fakta yang relevan (data atau hasil penelitian orang lain)
Sistematika Artikel Ilmiah Hasil Pemikiran:
 Judul, hendaknya singkat, berupa frase terdiri dari 8 – 12 kata, mencerminkan isi, menarik, informatif, dan mengandung permasalahan yang dikaji.Penetapan masalah atau judul biasanya merupakan kegiatan yg paling sulit. Judul atau permasalahan yg dikaji hendak nya relevan dgn pengembangan profesi guru.
 Nama penulis artikel ditulis tanpa gelar akademik atau gelar lain. Nama lembaga tempat bekerja penulis ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama.
 Abstrak, berisi ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara padat. Panjang abstrak adalah 50 – 75 kata, dan ditulis dalam satu paragraph.
 Pendahuluan/Permasalahan:
 Berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas.
 Menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, cara pemecahan masalah dan tujuan pembahasan/pengkajian yang akan dilakukan oleh penulis.
 Bagian Pembahasan:
 Sistematikanya tergantung pada model pembahasan yang dipilih: apakah deduktif, induktif ataukah campuran.
 Berisi dasar-dasar teori dan fakta-fakta yang relevan.
 Kajian teori hendaknya bukan sekedar kompilasi teori dan fakta-fakta semata, tetapi harus saling terkait dan mencerminkan kerangka pikir yang padu.
 Bagian Penutup:
 Merupakan bagian akhir dari suatu artikel non penelitian.
 Isinya berupa kesimpulan, yang merupakan intisari dari pembahasan dan jawaban atas masalah yang dikaji.
 Selain kesimpulan, pada bagian ini juga dapat diajukan saran-saran terkait dengan kesimpulan yang diperoleh.
Sajian inti artikel dapat dibedakan menjadi 3 tipe:
1. Secara deduktif, yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan yang masalah yang dibahas, kemudian baru diverifikasi berdasarkan fakta empiris.
2. Secara induktif, sajian yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas, kemudian dicari dasar-dasar teorinya.
3. Sajian secara campuran yang penulisannya didasar-kan pada kajian teoritis digabungkan dengan data empiris.
DAFTAR PUSTAKA:
 Berisi pustaka/referensi yang dirujuk yang terdapat di dalam batang tubuh artikel.
 Daftar Pustaka, ditulis dengan urutan: nama penulis (dibalik untuk nama orang asing atau yang memakai nama marga), nama disusun secara alfabetis, tahun penerbitan, judul terbitan, kota penerbit dan nama penerbit.
 Untuk pustaka dari artikel jurnal, ditulis: nama penulis, tahun penerbitan, judul artikel, nama jurnal, nomor, tahun ke.., dan halaman.
 Untuk pustaka dari internet, ditulis: nama penulis (jika ada), tahun, judul artikel, diakses tanggal ………… dari http://www……..
Kekeliruan yg sering terjadi:
 Permasalahan yg dikaji terlalu umum, kabur, tidak jelas.
Misal:
 Manfaat Perpustakaan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.
 Peran KBK dalam Upaya Mencerdaskan Siswa dsb.
 Judul artikel atau permasalahan yg dikajià tidak terkait dgn pengembangan profesi guru, terlalu bombastis, atau tidak sesuai utk artikel ilmiah di jurnal.
o Misal : Profesi Guru dalam Sorotan
 Sajian teori dan fakta-fakta à hanya merupakan kumpulan pendapat orang (display teori saja), yang tidak dikaitkan satu sama lain.
 Ulasan dikemukakan secara emosional (tidak rasional), dan tanpa didukung fakta-fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *