RANCANA DAN PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

By | September 25, 2009

RINGKASAN MODUL – II
RANCANA DAN PELAKSANAAN PENELITIAN
TINDAKAN KELAS (PTK)
OLEH : POKJAR PADURESO, KEBUMEN

KEGIATAN BELAJAR 1

Merencanakan suatu kegiatan merupakan aktivitas sehari-hari bagi setiap orang hidup secara teratur. Dan rencana itu merupakan satu kebutuhan pokok dalam melaksanakan setiap kegiatan. Misalnya akan memecahkan masalah yang akan kita hadapi harus dengan cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan benar.
Untuk itu bahwa PTK akan dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap antara lain :
a. Merencanakan
b. Melakukan tindakan
c. Mengamati
d. Melakukan refleksi
Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali hanya untuk merevisi rencana jika tindakan belum berhasil untuk memecahkan masalah tersebut.
Dalam hal ini daur PTK dengan tujuan perbaikan yang direncanakan sudah berakhir, biasanya akan muncul kembali masalah atau kerisauan baru dari seorang guru.
Untuk itu guru harus mengikuti daur PTK kembali. Jika guru melakukan hal ini berarti sedang mengembangkan kemampuan profesionalnya secara sistematis

TAHAP-TAHAP DALAM PTK
1. Merencananakan
Karena rencana itu akan menjadi acuan dalam pelaksanaan tindakan
2. Melakukan Tindakan
Karena melakukan tindakan merupakan realisasi dalam rencana yang kita buat
3. Melakukan Pengamatan
Karena melalui pengamatan akan kita ketahui koralitasnya, apakah sudah sesuai dengan rencana tersebut.
4. Melakukan Refleksi
Rerfleksi ini merupakan hal-hal yang harus segera diperbaiki agar tindakan tersebut dapat mencapai suatu tujuan yang kita inginkan.
Keempat tahap tersebut merupakan satu siklus atau daur, ini untuk mengetahui dampaknya pada siswa apa tidak. Dengan cara ini kita akan dapat mengenal kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang kita lakukan.
Untuk selanjutnya dalam kegiatan proses belajar mengajar kita akan mengkaji dua tahap yaitu merencanakan dan melakukan tindakan dengan 4 langkah utama :

A. MENGIDENTIFIKASI MASALAH
Menurut pakar yang bernama Mills (2000) langkah-langkah tersebut harus berurutan, artinya langkah pertama harus dikerjakan lebih dulu sebelum langkah berikutnya demikian seterusnya.
Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau disadari oleh guru. Karena guru sebagai pengelola kelas (pengelola pem-belajaran) maka dari itu seorang guru harus mengetahui munculnya masalah : misal :
1. ada siswa terus menerus membuat kesalahan yang sama
2. ada siswa yang suka membolos
3. ada siswa yang hasil belajarnya turun dratis
4. ada siswa yang selalu mengganggu temannya dan lain-lain.
Itu yang harus guru ketahui atau mengidentifikasikan masalah. Seorang guru harus mencermati situasi kelas secara seksama. Agar mampu merasakan dan merenungkan adanya masalah seorang guru harus jujur pada diri sendiri. Berbekal kejujuran dan kesadaran seorang guru untuk mengidentifikasikan masalah, guru dapat mengajukan pertanyaan pada diri sendiri :
1. Apa yang sedang terjadi di kelas?
2. Masalah apa yang timbul di kelas?
3. Apa yang terjadi jika masalah tersebut kita biarkan?
4. Apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas kita?
5. Apa yang saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut atau memperbaiki situasi yang ada?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut guru perlu merenung atau melakukan refleksi tentang apa yang terjadi di kelas. Refleksi akan efektif jika guru mempunyai pemahaman/kesadaran yang tinggi akan fungsi pembelajaran dan jujur pada diri sendiri.
Untuk itu akan mengingatkan kita akan karakteristik PTK yaitu berasal dari guru sendiri sebagai pengelola pembelajaran di kelas. Bidang-bidang yang layak dijadikan fokus PTK adalah :
1. Melibatkan kegiatan belajar mengajar
2. Mungkin ditangani oleh guru
3. Sangat menarik minat guru
4. Serta ingin diubah/diperbaiki oleh guru.

B. MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN MASALAH
4 langkah memuat Mills (2000) antara lain :
1. Mengidentifikasi satu bidang
2. Mengumpulkan data
3. Menganalisis data
4. Mengembangkan rencana tindakan.
Contoh sebagai guru Bahasa Indonesia yang harus dianalisis agar berhasil :
1. Menganalisis daftar hadir siswa (menyimpulkan berapa % rata-rata kehadiran)
2. Menganalisis daftar milai siswa (dikaitkan frekuensi ketidakhadiran)
3. Menganalisis tugas-tugas.
4. Menganalisis balikan (flesh back)
5. Melakukan refleksi terhadap perilaku guru. (seorang guru secara jujur merenungkan kembali)
Untuk itu untuk merumuskan suatu masalah yang dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia sebagai berikut : “Tugas dan bahan belajar yang bagaimana yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Indonesia?”. Selanjutnya untuk memotivasi yang diajarkan secara operasional dan terarah :
1. Bagaimana frekuensi pemberian tugas yang dapat meningkatkan motivasi siswa?
2. Bagaimana bentuk dan materi tugas yang memotivasi?
3. Bagaimana syarat bahan belajar yang menarik?
4. Bagaimana kaitan materi bahan belajar dan tugas yang diberikan?

C. MERENCANAKAN PERBAIKAN
Langkah-langkah merencanakan perbaikan
1. Rumuskan cara perbaikan yang akan ditempuh dalam bentuk hipotesis tindakan.
Hipotesis tindakan adalah dugaan guru tentang cara terbaik untuk mengatasi masalah. Dugaan/hipotesis dibuat berdasarkan kajian berbagai teori. Berdasarkan hasil kajian, guru menyusun berbagai alternatif tindakan. Kemudian guru memilih alternatif yang dianggap paling layak.
Hasil kajian yang dilakukan, Ibu Tuti membuat beberapa alternatif :
a. Tugas akan lebih berhasil dan menantang jika diberikan setiap minggu/2 minggu sekali
b. Bentuk tugas yang bervariasi akan memotivasi siswa untuk mengerjakannya.
c. Tugas akan cukup menantang jika materinya diambil dari lingkungan siswa/buku pelajaran yang dimiliki.
2. Analisis Kelayakan Hipotesis Tindakan
Setelah menetapkan alternatif hipotesis yang terbaik, hipotesis ini masih perlu dikaji kembali kelayakannya dikaitkan dengan kemungkinan pelaksanaannya. Hal ini terutama dikaitkan dengan hal-hal berikut :
a. Kemampuan dan komitmen guru sebagai aktor pelaksana
b. Kemampuan dan kondisi fisik siswa dalam mengikuti tindakan tersebut.
c. Ketersediaan sarana/fasilitas yang diperlukan.
d. Iklim belajar dan iklum kerja di sekolah.
Selain faktor di atas, guru harus menganalisis sekali lagi hasil yang diperkirakan akan diperoleh dari tindakan tersebut. Dengan melakukan berbagai kajian tersebut diharapkan hipotesis tindakan yang dipilih memang benar-benar merupakan hipotesis yang paling layak.

D. MELAKSANAKAN PTK
Setelah meyakini bahwa hipotesis tindakan/rencana perbaikan sudah cukup layak, kini guru perlu mempersiapkan diri untuk pelaksanaan perbaikan
1. Menyiapkan Pelaksanaan
Langkah yang perlu disiapkan sebelum merealisasikan rencana tindakan kita
a. Membuat rencana pembelajaran beserta skenario tindakan yang akan dilaksanakan
b. Menyiapkan fasilitas/sarana pendukung yang diperlukan misalnya gambar-gambar, meja tempat mengumpulkan tugas dan sebagainya.
c. Menyiapkan cara merekam dan menganalisis data yang berkaitan dengan proses dan hasil perbaikan. Misalnya sikap siswa ketika diberi tugas, persentase siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu dan sebagainya.
d. Jika perlu, untuk memantapkan keyakinan diri, guru perlu mensimulasikan pelakdanaan tindakan
2. Melaksanakan Tindakan
Setelah persiapan selesai, guru melaksanakan tindakan dalam kelas sebenarnya. Coba Anda simak kriteria berikut dengan cermat dan bandingkan dengan berbagai prinsip yang sudah Anda kuasai.
a. Pekerjaan utama guru adalah mengajar. Oleh karena itu metodologi penelitian yang sedang dilaksanakan tidak boleh mengganggu komitmen guru dalam mengajar.
b. Cara pengumpulan/perekaman data jangan sampai terlalu menyita waktu guru.
c. Metodologi yang diterapkan haruslah reliabel/handal, sehingga guru mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi kelasnya.
d. Masalah yang ditangani guru haruslah sesuai dengan kemampuan dan komitmen guru.
e. Sebagai peneliti, guru harus memperhatikan berbagai aturan/etika yang terkait dengan tugasnya.
f. PTK harus mendapat dukungan dari seluruh personil sekolah
Di samping kriteria di atas, perlu Anda perhatikan bahwa dalam pelaksanaan PTK, observasi dan hasil tindakan berlangsung secara bersamaan

KEGIATAN BELAJAR 2

PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA, SERTA TINDAK LANJUT

A. PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai teknik :
1. Observasi dan Interpretasi
a. Prinsip dan Jenis Observasi
Prinsip-prinsip observasi adalah
1) Perencanaan Bersama
Perencanaan bersama ini dilakukan antara pengamat dengan yang diamati. Hal ini bertujuan untuk membangun rasa saling percaya dan menyepakati beberapa hal. Seperti fokus yang akan dimati.
2) Fokus
Dalam observasi kita harus, mempersempit atau spesifik hal-hal yang akan diamati.
3) Membangun Kriteria
Observasi akan sangat membantu guru, jika kriteria keberhasilan atau sasaran yang ingin dicapai sudah disepakati sebelumnya.
4) Ketrampilan observasi
Seorang pengamat yang baik memiliki minimal 3 ketrampilan yaitu :
– Dapat menahan diri untuk tidak terlalu cepat memutuskan dalam menginterpretasikan satu peristiwa
– Menciptakan susana yang mendukung dan menghindari suasana yang menakutkan guru atau siswa.
– Menguasai berbagai teknik untuk menemukan peristiwa atau interaksi yang tepat untuk direkam.
5) Balikan (feed back)
Hasil observasi dapat dimanfaatkan apabila ada balikan yang tepat.
Jenis-jenis observasi :
– Observasi terbuka
– Observasi terfokus
– Observasi terstruktur
– Observasi sistematik

b. Tujuan atau Sasaran Observasi
Secara umum, observasi bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjawab masalah tertentu. Dalam PTK observasi bertujuan/sasarannya adalah : proses dan hasil atau dampak pembelajaran yang direncanakan sebagai tindakan perbaikan.
c. Prosedur Observasi
Prosedur atau langkah-langkah observasi terdiri dari 3 tahap yaitu :
1. Pertemuan Pendahuluan
Pertemuan pendahuluan atau pertemuan perencanaan dilakukan sebelum observasi berlangsung, dengan tujuan untuk menyepakati berbagai hal berkaitan dengan pelajaran yang akan diamati, ini sesuai dengan prinsip observasi yang pertama.
2. Pelaksanaan Observasi
Observasi dilakukan sesuai dengan kesepakatan yaitu terhadap proses dan hasil tindakan perbaikan. Hal ini terfokus pada perilaku mengajar guru, perilaku belajar siswa, dan interaksi antara guru dan siswa.
3. Diskusi Balikan
Pertemuan balikan dilakukan segera setelah tindakan perbaikan yang diamati selesai. Makin cepat pertemuan ini dilakukan makin baik. Dalam pertemuan ini guru dan pengamat berbagi informasi yang dikumpulkan selama pengamatan, dan mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.

RINGKASAN MODUL 2 KB 2

A. CATATAN HARIAN, REKAMAN, ANGKET DAN WAWANCARA

• Catatan harian guru atau disebut field nota, dibuat oleh guru setelah pembelajaran selesai.
– Guru dapat mencatat peristiwa-peristiwa penting dalam pembelajaran, seperti partisipasi siswa yang dianggap istimewa.
– Catatan guru sangat berharga bagi guru, karena merupakan hasil observasi, reaksi dan refleksi guru terhadap pembelajaran guru dalam melaksanakan tugas sebagai guru.
• Catatan harian siswa di buat oleh siswa secara bebas tentang pelajaran tertentu. Yang berisi segala pendapat, reaksi, atau saran siswa tentang pembelajaran yang dihayati. Dari catatan harian siswa, guru dapat memanfaatkan dalam memperbaiki pelajaran.
• Rekaman
Rekaman dengan tape recorder merupakan salah satu cara untuk mendapatkan data penting yang berkaitan dengan interaksi di dalam kelas, tentang kualitas pertanyaan/respon siswa dalam diskusi.
Rekaman merupakan tehnik yang cukup efektif, untuk mengubah ke dalam transkip, memerlukan waktu yang cukup banyak.
• Angket atau kuesioner digunakan untuk menjaring pendapat siswa tentang pembelajaran, dan dibuat secara sederhana yang memuat pertanyaan yang direspon secara bebas oleh siswa.
Contoh : pertanyaan pada angket untuk siswa
1. Apa yang paling menarik bagimu dalam pelajaran tadi?
• Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mengungkap pendapat siswa tentang pelajaran.
Wawancara dapat terjadi antara guru dan siswa.
Agar wawancara dapat berlangsung efektif, suasana konduksif harus diciptakan terlebih dahulu, dan terakhir bukti-bukti berupa dokumen.
Ulangan dapat dimanfaatkan sebagai data yang dapat memberi informasi tentang kualitas perbaikan.

B. ANALISIS DATA DAN REFLEKSI
1. ANALISIS
Salah satu ciri guru yang profesional adalah mampu mengambil keputusan baik sebelum, selama mampu setelah pembelajaran berlangsung, yang bersumber dari data yang dikumpulkan baik melalui observasi maupun dengan tehnik lain. Analisis data berbeda dengan interprestasi yang dilakukan pada tahap observasi.
Interprestasi dilakukan pada setiap saat observasi dan pada pertemuan/diskusi
Analisis data dilakukan setelah satu paket perbaikan selesai. Analisis data dapat dilakukan secara bertahap
a. Dengan menyeleksi dan mengelompokkan
b. Dengan memaparkan atau mendeskripsikan data
c. Menyimpulkan atau memberi makna
– Pada tahap pertama data diseleksi, jika perlu ada yang direduksi, dan tahap pertama sering disebut sebagai reduksi data.
– Pada tahap kedua, data yang sudah terorganisasi, didiskripsikan sehingga bermakna, baik dalam bentuk narasi, grafika maupun tabel
Dengan analisi data aakan membantu guru mengingat refleksi, yaitu mengingat kembali segala perilakunya ketika mengajar dan mencoba merenungkan.
Mengapa ia berperilaku seperti itu, dan mengapa siswa merespon seperti itu.
2. REFLEKSI
Melalui refleksi guru akan dapat menetapkan, apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai, serta apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya.
Refleksi dilakukan melalui analisi dan sintesis, serta induksi dan deduksi.
Dengan merenungkan kembali secara intensif akan memunculkan sesuatu yang diharapkan atau tidak diharapkan. Misalnya : guru mencoba mengingat kembali apa yang memicu terjadinya interaksi.
Dari hasil refleksi guru memerlukan bahwa interaksi tersebut berawal dari pertanyaan guru yang menantang siswa untuk berpikir menemukan cara untuk mengantisipasi datangnya bencana alam.
Pertanyaan tersebut ditanggapi oleh seorang siswa, kemudian guru meminta tanggapan dari siswa lain, dan akhirnya tanpa diminta, siswa lain menanggapi pendapat temannya.
Berdasarkan renungan tersebut guru berencana akan menggunakan teknik memindahkan giliran secara teratur. Guru juga menyadari, interaksi yang sangat seru tersebut mengundang munculnya iklim yang kurang sehat karena siswa secara bebas menanggapi pendapat temannya, oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut pada pembelajaran yang akan datang, guru merencanakan akan menyampaikan aturan diskusi, dan mengendalikan diskusi secara lebih sistematis.

C. PERENCANAAN TINDAK LANJUT
Jika ternyata tindakan perbaikan belum berhasil menjawab kebijaksanaan guru, maka analisis kata dan refleksi dibuat rencana baru, yaitu :
– Perumusan masalah
– Perencanaan tindakan
– Pelaksanaan tindakan
– Observasi dan interprestasi
Dan analisis data serta refleksi
Untuk tujuan perbaikan membutuhkan waktu yang cukup lama

Category: UT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *