PROFESI KEGURUAN DALAM MENGEMBANGKAN SISWA

By | Oktober 24, 2009

RINGKASAN PROFESI KEGURUAN (MKDK4005)
Oleh : Muh Rosyid,S.Pd.,M.M.Pd.
Tutor UT-UPBJJ Purwokerto

1. Apa, Mengapa dan Bagaimana Pekerjaan Profesi
 Definisi Profesi menurut Walter Johnson : Seseorang yang menampilkan suatu tugas khusus yang mempunyai tingkat kesulitan lebih dari biasa dan mempersyaratkan waktu persiapan dan pendidikan cukup lama untuk menghasilkan pencapaian kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan berkadar tinggi.
 Penjahit tidak termasuk pekerjaan profesi karena tidak memerlukan pendidikan tinggi dan disiplin ilmu yang kuat.
 Dalam menjalankan pekerjaannya seorang professional terikat kode etik profesi. Kode etik berfungsi untuk mengikat anggota profesi.
 Menurut Robet W Richey profesi dipandang sebagai suatu karir hidup (e live career) dan menjadi seorang anggota yang permanen. Berdasarkan pendapat tersebut maka :
o Seorang professional hanya mengerjakan profesinya terus-menerus.
o Profesi menjamin hidup layak bagi penyandangnya.
o Klien akan memberikan imbalan atas layanan yang diberikan seorang professional.
 Profesionalitas Sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.

2. Pengertian dan Ciri-ciri Profesi Keguruan
 Menurut Amitai Etzioni, guru adalah jabatan semiprofessional, karena:
o pendidikan prajabatan guru relative pendek,
o kurangnya pengetahuan yang spesifik,
o otonomi yang kuran,
o control dari luar kurang kuat.
 Menurut Winarno Surachmad : Guru dianggap sebagai suatu profesi bilamana ia memiliki persyaratan dasar ketrampilan teknik serta didukung oleh sikap kepribadian yang mantap.
 Yang termasuk guru dalam profesi keguruan yaitu :
o Dosen
o Widyaiswara
o Instruktur
 Hal-hal yang mendasari pendapat bahwa guru adalah sebuah profesi ialah adanya kode etik dan organisasi profesi (PGRI).
 Asumsi-asumsi yang melandasi perlunya profesionalisme guru adalah:
o Subyek pendidikan : manusia yang memiliki sifat unik,
o Inti pendidikan dalam prosesnya adalah PBM
o Teori-teori pendidikan merupakan jawaban terhadap kerangka hipotesis dalam menjawab permasalahan pendidikan.
 Status profesi keghuruan diperoleh dengan cara diperjuangkan oleh profesi itu sendiri.
 Sertifikasi adalah pengakuan secara resmi kompetensi seseorang untuk memangku suatu jabatan.
 Usaha-usaha profesionalisasi guru dapat dilakukan dengan cara :
o Kursus-kursus
o Penataran
o Seminar
o Lokakarya
 Yang termasuk anggota PGRI ialah :
o Guru TK
o Guru SD
o Gururu SLTP
o Guru SLTA
 Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan pada Kongres PGRI XIII

3. Latar Belakang dan Ruang Lingkup Profesi Keguruan
 Untuk memperoleh Guru HIS pada masa penjajahan Belanda maka diselenggarakan pendidikan guru yaitu Hogere Kweekschool
 PGRI memiliki misi utama yaitu :
o Kesejahteraan
o Profesi
o Politisi/ideologis
 PGRI didirikan pada tanggal 25 November 1945.
 Sebelum adanya guru yang dididik khusus sebagai tenaga guru (dalam LPTK) pada awalnya (masa penjajahan Belanda) profesi guru Bumiputra diperoleh dari orang-orang yang sudah memperoleh pendidikan.
 Sampai saat ini PGRI belum dapat berbuat banyak untuk kepentingan guru, karena masih bergantung pada pemerintah dalam menjalankan program-programnya.
 Menurut Mortenson ada 3 layanan profesi guru yaitu :
o Administrasi
o Instruksional
o Bantuan
 Kemampuan atau professional guru tercermin pada penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru dan situasi pendidikan.
 Keandalan kerja guru dapat dilihat dari berbagai segi yaitu:
o Penghasilan yang tinggi karena kerjanya
o Kualitas kerja yang dibuat
 Hal-hal yang termasuk ke dalam gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar professional adalah pengetahuan tentang proses sosialisasi dan kulturalisasi.
 Hal-hal yang ternasuk gugus kemampuan professional yaitu penguasaan tentang teknik mengamati PBM.

One thought on “PROFESI KEGURUAN DALAM MENGEMBANGKAN SISWA

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *