PERUBAHAN DI KOPERASI TUNGGAL KARYA KEBUMEN TENTANG KEDISIPLINAN

By | Oktober 17, 2010

MERENCANAKAN PERUBAHAN

DI KOPERASI TUNGGAL KARYA KEBUMEN

TENTANG KEDISIPLINAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Manajemen Inovasi Dan Perubahan

Dosen : MUH. ROSYID, S.Pd. M.M.Pd.

Disusun oleh :

Nama : ROMELAN EFFENDI

NIM : 060055422

Semester : VI (Enam)

E-mail : vendiromelan@yahoo.com

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ( STIE )

PUTRA BANGSA

PROGRAM STUDY MANAJEMEN ( S 1 )

KEBUMEN

2008


BAB I

PENDAHULUAN

Suatu perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, baik perusahaan yang bergerak dibidang pabrikan maupun jasa akan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Satu hal yang harus diperhatikan bersama yaitu bahwa keberhasilan berbagai aktivitas didalam perusahaan dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada pada keunggulan teknologi, dana operasi yang tersedia, sarana ataupun prasarana yang dimiliki, malainkan juga tergantung pada aspek sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia ini merupakan elemen yang harus diperhatikan oleh perusahaan, terutama bila mengingat bahwa era perdagangan bebas akan segera dimulai, dimana iklim kompetisi yang dihadapi akan sangat berbeda. Hal ini memaksa setiap perusahaan harus dapat bekerja dengan lebih efisien, efektif dan produktif. Tingkat kompetisi yang tinggi ini akan memacu tiap perusahaan untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam lingkungan persaingan yang tinggi yang dalam hal ini berarti perusahaan harus memberikan perhatian pada aspek sumber daya manusia. Jadi manusia dapat dipandang sebagai faktor penentu karena ditangan manusialah segala inovasi akan direalisir dalam upaya mewujudkan tujuan perusahaan.

Salah satu problem yang menjadi kendala banyak perusahaan, terutama perusahaan kecil, yaitu tentang kedisiplinan karyawan. Seperti yang terjadi di Koperasi Tunggal Karya.

Bagaimana konsep perubahan untuk mengatasi ketidakdisiplinan karyawan di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tunggal Karya ini?


BAB II

PEMBAHASAN MASALAH

A. GAMBARAN KETIDAKDISIPLINAN

Koperasi Tunggal Karya merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang jasa simpan pinjam. Koperasi ini memiliki karyawan dari beberapa daerah. Tidak hanya dari Kebumen saja.

Awal pekan, yakni hari senin, karyawan sering terlambat masuk kerja. Salah satu penyebabnya karena pada hari sabtu banyak dari mereka yang pulang kampung. Kebanyakan dari mereka berasal dari luar daerah, seperti Purworejo, Purwokerto dan Purbalingga. Sehingga saat libur kerja, mereka menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.

Hal ini cukup mengganggu aktifitas koperasi, karena untuk briefing dan perencanaan kerja harian menjadi molor, sehingga kurang efisien waktu.

B. RENCANA PERUBAHAN

Kedisiplinan adalah fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia. Kedisiplinan ini merupakan fungsi operatif MSDM yang terpenting, karena semakin baik disiplin karyawan, maka akan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal.

Definisi disiplin kerja yang dikemukakan oleh Nitisemito (1991 : 1999) adalah adalah sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Perlu ditekankan bahwa penyebab karyawan tidak disiplin secara umum adalah sebagai berikut :

1. Kurangnya pengawasan terhadap peraturan yang ada

2. Kurangnya motivasi dalam melakukan kerja

3. Problem pribadi

Untuk mengatasi ketidakdisiplinan karyawan, perlu dicari penyebab yang tepat sehingga dapat diterapkan solusi system yang tepat.

Penyebab karyawan terlambat di Koperasi Tunggal Karya adalah karena mereka pulang kampung untuk keperluan pribadi (problem pribadi). Jadi rencana perubahan yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut mengusulkan untuk :

a. Memberi peringatan kepada karyawan yang terlambat

b. Memberikan sangsi bila sering terlambat, misal : jika dalam sebulan terlambat 4 kali maka akan dikurangi gajinya atau ditambah jam kerjanya.

c. Memberi reward kepada karyawan yang disiplin, misal dengan memberi tambahan bonus

d. Menetapkan aturan toleransi waktu terlambat selama 5 menit atau 10 menit, karena disiplin bukan hanya berarti tepat waktu, akan tetapi juga mengikuti aturan yang berlaku

e. Mengangkat atasan atau pengawas yang tegas dan bisa diandalkan

f. Agar setiap atasan menghargai hasil kerja bawahan / karyawan meski belum maksimal, agar karyawan tetap bersemangat dalam bekerja

g. Terus memotivasi bawahan agar selalu berprestasi

Menurut Ranupandojo dan Husnan, ada 10 prinsip yang harus dilakukan oleh pimpinan dalam memberikan motivasi kepada para bawahannya berupa :

a. Upah atau Gaji yang layak

b. Pemberian insentif

c. Memperhatikan rasa harga diri

d. Memenuhi kebutuhan rohani

e. Memenuhi kebutuhan berpartisipasi

f. Menempatkan pegawai pada tempat yang tepat

g. Menimbulkan rada aman dimasa depan

h. Memperhatikan lingkungan tempat kerja

i. Memperhatikan kesempatan untuk maju

j. Menciptakan persaingan yang sehat


BAB III

KESIMPULAN

Dari uraian pada bab II, bisa disimpulkan beberapa cara mengatasi ketidakdisiplinan karyawan, yaitu dengan merencanakan perubahan sebagai berikut :

a. Memberi peringatan kepada karyawan yang terlambat

b. Memberikan sangsi bila sering terlambat

c. Memberi reward kepada karyawan yang disiplin,

d. Menetapkan aturan toleransi waktu terlambat selama 5 menit atau 10 menit,

e. Mengangkat atasan atau pengawas yang tegas dan bisa diandalkan

f. Agar setiap atasan menghargai hasil kerja bawahan / karyawan meski belum maksimal,

g. Terus memotivasi bawahan agar selalu berprestasi

Sumber :

http://www.andriewongso.com

http://organisasi.org

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *