PERBEDAAN INDIVIDU DAN JENIS KEBUTUHAN ANAK USIA SD

By | November 4, 2009

RINGKASAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (MKDK4302)
Oleh : Muh Rosyid,S.Pd.,M.M.Pd.
Tutor UT-UPBJJ Purwokerto

Perbedaan Individual Anak Usia SD
 Perbedaan perkembangan fisik anak usia SD dapat dilihat berdasarkan beberapa faktort:
o Ras yang berlainan
o Kebangsaan
o Tingkat sosialekonomi
 Banyak factor yang berpengaruh terhadap kegemukan anak, salah satunya adalah kurang olah raga.
 Kohlberg seorang pakar teori moralitasa yang mengambil kesimpulan berdasarkan studinya, bahwa ada hubungannya antara tingkatan alasan moral dengan tingkat kognitif.
 Terdapat beberapa tingkat alasan moral menurut Kohlberg:
o Preconventional morality
o Conventional morality
o Postconvensional moralit
 Kemampuan anak yang dapat menguasai suatu ilmu pengetahuan dan teknologi disebut Kognitif.
 Salah satu aspek penting yang disarankan oleh Stenberg, untuk ditinjau kembali adalah tes IQ banyak memakan waktu dan kurang tepat untuk tes kecepatan
 Alat yang umum digunakan untuk mengetahui kemampuan anak secara individual adalah tes WICS-R
 Menurut penelitian E.B. Brody dan Brody tapatentang hubungan IQ dengan ras, didapat bahwa pelajar Jepang termasuk yang superior dalam tes IQ
 Gangguan terhadap kemampuan anak dalam membaca disebut disleksia
 Profil guru yang berhasil dalam menyikapi perbedaan anak didiknya dapat tergambar sepertapat tergambar seperti memiliki pengaruh terhadap siswanya dengan inspirasi dari ilmu pengetahuan, rajin bekerja dan belajari memiliki pengaruh terhadap siswanya dengan inspirasi dari ilmu pengetahuan, rajin bekerja dan belajar.

Jenis-jenis Kebutuhan Anak Usia SD
 Thomson mengatakan bahwa need adalah istilah yang sering menunjuk pada suatu drive
 Kebutuhan untuk disayang termasuk kebutuhan sekunder
 Tahapan ketujuh dari teori kebutuhan oleh Maslow adalah tahap kebutuhan mendapatkan kepuasan diri.
 Disiplin bisa diciptakan guru dengan cara membuat aturan main di kelas yang disetujui bersama antara guru dan siswa
 Kebutuhan aktualisasi diri sangat dominan ada pada anak kelas tinggi di SD. Hal tersebut sesuai dengan perkembangan mereka yaitu ingin sekuat tenaga merealisasikan potensi yang dimilikinya
 Pemberian insentif dalam rangka memotivasi siswa dapat dilakukan guru dengan cara nilai yang jelas pada hasil kerja para siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *