OPTIMALISASI PELAYANAN POSKESWAN

By | Februari 7, 2009

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Perubahan dan Inovasi
Dosen : Muh. Rosyid, S.Pd., M.M.Pd.

Disusun Oleh :

NAMA : TUJO KARYANTO
Email : stiekaryanto@yahoo.co.id
NIM : 060055471
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN (S1)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
PUTRA BANGSA
KEBUMEN
2008

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Sektor penanganan penyakit membutuhkan perhatian yang serius, karena tidak hanya menyangkut masalah ternaknya saja tetapi juga manusianya. Beberapa penyakit hewan dapat menular ke manusia. Penyakit hewan yang menular ke manusia bersifat zoonosis, penyakit tersebut diantaranya : A1, Anthrax, Brucellosis dan Tuberculosis. Pencegahan penyakit tersebut sudah dilakukan dengan vaksinasi, pemberian penyuluhan tentang tanda-tanda klinis penyakit tersebut, sistem pelaporannya penanganan sementara hewan sakit dan perilaku hidup bersih dan sehat serta biosecurity untuk mencegah penyebaran dan penularan lebih luas.
Kesadaran masyarakat dan pihak-pihak terkait sangat diperlukan dalam penanganan dan pemberantasan penyakit hewan penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengurangi resiko dan kerugian akibat penyakit hewan. Pemberian pengetahuan melalui penyuluhan sangat diperlukan secara terus menerus dan berkelanjutan agar dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang kondisi ternak dan kebutuhan masing-masing petani peternak dalam upaya peningkatan derajat kesehatan hewan.

BAB II
PERMASALAHAN

Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) sebagai unit terdepan yang langsung berhubungan dengan masyarakat petani peternak melaksanakan fungsi pelayanan kesehatan hewan dan penyuluhan, memiliki peran strategis terhadap upaya peningkatan populasi dan produktivitas ternak. Satu-satunya Poskeswan di Kabupaten Kebumen berada di desa Tambakprogaten kecamatan Klirong, berdiri pada tahun 1999 dengan sumber dana APBDI.
2.1 Tupoksi Poskeswan
 Tugas Pokok :
Memberikan pelayanan kesehatan hewan secara utuh.
 Fungsi – fungsi :
Pengamatan penyakit hewan, monitoring penyakit hewan, pencegahan penyakit, penanganan reproduksi ternak, konsultasi gizi dan kesehatan hewan.
Penyuluhan : menyediakan dan menyebarkan informasi, memberikan bimbingan teknis dan pelatihan.
2.2 Sistem Pelayanan
 Aktif servis
 Semi Aktif servis
 Pasif servis
2.3 Wilayah kerja :
 3 kecamatan secara intensif yakni kecamatan : Bulus pesantren, Klirong dan Petanahan.
 Terkadang memberikan pelayanan dan pembinaan di kecamatan lain di kabupaten Kebumen.
2.4 Sarana dan prasarana
 Gedung :
Kantor terdiri dua ruangan kesehatan hewan dan satu ruangan IB serta satu rumah dinas.
 Kendaraan
Roda empat : 1 buah
Roda dua : 2 buah
2.5 Personil yang ada
 1 orang dokter hewan
 1 orang paramedis
Pendapatan sebagai kontribusi ke Pemda dari hasil penarikan retribusi tahun 2008.
Jenis retribusi : Poskeswanling Rp. 750.000,00
IB Rp. 14.250.000,00

Rp. 15.000.000,00
Terbilang : “Lima belas juta rupiah”

BAB III
PEMBAHASAN

Dari berbagai pengalaman selama ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan yang dilakukan oleh Poskeswan hasilnya kurang optimal karena keterbatasan personil, wilayah kerja yang harus dilayani secara intensif 3 kecamatan dengan jumlah ternak, yaitu ternak besar 8.000 ekor, ternak kecil 7.896 ekor dan unggas 255.284 ekor (sumber : data statistik Poskeswan, tahun 2006).
Kegiatan-kegiatan lainnya yaitu ikut membina pembentukan kelompok tani ternak untuk mengoptimalkan pelayanan dan perlu penambahan personil lagi. Adapun keuntungan penambahan personil :
1. Dalam memberikan pelayanan lebih cepat sehingga semua jenis pelayanan tercover.
2. Kontribusi pendapatan ke Pemda meningkat
3. Beban pekerjaan ringan
4. Administrasi terkoordinir
Kelemahan Penambahan :
1. Menambah dana anggaran
2. Menambah sarana
3. Pengaturan organisasi

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
 Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan hewan dan penyuluhan tentang peternakan oleh Puskeswan terpenuhi
 Pelayanan yang dilakukan oleh Puskeswan lebih cepat
 Meningkatkan pendapatan petani peternak
4.2 Saran
 Tenaga yang ditambahkan masih produktif san sehat, karena pekerjaan yang dihadapi beresiko penyakit
 Antar personil harus saling bekerja sama sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan dalam upaya peningkatan kinerja dan pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *