“MENYEGARKAN KEMBALI ORGANISASI

By | Februari 7, 2009

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Perubahan dan Inovasi
Dosen : Muh. Rosyid, S.Pd., M.M.Pd.

Disusun Oleh :

NAMA : SEFUDIN
Email :
NIM : 060055464
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN (S1)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
PUTRA BANGSA
KEBUMEN
2008

I. Latar Belakang
Desa merupakan suatu wilayah yang cukup strategis untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas baik secara moral maupun intelektual. Karena wilayah desa adalah wilayah yang cukup steril dari populasi budaya yang senantiasa menggerogoti kepribadian dan budaya masyarakat khususnya remaja. Walaupun kita akui pada era sekarang seolah-olah tidak ada perbedaan yang signifikan antara kehidupan perkotaan dan pedesaan dilihat dari aspek tradisi kemoderanan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu lembaga atau wadah yang dapat mewujudkan tujuan tersebut di atas.
Organisasi Remaja sebagai salah satu bentuk Lembaga yang diharapkan mampu memberikan nuansa yang kondusif bagi masyarakat di lingkungannya dan bentuk pola pikir, bertindak dan berkepribadian di lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Hal ini sesuai dengan karakteristik Ulil Albab (Orang-orang yang berakal) sebagaimana yang digambarkan dalam Al-Qur’an yaitu orang-orang yang mampu melakukan perenungan tentang lingkungan dan alam seisinya selaras dengan intelektualitas dan selalu mengingat sang Pencipta dalam berbagai aktifitas hidupnya.
Organisasi yang demikian yang akan memberikan perubahan-perubahan di lingkungan sekitar paling tidak terhadap diri sendiri karena di era yang seperti sekarang ini budaya-budaya barat yang identik dengan kemewahan sudah banyak masuk ke pemuda atau remaja kita. Sehingga kalau tidak punya wadah untuk menfilter budaya atau tindakan tersebut maka akan menjadi seperti apa pemuda-pemuda bangsa kita ini 20 tahun mendatang, apabila tidak di tampung dalam suatu lembaga yang bisa menyelamatkan bangsa pada umumnya dan mereka sendiri pada khususnya.
II. Permasalahan
Dalam suatu organisasi remaja seringkali melakukan berbagai acara dalam rangka melaksanakan misi dari visinya sebagai lembaga yang loyal terhadap kehidupan masyarakat baik berupa acara religi, sosial, dan lain-lain yang menggerakan dan menumbuhkan semangat kepada para anggotanya. Sehingga tidak heran kalau anggotanya semakin banyak karena alasan mereka masuk pertama karena kepingin menambah teman, menambah pengetahuan, ingin bertukar pikiran atau pengalaman (sharing) dengan teman-temannya dan lain sebagainya, sehingga akan terciptalah suatu lingkungan yang kondusif yang jauh dari pemikiran-pemikiran yang akan merusak pola pikir mereka sendiri.
Akan tetapi kalau kita survei pada masa sekarang ini, banyak organisasi yang surut atau kurang maksimal, baik acara-acaranya maupun kapasitas anggotanya, karena banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya :
1. Dari faktor interen organisasi
 Kurangnya komunikasi karena keterbatasan waktu pengurus, karena sebagian besar pengurus sudah banyak yang kerja bahkan banyak juga yang sudah merantau karena tuntutan hidup.
 Kurangnya rasa semangat untuk berkecimpung di dalam organisasi
 Rasa jenuh dari anggota dalam organisasi
 Pengurus senior seringkali jarang hadir apabila ada suatu acara
 Kurangnya diadakan kaderisasi dalam organisasi itu sendiri
2. Dari faktor ekstern organisasi
 Banyaknya budaya luar yang sudah mencampur dalam organisasi
 Kurang adanya pengawasan dan dorongan dari orang tua
 Banyaknya hiburan lain yang ada di sekitar
III. Pembahasan
Suatu organisasi boleh mempunyai visi yang sangat tinggi, karena dengan adanya visi maka tujuan suatu organisasi itu sendiri akan cepat tercapai. Akan tetapi visi dari organisasi itu juga harus diiringi dengan misinya sebagai action di dalam merealisasikan tujuan yang akan diperoleh tadi. Oleh karena itu dalam organisasi harus mempunyai manajemen yang baik sehingga bisa mempertahankan kualitas dan kuantitas dari kapasitas organisasi itu sendiri, supaya visi tadi bisa tetap berkibar dan berkobar di bumi organisasi tersebut.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berorganisasi yaitu :
1. Dari faktor interen organisasi
 Sebaiknya sesama pengurus harus selalu berkomunikasi.
 Perlunya diadakan pertemuan rutin antar pengurus untuk membahas permasalahan yang dihadapi
 Perlu membuat inovasi dalam membuat acara supaya tidak selalu monoton
 Perlu adanya pembimbing yang selalu mengawasi jalannya organisasi
2. Dari faktor ekstern organisasi
 Selalu menjalin hubungan yang baik dengan lembaga yang ada di lingkungan sekitar
 Selalu berkonsultasi dengan pengurus senior / pembina organisasi
 Selalu kerja sama dengan orang tua dari anggota
 Selalu merekrut calon anggota dengan yang masih belum aktif

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *