MENYAJIKAN HASIL TINJAUAN PUSTAKA

By | September 25, 2009

RINGKASAN MODUL – II
MENYAJIKAN HASIL TINJAUAN PUSTAKA
OLEH : POKJAR PADURESO, KEBUMEN
MODUL II KB 3

A. Menelaah Sumber Pustaka
Kegiatan menelaah sumber pustaka merupakan bagian yang penting dari kegiatan tinjauan pustaka. Sebelum melakukan penelaahan tentunya kita perlu menentukan dulu pustaka mana yang akan kita telaah.
1. Memilih Sumber Pustaka yang Akan Ditelaah
Langkah-langkahnya :
– Anda harus mengacu pada kartu-kartu bibliografi yang telah dimiliki.
– Pilihlah judul-judul pustaka yang kira-kira relevan dengan masalah yang diteliti.
– Baca abstraknya (bila ada)
Dengan membaca abstraknya anda dapat memutuskan apakah perlu membaca keseluruhan isi artikel tersebut. Untuk artikel yang tidak ada abstraknya, Anda perlu membaca dahulu isi artikel secara sekilas (scanning) untuk mengetahui sekedar materi yang dibahas. Untuk pustaka yang berupa buku, anda dapat membaca daftar isi bukunya terlebih dahulu.
Satu metode yang dapat diterapkan pada saat membaca artikel ataupun suatu bab dalam buku adalah dengan membaca kalimat-kalimat pertama dari setiap paragraf (skimming)
Untuk membantu memutuskan apakah sebuah pustaka perlu ditelaah atau tidak, sambil membaca pertimbangkanlah hal-hal sebagai berikut :
a. Relevansi Sumber Pustaka
Semakin banyak sumber pustaka sebagai acuan menandakan semakin mendalamnya tinjauan pustaka dilakukan sumber pustaka yang kurang relevan justru akan mengacaukan keruntuhan dasar teori penelitian yang disusun.
Buku atau artikel yang harus dikaji terutama adalah :
1. Buku atau artikel yang membahas teori-teori atau konsep-konsep yang penting yang berkaitan dengan masalah penelitian Anda.
2. Artikel penelitian yang membahas pertanyaan penelitian dan masalah penelitian Anda.
3. Buku atau artikel yang membahas variabel penelitian Anda.
4. Artikel penelitian tentang topik yang relevan yang menggunakan metode penelitian yang semua dengan metode penelitian Anda atau yang metodenya menarik untuk dipertimbangkan.
b. Komutakhiran Pustaka
Referensi oleh pustaka relevan yang terbaru sangat perlu dipelajari supaya pengetahuan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan tidak ketinggalan zaman.

Cara Menelaah Artikel
Menelaah sebuah artikel artinya mengkaji atau mengevaluasi artikel tersebut berdasarkan kriteria yang telah kita tetapkan sebelumnya. Sebelum mulai menelaah artikel kita perlu menyediakan sebuah kartu khusus, disiapkan untuk membuat catatan untuk setiap artikel. Kartu seperti ini disebut kartu sitasi, prinsipnya adalah kartu bibiografi yang agak lebar, yang digunakan untuk mencatat hasil kutipan atau hasil telaahan yang telah dilakukan.
Pertama yang harus dicatat dalam kartu sitasi adalah data bibliografi artikel. Data bibliografi harus dicatat apa adanya, kalau perlu dengan huruf cetak untuk menghindari kesalahan cetak. Format artikel opini biasanya terdiri atas tiga bagian yaitu pendahuluan, uraian dan penutup. Ada dua cara dalam menelaah artikel yaitu dengan membuat ringkasan (summary) mengenai materi artikel terlebih dahulu dan kemudian mencoba menilai keterkaitan antara materi artikel.
Contoh hasil telaahan artikel biasa.
Warnath, C.F. (1975, February). Direction to nowhere. Personel and Guidance Journal, 53 (6), 422-428.
Dalam artikel ini penulis menyertakan bahwa individu-individu yang bekerja merasa bahwa kepentingan mereka diabaikan, dan bahwa yang diutamakan adalah tercapainya tujuan organisasi tempat mereka bekerja. Menurut penulis, banyak pekerja, tanpa memandang jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan, menganggap bahwa pekerjaan mereka tidak lagi menantang dan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang. Contoh kartu sitasi yang berisi catatan kutipan langsung pendek. Zainul, A. Nasoetion, N (1994). Penilaian hasil belajar Jakarta Proyek Peningkatan manajemen dan Sistem Informasi Pendidikan Tinggi, Dirjen Dikti, Depdikbud.
“Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait atau atribut pendidikan atau psikologi, yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.” (h.3).

2. Menelaah Artikel Penelitian
Langkah pertamanya adalah mencatat data bibliografinya pada kartu sitasi
Format penulisan artikel penelitian :
a. Pendahuluan singkat
b. Tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, atau hipotesis yang akan diuji.
c. Prosedur penelitian
d. Temuan penelitian
e. Kesimpulan dan rekomendasi

Contoh hasil telaahan sebuah artikel penelitian :
Thoresan, R.W., Kardash, C.M, Leuthold, D.A., and Morrow, K.A. (1990). Gender differences in the academic career. Research in higher education, 31 (2), 193-209.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kepuasan kerja dikalangan akademisi pria dan wanita. Secara khusus peneliti ingin mengetahui adanya perbedaan produktivitas kerja akademik, stress yang dialami, dan penghargaan terhadap karier akademik.
Subjek penelitian adalah 63 tenaga akademik, terdiri dari 35 wanita dan 28 pria, dari sebuah universitas negeri yang besar di Amerika.
Kuesioner (The Academic Career Development Survey = ACDS) terdiri atas pertanyaan-pertanyaan, mengenai karakteristik demografi dan kepegawaian, kesehatan fisik dan emosi, kepuasan kerja dan kepuasan hidup. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar akademisi sehat secara fisik dan emosinya, meskipun akademisi wanita secara nyata lebih mengalami kecemasan, stress, perasaan terkunci, dan kelelahan fisik. Baik akademisi pria maupun wanita mengungkapkan rasa kepuasan yang tinggi terhadap kehidupan pribadi dan terhadap profesinya. Tidak ada perbedaan kinerja akademik dan tidak ada perbedaan tingkat kepuasan terhadap karier akademik yang dotemukan di antara akademisi pria dan wanita. Hasil studi juga menunjukkan perbedaan penerimaan gaji.
Beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membantu dalam mengevaluasi artikel penelitian.
a. Apakah dasar teori yang disampaikan cukup jelas dan mudah dimengerti?
b. Apakah penulis artikel dapat meyakinkan Anda mengenai pentingnya penelitian tersebut dilakukan?
c. Apakah tinjauan pustaka yang dilakukan sudah memadai?
d. Apakah definisi operasional yang diberikan sudah cukup memadai.
e. Apakah metode penelitian yang dipergunakan tepat untuk mencapai tujuan penelitian.
f. Apakah teknik pengambilan sampelnya sudah tepat?
g. Apakah ada indikasi adanya bias?
h. Apakah kesimpulan yang diambil didasarkan pada hasil penelitian yang ada.
i. Bagaimanakah tingkat keterbacaan artikel yang ditulis?

B. Menyusun Kerangka Teori Penelitian
Kerangka teori penelitian merupakan penjelasan mengenai pemikiran-pemikiran atau teori-teori dalam melaksanakan penelitian. Kerangka teori harus disusun sejelas mungkin dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Kerangka teori penelitian menggambarkan hubungan antara variabel yang diteliti dengan menyajikan temuan-temuan yang diperoleh dari hasil kajian atau penelaahan pustaka. Sebagai contoh, bab tinjauan pustaka yang akan disusun dapat mempunyai autline sebagai berikut :
Bab tinjauan pustaka
1. Pendahuluan (menjelaskan teori-teori yang relevan)
2. Sub judul 1 : variabel penelitian (berisi penjelasan tentang variabel penelitian dan temuan-temuan yang televan).
3. Sub judul 2 : pendekatan penelitian (berisi penjelasan mengenai mengapa pendekatan ini yang dipilih, apa kelebihannya dan penelitian penting mana yang pernah menggunakannya serta temuannya).
4. Sub judul 3 : kerangka teori (berisi penjelasan tentang hubungan antar-variabel dan disusulkan)
Setelah mempunyai outline yang jelas, kartu-kartu sitasi anda dapat dipilah-pilah sesuai dengan autline yang sudah dibuat. Bila Anda merencanakan untuk menyajikan bab tinjauan pustaka dalam tiga sub judul, maka pilahlah kartu-kartu sitasi Anda berdasarkan ketiga subjudul tersebut.
Dalam menyajikan temuan-temuan penelitian yang relevan analisislah hubungan-hubungan dan perbedaan-perbedaan penting yang dilaporkan oleh masing-masing artikel. Mengingat salah satu tujuan tinjaun pustaka adalah untuk membantu merumuskan masalah penelitian, maka penyajian hasil tinjaun pustaka seharusnya juga diarahkan pada perumusan hipotesis. Untuk itu, Anda perlu membuat rangkuman mengenai hubungan antar variabel yang penting adalah bahwa Anda memberikan penjelasan mengenai mengapa variabel tertentu dipilih untuk diteliti, apakah ada temuan-temuan yang mendukung dipilihnya variabel tersebut dan bagaimanakah hubungan antarvariabel yang diteliti. Menyusun kerangka teori penelitian, seperti halnya menulis karya tulis ilmiah yang memerlukan latihan dan memerlukan wawasan yang luas. Wawasan yang luas merupakan modal utama dalam menulis dan meneliti. Semakin kita sering membaca, menelaah yang dibaca, menulis dan meneliti, maka akan semakin mudah dan semakin baik kita melakukannya.

MODUL 2

II. STRATEGI MENCARI SUMBER PUSTAKA
Strategi mencari sumber pustaka meliputi pengenalan terhadap
A. Jenis-jenis sumber pustaka
B. Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam mencari sumber pustaka.

A. Jenis-jenis sumber pustakaada yang berupa:
1. Media cetak.
2. Media noncetak.
Sumber pustaka media cetak terdiri dari:
a. Buku acuan(General References)
b. Sumber pustaka primer
c. Sumber pustaka sekunder
Contoh buku acuan
1. Buku acuan yang memberikan informasi langsung antara lain : kamus, ensiklopedi, direktori, almanak, biografi, atlas dan buku ststatistik.
2. Buku acuan yang memberikan petunjuk mengenai sumber informasi,yang digunakan untuk penelitian contohnya:bibliography,buku indeks,buku obstrak.
Sumber pustaka primer umumnya berupa artikel penelitian yang dimuat dalam suatu jurnal.
Contoh lain sumber pustka primer adalah:
Tesis,desertasi,dan laporan penelitian.
Jurnal adalah sebuah media cetak yang diterbitkan secara berkala misalnya sebulan sekali, empat bulan sekali, atau enam bulan sekali.
Sumber pustaka sekunder adalah setiap publikasi yang disusun oleh seseorang penulis yang bukan pengamat langsung atau partisipasi dalam kegiatan yang digambarkan dalam pustaka tersebut.
Contoh sumber pustaka sekunder adalah : buku teks,dan artikel teladhan.
Sumber pustaka media noncetak.
Sumber pustaka media noncetak yang sedang digunakan saat ini adalah artikel ataupun informasi lainyang diperoleh melalui forum komunikasi dalam internet.

B. Langkah-langkah dalam mencari sumber pustaka
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam mencari sumber pustaka yang berupa media cetak berbeda dengan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencari sumber pustaka melalui jaringan komputer.
1. Mencari sumber pustaka yang nberupa media cetak.
Langkah-langkah yang harus ditempuh:
a. Mentukan masalah penelitian secepat mungkin.
b. Mencari dan mempelajari sunber pustaka skunder.
c. Memilih buku acuan yang tepat.
d. Menentukan kata-kata kunci yang relavan.
e. Mencari sumbar pustaka primer yang relevan.
f. Mendapatkan sumber pustaka yang tidak tersedia di perpustakaan.
2. Media Elektronik
a. Mencari informasi di internetan
Hal pertama yang harus kita ketahui untuk mendapatkan informasi di internet adalah:mengetahui alat dan cara apa sajakah yang dapat digunakan untuk mengakses dan mengambil informasi.
b. Piranti dan cara akses
Beberapa piranti(tools)yang dapat digunakan untuk mengambil informasi yang terdapat diinternet antara lain : telnet, FTP, Archie, Gopher, Mailing list, dan aplikasi World Wide Web (Browser).
MODUL : 2

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORI PENELITIAN

PENGERTIAN DAN TUJUAN TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Tinjauan Pustaka
Yang dimaksud dengan tinjuan pustaka adalah :
Kegiatan yang meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.

B. Tujuan Melaksanakan Tinjauan Pustaka
Secara umum tinjauan pustaka bertujuan :
Untuk mengembangkan pemahaman dan wawasan yang menyeluruh tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan dalam suatu topik.
Tujuan Khas Tinjauan Pustaka adalah :
1. Membatasi masalah dan runag lingkup penelitian
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menyusun proposal penelitian adalah menentukan topik penelitian
Yang perlu diingat adalah : lebih baik kita memilih masalah dan ruang lingkup penelitian yang cukup sempit dan melakukan penelitiannya dengan baik daripada memilih suatu penelitian yang terlalu umum dan luas ruang. Lingkupnya, tetapi penelitiannya dilakukan ala kadarnya.
2. Menemukan variabel-varibel penelitian yang penting dan menentukan hubungan antar variabel penelitian.
3. Mengetahui apa yang pernah dilakukan dalam penelitian sebelumnya dan menentukan apa yang perlu diteliti sekarang.
Penelitian ini dituntut untuk melakukan penelitian yang orisinil, dan bukan merupakan pengulangan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.
4. Menghindari pendekatan yang steril (tidak menghasilkan temuan yang berarti).
5. Merangkum pengetahuan yang berkaitan dengan topik penelitian.
6. Menemukan penjelasan yang dapat membantu dalam menafsirkan data penelitian.
Secara umum, melakukan tinjauan pustaka dapat memberikan wawasan tentang metode, alat ukur, subjek penelitian, dan pendekatan-pendekatan yang dipakai penelitian sehingga dapat menjadi bahan untuk memperbaiki rancangan penelitian kita.

Category: UT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *