“MENGELOLA PERUBAHAN DALAM ORGANISASI PEMBELAJARAN”

By | Maret 14, 2009

Oleh : Muh Rosyid, S.Pd.,M.M.Pd.
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen
(Manajemen Perubahan : Uyung Sulaksana)

Kekuatan-kekuatan untuk Perubahan
1. Kekuatan Internal (beasal dari dalam organisasi)
Masalah / Prospek SDM :
Kebutuhan yang tidak terpenuhi
Ketidak puasan kerja
Absensi dan perputaran pekerja
Produktivitas
Partisipasi / saran
Perilaku Kepuasan Manajerial :
Konflik
Kepemimpinan
Sistem penghargaan
Reorganisasi struktural

2. Kekuatan Eksternal (berasal dari luar organisas)
Karakteristik Demografi :
Umur
Pendidikan
Tingkat ketrampilan
Jender
Imigrasi
Kemajuan Teknologi :
Otomatisasi manufaktur
Otomatisasi kantor
Perubahan Pasar :
Merger dan akuisisi
Persaingan domestik dan internasional
Resesi
Tekanan Sosial dan Politik :
Perang
Nilai-nilai
Kepemimpinan
Tipologi Umum untuk Perubahan Organisasi
Perubahan adaptif :
Memperkenalkan kembali praktik yang tidak asing lagi
Perubahan inovatif :
Memperkenalkan suatu praktik yang baru bagi organisasi tersebut
Perubahan inovatif secara radikal :
Memperkenalkan suatu praktik yang baru bagi industri tersebut :
Tingkat kompleksitas, biaya dan ketidakpastian
Potensi untuk penolakan terhadap perubahan
Asumsi yang mendasari perubahan :
Proses perubahan melibatkan sesuatu yang baru, serta menghentikan sikap, perilaku, atau praktik organisasi yang baru.
Perubahan tidak akan terjadi jika tidak ada motivasi untuk berubah.
Manusia adalah pusat dari semua perubahan organisasi. Perubahan apapun, baik dalam struktur, proses kelompok, sistem penghargaan, atau desain pekerjaan, mengharuskan individu-individu untuk berubah.
Penolakan untuk berubah ditemukan bahkan ketika tujuan dari perubahan itu sangat diinginkan.
Perubahan yang efektif memerlukan penguatan atas perilaku, sikap dan praktik organisasi yang baru.
Langkah dalam Memimpin Perubahan Organisasi :
1. Menetapkan rasa kegentingan.
2. Menciptakan koalisi yang memberikan pedoman.
3. Membangun suatu visi dan strategi.
4. Mengkomunikasikan visi mengenai perubahan.
5. Memberdayakan tindakan yang berbasis luas.
6. Menghasilkan kemenangan jangka pendek.
7. Mengkonsolidasikan keuntungan dan menghasilkan lebih banyak perubahan.
8. Menancapkan jangkar pendekatan baru ke dalam budaya.
Langkah Salah dalam Memimpin Perubahan :
1. Kegagalan untuk menetapkan suatu rasa kegentingan mengenai kebutuhan akan perubahan.
2. Kegagalan untuk menetapkan suatu koalisi yang cukup kuat untuk memberikan pedoman, yang bertanggung jawab untuk memimpin dan mengelola proses perubahan.
3. Kegagalan untuk menetapkan suatu visi yang memandu proses perubahan.
4. Kegagalan untuk mengkomunikasikan visi baru secara efektif.
5. Kegagalan untuk menghilangkan halangan yang merintangi pencapaian dari visi baru.
6. Kegagalan untuk secara sistematis merencanakan dan menciptakan kemenangan jangka pendek. Kemenangan jangka pendek mencerminkan pencapaian dari hasil atau tujuan penting.
7. Terlalu cepat mengumumkan kemenangan. Hal ini dapat menggelincirkan perubahan jangka panjang pada infrastruktur yang sering diperlukan untuk mencapai suatu visi.
8. Kegagalan untuk menjangkarkan perubahan pada budaya organisasi. Hal ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tertanam dalam budaya organisasi.
Mengapa Karyawan Menolak Perubahan di Tempat Kerja ?
1. Kecenderungan individu terhadap perubahan.
2. Kejutan dan ketakutan terhadap sesuatu yang asing.
3. Iklim ketidak percayaan.
4. Ketakutan akan kegagalan.
5. Kehilangan status dan/atau keamanan pekerjaan.
6. Tekanan dari rekan.
7. Gangguan terhadap tradisi budaya dan/atau hubungan kelompok.
8. Konflik kepribadian.
9. Kurangnya taktik dan/atau penentuan waktu yang buruk.
10. Sistem penghargaan yang tidak memperkuat.
Aktivitas dalam mengurangi halangan interpersonal, kelompok, dan organisasi terhadap pembelajaran :
1. Mengukur dan menghargai pembelajaran.
2. Meningkatkan dialog terbuka dan jujur.
3. Menurunkan konflik.
4. Meningkatkan komunikasi.
5. Mempromosikan kerja tim.
6. Menghargai pengambilan resiko dan inovasi.
7. Menurunkan ketakutan akan kegagalan.
8. Meningkatkan pembagian kesuksesan.
9. Mengurangi stresor dan frustasi.
10. Mengurani kompetisi internal.
11. Meningkatkan kerjasama dan kolaborasi.
12. Menciptakan keamanan psikologis dan lingkungan yang nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *