MANAJEMEN SDM BIDANG USAHA JASA

By | Februari 7, 2009

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Sumber Daya Manusia
Dosen : Muh. Rosyid, S.Pd., M.M.Pd.
Disusun Oleh :
NAMA : SUTARTO MERTI UTOMO
Email :
NIM : 070055527
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN (S1)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
PUTRA BANGSA
KEBUMEN
2008

PENDAHULUAN

Setiap maunisia hidup pada intinya membutuhkan 3 (tiga) hal :

 Memenuhi kebutuhan jasmani
 Memenuhi kebutuhan rohani
 Membutuhkan sarana untuk memenui dua kebutuhan tersebut.

Dari itulah setiap manusia dituntut harus mempunyai pendapatan, entah itu pendapatan besar, menengah atau pendapatan kecil. Sesuai dengan kebutuhan masing masing person. Ibarat gajah bagi mereka yang membutuhkan makanan banyak maka mereka harus mencari lahan yang luas, yang subur dan banyak rumputnya. Sehingga dia bisa tetap servife mempertahankan hidupnya. Bagi kambing untuk mempertahankan hidupnya mungkin dia hanya butuh lahan yang subur penuh dengan rumput cukup satu hektar saja. Apalagi kelinci, mungkin dia hanya butuh lahan subur yang penuh dengan rumput, seribu meter sudah cukup.

Dari sini kita bisa mendapatkan gambaran, bahwa kita harus berusaha agar tetap bertahan hidup. Entah kita orang kecil, menengah maupun besar, kita tetap harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan kita masing-masing. Dalam kehidupan nyata kita sering menjumpai berbagai profesi, dari interpreneur, politikus, seniman sampai karyawan ada disana. Kalau kita kaji bersama sebenarnya mereka berprofesi dalam rangka memenyuhi 3 (tiga) kebutuhan manusia itu.

Dalam makalah ini saya akan mencoba menggali permasalahan yang terjadi pada dunia usaha jasa yang lokasinya berada di kota kecil, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia. Makalah ini akan menjadi semakin lengkap dan semakin bermanfaat, apabila dalam diskusi nanti rekan-rekan dan khususnya Bapak Rosyid sebagai dosen pengampu Majemen Sumber Daya Manusia, sudi memberikan masukan-masukan agar menjadi semakin dalam permasalahan SDM yang bisa kita kuasai.

LATAR BELAKANG

Ada 4 M faktor produksi yaitu : Man, Money, Mesin & Methode, dari 4 faktor produksi tersebut manajemen manusia yang paling sulit. Memanage manusia perlu pengalaman yang matang, sebab manusia bukan robot yang bisa disetel dan diatur semau pengemudi. Manusia punya hati, punya rasa, dan punya logika, sehingga bila disuruh berjalan tidak sesuai dengan hati, rasa dan logikanya, bisa jadi mereka tidak mau melaksanakan dan malah bisa berontak. Dari sini kita perlu belajar banyak seni manajemen SDM, agar mereka bisa menjalankan perintah kita tanpa adanya paksaan tetapi mau berjalan dengan kesadaran, dan keihlasannya.

Dengan kesadaran dan keihlasan maka SDM akan bekerja optimal, dengan kerja optimal maka hasilnya akan berkwalitas, dengan hasil yang kwalitas maka pelanggan akan satisfaction (puas), dengan kepuasan pelanggan maka pelanggan akan setia, dengan pelanggan yang setia maka kita akan mendapatkan keuntungan terus-menerus, dengan keuntungan yang terus-menerus maka perusahaan akan servife, dengan perusahaan survife maka karyawan akan mendapatkan pendapatan secara terus menerus pula. Itu artinya perusahaan dan karyawan akan mendapatkan keuntungan bersama.

PERMASALAHAN YANG TIMBUL

Internal

a. Kemampuan finansial perusahaan terbatas.

 Fasilitas yang diberikan perusahaan terhadap pelanggan jadi terbatas, sebatas kemampuan finansial yang mereka miliki.
 Pelayanan yang diberikan perusahaan terhadap pelanggan jadi terbatas, hanya sesuai dengan kemampuan finansial yang ada.
 Keterbatasan kemampuan merekrut karyawan yang kwalitas

b. Pendapatan tidak tidak memadai.

 Kemampuan daya beli di kota kecil, juga kecil. Ini sangat mempengaruhi perolehan pendapatan dan keuntungan perusahaan.
 Tidak mampu memberikan kesejahteraan yang standar kepada karyawan.
 Tidak mampu mendapatkan keuntungan yang besar.
 Tidak berani ekspansi kredit bank dengan angka besar.

c. SDM ahli

 SDM yang sudah memiliki skill tinggi, rentan dicuri oleh kompetiter.
 Butuh konsentrasi pemikiran dan biaya untuk mengelola SDM yang sudah mulai gelisah karena di incar oleh perusahaan lain.
 Untuk mendapatkan dari luar butuh biaya tinggi
 Untuk mendapatkan dari dalam butuh waktu cukup lama

d. Kwalitas SDM yang kurang memadai.

 Membuat standar pelayanan rendah.
 Membuat sekmentasi pelanggan terbatas pada kalangan tertentu.
 Membuat produk layanan terbatas pada kemampuannya saja.

e. Pendapatan karyawan tidak sebanding dengan kebutuhannya.

 Karena pendapatan perusahaan yang minim membuat kemampuan memberika upah atau gaji menjadi rendah. Karena upah yang rendah membuat pendapatan tidak sebanding dengan kebutuhannya sehari-hari.
 Karyawan sangat sensitif , mudah diprovokasi dan kurang loyal terhadap perusahaan.

External

a. Persaingan makin ketat

 Membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan. Baik untuk masalah kebijakan internal maupun external
 Biaya operasional tinggi, harus melakukan promosi, melakukan publik relation, dan menyediakan dana khusus untuk merawat pelanggan.
 Kue pelanggan dibagi banyak, sihingga tidak mungkin kita bisa makan sendiri.

b. Harga bahan produksi yang kian melangit

 Berakibat biaya produksi makin meningkat, sehingga harga pokok produksinya sudah tinggi.
 Harga yang tinggi mengakibatkan berkurangnya pendapatan perusahaan, karena jumlah pembelinya menurun.
 Perlu modal tambahan untuk persediaan bahan-bahan produksi.

c. Pertumbuhan ekonomi yang lambat

 Saving perusahaan menjadi kecil, dan tidak memiliki power untuk melakukan reinvestasi.
 Perusahaan tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi.
 Perkembangan perusahaan menjadi lambat.

d. Kemampuan daya beli pelanggan

 Perputaran ekonomi yang lambat
 Keuntungan usaha kecil.
 Patokan pendapatan upah minimum regional tidak terpenuhi, membuat target konsumen semakin kecil.
 Hanya negara saja yang bisa memberi gaji standart, sesuai jabatan dan pendidikannya.

EFFEK BAGI PERUSAHAAN

a. Sulit mendapatkan tenaga ahli
b. Sulit mendapatkan keuntungan
c. Sulit untuk melakukan re investment
d. Sulit untuk mengikuti perkembangan teknologi
e. Sulit untuk pengembangan SDM

SOLUSI

a. Mengukur kemampuan finalsial
Dalam menjalankan perusahaan kita harus mengekur kemampuan finan sial kita. Ibarat kita mau ke jakarta, tentu kita membutuhkan biaya untuk sampai kesana. Misalnya biaya naik bus adalah 150 ribu, maka jika kita hanya punya 100 ribu jangan ke Jakarta, sebab kita tidak akan sampai kesana.
b. Mengukur kemampuan mendapatkan laba
Ketika kita mau infestasi kita juga harus mengukur kemampuan mendapatkan laba. Ini untuk menghitung berpa tahun perusahaan kita bisa mengembalikan modal. Mampukah laba perusahaan mengembalikan investasi kita, dalam waktu lebih pendek dari usia investasi kita. Jika mampu diteruskan jika tidak lebih baik tidak usah diteruskan.
c. Membuat standarisasi pelayanan
Standari sasi pelayanan penting dalam sebuah perusahaan dibidang jasa. Ini untuk mengukur biaya produksi, sehingga kita bisa tau berapa harga layanan kita. Selain itu sebagai acuan pendidikan terhadap SDM agar mereka bisa melaksanakan pekerjaannya paling tidak sesuai dengan strandar pelayanan yang kita berikan.
d. Menerima karyawan baru
Ini kita lakukan dalam rangka untuk mengantisipasi karyawan yang keluar. Biasaya karyawan keluar ada beberapa alasan :
Kesalahan karyawan
Berbenturan dengan karyawan lain
Pembajakan karyawan dari perusahaan lain.
Meninggal
e. Melakukan pendidikan terhadap SDM
Kita harus memiliki departemen pendidikan, ini kita lakukan agar SDM dalam melaksanakan tugas tidak melenceng dari standar layanan yang sudah ktitan tentukan, minimal SDM harus bisa melaksanakan pekerjaannya sesuai standar pelayanan yang ditentukan. Dengan tujuan agar bisa memberikan kepuasan terhadap konsumen.
Selain itu untuk mengantisipasi pembajakan tenaga ahli kita.
f. Memberikan penghargaan terhadap karyawan yang disiplin.
Ini kita lakukan untuk memacu seluruh karyawan agar berperilaku disiplin, tidak mbolosan, bekerja dengan giat tidak lelet dan semau gue.
g. Memberikan penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi
Dalam rangka memacu SDM untuk meningkatkan prestasi, pengetahuan, kemampuan, kepandaian dan keahliannya, perusahaan memberikan penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi, dengan imbalan upah tersendiri.
h. Memberikan bonus penjualan bila melampau tarjet
Untuk memacu bagian penjualan, perusahaan juga memberikan bonus penjualan. Apa bila penjualan mereka berhasil melampaui target, maka mereka akan mendapatkan bagian dari keuntungan.

PENUTUP

Kesimpulannya bila memungkinkan kita mendirikan perusahaan gajah maka jadilah gajah, bila tidak mungkin dirikanlah purusahaan kambing, bahkan perusahaan kelincipun tidak masalah asal sehat dan gemuk. Yang penting dengan perusahaan itu kita bisa profit, sehingga bisa mensejahterakan pemilik dan karyawannya. Kalau sudah begitu maka persoalan SDM bisa diminimalisasi

Demikian permasalahan yang ada dalam manajemen SDM bidang usaha jasa di kota kecil yang penuh dengan problema. Meski demikian agar kita tetap survife bertahan hidup, kita tetap harus berusaha dengan optimis, sungguh-sungguh dan ihlas. Jika produk kita berkwalitas, Insya’Allah meski dalam keadaan sesepi apapun kita tetap akan menjadi pilihan pelanggan dalam memenui kebutuhannya.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita, khususnya para calon interpreneur dan interpreneur. Bila ada sesuatu yang tidak berkenan dalam penyajian makalah ini, saya sebagai penulis tidak lupa mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya. Dan tidak lupa saya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan atensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *