KREATIF MENYELESAIKAN MASALAH

By | Juni 7, 2010

Kreatif Menyelesaikan Masalah

Kreativitas dan kemampuan berpikir kreatif pada dasarnya merupakan upaya menyelesaikan permasalahan lebih efektif, efisien dan produktif. Pengawas dalam kegiatan keseharian pembinaan dan pengawasan baik managerial maupun akademik akan dihadapkan pada sejumlah perasmalahan baik yang dihadapi oleh pendidik maupun tenaga kependidikan.
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya seorang pengawas : (1) melakukan pengawasan penyelenggaran pendidikan pada satuan pendidikan tertentu. Konsekwensinya pengawas harus memahami benar permasalahan, karakteristik pendidikan dan tuntutan kompetensi lulusan pada satu satuan pendidikan tertentu; (2) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar / bimbingan dna hasil prestasi belajar/ bimbingan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Konsekwensinya pengawas akan dihadapkan pada sejumlah permasalahan baik yang terkait dengan kompetensi guru dalam pembelajaran, kemampuan siswa, kondisi daya dukung pembelajaran hingga kebijakan evaluasi hasil belajar.

A. Proses Penyelesaian Masalah Secara Kreatif
Proses penyelesaian masalah secara kreatif mengikuti tahapan yang dideskripsikan pada gambar di halaman berikut:
Secara rinci dideskripsikan sebagai berikut.
1. Mendefinisikan masalah, dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
a. menetapkan strategi untuk menemukan masalah yang sebenarnya (real). Contoh : masalah guru yang tidak disiplin. Menetapkan apakah masalah merupakan masalah tertutup atau terbuka
b. mengumpulkan data dan melakukan analisa permasalahan, eksplorasi sebab dan akibat secara spesifik, identifikasi berbagai aspek utama dan penyebab masalah. Contoh : mengumpulkan berbagai bukti dari yang bersangkutan maupun rekan-rekan di sekitarnya

Gambar 4.1. Tahapan Penyelesaian Masalah Secara Kreatif
c. membingkai masalah dalam konteksnya, ekplorasi dalam bingkai yang lebih luas termasuk kecenderungan dan kesempatan. Contoh : person adalah guru, pendidik yang memiliki kesempatan belajar untuk menjadi profesional.
d. berpikir konvergen dengan membuat statement permasalahan secara positif. Contoh : Yang bersangkutan membutuhkan pengembangan keterampilan mengelola kelas.
e. inkubasi permasalahan dengan melakukan instrokpeksi dan refleksi. Contoh : apa akibatnya pada peserta didik dalam tanggung jawabnya
f. lakukan studi kasus. Contoh : apakah terdapat kasus serupa di sekolah atau di sekolah lain, dan
g. pergunakan berbagai sumber (referensi buku, aktivitas dan pengalaman melakukan penelitin dan eksplorasi, serta buat resume). Contoh : keterampilan mengelola kelas yang yang dikuasasi guru

2. Ide umum penyelesaian, kembangkan banyak ide untuk menyelesaikan masalah. Langkah yang dapat dilakukan :
a. pendekatan tim untuk menyelesaikan masalah, terdiri atas tim kerja atau tim pengembang dan tim management. Pendekatan tim memfasilitasi pengembangan banyak ide karena setiap individu anggota tim akan melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda dan mengajukan solusi yangberbeda atas dasar pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki.
b. bertukar pemikiran secara verbal (diskusi) sehingga informasi yang diperoleh menstimulasi ide-ide. Hal yang harsu diperhatikan pada saat bertukar pikiran adalah kuantitas, kualitas, ide yang terbaik serta jangan mengkritik terhadap ide orang lain sebelum jelas apa yang dipaparkan
c. gunakan metode lain, misalnya tukar pikiran melalui surat atau cari informasi yang lebih luas dari berbagai sumber belajar.
d. identifikasi sebanyak mungkin ide kreatif untuk menyelesaikan masalah

3. Evaluasi ide kreatif, penilaian ide dan berpikir kritis untuk menemukan ide (penyelesaian) yang terbaik. Langkah yang dapat dilakukan :
a. mensitesa ide-ide terbaik dengan memperhatikan kualitas, kemung- kinan di praktikan/ dilakukan serta tidak ada kritik
b. memberi penilaian dengan merangking ide atas dasar kriteria : konteks dan komentar sesaat, pertimbangan resiko dan konsekwensi, nilai dan bias, etis dan masih dalam batas toleransi, serta belajar dari kesalahan
c. memberi penilaian terhadap keputusan yang dibuat dengan cara : (1) melakukan analitik dengan ceklist, (2) kreativitas karena merupakan cara yang baru dan bermakna. (3) mempergunakan seting berpikir atau peta berpikir untuk melihat efek atau dampai dari keputusan.
d. berpikir kritis dengan memperhatikan komitmen untuk melaksanakan, konteks, opini pribadi dan kelompok serta kewenangan
e. menetapkan solusi terbaik, yaitu solusi yang paling mungkin dilakukan dengan hasil yang terbaik

4. Implementasi solusi, dilakukan dengan langkah :
a. mensosialisasikan rencana, dengan memperimbangkan :
1) keuntungan bagi setiap orang,
2) prinsip-prinsip yang menjadi pertimbangan,
3) alasan bersikap oposisi dan
4) bekerja dengan penuh tanggung jawab
b. Menyusun rencana aktivitas, meliputi :
1) format,
2) dana yang dibutuhkan,
3) jadwal waktu,
4) pengukuran resiko,
5) pembagian tugas, siapa, mengerjakan apa, dimana dan kapan,
6) bagaimana memonitoring perencanaan
c.Melakukan evaluasi akhir, apa yang pembelajaran yang diperoleh ?
d. Didukung tim management untuk :
1) memonitor kesesuaian rencana dan tujuan dengan aktivitas,
2) mempertimbang kepentingan,
3) mengeliminasi prokrastinasi siswa, dan
4) menetapkan rencana tindak lanjut.

B. Memfasilitasi Berpikir dan Bertindak Kreatif
Sesuai dengan tupoksinya pengawas harus melakukan pembinaan akademik maupun manajerial sehingga pengawas harus dapat memfasilitasi pendidik lain di sekolah memiliki kemampuan berpikir kreatif dan bertindak menyelesaikan masalah secara kreatif.
Upaya yang dapat dilakukan pengawas untuk memfasilitasi berpikir dan bertindak kreatif pendidik di sekolah sebagai berikut.
1. Tiga ciri dominan seseorang kreatif adalah : spontan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tertarik pada hal –hal baru. Implikasinya :
a. berikan sekolah cukup ruang dan kebebasan mengelola sekolah dan meningkatkan kualitas akademik.
b. Fasilitasi sekolah menyusun perencanaan strategis dan RAPBS yang memberi ruang pendidik menjadi profesional.
c. kenalkan sekolah pada sekolah lain yang memiliki keunggulan manajerial maupun akademik.
d. biarkan pendidik di sekolah merasa tenang, nyaman dan menikmati proses kreativitas tanpa anda banyak turut campur.
e. ciptakan lingkungan yang terbuka terhadap pimpinan sekolah maupun guru pada sekolah binaan.
f. dukung kreativitas sekolah dengan berbagai informasi akses yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk mengembangkan jejaring.
2. Berdasarkan hasil penelitian kreativitas tercipta pada lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan, penuh rasa humor, spontan dan memberi ruang pada individu untuk mengekspresikan diri. Pengawas hendaknya memiliki sikap humoris, mengembangkan hubungan yang membantu dengan dasar pemahaman tugas dan fungsi masing-masing, dan memotivasi setiap orang untuk menjadi bagian dari kemajuan sekolah
3. Penempatan personil pendidikan sesuai dengan kapasitas, kemampuan dan latar belakang pendidikan merupakan cara yang tepat menstimu- lasi munculnya kreativitas dan inovasi
4. Pentingnya personil pendidik untuk keluar dari pekerjaan rutin pembelajaran di kelas ataupun tugas admistrasi sekolah sehingga dapat melihat masalah pekerjaan dengan cara yang baru. Pengembangan staf secara rutin baik berupa diskusi, tukar pikiran, bedah buku, peer teaching, maupun optimalisasi MGBS dan MKKS merupakan upaya penyegaran yang dapat dilakukan .

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *