Klasifikasi Karyawan / Pejabat Ala AAGYM

By | Februari 16, 2009

Pengklasifikasian karyawan / pejabat ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Isalm. Pendekatan ini samasekali bukan untuk mencapuradukan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar untuk mempermudah pemahaman kita karena makna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.

1. Karyawan / Pejabat “Wajib”
Ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya dirasakan kehilangan.
Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiakan siapapun yang berjumpa dengannya.
Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.
Akhlaknya snagat mulia, membuat setiap orang merasakan bahagia dan senang dengan kehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya.

2. Karyawan / Pejabat “Sunnah”
Ciri karyawan atau pejabat ini : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan.
Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diutarakan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan dan kenangannya tidak begitu mendalam.
3. Karyawan / Pejabat “Mubah”
Ciri khas karyawan ini adalah : ada dan tidak ada sama saja
Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubazir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktif lainnya.

4. Karyawan / Pejabat “Makruh”
Ciri dari karyawan ini adalah : adanya menimbulkan masalah dan tidak menjadi masalah. BIla ada dia di kantor akan menganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerja serta kinerja yang baik dapat terwujud bila dia tidak ada.

5. Karyawan / Pejabat “Haram”
Ciri dari karyawan ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan “ketidakhadirannya”. Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri.

Nah..silahkan temen-temen renungkan, kita termasuk kategori yang mana…?? Jadilah manusia yang “wajib ada “…semoga..!
(Dikutip Oleh : Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd. Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *