“KERJASAMA YANG BAIK DENGAN PENERAPAN TUGAS POKOK DAN FUNGSINYA”

By | Februari 21, 2009

DISUSUN OLEH :
Nam : Anggit Subagyo
NIM : 0700055480
DOSEN : Muh Rosyid, S.Pd. M.Pd.

STIE PUTRA BANGSA
PROGRAM STUDI MENEJEMEN S1
TAHUN AKADEMIK 2007/ 2008

Latar belakang

Ruang lingkup kerja yang terdiri dari berbagai bagian yang saling mengikat dan bergerak dalam bidang pelayanan adalah merupakan sebuah tuntutan untuk dapat saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Demikian juga dalam tempat kerja Rumah Sakit, tempat dimana lingkupnya adalah dengan mengutamakan prioritas pelayanan yang terbaik.

Hal tersebut dalam perjalannya pasti sering ditemui berbagai probemalitas yang menghambat tujuan, untuk itu dari sekian permasalahan yang ada dapat kita telusuri dan mencari solusi untuk permasalahan-permasalahan tersebut.

Permasalahan
Terjadinya salah paham antar bagian kerja sehingga tujuan dalam pelayanan tidak tercapai dengan maksimal, dapat dikatakan terjadinya mis komunikasi di dalamnya.
Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa bekerja dalam ruang lingkup kerja yang bergerak dalam bidang jasa dan pelayanan kesehatan adalah semestinya harus memberikan pelayanan yang terbaik dengan etos kerja yang maksimal dan profesional.

Salah satunya adalah dalam memberikan informasi terhadap pasien, tidak ada sentralisasi informasi yang sama antar bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam memberikannya. Tentu saja hal tersebut dapat menyebabkan kerancuan, meskipun hal ini kelihatannya tidak terlalu berpengaruh tetapi tentu saja hal tersebut dapat memberikan penilaian yang negatif terhadap imej Rumah Sakit. Pada hakikinya pasien datang pasti ingin diberikan pelayanan yang terbaik tanpa harus mereka tahu bagaiman caranya itu.

Salah satu contoh yang ada adalah pemberian informasi dalam pelayanan ASKES, walaupun pada dasarnya hal tersebut merupakan tugas dari bagian informasi dan petugas ASKES yang ada dalam Rumah Sakit, tetapi tidak semua pengunjung Rumah Sakit menyempatkan diri dan mempunyai kesempatan untuk meminta informasi tersebut kepada bagian yang bertugas atau tidak mengetahui dimana mereka akan mendapatkan fasilitas pelayanan tersebut, mereka cenderung bertanya terhadap orang Rumah Sakit yang mereka lihat di depannya walau bagian tersebut bukan yang menangani hal dalam pemberian informasi. Maka disini terjadi salah penerapan dalam tugas pokok dan fungsinya, kemungkinan buruk yang dapat terjadi adalah perbedaan dalam pemberian informasi, bahkan yang lebih, terjadinya kesalahan dalam pemberiannya atau informasi yang keliru, hal tersebut tentu saja akan memberikan dampak yang kurang baik untuk Rumah Sakit itu sendiri.

Tidak jarang telah ditemui kasus yang sejenis dalam permasalahan yang berbeda, kurang sinkronasinya antar masing-masing bagian dalam satu ruang lingkup kerja. Permasalahan ini timbul salah satunya karena kurang harmonisnya kerjasama sehingga menyebabkan komunikasi diantara mereka terbatas. Dan penyebab yang lain adalah kurangnya sosialisasi yang seharusnya disampaikan dengan real ke lapangan sehingga penjangkauan informasi dari lini-lini Rumah Sakit tidak maksimal, karena sosialisasi dianggap penting untuk mengetahui informasi atau kebijakan-kebijakan yang terbaru.

Pembahasan
Apakah hal tersebut harus dibiarkan terus? Tidak, semua hal tersebut tidak harus terjadi dan pengunjung tidak harus menikmati kesalahpahaman kecil itu. Penerapan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dari setiap lini harus tetap menjadi pegangan, ini untuk memilah-milah batasan-batasan dari tugasnya. Jika penerapan tersebut sudah berjalan dengan baik, juga harus diserasikan dengan kerjasama yang baik dengan bagian-bagian yang lain. Kurang harmonisnya kerjasama ini merupakan permasalahan yang sering terjadi dimanapun, karena kita hidup dalam kehidupan sosial yang menuntut kita untuk hidup dengan orang lain, apalagi ini adalah Rumah Sakit, tempat dimana disana terdapat orang banyak. Setiap individu yang terdapat dalam Rumah Sakit, dalam arti orang yang bekerja di dalamnya (karyawan) dituntut untuk dapat memaksimalkan pelayanannya. Salah satu contoh, dengan ada permasalahan pribadi yang ada dalam satu individu dengan individu yang lain. Hal tersebut seharusnya secepat mungkin untuk diselesaikan dan dinetralisir, agar hal tersebut tidak berlanjut dan memicu permasalahan yang lebih besar. Setelah semua permasalahan itu dapat dinetralisir, ini juga harus diiringi dengan pemberian sosialisasi yang baik kepada semua bagian untuk mencegah terjadinya kekeliruan yang sama sehingga keterbukaan akan muncul dan pelayanan pun akan sesuai dengan tujuan dan semua hal yang diharapkan pengunjung dan Rumah Sakit dapat tersampaikan.

Kesimpulan
Pada dasarnya semua lini dalam Rumah Sakit berbentuk kesinambungan sehingga antara bagian-bagian yang ada dalam Rumah Sakit saling terkait, dan apabila terjadi kesalahan di bagian yang satu, hal tersebut merupakan permasalahan bersama.

Maka dari itu, semua kerjasama harus dapat dijaga dengan penerapan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya agar tercapai sebuah ikatan kerjasama yang sistematik dan berkesinambungan.

Demikian makalah ini dibuat berdasarkan atas keadaan langsung yang terjadi di dalam ruang kerja yang terjadi dalam Rumah Sakit yang berkonsentrasi dalam bidang pelayanan. Dengan sebuah harapan besar permasalahan yang terjadi tersebut dapat menjadi bahan untuk menciptakan suasana yang harmonis dan serasi dengan tujuan yang ada dalam Visi dan Misi Rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *