KENDALA-KENDALA YANG TERJADI DALAM TEMPAT KERJA MTs-PSA HUSNUL HIDAYAH

By | Februari 21, 2009

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia
Dosen : MUH ROSYID, S.Pd.,M.M.Pd

Oleh : ALEX SUCIPTO
NIM : 070055476

I. PENDAHULUAN
MTs-PSA Husnul HIdayah adalah lembaga pendidikan formal dari Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Husnul Hidayah yang terletak di Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Pada bulan Nopember 2006 Pondok Pesantren Husnul Hidayah mengajukan permohonan melalui Dep.Ag Kebumen yang ditujukan kepada Dir.Jend Pendidikan dalam Departemen Agama Pusat Republik Indonesia. Guna mensejahterakan anak didik Bangsa Indonesia maka Pemerintah Indonesia melalui Deprtemen Agama Republik Indonesia. Dalam pengerjaan proyek MTs-PSA (Pesantren Satu Atap ini) Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Australia (AIBEP) dengan tujuan mengisi kelengkapan pendidikan dalam Pendidikan Pondok Pesantren untuk menciptakan genarasi yang lebih maju dan sejahtera yang mana nantinya akan lebih sempurna meneruskan Kesejahtraan Negara Indonesia dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan.
Setelah Proposal yang diajukan terekomendasi pada bulan Februari 2007, proyek pengerjaan sarana belajar mengajar MTs-PSA ini mulai digarap yang dibina secara langsung dengan PT.Adicipto Consultan dengan cara pemantauan secara langsung oleh konsultan bidang tekhnik sipil. dalam kurun waktu sekitar 8 bulan, pada akhir bulan Agustus 2007 proyek pengerjaan gedung ini telah selesai dekerjakan dan diakui secara langsung oleh Pemerintah Indonesia dengan direkomendasikanya SK oleh Bupati Kebumen (Hj. Rustriningsih). Pada tahun itu pula MTs-PSA ini telah mendapatkan 36 siswa yang akan mulai dididik dan dikembangkan bakatnya menjadi lebih potensi sebagai regenerasi Bangsa.
II. PERMASALAHAN
Didalam semua kegiatan atau pekerjaan di semua aspek pasti mengalami kendala yang mana kendala itu bukan untuk dihindari, melainkan bagaimana caranya menemukan cara untuk mengatasi masalah-masalah yang ada, dengan adanya masalah dalam semua pekerjaan itu selain menimbulkan kejenuhan juga mempunyai banyak sisi baiknya, antara lain; kita mendapatkan pengalaman dari pekerjaan yang kita lakukan Karen dengan adanya permasalahan kita dapat lebih hati-hati agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah berlalu diulangi kembali.
Merujuk kedalam Lembaga Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Satu Atap Husnul Hidayah tak luput pula dari berbagai permasalahan, namun dalam kesempatan kali ini saya akan menerangkan sekilas tentang permasalahan yang menyangkut dengan mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, yaitu masalah yang ada kaitannya dengan permasalahan sumber daya manusia yang ada di dalam lingkungan kerja Madrasah Tsanawiyah Pesantren Satu Atap Husnul Hidayah, Karangtanjung, Alian, Kebumen.
Permasalahan yang ada di dalam lingkungan Lembaga Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Satu Atap yaitu tentang kurang optimalnya kinerja daripada dewan guru beserta karyawan, hal ini disebabkan salah satunya pengalaman kerja yang belum ada sebelumnya dalam bidang pendidikan. Mulai dari penerapan system mengajar masing-masing guru, juga sampai dengan pengaturan administrasi kantor yang mana disini ditugaskan kepada masing-masing Tata Usaha.
Karena problema seperti itulah, tak sedikit dari para peserta didik yang merasa kurang puas dengan apa yang mereka harapkan, karena selain belajar di ruang kelas, mereka juga banyak berharap pelajaran yang mereka tempuh disertai praktek yang diadakan di luar kelas yang mana langsung berkesinambungan dengan alam tentunya. Namun, karena hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengalaman para guru juga disertai dengan kurangnya sarana pembelajaran yang ada yang dapat menunjang keaktifan pembelajaran. Dan juga, akibat dari kurang optimalnya tenaga kantor dalam hal ini Tata Usaha menyebabkan lambatnya admisnistrasi yang seharusnya sudah selesai dikerjakan, tetapi masih menunggu lama untuk pemyelesaian.
Selain itu, para tenaga kerja yang ada mulai dari dewan guru sampai dengan tenaga kantor, kektifan kerja dalam arti kedisiplinan pun kurang memuaskan, hal ini disebabkan karena lemahnya sistim sanksi atau teguran yang tegas dari pihak lembaga kepada para pelanggar. Sering terjadi pelanggaran kedisiplinan, seperti sering tidak tepat waktunya mengajar bahkan pula sering tidak mengisi jam mengajar oleh guru pada jam mengajar masing-masing. Akibanya, ketika mata pelajaran menemui kekosongan pengajar, maka yang terjadi adalah materi yang seharusnya sudah ditransfer ke peserta didik disertai penjelasan yang matang terbengkelai, bahkan yang sering terjadi malahan banyak siswa yang meninggalakan ruang belajar tanpa menghiraukan tugas sebagai siswa. Bilamana terjadi kurang kedisiplinan dalam staf kantor atau Tata Usaha, akibatnya adalah administrasi yang kurang rapi pengerjaanya karena bila mana pekerjaan dari tata usaha yang ada hari ini tidak diselesaikan, maka yang terjadi akan menumpuknya pekerjaan dikemudian hari. Bilamana hal ini sudah terjadi, maka pihak tata usaha merasa kewalahan dalam menangani pekerjaan yang terlampau menumpuk karena belum dikerjakan. Hal ini yang membuat petugas Tata Usaha merasa tertekan untuk menyelesaika tugas yang seharusnya sudah selesai. Yang akhirnya, pihak tata usaha merasa strees akan pekerjaannya dan penangannya adalah dengan seringnya bolos kerja.
Dalam penanganan kasus ini, pihak yayasan mengambil sikap dan tindakan ibarat memakan buah simalakama. Pernah pihak Yayasan mengesahkan keputusan tentang sanksi yang cukup memberatkan bagi pelanggar, yaitu setelah lebih dari tiga kali pelanggaran atau setelah pelanggar melebihi poin yang ditentukan, pihak Yayasan memberi sanksi kepada yang melanggar dengan cara pemotongan gaji atau tunjangan sebagaiamana itu adalah hak dari para guru dan karyawan. Namun, apa mau dikata, gaji yang diperoleh dari Lembaga Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Pesantren Satu Atap Husnul Hidayah kurang memuaskan, hal ini karena keterbatasan anggaran pemasukan yang diperoleh dari Lembaga Pendidikan non Negeri alias swasta. Biaya operasional guna menunjang pembelajaran hanya di topang dari iuran SOP (Sumbangan Operasional Siswa) dan juga dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sebanyak 36 siswa, sedangkan keseluruhan dewan guru beserta karyawan yang mengabdi berjumlah 22 orang.
Sangsi pelanggaran dengan cara pemotongan gaji tidak berjalan efektif, hal ini disebabkan karena bila sangsi ini terus dijalankan secara saklek, maka akibat yang terjadi adalah jenuhnya para pendidik dan staf yang diikuti dengan pengunduran diri sebagai tenaga kerja di Lembaga tersebut.
III. PENYELESAIAN
Untuk menangani beberapa kasus yang terjadi seperti apa yang dijelaskan diatas, maka langkah yang lebih afdol adalah sebagai berikut ;
1. langkah awal adalah rasa tanggung jawab yang tinggi dari masing-masing pihak atas amanat yang diberikan,
2. saling mengingatkan antara masing-masing guru dan karyawan bilamana menemui keganjalan dalam penyelesaian pekerjaan,
3. langkah yang ditempuh dari pihak Yayasan adalah bagaimana caranya menemukan solusi agar para guru dan karyawan merasa lega dan sejahtera sehingga seluruh pihak guru dan karyawan tumbuh rasa memiliki yang kuat dan juga diserta dengan rasa tanggung jawb yang maksimal.
4. Pihak yayasan mendukung aktif pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh seluruh dewan guru dan juga karyawan guna memperoleh bekal yang lebih matang.
IV. KESIMPULAN
Dimanapun, kapanpun, dan siapapun pasti akan menemui ketidakstabilan atau permasalahan kerja ditempat kerja. Hal ini tidak perlu dihindari melainkan untuk dihadapi yang mana dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam tempat kerja.
Penanganannya pun tidak begitu mudah, cara demi cara harus ditempuh guna menyelesaikan permasalahan yang ada dengan catatan efek samping yang ditimbulkan dari cara yang ditempuh lebih sedikit.
V. PENUTUP
Lembaga Pendidikan formal non Negeri Madrasah Tsanawiyah Pesantren Satu Atap Husnul Hidayah yang terletak di desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen adalah salah satu lembaga pendidikan yang baru lahir. Oleh karena itu, permasalahan pun masih sering terjadi. Telah disebutkan diatas berbagai macam permasalahan yang ada yang disertai dengan jalan keluar yang telah ditempuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *