“ KARTU BEROBAT PLASTIK ”

By | Februari 7, 2009

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah :
MANAJEMEN PERUBAHAN DAN INOVASI
Dosen : Muh. Rosyid, S.Pd., M.M. Pd.

Oleh :

OLEH : SUGIYONO
NIM : 070055564
e-mail :

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PUTRA BANGSA
KEBUMEN
2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya, saya bisa menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini.

Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah MANAGEMEN PERUBAHAN DAN INOVASI bagi mahasiswa pada program study Manajemen SI tahun akademik 2008 – 2009 semester gasal di STIE PUTRA BANGSA Kebumen.

Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan informasi dan referensi dalam penyusunan makalah ini :
1. Bapak selaku dosen pengajar mata kuliah Manajemen Perubahan dan Inovasi yang telah banyak memberikan bimbingan, bekal pengetahuan serta petunjuk sehingga kami bisa menyusun makalah ini walaupun masih jauh dari sempurna.
2. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dorongan moril sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini.

Akhirnya penulis mengharapkan agar makalah yang cukup sederhana ini bisa memberikan wacana dan manfaat bagi banyak pihak.

Kebumen, November 2008
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berkembangnya teknologi telah membawa dampak yang sangat berarti terhadap cara manusia melakukan kegiatan transaksi ekonnomi . Teknologi Informasi ( IT ) banyak sekali menyumbang berkembangnya perekonomian di jagad raya ini. Dalam bertransaksi manusia tidak perlu berhubungan secara langsung atau tatap muka tetapi dengan kecanggihan IT manuasia bisa melakukan berbagai macam transaksi dan berkomunikasi dengan para customer atau relasinya. Misalnya dalam transaksi pembelian, seseorang tidak perlu datang ke pasar atau lokasi dimana barang tersebut berada tetapi cukup melalui internet kita bisa melihat spesifikasinya, harga, cara membayar dan lain sebagainya. Dalam dunia perbank-kan, kita bisa menarik uang tunai melalui ATM dengan kartu yang terbuat dari bahan dasar plastic dan bisa membayar dengan kartu palstik di ATM. Compiler-compiler software telah banyak membawa beberapa keuntungan dalam hal efisiensi, keefektifan, dan keamanan data ( tergantung pemilik ).

Saat ini Rumah Sakit Umum Purbowangi dalam pembuatan kartu berobat masih menggunakan bahan dasar kertas belum menggunakan kartu plastic untuk transaksi pendaftaran walaupun dalam Biling System sudah menggunakan IT yang cukup memadai ( SIM RS ). Banyak sekali kelemahan – kelemahan dengan menggunakan kartu berobat yang terbuat dari bahan dasar kertas. Jaman terus berubah dan IT berkembang sangat cepat, Pelayanan yang baik terhadap pasien juga menjadi tuntutan masyarakat. RSU Purbowangi harus berani merubah kartu berobat dari bahan dasar kertas menjadi bahan dasar plastic.

B. Tujuan Perubahan Kartu Berobat Plastik

Tujuan dikembangkanya atau perubahan dari kartu berobat berbahan dasar kertas menjadi kartu berobat berbahan dasar plastic adalah agar supaya :
1. Tidak mudah rusak
2. Mudah dibawa kemana – mana ( masukan dompet )
3. Bentuknya kecil dan simple.
4. Biaya perawatan lebih murah
5. Memudahkan petugas pendaftran untuk mencari identitas pasien
6. Bergengsi.
7. Di Kebumen belum ada yang memakai program ini

Mudah-mudahan dengan dibuatkan kartu plastic ini sipemakai akan lebih memperhatikan terhadap kartu berobat, karena selama ini banyak sekali yang mengabaikan tidak membawa kartu saat berobat dengan berbagai alasan.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Kartu berobat rusak
Masyarakat yang berobat di Rumah Sakit Purbowangi berasal dari berbagai daerah dan golongan ekonomi yang berbeda pula. Pasien yang berobat di RSU Purbowangi sebagian besar berasal dari Kabupaten Kebumen, Banyumas dan Cilacap. Golongan ekonomi dari yang menengah keatas lebih sedikit ketimbang dari golongan social ekonomi menengah kebawah. Pasien kebanyakan dari Wilayah Barat Kabupaten Kebumen, Wilayah timur dari Kabupaten Banyumas dan Cilacap.

Masyarakat Sosial ekonomi menengah kebawah sangat mendominasi hunian rawat inap di RSU Purbowangi. Dalam pelayanan perawatan, tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang kesehatan di RSU Purbowangi tidak membeda – bedakan. Masyarakat yang masih lugu ( kebanyakan dari desa / pegunungan ) jarang sekali yang memperhatikan keutuhan kartu berobat. Pasien banyak yang mengatakan lupa membawa, kartunya sudah rusak, terburu – buru dan lain sebagainya.

Mungkin pasien akan memperhatikan kartu berobatnya apabila dibuatkan kartu berobat yang terbuat dari bahan dasar plastic. Pasien akan merasa senang dengan desain baru, seperti ATM, mudah disimpan di dompet, bisa dipamerkan kepada orang lain. Dalam kartu tersebut diberi peringatan bahwa setiap berobat kartu harus dibawa dan apabila hilang akan dikenakan sedikit biaya administrasi sebagai pengganti yang baru. Dengan demikian pasien maupun keluarga akan memperhatikan kertu tersebut. Biaya pembuatan kartu berobat yang terbuat dari bahan dasar kertas sebesar Rp. 1.500,- per kartu, sedangkan untuk kartu plastic memakan biaya sebesar Rp. 3.000,- per kartu akan tetapi tidak mudah rusak dan bisa dipakai untuk jangka panjang.

2. Hambatan Pendaftaran bila tidak membawa kartu berobat
Bagian pendaftaran akan sangat mudah dan cepat dalam mencari dokumen si pasien apabila membawa kartu berobat, walaupun dalam pendaftaran seluruh data pasien sudah tersimpan dalam database ( SIM RS ). Apabila pasien membawa kartu berobat akan memudahkan pasien sendiri dalam pelayanan, karena tidak terlalu banyak dimintai keterangan dalam proses pendaftaran. Jika pasien yang mendaftar banyak, tidak perlu antri berdiri di depan bagian pendaftaran tetapi bisa langsung duduk diruang tunggu dengan menitipkan sementara kartu berobatnya.

Pencarian data informasi untuk pasien sangat mudah, selain sudah masuk dalam database, dalam kartu plastic sudah diberi barcode yang sangat membantu dengan di scanner data sudah tampil dalam layar monitor computer. Tampilnya data pasien dalam monitor, petugas pendaftaran mengambil data rekam medis yang tersimpan dalam file kertas / backup fisik. Setelah data pasien sudah disiapkan lengkap, kartu berobat dikembalikan lagi ke pasien untuk disimpan kembali sambil menunggu dokter memeriksa.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan :
1. Kartu berobat yang terbuat dari bahan dasar kertas akan mudah rusak dan kurang diperhatikan oleh pasien.
2. Kartu berobat terbuat dari bahan dasar plastic mudah dibawa atau di masukan kedalam dompet.
3. Kartu berobat dengan bahan dasar plastic, harga sedikit mahal tetapi efisien dan utility-nya lebih besar.
4. Dengan membawa kartu berobat saat pasien berobat atau control ke dokter, pasien akan dilayani dengan cepat.

B. Saran
1. Kepada Manajemen RSU Purbowangi agar berani merubah kartu berobat berbahan dasar kertas menjadi kertu berobat berbahan dasar plastik.
2. Dipandang dari segi ekonomi cukup economis, efectif dan efisien.
3. Akan meningkatkan prestige RSU Purbowangi dari segi promosinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *