HAKIKAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS

By | September 25, 2009

RINGKASAN MODUL – I
HAKIKAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS
OLEH : POKJAR ALIAN, KEBUMEN

Kajian dalam modul I ini meliputi:
1. Pengertian PTK
2. Karakteristik PTK
3. Latar belakang munculnya PTK
4. Posisi PTK dalam penelitian
5. Manfaat dan keterbatasan PTK
6. Persyaratan PTK

KB I : PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PTK
A. PENGERTIAN PTK
Kata penelitian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris : research yang merupakan kegiatan puncak dari study untuk mengembangkan wawasannya dengan cara melakukan pencaharian/eksplorasi untuk menemukan jawaban, dari masalah yang menjadi bidang kajiannya.
Untuk melakukan itu maka ada seperangkat aturan dan langkah yang harus diikuti, ini yang disebut metode penelitian.
PTK merupakan terjemahan dari Classroom Action Research, yaitu satu action research yang dilakukan di kelas.Action Research/ penelitian tindakan oleh Carr dan Kammis disimpulkan bahwa penelitian tindakan merupakan penelitian di bidang sosial yang menggunakan refleksi diri sebagai metode utama, dilakukan oleh orang yang terlibat di dalamnya dan bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam berbagai efek.
a. Menurut Mills: penelitian tindakan sebagai “Systematic Inquiri” yang dilakukan oleh guru, KS/Konselor untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukan, meningkatkan persepsi dan mengembangkan “reflektive practice” untuk memperbaiki hasil belajar siswa.
Jadi PTK adalah: “Penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagi guru sehingga hasil belajar siswa meningkat.”
B. KARAKTRISTIK PTK
1. Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran diri guru bahwa praktik yang dilakukan selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan/perlu perbaikan dalam pembelajaran yang diprakarsai dari dalam diri guru sendiri bukan dari orang luar. Jadi, kepedulian guru terhadap kualitas pembelajaran merupakan awal dari munculnya masalah, yang perlu dicari jawabannya.
Kalau penelitian biasa ditandai dengan peneliti berasal dari luar lingkungan yang mempunyai masalah tersebut.

Contoh:
Hasil latihan hanya 40% dari jumlah siswa yang menguasai.
Pertanyaan guru sering tidak terjawab oleh siswa.
PR yang tidak pernah diselesaikan siswa.
Sekelompok siswa yang menentang peritah guru.
2. Self-reflection inquiri atau penelitian yang mengumpulkan data dari lapangan/objek/tempat lain sebagai responden.
Maka PTK mempersyaratkan guru mengumpulkan data prkatiknya sendiri melalui refleksi diri.
Ini berarti, guru mencoba mengingat kembali apa yang dikerjakannya di dalam kelas, apa dampak tindakan tersebut bagi siswa, lalu mencoba memikirkan mengapa dampaknya seperti itu. Sehingga menemukan kelemahan dan kekuatan dari tindakan yang dilakukan.
3. PTK dilakukan di dalam kelas, sehingga fokmus penelitian ini yaitu kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam berinteraksi.
4. PTK bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran dangan bertahap dan terus menerus, selama penelitian dilakukan, sampai di dapat hasil yang terbaik. Siklus PTK berpola : perencanaan-pelakasanaan-observasi-refleksi-revisi(perencanaan ulang).
Kunci Utama dalam Ptk adalah: adanya tindakan (action) yang dilakukan berulang-ulang untuk mencapai perbaikan yang diinginkan. Tindakan/action dilakukan oleh guru dan juga bisa meminta bantuan orang lain.
C. Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Kelas.
PTK termasuk salah satu jenis penelitian kelas karena penelitian dilakukan di dalam kelas.
Penelitian yang dapat didefinisikan sebagai penelitian yang dilakukan di dalam kelas, mencakup tidak hanya PTK, tetapi berbagai jenis penelitian.
Penelitian kelas yang terkenal adalah penelitian dengan menggunakan cara Flanders, yang mengamati proporsi berbicara antara guru dan siswa.
Contoh penelitian kelas misalnya:
Penelitian mengenai keefektifan salah satu metode mengajar.
D. Mengapa PTK Perlu dilakukan Oleh Guru?
Anggapan bahwa hasil-hasil penelitian pendidikan dapat dimanfaatkan oleh guru ternyata tidak seluruhnya benar. Seperti yang diungkapkan oleh Raka Joni, Kardiawarman dan Hadisubroto (1998), penelitian umumnya dilakukan oleh para pakar atau peneliti dari LPTK. Dari segi profesionalisme, penelitian kelas yang dilakukan oleh guru dipandang sebagai satu unjuk kerja seorang guru yang profesional karena Study Sistematik yang dilakukan terhadap diri sendiri dianggap sebagai tanda dari pekerjaan guru yang profesional.
Hopkins, 1993 mempunyai dua argumentasi
a. Guru yang baik perlu mempunyai otonomi dalam melakukan penilaian profesioal, sehingga sesunguhnya, ia tidak perlu diberitahu apa yang harus dikerjakan.
b. Ketidaktepatan paradigma penelitian tradisional dalam membantu guru memperbaiki kinerjanya dalam mengajar. Salah satu aspek yang tidak menguntungkan dari penelitian tradisional adalah temuan-temuannya yang sangat sulit diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas.
Dilihat dari sisi praktik pembelajaran di kelas, gurulah yang paling banyak pengalaman.
Dari segi praktik di kelas, orang yang paling tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di kelas adalah guru.
Dengan perkataan lain, guru dapat memperkirakan secara lebih tepat respons yang diberikan oleh siswa karena guru paham akan keunikan siswanya.
Faktor lain yang memperkuat alasan melakukan PTK adalah keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan pengembangan di sekolah, sehingga ia perlu mampu melakukan revieu terhadap kinerjanya sendiri.
Dengan pengalaman melaksanakan PTK, guru akan merasa lebih mantap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan inovatif.

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS

KB 2 : MANFAAT, KETERBATASAN DAN PERSYARATAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
A. MANFAAT PENELITIAN TINDAKAN KELAS.
Penelitian Tindakan Kelas mempunyai manfaat yang cukup besar bagi guru, pembelajaran maupun bagi sekolah.
1. Manfaat PTK bagi guru.
a. PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran.
Perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru karena sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Disamping itu hasil PTK yang diperoleh dapat disebarkan kepada teman sejawat, dan mau mencoba melakukan perbaikan bagi pembelajaran di kelasnya.
b. Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara professional karena dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Dengan kata lain guru mampu menunjukkan otonomnya sebagai pekerja profesional. Salah satu teman yang didengungkan dalam profesioanalisme mengajar adalah perubahan dari individualisme ke kolaborasi, serta dari supervisi ke monitoring, yang membawa dampak adanya perubahan relasi. Kolegial dan dari hubungan hierarkikal menjadi hubungan dalam tim.
Salah satu faktor menentukan perkembangan profesional bagi guru adalah kemampuan melakukan PTK atau kemampuan berperan sebagai peneliti di kelas sendiri. Sehingga guru mampu mengenal kelemahan dan kekuatan, kemudian ia mampu mengembangkan alternatif untuk mengatasi kelemahan.
c. PTK membuat guru percaya diri.
Guru yang mampu melakukan analisis terhadap kinerjanya sendiri di dalam kelas sehingga kemudian mengembangkan alternatif untuk mengatsi kelemahannya merupakan guru yang penuh percaya diri.
d. Melalui PTK guru dapat berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sendiri.
2. Manfaat PTK bagi perkembangan siswa.
Manfaat PTK adalah memperbaiki praktik pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki belajar siswa (Raka Joni, Kardiawarman dan Hadisubroto 1998) bila ada kesalahan berlanjut.
3. Manfaat PTK bagi sekolah.
Sekolah yang para gurunya terampil melaksanakan PTK tentu akan memperoleh manfaat.
Sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri para guru telah berhasil pula meningkatkan kualitas pendidikan untuk para siswa. Sekolah yang para gurunya sudah mampu membuat perubahan mempunyai kesempatan yang besar untuk berkembang pesat. Di samping itu pendekatan penelitian tindakan yang dilakukan di dalam kelas dapat dilaksanakan dalam pengelolaan kegiatan sekolah secara keseluruhan. Dalam konteks ini, PTK memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah, yang tercermin dari peningkatan kemampuan professional para guru, serta kondusifnya iklim pendidikan di sekolah.
B. KETERBATASAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS.
Ada dua keterbatasan dalam PTK, yaitu:
1. Validitas PTK.
Validitas yaitu kebenaran menurut bukti.
Validitas PTK masih sering dipertanyakan.
Missal: manipulasi yang dilakukan oleh guru dalam memberikan nilai, sebenarnya guru tidak memanipulasi nilai tetapi hanya ingin melakukan perbaikan hasil belajar.
2. Generalisasi
Generalisasi yaitu menarik kesimpulan berdasarkan beberapa peristiwa khusus/penyamarataan.
Hasil PTK tidak dapat digeneralisasikan karena hasil tersebut hanya terkait dengan siswa dalam kelas tertentu dan guru yang berperan sebagai pengajar dan peneliti.
C. KONDISI YANG DISYARATKAN DALAM PTK.
1. Sekolah harus memberikan kebebasan yang memadai bagi guru untuk melakukan PTK, berkolaborasi dengan teman guru lainnya, dapat secara bebas meminta bantuan untuk menjadi pengamat bagi kelasnya, dan bebas berdiskusi tentang kemajuan kelasnya.
2. Birokrasi dan hierarki organisasi di sekolah hendaknya diminimalkan.
3. Sekolah semestinya selalu mempertanyakan apa yang diinginkan bagi sekolahnya.
4. PTK mepersyaratkan keterbukaan dari semua staf sekolah untuk membahas masalah yang dihadapi tanpa rasa khawatir akan di cemoohkan.
5. Sikap Kepala Sekolah dan staf administrasi harus menunjang terjadinya pembaharuan.
6. Guru dan siswa harus mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.
7. Guru harus siap menghadapi konflik.

Category: UT

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *