BERBAGAI PERUBAHAN DI BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL (BTPN)

By | September 6, 2009

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Inovasi Dan Perubahan
Dosen : MUH. ROSYID, S.Pd. M.M.Pd.

Disusun oleh :
Nama : WIWI HASTUTI
NIM : 070055534
Semester : IVI
E-mail : wiwibtpn@yahoo.co.id

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ( STIE )
PUTRA BANGSA
PROGRAM STUDY MANAJEMEN ( S 1 )
KEBUMEN
2009

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberi kemampuan dan kekuatan bagi penulis untuk membuat makalah yang sangat sederhana ini, makalah ini berjudul “BERBAGAI PERUBAHAN DI BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL (BTPN)” makalah ini penulis ambil dari berbagai sumber baik internet, referensi buku dan pengalaman kerja dari Penulis sendiri yang bekerja sebagai karyawati Bank BTPN, oleh sebab itu makalah ini tidak semata-mata pendapat penulis sendiri, namun penulis mengambil dari berbagai sumber yang penulis rangkai dalam satu makalah.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Pengampu dalam mata kuliah MANAGEMEN PERUBAHAN DAN INOVASI, sebagai salah satu syarat mengikuti ujian mata kuliah tersebut.

Penulis mengucapkan terima kasih pada Bapak MUH. ROSYID, S.Pd., M.M.Pd selaku Dosen pengampu, yang telah banyak memberi bimbingan dan arahan sampai tersusunnya makalah ini, penulis sadar bahwa makalah ini belum sempurna, karena penulis hanya “copy paste” dari berbagai sumber, namun niat penulis adalah agar informasi tentang perubahan di Bank BTPN bisa diketahui oleh Bapak Dosen khususnya dan teman-teman mahasiswa pada umumnya.

Akhirnya pada semua pihak yang telah membantu tersusunnya makalah ini penulis ucapkan terima kasih dan bagi pihak yang kebetulan artikel dan atau tulisannya penulis kutip tanpa menyebutkan sumber aslinya kami mohon maaf karena penulis bukan bermaksud plagiat tapi semata-mata hanya meneruskan informasi dalam sebuah makalah, untuk itu penulis ucapkan terima kasih, jazakallah khairal jaza bijaza in aktsar, amin.

B A B I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) didirikan di Bandung pada 5 Februari 1958, yang awalnya bernama Bank Pegawai Pensiunan Militer (BAPEMIL) dengan status usaha sebagai badan perkumpulan yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya. BAPEMIL memiliki tujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi para pensiunan, baik angkatan bersenjata maupun sipil.
Berkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat maupun mitra usaha, pada tahun 1986 para anggota BAPEMIL membentuk PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dengan ijin usaha sebagai Bank Tabungan. Pada tahun 1993 status BTPN menjadi Bank Umum.
Tahun 2008 merupakan tahun penting bagi BTPN. Berbagai pengembangan dan pencapaian signifikan dilakukan. Pada 12 Maret 2008 BTPN sukses melakukan go public dengan melepas saham milik pemerintah c.q. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar 28,39%. Pada 14 Maret 2008, TPG Nusantara, S.a.r.l. mengakuisisi 71,6% saham BTPN, sehingga menjadi pemegang saham utama.
Selain terus mengembangkan bisnis inti di pangsa pasar pensiun yang telah menjadi tulang punggung selama 50 tahun, pada akhir 2008 BTPN telah mengembangkan usahanya di pangsa pasar Usaha Mikro Kecil dan Unit Usaha Syariah, dengan membuka 46 cabang btpn l mitra usaha rakyat di seluruh Indonesia dan 2 Cabang Syariah di Bandung dan Jakarta.
Kini, BTPN dikenal sebagai bank publik skala menengah bereputasi prima dan salah satu bank dengan kinerja keuangan terbaik di Indonesia, yang telah meraih berbagai pengakuan dalam bentuk penghargaan dari lembaga-lembaga terkemuka dan terpercaya.
Tahun 2008 adalah tahun yang penuh dengan perubahan penting bagi BTPN seiring dengan masuknya pemegang saham dan tim manajemen baru. Tahun 2008 juga merupakan awal dimulainya ekspansi bisnis ke sektor Usaha Mikro Kecil untuk melengkapi bisnis pensiun yang telah lama menjadi satu-satunya fokus bisnis BTPN.
BANK BTPN mendukung kebutuhan bisnis dengan membangun proses dan tim rekruitmen yang mempunyai kemampuan untuk merekrut karyawan dalam jumlah besar dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam waktu yang singkat. Dengan kemampuan organisasi seperti ini, BTPN berhasil merekrut lebih dari 1.100 karyawan baru selama kuartal terakhir tahun 2008.
Tantangan lain yang tidak kalah urgensinya adalah membenahi infrastruktur dasar SDM yang mencakup pengkinian database karyawan, pengembangan kebijakan dan prosedur operasional serta pembenahan sistem informasi sumber daya manusia.
Selain menanggapai kebutuhan yang mendesak, selama tahun 2008 BTPN telah pula melakukan berbagai inisiatif dengan tujuan 1) menyelaraskan organisasi dan strategi bisnis, 2) mengembangkan budaya organisasi yang berbasis kinerja, dan 3) menyiapkan karyawan menghadapi perubahan dan meningkatkan kompetisi.
Proses penyelarasan struktur organisasi dengan strategi bisnis dimulai dengan perubahan struktur organisasi, dilanjutkan dengan evaluasi job grading untuk memastikan terjadinya kesetaraan internal agar rasa keadilan karyawan terpenuhi, dan kesetaraan eksternal agar dapat menarik talenta-talenta handal.
Pengembangan budaya organisasi berbasis kinerja dimulai dengan penyelarasan sistem remunerasi BTPN dengan kondisi pasar terkini. Hal ini dilakukan dengan berbartisipasi dalam survei renumerasi secara reguler, dimana untuk tahun 2008 BTPN berpartisipasi dalam survei renumerasi Watson Wyatt pada bulan Oktober.
Dalam upaya mempersiapkan karyawan menghadapi berbagai perubahan dan meningkatkan kompetensi, kami mendirikan BTPN Learning Institute pada bulan September 2008. Program pelatihan dan pengembangan BTPN Learning Institute mencakup pelatihan Business, Leadership & Management, Operations, Support Functions serta Personal Development.
Pertengahan tahun 2008 BTPN meluncurkan program pelatihan 7 Habbit of Highly Effective People and Leading at the Speed of Trust kepada para eksekutif BTPN, bekerja sama dengan Dunamis Organizations Services mewakili Franklin Covey Leadership Center.
Pelatihan ini bertujuan membangun kemampuan kepemimpinan personal dan interpersonal sehingga sebagai pemimpin di BTPN dapat menjadi panutan dan mampu bertindak berdasarkan prinsip dan nilai-nilai yang berlaku secara universal. Selain itu para peserta diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling percaya baik dari tingkat bawahan, teman sekerja maupun atasan.
Dengan demikian para eksekutif BTPN tidak hanya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, tetapi dapat menjadi “agents of change” bagi BTPN.
Sepanjang tahun 2008 BTPN Learning Institute telah melaksanakan 31.525 hari pelatihan, dengan rata-rata jam pelatihan mencapai 47 jam/karyawan dengan rata-rata investasi pelatihan sebesar Rp 4,6 juta/karyawan, meningkat dibandingkan angka tahun sebelumnya sebesar 22 jam/karyawan dan Rp 4,3 juta/karyawan. Pelatihan di atas sebanyak 19.386 hari pelatihan untuk mendukung pengembangan karyawan di bisnis pensiun dan unit-unit pendukung serta 12.139 hari pelatihan untuk pengembangan bisnis btpn mitra usaha rakyat, dimana sebagian besar programnya adalah program pelatihan bagi karyawan baru (induction program).
2. Permasalahan
Permasalahan seiring dengan berkembangnya bisinis perbankan seiring itu pula BANK BTPN terus berubah baik perubahan manajemen, perubahan pemegang saham, perubahan pangsa pasar juga perubahan dimulainya ekspansi bisnis ke sektor Usaha Mikro Kecil untuk melengkapi bisnis pensiun yang telah lama menjadi satu-satunya fokus bisnis BTPN. Dari berbagai perubahan itulah, penulis ingin mengemukakan sudah sejauh mana perubahan-perubahan tersebut telah dilaksanakan oleh BANK BTPN.

BAB II
PEMECAHAN PERMASALAHAN
I. Berbagai perubahan yang telah dilaksanakan Bank BTPN.
A. Managemen.
Perkembangan dunia usaha pada lingkup perbankan semakin meluas yang diikuti oleh semakin banyaknya risiko-risiko yang harus di tangani oleh Bank. Seiring dengan kondisi eksternal perbankan yang makin diresahkan oleh risiko yang mengancam, Bank Indonesia melalui peraturan no 5/8/PBI/2003 mewajibkan kepada setiap bank untuk memiliki sistem manajemen risiko di tempatnya. Bank BTPN dalam sasaran jangka pendek 2006-2008 ingin menjadi bank ritel yang memiliki kekuatan secara finanial, modal dan manajemen untuk menunjang penerapan manajemen risiko (Basel II) yang sesuai dengan regulasi Bank Indonesia.

Semenjak tahun 2005, BTPN telah melakukan beberapa proses penerapan manajemen risiko dan masih berjalan hingga sekarang. Diantaranya adalah pembentukan Komite Manajemen Risiko, perubahan struktur organisasi, pembentukan Komite Audit serta Komite Pengendalian Risiko. Keberadaan dari manajemen risiko yang telah ada di BTPN (Aditya Prabowo School of Business and Management)
B. Pemegang Saham
Tahun 2008 adalah tahun yang penuh dengan perubahan penting bagi BTPN seiring dengan masuknya pemegang saham dan tim manajemen baru. Tahun 2008 juga merupakan awal dimulainya ekspansi bisnis ke sektor Usaha Mikro Kecil untuk melengkapi bisnis pensiun yang telah lama menjadi satu-satunya fokus bisnis BTPN.
BANK BTPN mendukung kebutuhan bisnis dengan membangun proses dan tim rekruitmen yang mempunyai kemampuan untuk merekrut karyawan dalam jumlah besar dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam waktu yang singkat. Dengan kemampuan organisasi seperti ini, BTPN berhasil merekrut lebih dari 1.100 karyawan baru selama kuartal terakhir tahun 2008.
C. Pangsa Pasar
BTPN telah melayani nasabah pensiunan selama lebih dari 51 tahun. Mulai akhir 2008 BTPN memperluas fokus bisnisnya ke pangsa pasar usaha mikro & kecil (UMK) dengan meluncurkan BTPN Mitra Usaha Rakyat (BTPN MUR). Per 31 Maret 2009, cabang BTPN MUR telah tumbuh menjadi 107 cabang, sehingga keseluruhan jaringan kantor cabang BTPN menjadi 540, dengan penambahan karyawan baru yang mencapai 2.200 orang selama enam bulan terakhir ini.

Baru-baru ini, BTPN juga berhasil meraih penghargaan Banking Efficiency Award dari Bisnis Indonesia, dimana BTPN merupakan bank yang paling efisien untuk kategori bank dengan aset Rp10-50 triliun.(Ken/Ant)
D. Karir Karyawan.
Dalam upaya mempersiapkan karyawan menghadapi berbagai perubahan dan meningkatkan kompetensi, kami mendirikan BTPN Learning Institute pada bulan September 2008. Program pelatihan dan pengembangan BTPN Learning Institute mencakup pelatihan Business, Leadership & Management, Operations, Support Functions serta Personal Development.
Pertengahan tahun 2008 BTPN meluncurkan program pelatihan 7 Habbit of Highly Effective People and Leading at the Speed of Trust kepada para eksekutif BTPN, bekerja sama dengan Dunamis Organizations Services mewakili Franklin Covey Leadership Center.
Pelatihan ini bertujuan membangun kemampuan kepemimpinan personal dan interpersonal sehingga sebagai pemimpin di BTPN dapat menjadi panutan dan mampu bertindak berdasarkan prinsip dan nilai-nilai yang berlaku secara universal. Selain itu para peserta diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling percaya baik dari tingkat bawahan, teman sekerja maupun atasan.
Dengan demikian para eksekutif BTPN tidak hanya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi, tetapi dapat menjadi “agents of change” bagi BTPN.
Sepanjang tahun 2008 BTPN Learning Institute telah melaksanakan 31.525 hari pelatihan, dengan rata-rata jam pelatihan mencapai 47 jam/karyawan dengan rata-rata investasi pelatihan sebesar Rp 4,6 juta/karyawan, meningkat dibandingkan angka tahun sebelumnya sebesar 22 jam/karyawan dan Rp 4,3 juta/karyawan. Pelatihan di atas sebanyak 19.386 hari pelatihan untuk mendukung pengembangan karyawan di bisnis pensiun dan unit-unit pendukung serta 12.139 hari pelatihan untuk pengembangan bisnis btpn mitra usaha rakyat, dimana sebagian besar programnya adalah program pelatihan bagi karyawan baru (induction program). Wallahu ‘alam bisowab,

BAB III
PENUTUP
Penulis hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan juga sebagai karyawati Bank BTPN, sebagai seorang mahasiswa sudah barang tentu haus dengan berbagai ilmu pengetahuan, oleh sebab itu, ketika bapak dosen pengampu memberi tugas pada penulis untuk membuat makalah yang berjudul perubahan di tempat kerja masing-masing mahasiswa, maka kesempatan ini penulis gunakan untuk berburu informasi tentang perubahan di Bank BTPN, perubahan ini sudah barang tentu perubahan yang positif, sebagai karyawati Bank BTPN tentunya referensi pertama dan utama yang penulis kutip adalah informasi resmi dari web site Bank BTPN.
Akhirnya penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, walaupun penulis sendiri sudah berusaha untuk berusaha sebaik mungkin, namun sebagai mahasiswa dan sekaligus sebagai karyawati sudah barang tentu waktunya sudah tersita banyak dalam pekerjaan, oleh sebab itu inilah kemampuan penulis yang paling optimal dalam penulisan makalah ini, semoga ada manfaatnya, amin.
Adapun simpulan dari makalah ini sebagai berikut :
1. Bank BTPN dari sejak berdirinya sampai sekarang telah banyak perubahan, yang meliputi, managemen, pangsa pasar, pemegang saham dan karir karyawan.
2. Bank BTPN akan terus berubah demi kebaikan, berkembang demi memudahkan pelayanan dan tetap konsisten melayani masyarakat umum, baik pensiunan ataupun dunia usaha lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *