BAGAIMANA MENGENALI DIRI

By | Juni 7, 2010

PENGENALAN DIRI

Profesi apa pun yang dipilih seseorang pasti menuntut tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Demikian pula dengan profesi Pengawas Pendidikan. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun2007 Tentang Standar Kompetensi Sekolah/madrasah dinyatakan bahwa seorang pengawas satuan pendidikan memiliki tugas (1) melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dan (2) meningkatkan kualitas proses belajar mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bim- bingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Dari uraian tugas tersebut jelas bahwa untuk mencapai tujuan yang diharapkan, para pengawas satuan pendidikan harus memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain (dalam hal ini kepala sekolah, guru, dan staf sekolah) dan mampu memotivasi mereka untuk terus maju dan berubah ke arah lebih baik.
Akan tetapi, berhubungan dengan orang lain dan mendorong mereka untuk berubah bukanlah sesuatu yang mudah. Pernahkan kita merenungkan, mengapa seseorang memberikan respons yang berbeda dengan orang lain padahal kita menyatakan hal yang sama dan dengan cara yang sama pula kepada mereka? Alasan yang paling mendasar adalah bahwa tiap manusia memiliki tipe kepribadian yang berbeda, dan setiap tipe kepribadian memiliki prioritas yang berbeda pula, baik dalam bertindak, berinteraksi, maupun bereaksi terhadap orang lain. Karena adanya perbedaan inilah, maka para pengawas satuan pendidikan perlu memiliki bekal untuk mengenali berbagai karakteristik kepribadian, baik karakteristik kepribadian dirinya sendiri maupun orang lain, sehingga bisa menjalin hubungan dengan baik untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan.

A. Tipe-tipe Kepribadian
Menurut William Marston, tipe kepribadian seseorang dapat diketahui berdasarkan observasi terhadap pola perilaku yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri atas tipe dominant, inspiring, supportive, dan cautious. Tiap tipe kepribadian tersebut menggambarkan paduan dari dimensi gaya hubungan dengan orang lain, yaitu peramah (outgoing) atau pendiam (reserved) dan dimensi prioritas, yaitu berorientasi terhadap tugas (task-oriented) atau berorientasi terhadap orang (people-oriented). Hal ini divisualisasikan dalam gambar 2.1. di bawah ini:
OUTGOING
TASK ORIENTED D I PEOPLE ORIENTED
C S
RESERVED

Gambar 2.1. Paduan Gaya Hubungan yang Menunjukkan Tipe Kepribadian

 Tipe D (Dominant) merupakan perpaduan Outgoing dan Task-oriented.
 Tipe I (Inspiring) merupakan perpaduan Outgoing dan People-oriented
 Tipe S (Supportive) merupakan perpaduan Reserved dan People-oriented
 Tipe C (Cautious) merupakan perpaduan Reserved dan Task-oriented
Rincian karakteristik dari tiap-tiap tipe kepribadian tersebut adalah sebagai berikut:
A. TIPE “DOMINANT”
Kata-kata penjelas Dominan (dominant), pengatur (direct), penuntut/banyak permintaan (demanding), tegas (decisive), tekun (determined), pelaku (doer)
Mind-set Lakukan! Wujudkan! Raih kemenangan! Hasil!
Hal yang disukai Kegiatan, Kompetisi, Kerja keras, Melakukan sesuatu, Tantangan, Mendapatkan hasil, Menjadi pimpinan, Menyelesaikan tugas-tugas
Mereka adalah orang yang Goal-oriented, tidak mudah puas, percaya diri, tabah, tekun, menyadari pentingnya prestasi
Dimotivasi oleh Tantangan, pilihan, pengendalian
Lingkungan yang dibutuhkan Kebebasan, kewenangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang
Gaya komunikasi Komunikasi lugas/terus terang
Kelemahan Kurang sensitif terhadap orang lain, kurang bisa santai, kurang sabar.

B. TIPE “INSPIRING”
Kata-kata penjelas Bersemangat (inspiring), berpengaruh (influencing), penting (important), interaktif (interactive), mengesankan (impressive), berminat pada hubungan dengan orang lain (interrested in people)
Mind-set Jadi bintang pertunjukan; bersenang-senang dan gembira!
Hal yang disukai Mempengaruhi orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang tertawa, melakukan banyak hal/kegiatan, berbincang-bincang dengan orang lain, prestise, dipandang penting.
Mereka adalah orang yang Banyak bicara, pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung membesar-besarkan, mudah gembira, senang menonton.
Dimotivasi oleh Penghargaan, persetujuan, popularitas
Lingkungan yang dibutuhkan Prestise, hubungan persahabatan, kesempatan untuk mempengaruhi orang lain, Kesempatan untuk mengilhami orang lain, kesempatan untuk mengemukakan ide.
Gaya komunikasi Bersahabat dan komunikasi informal
Kelemahan Kurang bisa mengelola waktu, kurang realistis, kurang mendengarkan orang lain, kurang memperhatikan penyelesaian tugas

C. TIPE “SUPPORTIVE”
Kata-kata penjelas Pendukung (supportive), kokoh (steady), tabah/teguh hati (stable), ramah (sweet), peka (sensitive), sentimentil (sentimental)
Mind-set Netral. Bergaullah dengan semua orang. Tidak ada konflik.
Hal yang disukai Perdamaian, harmoni, ketenteraman hati, kelompok persahabatan, kerja tim, menolong orang lain, kerjasama.
Mereka adalah orang yang Beorientasi kelompok (team-oriented), bersahabat, kooperatif, teman setia, peka terhadap kebutuhan orang lain, mau memahami dan menerima orang lain
Dimotivasi oleh Keamanan, penghargaan, kepastian/jaminan (Assurance)
Lingkungan yang dibutuhkan Wilayah khusus (specialization), identifikasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan, situasi yang stabil, lingkungan yang konsisten
Gaya komunikasi Komunikasi yag hangat, terbuka, tulus.
Kelemahan Sulit bila harus menghadapi perubahan, tidak mampu mengatakan “Tidak”, sulit bertindak bebas/independen

D. TIPE “CAUTIOUS”
Kata-kata penjelas Hati-hati (cautious), penuh perhitungan (calculating), mampu (competent), konsisten (consistent), pemikir (contemplative), teliti (careful)
Mind-set Kerjakan sesuatu dengan benar dan sempurna. Apa rencananya? Sudahkah mempertimbangkan segala sesuatunya? Apa tujuan sesungguhnya? Mengapa?
Hal yang disukai Konsistensi, kerja hebat, mengerjakan dengan tepat, informasi/data, nilai (value), kualitas, segala sesuatu berjalan dengan benar, ada perencanaan, prosedur, kejujuran.
Mereka adalah orang yang Berorientasi pada prosedur (procedure-oriented), mengabdikan diri pada tugas, terfokus pada detail, logis, akurat, menaruh rasa hormat (respectful)
Dimotivasi oleh Jawaban berkualitas, keunggulan, nilai (value)
Lingkungan yang dibutuhkan Tugas yang ditentukan dengan jelas, sumber daya dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas, bebas untuk mengajukan pertanyaan, resiko terbatas, tugas yang membutuhkan perencanaan dan ketepatan
Gaya komunikasi Komunikasi yang logis, tepat, dan detail.
Kelemahan Analisis berlebihan (over-analizyng), kurang mampu menepati deadline, perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan, kurang memperhatikan pentingnya perasaan orang lain.

B. Cara Membina Hubungan Yang Lebih Baik
Bila sudah mengenali tipe kepribadian diri sendiri, kita bisa mencoba untuk mengenali tipe kepribadian para kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya. Dengan demikian, kita akan bisa menentukan bagaimana cara berinteraksi yang lebih baik dengan mereka. Hal ini akan memudahkan kita dalam menjalankan tugas sebagai pengawas satuan pendidikan. Agar mudah dalam berinteraksi dengan para kepala sekolah, guru, dan staf sekolah lainnya, marilah kita pahami Pedoman untuk menjalin hubungan yang lebih baik berdasarkan tipe kepribadian orang yang berinteraksi.
Pedoman Untuk Membina Hubungan Yang Lebih Baik
A. TIPE “DOMINANT”
Berhubungan dengan orang yang memiliki tipe Keuntungan, Kesulitan, dan Strategi Hubungan
Dominant
(D) Keuntungan :
Cita-cita, kebanggaan, dan keinginan untuk mencapai tujuan akan menjadi sangat positif dan saling menguatkan
Kesulitan :
Kekuatan untuk saling bersaing merupakan tantangan yang sangat besar. Kita maupun orang ini sama-sama tidak mau mundur atau menyerah atau berkompromi.
Strategi :
Jangan memaksakan persoalan. Biarkan orang ini memiliki beberapa pilihan, pengendalian, dan kewenangan. Jangan beradu argumen atau memberikan ultimatum. Arahkan pada pekerjaan (business)
Inspiring
(I) Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini adalah orang-orang yang bergerak cepat. Orang ini ingin menyenangkan kita dan mengikuti kepemimpinan kita.
Kesulitan :
Kita yang terfokus pada penyelesaian tugas bisa bertentangan dengan orang ini, yang ingin bersenang-senang dan berprinsip “biarkan hidup berjalan apa adanya”. Orang ini tidak mampu mendukung kita dalam penyelesaian tugas. Orang ini lebih terfokus pada orang daripada tugas.
Strategi :
Sadarilah bahwa orang ini tidak biasa terfokus pada satu hal, melainkan pada banyak hal. Bantulah orang ini (Inspiring people) dalam menyelesaikan tugas dengan cara BEKERJA BERSAMANYA. Jadikan segala sesuatu MENYENANGKAN. Biarkan ia berbicara dan bersosialisasi. Kita harus berlega hati mengekspresikan persetujuan kita kepadanya. Terimalah ekspresi emosi/ perasaannya.
Supportive
(S) Keuntungan :
Kita senang memimpin, dan orang ini senang mengikuti dan menolong. Orang yang supportive akan merasa aman selama kita menampilkan perilaku yang terkendali dan stabil.
Kesulitan :
Jika kita terlalu keras, orang ini akan merasa terintimidasi dan menganggapnya sebagai persoalan pribadi. Kita bisa salah paham, menganggap kelembutan hatinya sebagai “lemah”, Hal ini bisa menyakiti hatinya dan ia merasa ditolak. Jangan lupa bahwa ia adalah seorang yang people-oriented dan ia cenderung “bergerak lambat”
Strategi :
Sabarlah. Uraikanlah segala sesuatu secara rinci dan tahap demi tahap dalam menyelesaikan tugas. Komunikasikan hal ini dengan tenang dan cara yang lembut. Rileks, jangan menekan. Sering-seringlah mengekspresikan penghargaan. Jangan lupa pula untuk bersikap tulus.
Cautious
(C)
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini terfokus pada tugas dan senang bekerja secara independen. Dengan perhatian orang ini pada detail, kita dapat menyelesaikan banyak tugas bersama-sama.
Kesulitan :
Kita cenderung bergerak cepat sedangkan orang ini sangat banyak pertimbangan. Kita ingin segala sesuatu dikerjakan sekarang, sedangkan orang ini ingin segala sesuatu dikerjakan dengan benar. Keinginan kita untuk mengendalikan sesuatu bisa jadi membuatnya merasa kecil hati karena orang ini tidak tahan dengan tekanan.
Strategi :
Jangan tergesa-gesa atau menekan orang ini. Juga jangan mengkritiknya. Sabarlah, dan berilah ia waktu untuk membuat keputusan. Relakan hati kita menjawab pertanyaan-pertanyaannya dan menjawabnya dengan cara sopan. Jangan berharap bahwa orang ini mau mengambil resiko seperti kita.

HAL YANG PERLU DIINGAT OLEH TIPE DOMINANT:
Setiap orang itu penting. Janganlah terlalu menekan orang lain. Biarkan mereka bekerja sesuai dengan kecepatannya.

B. TIPE “INSPIRING”
Berhubungan dengan orang yang memiliki tipe Keuntungan, Kesulitan, dan Strategi Hubungan
Dominant
(D) Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini sama-sama ramah dan didorong oleh kegiatan, serta senang dengan kemenangan. Kita boleh merasa bangga dengan kekuatan dan prestasi orang ini.
Kesulitan :
Kita mungkin melihat orang ini terlalu mengendalikan, sementara kita seorang yang permisif. Kita lebih sosial, sedangkan orang ini lebih mengutamakan tugas
Strategi :
Harus kita pahami bahwa orang ini berorientasi pada arah dan hasil. Jadi, kita juga harus mencoba lebih terarah dan mencapai tujuan bersama-sama. Kita tak perlu takut dengan pertentangan, dan jangan sampai menjadikan pertentangan itu sebagai masalah pribadi. Kita harus mau bekerja dahulu, baru kemudian bersenang-senang.
Inspiring
(I) Keuntungan :
Kita dan orang ini sama-sama orang yang bersemangat dan menikmati kebersamaan dengan orang lain, suka bersenang-senang, serta cenderung mudah memaafkan.
Kesulitan :
Baik kita maupun orang ini cenderung emosional dan mungkin saling bersaing untuk mendapatkan perhatian. Selain itu juga impulsif, dan hal ini merupakan tantangan bagi pelaksanaan tanggung jawab dan bertahannya keteraturan.
Strategi :
Kita perlu ingat untuk mendengar orang lain karena dia pun sama seperti kita, senang berbicara banyak. Pada saat mengerjakan tugas penting, jagalah agar masing-masing tetap bertanggung jawab dan jelas pula siapa bertanggung jawab tentang apa. Kita juga perlu memberikan pengakuan yang tulus terhadap kemampuan, ide, dan kontribusi orang ini.
Supportive
(S) Keuntungan :
Kita dan orang ini adalah orang yang people-oriented. Kita senang berbicara sedangkan orang ini senang mendengarkan. Kita maupun orang ini cenderung untuk bisa bergaul dengan baik.
Kesulitan :
Sebagian besar tantangan berhubungan dengan kecepatan. Kita senang segala sesuatu yang berjalan dengan cepat, bersemangat, spontan, dan berenergi, sedagkan orang ini senang segala sesuatu berjalan dengan tenang, perlahan, dan dapat diprediksikan.
Strategi :
Kita harus memperlambat pendekatan kita dan menurunkan sedikit kobaran semangat kita. Kita juga harus tulus dengan penghargaan dan pujian kita. Jangan sampai kita mempermalukan ia di depan umum. Kita perlu memberikan waktu padanya untuk tertarik dan terbuka pada kita.
Cautious
(C)
Keuntungan :
Kekuatan kita yang berlawanan dengan orang ini merupakan penyeimbang yang baik bagi kelemahan masing-masing. Kita bisa belajar dari sifat analitis orang ini, sedangkan orang ini bisa belajar untuk tidak terlalu serius dalam menghadapi segala hal serta belajar untuk lebih menikmati kesenangan.
Kesulitan :
Perbedaan di antara kita dengan orang ini bisa menimbulkan salah pengertian. Kita senang berbicara dan bersama orang lain, sedangkan orang ini lebih menyukai saat-saat bersendiri.
Strategi :
Kita harus menurunkanlah reaksi emosional kita, mencoba untuk lebih memperhatikan fakta-fakta dan objektif, khususnya dalam menghadapi konflik. Jangan sampai kita menyuruh dan mendesak orang ini untuk terburu-buru. Kita harus mencoba untuk spesifik dalam berkomunikasi, dan meminta orang ini untuk berbicara dan melakukan segala sesuatu secara harfiah.
HAL YANG PERLU DIINGAT OLEH TIPE INSPIRING:
Belajar itu penting. Tugas harus diselesaikan. Tetaplah fokus.

C. TIPE “SUPPORTIVE”
Berhubungan dengan orang yang memiliki tipe Keuntungan, Kesulitan, dan Strategi Hubungan
Dominant
(D) Keuntungan :
Kita adalah seorang pendukung dan pemberi semangat yang hebat bagi orang ini, orang yang selalu berusaha untuk meraih prestasi dan menggunakan kepemimpinan.
Kesulitan :
Orang ini bisa membuat kita kelelahan dengan tindakannya yang selalu mengendalikan dan meminta pelaksanaan tugas segera. Kita senang rileks dan “bergerak” perlahan, tapi orang ini melakukan segala sesuatu seolah-olah dalam keadaan mendesak. Kita bisa jadi stres, sementara orang ini bisa jadi tidak sabar.
Strategi :
Jangan menganggap sebagai masalah pribadi bila orang ini mengambil tindakan tanpa kita. Cobalah lebih tabah dan result-oriented dengan orang ini. Coba pula untuk lebih terarah, tegas, dan berorientasi tindakan bila bekerja sama dengan orang ini.
Inspiring
(I) Keuntungan :
Kita maupun orang ini cenderung untuk bisa bergaul dengan baik karena sama-sama people-oriented, dan saling memberikan pujian dan penghargaan yang dibutuhkan untuk merasa nyaman tentang diri sendiri.
Kesulitan :
Kesulitan terbesar adalah dalam menjaga “kecepatan” orang ini. Orang ini menyukai semangat dan kegiatan, sedangkan kita lebih tenang dan lambat. Orang ini memiliki lingkup sosial yang besar, dan kita merasa kewalahan dibuatnya.
Strategi :
Kita perlu mencoba lebih ramah/bersahabat dan enerjik dengan orang ini. Orang ini sangat impulsif. Kita harus berhati-hati untuk tidak membiarkan orang ini menyuruh kita melakukan sesuatu. Buatlah beberapa batasan, dan jangan merasa tertekan dengan energinya. Harus kita sadari bahwa ia orang yang bergaul dalam lingkup sosial yang besar, sehingga kita tidak perlu menganggap sebagai masalah pribadi bila perhatiannya pada kita hanya sedikit.
Supportive
(S) Keuntungan :
Kita maupun orang ini sudah biasa dan menikmati kebersamaan dengan orang lain, menyukai keadaan rileks dan suasana yang pribadi.
Kesulitan :
Tantangan terbesar adalah dalam hal komunikasi. Baik kita maupun orang ini saling berbicara tidak secara langsung dan tidak secara tegas mengatakan apa yang kita masing-masing inginkan. Kita maupun orang ini sama-sama tidak senang membuat keputusan yang sulit. Kita maupun orang ini tidak menyukai konflik atau ketegangan, sehingga menghindari membicarakan isu-isu yang tidak menyenangkan.
Strategi :
Yang perlu kita lakukan adalah mencoba untuk lebih mengambil inisiatif dan ketegasan, menyadari bahwa beberapa konflik dan perubahan itu sehat, mencobal untuk memahami bagaimana orang lain merasa, dan mencoba untuk jujur menyatakan perasaan kita. Jangan sampai kita menyembunyikan perasaan tersakiti. Kita juga sebaiknya mendiskusikan berbagai isu dan perasaan.
Cautious
(C)
Keuntungan :
Baik kita maupun orang ini sama-sama “bergerak lambat”, tak ada yang terdorong untuk tergesa-gesa, dan lebih suka menghindari konflik. Kita dan orang ini bisa menikmati kebersamaan tanpa banyak percakapan.
Kesulitan :
Kita cenderung sensitif, sedangkan orang ini cenderung kritis. Sifat feeling-oriented kita bisa bertentangan dengan sifat logic-oriented orang ini. Kita ingin hubungan yang hangat, namun orang ini lebih “dingin”.
Strategi :
Jangan sampai kita menjadikan pertanyaan dan kritik orang ini sebagai masalah pribadi. Orang ini senang berpikir secara mendalam dan menganalisis segala sesuatu. Kita harus mencoba untuk memberikan jawaban yang mendalam pula. Jangan memaksakan orang ini kedalam ketertutupan. Sadarilah bahwa orang ini lebih task-oriented daripada people-oriented, sehingga ia tidak akan sehangat atau sesensitif kita.
HAL YANG PERLU DIINGAT OLEH TIPE SUPPORTIVE:
Tak masalah untuk mengatakan “Tidak”. Yakinlah dengan keputusan kita. Cobalah lebih percaya diri.

D. TIPE “CAUTIOUS”
Berhubungan dengan orang yang memiliki tipe Keuntungan, Kesulitan, dan Strategi Hubungan
Dominant
(D) Keuntungan :
Kita dan orang ini memiliki kecenderungan yang sama yaitu menyelesaikan tugas. Bila memiliki tujuan yang sama, maka kita dan orang ini akan bisa menjadi tim yang efektif.
Kesulitan :
Kesulitan akan muncul bila kita dan orang ini menggunakan pendekatan yang berbeda dalam penyelesaian tugas. Kita ingin segala sesuatu berjalan dengan benar, sementara orang ini ingin segala sesuatu berjalan dengan cepat, benar atau salah bukan masalah. Orang ini beranggapan bahwa kita berlebihan dalam menganalisis sesuatu, sementara kita mungkin menganggap orang ini terlalu gegabah.
Strategi :
Kita harus mau menerima kenyataan bahwa orang ini perlu pengendalian dan kemampuan mengambil tindakan, serta membiarkannya mengambil resiko. Kita tidak perlu mengkritik atau mengharapkan kesempurnaan, tapi justru perlu menghargai dan dan menyokong penyelesaian tugasnya. Kita perlu mencoba untuk melihat sudut pandangnya daripada memperdebatkan pandangan kita.
Inspiring
(I) Keuntungan :
Kekuatan kita maupun orang ini saling menyeimbangkan. Kita butuh kesegaran dan kegembiraan orang ini, sementara orang ini membutuhkan logika dan disiplin kita.
Kesulitan :
Karena kita berlawanan dalam kepribadian, mungkin kita akan mengalami saat-saat sulit untuk saling memahami. Kita mungkin tidak “nyambung” dengan sifatnya yang banyak bicara dan ramah, sementara ia pun tidak “nyambung” dengan sifat kita yang analitis dan hati-hati. Standar kita mungkin terlalu tinggi baginya. Kita mungkin tidak secara spontan memberinya pujian yang sebenarnya menjadi pendorong baginya untuk melakukan sesuatu.
Strategi :
Kita harus memodifikasi harapan kita padanya. Kita harus menyadari bahwa orang ini tidak akan pernah memperhatikan detail sebagaimana kita lakukan. Kita harus menemukan kekuatan orang ini, dan jangan ragu untuk memberinya penghargaan dan persetujuan.
Supportive
(S) Keuntungan :
Kita dan orang ini sama-sama “bergerak lambat” dan menikmati hubungan yang bebas dari konflik.
Kesulitan :
Bisa jadi kita akan frustrasi saat orang ini tidak mempertimbangkan cara yang kita lakukan atau tidak menunjukkan semangat untuk merinci sesuatu. Orang ini feelings-oriented sehingga mungkin saja kita dianggap dingin dan kaku.
Strategi :
Perlu kita sadari bahwa fokus kita terhadap pengerjaan tugas dengan benar berlawanan dengan fokus orang ini pada ketenangan dan keamanan dalam hubungan (relationship). Kita harus mencoba untuk menjadi seseorang yang lebih hangat dan akrab dengan orang ini, berhati-hati jangan sampai mengkritik, bahkan sebaliknya, memberikan penghargaan tulus atas setiap usaha yang dilakukannya. Kita pun jangan menetapkan standar yang terlalu tinggi, karena bisa jadi orang ini akan merasa tidak mampu dan kemudian menyerah.
Cautious
(C)
Keuntungan :
Kita dan orang ini sama-sama pekerja keras dan terfokus pada detail dan kualitas. Dalam pembicaraan, kita maupun orang ini cenderung serius dan saling mengemukakan fakta.
Kesulitan :
Ada kesulitan bila kita dan orang ini saling tidak menyetujui tentang apa yang benar. Salah satu dari kita atau orang ini merasa “Benar”, tapi yang lain merasa “Lebih Benar”. Kita maupun orang ini dapat dengan mudah menutup dan menarik diri, serta cenderung “berperang “ dengan berkomunikasi secara tidak langsung.
Strategi :
Kita harus mencoba terbuka dan fleksibel saat orang ini mengusulkan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu, juga harus sangat berhati-hati dengan kritikan, karena kita tahu bahwa kritikan terhadap pekerjaan kita merupakan hal yang sangat kita takuti. Kita tidak boleh menentukan standar yang begitu tinggi sehingga orang lain merasa tidak akan mampu mencapainya. Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah memilihlah kata-kata yang spesifik saat memberikan dorongan pada orang ini dan mengatakan dengan jelas apa yang dilakukannya dengan benar dan mengapa kita menyukai hal tersebut.
HAL YANG PERLU DIINGAT OLEH TIPE CAUTIOUS:
Setiap orang itu penting. Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Janganlah terlalu menganalisis segala sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *