ANGKA KRDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU

By | September 25, 2009

ANGKA KRDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU
OLEH : MUH ROSYID, S.Pd.,M.M.Pd

BAB I
PENDAHULUAN

Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan, adalah merupakan salah satu Program Pembangunan dan Rencana Strategis Pendidikan Dasar dan Menengah. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan sangat erat kaitannya dengan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, mutu guru ( Kepala Sekolah ) merupakan salah satu komponen yang memiliki peran sangat penting, karena merupakan unsur dominan yang menciptakan terjadinya Proses Belajar Mengajar di kelas. Oleh karena itu pemerintah memberikan penghargaan kepada semua aspek kegiatan yang dilakukan guru yaitu melalui angka kredit.
Sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat/jabatan adalah terpenuhinya unsur profesionalisme guru yang diukur melalui jumlah angka kredit. Angka kredit unsur Pengembangan Profesi merupakan persyaratan wajib untuk usulan kenaikan pangkat guru Pembina/ golongan IV/a keatas.
Keadaan dilapangan menunjukkan bahwa sudah terlalu banyak guru Pembina / golongan IV/a yang belum mau mengajukan usulan kenaikan pangkat/ golongan, karena sebagian besar terbentur pada nilai unsur pengembangan profesi. Oleh karena itu Kepala Sekolah berkewajiban membimbing guru untuk mengatasi permasalahan tersebut agar profesiolisme guru dapat berkembang secara optimal, sehingga dapat mengantarkan peserta didik menjadi out put maupun out come yang siap memenangkan persaingan/ kompetisi dalam kehidupannya.
Dengan adanya kondisi tersebut maka Pengembangan Profesi Jabatan Fungsional Guru mutlak diperlukan. Adapun materi yang akan kami sampaikan pada kesempatan baik ini sebagai berikut ;
1. Implementasi Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru di Kebumen.
2. Pengembangan Profesi Jabatan Fungsional Guru.
3. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ).

BAB II
ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU

A. DASAR HUKUM
Dasar hukum pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya adalah
1. Keputusan MENPAN Nomor: 84/1993.
2. Keputusan Bersama MENDIKBUD dan Kepala BAKN nomor : 0433/P/1993 Nomor 25/1993.
3. Keputusan MENDIKBUD No. 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

B. JENJANG JABATAN,PANGKAT DAN GOLONGAN
Jenjang jabatan, pangkat dan golongan ruang serta persyaratan angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagai berikut ;
No. Jabatan Guru Pangkat dan Golongan
Ruang Syarat AK KP
Jabatan
Kumulatif
minimal Per
jenjang
1.
2.
3.
4.
Guru Pratama
Guru Pratama tk.I
Guru Muda
Guru Muda tk.I

Pengatur Muda/ II/a
Pengatur Muda Tk.I/II/b
Pengatur/II/c
Pengatur Tk.I/II/d
25
40
60
80

15
20
20

5.
6.
7.
8.

Guru Madya
Guru Madya tk.I
Guru Dewasa
Guru Dewasa tk.I

Penata Muda/III/a
Penata Muda tk.I/III/b
Penata/III/c
Penata tk.I/III/d

100
150
200
300

50
50
100
100
9.
10.
11.
12.
13. Guru Pembina
Guru Pembina tk.I
Guru Utama Muda
Guru Utama Madya
Guru Utama Pembina/IV/a
Pembina tk.I/IV/b
PembinaUtama Muda/IV/c Pemb.Utama Madya/IV/d
Pembina Utama/IV/e
400
550
700
850
1000 150
150
150
150
150

C. TUGAS POKOK GURU
Tugas pokok guru pada unsur proses belajar mengajar/ bimbingan dan unsur pengembangan profesi adalah sebagai berikut;
1. Semakin tinggi jabatan gurunya, tugas, wewenang dan tanggungjawabnya semakin berat dan luas.
2. Wewenang guru dalam proses belajar mengajar/bimbingan.
a). Melaksanakan dengan bimbingan.
b). Melaksanakan
c).Membimbing guru lain yang masih dalam wewenang melaksanakan
dengan bimbingan.
D. STANDAR PRESTASI KERJA GURU
1. Standar Prestasi kerja guru Pratama s/d Guru Dewasa Tk.I ( III/a s/d III/d )
a). Penyusunan program pengajaran/ bimbingan.
b). Penyajian program pemgajaran/ bimbingan.
c). Evaluasi belajar/bimbingan.
2. Standar Prestasi kerja Guru Pembina s/d Guru Utama ( IV/a s/d IV/e )
a). Penyusunan program pengajaran/ bimbingan.
b). Penyajian program pemgajaran/ bimbingan.
c). Evaluasi belajar/bimbingan.
d). Membuat analisa hasil evaluasi/bimbingan
e). Menyusun dan melaksanakan program perbaikan/ pengayaan.
f). Melaksanakan pengembangan profesi minimal = 12 angka kredit.

E. KEWAJIBAN GURU

Kewajiban guru adalah kegiatan minimal yang harus dilakukan guru dalam proses belajar mengajar / bimbingan untuk syarat usul kenaikan jabatan/ pangkatnya.
1.Kewajiban guru Pratama s/d Guru Dewasa Tk.I ( III/a s/d III/d )
a). Penyusunan program pengajaran/ bimbingan.
b). Penyajian program pengajaran minimal 18 jam,
bimbingan 150 siswa
c). Evaluasi belajar/bimbingan.

2.Kewajiban Guru Pembina s/d Guru Utama ( IV/a s/d IV/e )
a). Penyusunan program pengajaran/ bimbingan.
b). Penyajian program pengajaran/ bimbingan minimal 18 jam/ 150 siswa
c). Evaluasi belajar/bimbingan.
d). Membuat analisa hasil evaluasi/bimbingan
e). Menyusun dan melaksanakan program perbaikan/ pengayaan.
f). Melaksanakan pengembangan profesi minimal = 12 angka
kredit.

Catatan : Kelebihan tugas jam mengajar/bimbingan diperhitungkan maksimal sebanyak 12 jam atau 75 siswa dan diperhitungkan pada sub unsur penyajian program .

F. TIM PENILAI
Tempat dan kedudukan Tim Penilai/ sekretariat tim penilai Aqngka Kredit ;
1. Tim Penilai Tingkat Pusat di Biro Kepegawaian Depdiknas Gedung C lantai V Jl.Sudirman Senayan Jakarta.
2. Tim Penilai Tingkat Propinsi di Kantor Dinas P dan K Propinsi Jawa Tengah – Semarang / LPMP Jawa Tengah.
3. Tim Penilai Tingkat Kabupaten Kebumen di Bidang Tenaga Kependidikan Dinas P dan K Kebumen.

Catatan : Untuk meringankan beban tugas Kepala Sekolah, setiap sekolah sebaiknya memiliki tim penghitung DUPAK ( Daftar Usul Penetapan Angka Kredit ) yang terdiri 3 –5 orang.

G. PENGAJUAN USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT

DUPAK ( Daftar Usul Penetapan Angka Kredit ) dilampiri;
1. Foto Copi DP3 tahun terakhir.
2. Foto Copi SK kenaikan Pangkat Terakhir / SK Pengangkatan Pertama.
3. Foto Copi PAK sebelumnya.
4. Foto Copi pengangkatan pada tugas tertentu.
5. Foto Copi Karpeg.
6. Foto Copi Ijazah terakhir.
7. Foto Copi STTPL ( jika ada ).
8. Bukti asli telah melakukan kegiatan PBM/ bimbingan (Lampiran V/VI ).
9. Bukti asli/Foto copi telah melakukan kegiatan unsur penunjang.
10. Surat Pernyataan Telah Melaksanakan Tugas/SPMT guru. (bagi CPNS ).

H. UNSUR YANG DINILAI DAN BUKTI FISIKNYA

No. Unsur/Sub Unsur Yang Dinilai Bukti Fisik
I.

1.

2.

II

3.

4.
5
6.
PENDIDIKAN

Pendidikan/Ijasah / Akta (yang sesuai)

Pendidikan dan Pelatihan (yang sesuai)

PROSES BELAJAR MENGAJAR / BIMBINGAN

Proses Belajar Mengajar/ bimbingan

Evaluasi hasil belajar/ bimbingan
Analisa hasil evaluasi / bimbingan
Program perbaikan/pengayaan

Foto Copi Ijasah/ Akta, Ijin Belajar,Ijin penggunaan gelar.
Foto Copi STTPL

Surat Pernyataan KS( Lamp. V )
Dibuat dan ditanda tangani per semester . SK Pembagian Tugas Guru.

Buku/ daftar nilai
Buku/ daftar hasil analisis
Buku /Program Perbaikan / Pengayaan dan hasilnya.

7.

8.

9.

10. Membimbing kegiatan ekstra kurikuler. ( hanya dihitung satu saja )

Membimbing guru dalam PBM

Kegiatan Ujian Nasional
• Menyusun kisi-kisi
• Menyusun soal
• Mengawasi
• Memeriksa

Tugas tertentu di Sekolah ( KS/ WKS )
SK Penugasan dalam kegiatan ekstra kurikuler.

SK Penugasan dalam membimbing

SK / Surat Keterangan

Surat Keputusan Pejabat Berwenang
III.
11. PENGEMBANGAN PROFESI
Pengembangan Profesi
Hasil karya asli/ foto copi/ deskripsi.
IV.

12.
13.

14
15.

16.

17.
18.
19.
20.

21.

22. PENUNJANG PBM/ BIMBINGAN
a. Pengabdian Masyarakat
Mengajar/ melatih masyarakat
Kegiatan Kemasyarakatan
( minimal tingkat RW ).
Pengurus aktif , minimal RT
Kegiatan Keagamaan (guru Agama ). dihitung setiap kali melaksanakan.

b. Pendukung Pendidikan

Seminar/ Loka karya ( Minimal Tingkat Kabupaten )

Keanggotaan Organisasi Profesi
Menjadi delegasi pertemuan ilmiah
Menjadi Tim Penilai Jabatan Guru
Menjadi Panitia dalam kegiatan sekolah ( Minimal. 1 bulan )

Tugas tertentu di sekolah
( hanya dinilai salah satu )
Penghargaan/Gelar kehormatan /
Kesarjanaan

Surat Keterangan
Surat Surat Keterangan.
Surat Keterangan.
Surat Keterangan.

Surat Keterangan/ Piagam

Foto Copi kartu anggota
Surat Keterangan
Foto Copi Surat Keputusan
Surat Keputusan

Surat Keputusan.

Foto copi Piagam/ Ijasah

I. KENDALA YANG SERING MUNCUL DALAM PROSES PENILAIAN DUPAK DI KEBUMEN.

1. Penyusunan lampiran berkas usul DUPAK tidak urut, tidak dikelompokkan antara unsur utama dan unsur penunjang.

2. Bukti fisik tidak lengkap dan kadang salah tempat antara unsur utama dan unsur penunjang,

4. Dalam mengisi Lampiran V kurang lengkap, tidak diparaf KS dan tidak dibuat setiap akhir semester.

5. Bukti fisik unsur analisa dan program perbaikan/pengayaan belum memenuhi minimal 18 jam. ( Misalnya : Mapel Mat./B.Ind = 6 jam/minggu maka bukti fisik yang dilampirkan adalah sebanyak 18/6 := 3 kelas x jumlah semester x jumlah pokok bahasan ).
6. Masih ada yang menggunakan tabel cawu, seharusnya tabel semester.

7. Nama guru yang mengajukan DUPAK, pada Surat Keputusan pembagian tugas dan jadwal belum diberi tanda (dilingkari/diwarnai ).

8. Belum semua SK Pembagian tugas dilampiri jadwal mengajar setiap semester.

9. Lampiran I , agar tanggalnya disesuaikan dengan periode penilaian, walaupun berkas DUPAK masuk lebih awal.

10. Belum semua Tim Penilai menuangkan hasil penilaiannya pada konsep PAK.

11. Tim Penilai agar menulis kolom Pendapat Tim Penilai Kabupaten/ Propinsi/ Pusat diisi oleh tim penilai I sebagai berikut;

Memenuhi syarat untuk diusulkan naik jabatan dari jabatan guru ………………………ke ……………………… per …………. 01 Januari………….. atau 01 Juli ……… ) dan naik pangkat dari…………………….. ke ……………….. per ( 01 April…../ 01Oktober…. ).

BAB III
PENGEMBANGAN PROFESI JABATAN
FUNGSIONAL GURU

Kondisi yang ada menunjukkan bahwa tujuan pelaksanaan kenaikan pangkat guru melalui angka kredit untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru belum tercapai, sebab semua guru tanpa terseleksi profesionalismenya / prestasinya dapat naik pangkat.sampai IV/ a . ( Kepala Dinas P dan K Prop. Jateng ).
Namun setelah beberapa tahun menduduki pangkat IV/a mereka mengalami kesulitan untuk mengajukan usul naik pangkat ke golongan IV/b karena terbentur pada keharusan membuat unsure pengembangan profesi ,dengan angka kredit sebesar 12 .
Unsur kegiatan Pengembangan Profesi Guru meliputi 5 ( lima ) macam yaitu;
1. Menyusun Karya Tulis Ilmiah.
2. Menemukan Teknologi tepat guna.
3. Membuat alat peraga atau bimbingan.
4. Menciptakan karya seni
5. Mengikuti kegiatan Pengembangan Kurikulum.

Macam kegiatan Karya Tulis Ilmiah ada 7 macam, yaitu ;
1. Karya ilmiah hasil Penelitian, pengkajian, survey dan atau evaluasi di bidang pendidikan.
2. Karya tulis/ makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang pendidikan.
3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.
4. Tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan dan kebudayaan yang disebarluaskan melalui media massa.
5. Buku Pelajaran
6. Diktat Pelajaran.
7. Modul
8. Mengalihbahasakan buku pelajaran/ karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan.

Syarat Karya Tulis Ilmiah agar dapat diterima oleh tim penilai adalah harus memenuhi kriteria APIK , yaitu :
1. Asli KTI harus merupakan karya asli diri si penulis, bukan dibuatkan oleh orang lain atau menggunakan karya orang lain.
2. Perlu Diperlukan dalam upaya pengembangan pro fesinya.
3. Ilmiah Dalam khasanah keilmuan, menggunakan kebenaran ilmiah, menggunakan metode ilmiah dan memakai tatacara penulisan ilmiah .

4. Konsisten Masalah yang dikaji sesuai ( konsisten ) dengan komptensi penulis dan sesuai dengan tujuan pengembangan profesinya.

BAB IV
PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK)/
CLASSROOM ACTION RESEARCH /CAR

A. PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek , menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi.
Tindakan adalah suatu kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus.
Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama belajar mata pelajaran yang sama .
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah suatu proses pencermatan terhadap kegiatan yang dengan sengaja dimunculkan , dan terjadi dalam sebuah kelas.
Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) berkembang sebagai suatu penelitian terapan. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) diawali oleh suatu kajian terhadap masalah secara sistematis dan hasil kajian dijadikan dasar untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan ,rencana yang telah disusun diobservasi dan dievaluasi yang hasilnya dijadikan masukan untuk melakukan refleksi dan hasil proses refleksi ini dijadikan landasan upaya perbaikan dan penyempurnaan pada tindakan berikutnya . Hal ini terus dilakukan sampai mencapai kualitas keberhasilan yang diharapkan.
Dengan demikian guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan cara menerapkan ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.
Selain itu Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) sebagai penelitian terapan , dilakukan pada saat guru melaksanakan tugas utamanya di kelas, sehingga saat melakukan penelitian guru tidak meninggalkan kewajiban mengajarnya.
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di kelasnya.
Dengan demikian pada saat guru melakukan Penelitian Tindakan Kelas, guru memiliki peran ganda sebagai praktisi dan peneliti.
Menurut John Elliot, bahwa yang dimaksud Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya.
Menurut Kemmis dan Mc.Taggart, Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau untuk mengubahnya.
Penelitian Tindakan Kelas mendorong guru untuk berani bertindak dan berfikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri dan bertanggungjawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara professional.
Jadi berdasarkan uraian diatas yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis, reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti , sejak disusunnya suatu perencanaan sampai dengan penilaian tindakan nyata di dalam kelas yang berupa proses kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang diharapkan.

B. PENELITIAN TINDAKAN KELAS MERUPAKAN KEBUTUHAN GURU

Karena diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme seorang guru , Penelitian Tindakan Kelas adalah merupakan kebutuhan guru , sebab;
1. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) sangat kondusif , untuk membuat guru supaya peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya. Guru akan menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang dilakukan oleh guru dan muridnya.
2. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dapat meningkatkan kinerja guru agar menjadi professional . Guru disamping memperoleh kepuasan sebagai praktisi juga memperoleh kepuasan sebagai peneliti , yang mampu melalukan perbaikan dan inovasi untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang ada di kelasnya.
3. Melalui tahapan-tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) guru mampu memperbaiki proses belajar mengajar , melalui suatu kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi didalam kelasnya.
4. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) tidak mengganggu tugas pokoknya, karena dapat dilaksanakan di dalam kelasnya sendiri. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan proses pembelajaran .
5. Guru menjadi kreatif karena dalam Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dituntut untuk melakukan upaya inovasi dan perbaikan pengajaran . Keberhasilan pada bidang ini akan memberikan kepuasan tersendiri bagi guru.

C. PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ).
1. Orientasi Permasalahan dalam tugas keseharian ( On The Job Oirented ).
Kegiatan Belajar Mengajar adalah dunia kerja sehari-hari guru, sehingga masalah yang diteliti oleh guru adalah permasalahan yang secara nyata dialami guru , bukan permasalahan yang berada diluar kewenangan guru. Sehingga yang ditemukan dapat bersifat subyektif, dikarenakan yang paling dapat menemukan adalah guru itu sendiri.
2. Orientasi Pemecahan Masalah ( Problem Solving Oriented ).
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) haruslah menggambarkan suatu upaya pemecahan masalah yang dihadapi guru di kelas.
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) tidak terpancang pada perhitungan statistik yang rumit . Karena permasalahan yang muncul dalam kelas yang dihadapi oleh guru tidak semuanya memerlukan perhitungan statistik yang rumit.
3. Orientasi perbaikan hasil ( Oriented Improvement ).
Kegiatan peneliti adalah tindakan untuk memperbaiki hasil pembelajaran baik yang dilakukan sendiri atau teman sejawatnya.
4. Pengumpulan multi data ( Multiple data collecting )
Untuk mencapai validitas hasil penelitian dapat menggunakan berbagai data , missal : observasi, wawancara, test, kuisioner , dll. Makin banyak data yang diperoleh maka kesimpulan hasil penelitian cenderung lebih mendekati kenyataan .
5. Orientasi siklus. ( Oriented cyclic ).
Prosedur yang dialakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah menggunakan prosedur yang dilakukan secara berkesinambungan dalam satu siklus dann diulang-ulang yaitu : 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3). Pengamatan, 4). Refleksi .
6. Partisipasi /kolaborasi .
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dapat dilakukan secara partisipasi atau kolaborasi , yaitu peneliti melakukan kegiatan yang dirancang oleh sebuah tim. Dengan kebersamaan ini pelaksanaan penelitian lebih mantap dapat menghasilkan yang lebih baik.

D. TUJUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS.
Penerapan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dalam pembelajaran memiliki tujuan sebagai berikut ;
1. Memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan.
2. Meningkatkan kualitas hasil instruksional.
3. Mengembangkan ketrampilan guru.
4. Meningkatkan relevansi pembelajaran.
5. Meningkatkan efisiensi pengelolaan pembelajaran
6. Meningkatkan budaya meneliti pada diri guru

E. JENIS DAN MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dapat dikategorikan sebagai penelitian kualitatif dan eksperimen, karena Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) diawali dengan perencanaan , adanya perlakuan terhadap subyek penelitian dan adanya evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai sesudah adanya perlakuan yang dideskripsikan dalam bentuk informasi..
Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah;
1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional..
2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya.
3. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi.
4. Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional
5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.
Jenis Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ada 4 ( empat ) yaitu:
1. Penelitian Tindakan Kelas Diagnostik.
Yaitu penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti kearah suatu tindakan . Peneliti mendiagnosis dan memasuki situasi didalam latar penelitian. Misal jika peneliti menanangani masalah perselisihan, perkelahian atau konflik antar siswa.
2. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Partisipan.
Yaitu penelitian dimana peneliti terlibat langsung didalam proses penelitian dari awal sampai dengan hasil penelitian beakhir.
3. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Empiris.
Yaitu apabila peneliti berupaya melaksanakan suatu tindakan dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama tindakan berlangsung.
4. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Eksperimental.
Yaitu apabila Penelitian Tindakan Kelas( PTK ) dilaksanakan berupaya menerapkan berbagai teknik/ starategi secara efektif dan efisien di dalam kegiatan belajar mengajar.
Dengan penelitian eksperimental ini diharapkan peneliti mampu menemukan teknik/strategi mana yang paling efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Model Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )
Ada beberapa model Penelitian Tindakan Kelas( PTK ) yang digunakan dalam dunia pendidikan , antara lain yaitu;
1. PTK model Kurt Lewin
2. PTK model Kemmis dan Mc. Taggart
3. PTK model John Elliot, dan
4. PTK model Dave Ebbutt.
Dari beberapa model tersebut yang biasa digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas( PTK ) adalah model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu sebagai berikut;

SIKLUS 1

Masukan siklus 2

SIKLUS 2

a. Tahap 1: Perencanaan.
Dalam perencanaan dijelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.
b. Tahap 2 :Pelaksanaan
Yaitu suatu pelaksanaan tindakan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Peneliti harus mengatur situasi dan kondisi di kelas sehingga sesuai dengan perencanaan dan peneliti/guru harus taat pada apa yang sudah dirumuskan pada perencanaan dengan tetap berlaku wajar.
c. Tahap 3: Pengamatan/Observasi.
Yaitu suatu kegiatan mengamati/mencatat yang dilakukan oleh peneliti saat tindakan diberikan.
d. Tahap 4 : Refleksi
Yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali , apa yang telah dilaksanakan dalam tindakan.
Karena guru juga berfungsi sebagai pelaku dan pengamat tindakan , maka refleksi dilakukan terhadap diri sendiri.
Dengan kata lain guru melakukan “ dialog “ dengan diri sendiri untuk menemukan hal-hal yang dirasakan sudah sesuai dan memuaskan dan hal-hal yang belum sesuai dan harus diperbaiki.
Jika pengamatan dilakukan oleh peneliti lain maka peneliti dapat melakukan diskusi dengan pengamat tersebut , sehingga dapat diketahui hal-hal yang dirasakan sudah sesuai dan memuaskan dan hal-hal yang belum sesuai dan harus diperbaiki.
Keempat tahap dalam Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah merupakan satu siklus , yaitu satu kegiatan putaran beruntun, dari tahap perencanaan sampai tahap refleksi ( evaluasi ). Apabila sudah diketahui keberhasilan dan hambatan ( hasil refleksi atau evaluasi ) pada siklus pertama, maka peneliti merancang siklus kedua dengan dasar refleksi/ evaluasi tahap pertama , begitu seterusnya.

F. SASARAN/ OBYEK PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK )
Penelitian Tindakan Kelas( PTK ) tertuju pada hal-hal yang terjadi didalam kelas . Pengertian kelas tidak terbatas pada ruangan kelas yang berukuran 7 x 9 m, tetapi dapat merupakan kegiatan diluar ruangan yang masih dalam proses pembelajaran. Misalnya pada saat out door, belajar di laboratorium, pengamatan obyek di lapangan ( study tour ) dan kegiatan lain yang dirancang guru diluar ruangan.
Di dalam kelas ada beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain diantaranya adalah ;
1. siswa yang sedang belajar.
2. guru yang mengajar.
3. materi pelajaran.
4. alat / metode pembelajaran.
5. hasil pembelajaran.
6. lingkungan pembelajaran.
7. pengelolaan/ pengaturan Kepala Sekolah.
Sesuai dengan prinsip bahwa tindakan kelas harus merupakan sesuatu yang aktif dan dapat dikenai aktivitas/ diubah , bukan obyek yang diam dan tanpa gerak sehingga tidak dapat diubah..
Sebagai contoh jika akan meneliti tentang hasil pembelajaran , maka ada faktor yang dapat dikenai aktivitas/ dapat diubah oleh guru , misalnya ;
• cara mengajar,
• alat/media yang digunakan,
• model rancangan ,
• cara pemberian reward,
• model evaluasi, dll
dan ada pula factor yang tidak dapat dikenai aktivitas/diubah dan harus diterima apa adanya , misalnya ;
• Latar belakang siswa,
• IQ,
• EQ,
• jenis kelamin,
• gaji guru
• tingkat pendidikan orang tua
• pekerjaan orang tua
• lingkungan sekolah, dll ).

G. PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) BAGI KEPALA SEKOLAH / PENGAWAS

Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dapat dilakukan didalam ruangan kelas atau diluar ruangan kelas .Kepala Sekolah dapat melakukan
pada 2 ( dua ) lokasi tersebut yaitu di dalam ruangan kelas ( Kepala Sekolah guru juga , yang memiliki jam wajib mengajar/bimbingan ) atau diluar ruangan kelas yaitu aspek-aspek tugas Kepala Sekolah.
Aspek Tugas Kepala Sekolah antara lain ;

1. Kepala Sekolah sebagai Edukator.
2. Kepala Sekolah sebagai Manajer.
3. Kepala Sekolah sebagai Administrator.
4. Kepala Sekolah sebagai Supervisor.
5. Kepala Sekolah sebagai Leader.
6. Kepala Sekolah sebagai Inovator.
7. Kepala Sekolah sebagai Motivator.

Dari 7 ( tujuh ) aspek tersebut dapat dikembangkan menjadi judul/ topik Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) di ruang lingkup sekolah masing-masing.
Misalnya Kepala Sekolah dapat meneliti tentang upaya peningkatan aspek kepemimpinan ( Leader ) yang diarahkan kepada guru, karyawan dan siswa . Pengawas juga dapat melakukan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) , dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pengawas itu sendiri , dengan cara mandiri dan atau kolaboratif . Jika secara kolaboratif pasangan penelitinya dapat guru yang menjadi daerah pembinaannya atau guru yang disupervisi atau sesama teman pengawas.

H. LANGKAH MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ).

1. Tahapan Pra Penelitian.
Tahapan ini penting agar penyusunan proposal dan rencana tindakan tidak kehilangan arah . Hal ini dapat dibantu dengan beberapa pertanyaan beriut ini ;
a. Apa yang menjadi titik perhatian / masalah umum dalam proses pembelajaran ?
b. Mengapa terjadi dan apa kemungkinan penyebabnya?
c. Apa yang dapat dilakukan dan bagaimana caranya ?
d. Bukti-bukti apa yang mendukung dan bagaimana cara mengumpulkan ?

2. Isi Proposal.
Isi proposal paling sedikit terdiri dari;
Judul Penelitian
Bab I Pendahuluan
• Latar belakang masalah
• Pembatasan masalah.
• Perumusan masalah
• Tujuan dan Manfaat.

Bab II Kajian Pustaka
Bab III Metode Penelitian
Bab IV Jadual waktu, dana dan tenaga pelaksana

a. Menentukan Judul Penelitian.
Judul Penelitian hendaknya mencerminkan permasalahan pokok sehingga harus mengandung unsure variabel utama yang akan diteliti. Judul dibuat singkat, deklaratif , tidak menimbulkan banyak penafsiran,dan menarik bagi yang membaca sehingga timbul rasa ingin tahu.
Contoh :

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN PARAGRAF
DENGAN TEKNIK MENULIS BERANTAI PADA SISWA KELAS VI
SD NEGERI 1 KEBUMEN

PENGARUH SIKAP DAN MACAM BALIKAN
TERHADAP PEROLEHAN BELAJAR MATEMATIKA KELAS VI
SD NEGERI 1 PEJAGOAN

b.Pendahuluan.
Menguraikan latar belakang mengapa penelitian penting dilakukan, tujuannya, manfaatnya, yang pada pokoknya menguraikan konteks permasalahan.

c.Permasalahan..
Adalah perumusan masalah yang ingin dikaji jawabanya melalui penelitian. Sebaiknya dibuat dalam bentuk kalimat tanya dan hubungan antar variabelnya harus terlihat dengan jelas.

Contoh ;
1). Adakah perbedaan sikap dan perolehan belajar siswa sehubungan dengan berbedanya macam balikan yang diberikan pada siswa ?
2). Sejauh mana hubungan antara sikap siswa terhadap balikan dengan perolehan hasil belajarnya ?

Pada rumusan diatas terdapat 3 ( tiga ) variabel penelitian yaitu;
a). perolehan belajar
b). macam balikan
c). sikap siswa.

d. Latar belakang masalah.
Menjelaskan mengapa penelitian tersebut diperlukan , sejauh mana tingkat urgensi , tujuan, manfaat dari penelitian yang diajukan.
Dari contoh judul diatas latar belakang masalahnya dapat sebagai berikut;
1). Adanya guru yang mengembalikan pekerjaan/ tugas-tugas / hasil/ ulangan
tanpa catatan / komentar tentang kesalahan siswa.
2). Perlunya peningkatan pengertian bahwa pemberian balikan akan mampu meningkatkan sikap positif siswa dalam belajar.
3). Adanya pendapat bahwa hasil pekerjaan siswa tidak perlu dikembalikan.

e. Tujuan Penelitian.
Tujuan yang diharapkan dari suatu penelitian harus jelas dan dapat tercapai setelah tindakan selesai dilaksanakan.
Untuk judul diatas tujuannya dapat :
Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang sejauh mana pengaruh balikan pada hasil pekerjaan siswa terhadap sikap dan peningkatan perolehan hasil belajar, pada mata pelajaran Matematika.

f. Manfaat Penelitian.
Manfaat yang diharapkan dari suatu penelitian harus ditulis pada usulan/ proposal penelitian . Misal dari judul diatas manfaat yang diharapkan adalah dapat dimanfaatkan pengetahuan / pengalaman hasil penelitian untuk peningkatan mutu pembelajaran Matematika.

g. Kajian Pustaka dan Hipotesis.
Merupakan uraian teori-teori yang mendukung rencana Penelitian Tindakan Kelas , sesuai dengan judul permasalahan yang akan diteliti.
Penelitian yang membandingkan ( komparasi ) dan menghubungkan antar variabel ( korelasi ) pada hakikatnya adalah menguji dugaan jawaban ( hipotesis ) dari rumusan masalah. Hipotesis adalah dugaan jawaban yang ditarik dari teori.
Dari rumusan permasalahan pada poin c diatas dapat ditarik hipotesis sebagai berikut;
1. Kelompok siswa yang memperoleh balikan dengan catatan memiliki perolehan nilai lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang memperoleh balikan tanpa catatan.
2. Makin tinggi sikap siswa terhadap balikan makin tinggi perolehan hasil
belajarnya.

h. Metode Penelitian.
Berisi bagaimana cara memperoleh data, menggunakan alat apa,
Penentuan populasi dan teknik samplingnya , serta rencana analisis datanya.
Dari contoh judul diatas rancangan metode penelitiannya dapat sebagai berikut;
1). Penelitian dilakukan dengan cara eksperimen.
2). Siswa dibagi dalam 2 ( dua ) kelompok secara acak.
3). Pelaksanaan tindakan kelompok pertama diberi balikan dengan catatan / komentar sedangkan kelompok kedua diberi balikan tanpa catatan / komentar.
4). Pada akhir semester kedua kelompok diberi kuesioner tentang sikap mereka terhadap balikan yang diberikan.
5). Menggunakan data nilai raport , skor sikap hasil kuisioner ;
• Diuji ada tidaknya perbedaan nilai rapor antara kelompok pertama dan kelompok kedua.
• Dicari korelasinya antara sikap dan perolehan hasil belajar.

i. Rencana dana, waktu dan tenaga
Berapa dana yangdiperlukan, kapan waktu pelaksanaannya yang disusun dalam rencana kegiatan dan siapa saja yang ikut serta dalam penelitian tersebut.

Proposal penelitian ini diajukan kepada Kepala Sekolah untuk dimintakan persetujuannya . Setelah mendapat persetujuan dibuatlah laporan penelitian. Laporan Penelitian inilah yang nantinya dapat diusulkan untuk dimintakan angka kreditnya .

I. KERANGKA LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
Bab II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian teori.
B. Kajian hasil penelitian.
C. Hipotesis
Bab III METODE PENELITIAN
A. Obyek tindakan.
B. Setting/ lokasi/ subyek penelitian
C. Metode pengumpulan data
D. Metode pengumpulan data
E. Cara pengambilan kesimpulan.
Bab IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran selintas tentang setting
B. Uraian pelaksanaan secara umum
C. Penjelasan per siklus tindakan.
D. Analisis data.
E. Pembahasan dan pengambilan kesimpulan.
Bab V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran untuk tindakan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Basuki Wibowo,Dr ,2003 , Penelitian Tindakan Kelas , Depdiknas , Jakarta
Suharjono,Prof.,Dr,Mpd,Dipl HE, 2003, Merancang Usulan Penilaian Pembelajaran , Makalah disajikan pada Pelatihan Teknis Fungsional Pengawas Sekolah Tingkat Pusat di Jakarta.
Suharsimi A, Prof.Dr,2004, Penelitian Tindakan Kelas , Depdiknas, Jakarta
Suharsimi A, Prof.Dr,2004, Laporan Penelitian Tindakan , Depdiknas, Jakarta
……………………….. ,2001, Petunjuk Praktis Pengembangan Profesi Jabatan Fungsional Guru , Dirjen Dikdasmen Depdiknas, Jakarta.
Supardi, Prof.Dr.,2004, Penulisan Karya Ilmiah Penelitian Kualitatif , Makalah disajikan pada Diklat TOT Pengembangan Profesi Jabatan Fungsional Guru, Semarang
SK Mendikbud No.025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Depdikbud, Jakarta

LEMBAR PENILAIAN KARYA TULIS ILMIAH ( KTI )

KTI Nomor : ………………………………………………
Judul : ………………………………………………
Penulis : ………………………………………………
Dapat diterima dengan nilai : ………………………………………………

Tidak dapat diterima karena ;
No. Alasan penolakan
1.1 Keaslian penulisan KTI diragukan, karena:
a. KTI berupa skripsi, thesis dan disertasi
b. Lokasi dan subyek penelitian tidak konsisten
c. Tanggal pembuatan tidak sesuai.
d. Data tidak akurat, tidak konsisten.
e. Bukan karya sendiri/ plagiat.
f. Waktu pelaksanaan penelitian tidak jelas.
g. Hasil pengetikan antara halaman/ bab satu dengan yang lain berbeda.
h. Dalam 1 ( satu ) tahun mampu menyelesaikan lebih dari 2 Judul.
i. Kata pengantar antara judul satu dengan lainnya sama.
1.2 a. Tidak ada pengesahan dari Kepala Sekolah, Perpustakaan Sekolah, dan organisasi profesi.
b. Telah kadaluwarsa ( tanggal pembuatan sebelum masa penilaian).
2.1. a. Masalah terlalu luas, tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan pemgembangan profesi penulis.
b. Belum menunjukkan adanya kegiatan nyata penulis dalam pengembangan profesinya.
2.2 a. Masalah yang dibahas sama/ sangat mirip dengan KTI yang ada , telah jelas jawabannya, bersifat mengulang-ulang
b. Masalah yang dibahas kurang jelas manfaatnya/ tidak bermanfaat.
c. Masalah bukan dibidang pendidikan/ tidak masuk didalam macam KTI yang memenuhi syarat untuk dinilai
3.1. a. Kerangka penulisan tidak sesuai dengan pedoman penulisan KTI
b. Kriteria permasalahan dalam KTI tidak jelas , sehingga tidak tahu apa yang diungkap dalam KTI nya
3.2. a. Latar belakang masalah perlu diperjelas untuk dapat menunjukkan manfaat
b. Permasalahan tidak ada/ belum dimunculkan.
3.3. Rumusan masalah perlu diperjelas dan variabel penelitian dipertajam
3.4 Landasan teori diperluas dan disesuaikan dengan masalahnya.
3.5 Metode penelitian, sampling,analisis, perlu diperbaiki/ ditinjau kembali.
3.6 Kesimpulan dan saran belum menjawab permasalahan .
3.7 Kerangka dan isi Diktat Mata Pelajaran agar disesuaikan untuk pembelajaran selama 1 ( satu ) tahun.
3.8 Kerangka isi buku/modul perlu dilengkapi dan disesuaikan dengan pedoman KTI
4.1 Masalah yang dikaji tidak sesuai dengan tugas mengajar/ keahlian penulis.
4.2. Belum merupakan upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya
4.3 Pembahasan hasil penelitian tidak relevan dengan permasalahan
4.4. Pembahasan tidak didukung data yang memadai.

Saran-saran perbaikan :
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Jakarta , …………………..
Tim Penilai

……………………………

FORMAT PENILAIAN KARYA TULIS ILMIAH ( KTI )

KTI Nomor : ………………………………………………
Judul : ………………………………………………
Penulis : ………………………………………………
Dapat diterima dengan nilai : ………………………………………………

No Item Penilaian Nilai/ skore
1 2 3 4
1 Apakah judul penelitian telah mampu menunjukkan hubungan antar variabel dengan jelas ? 1 2 3 4
2 Apakah alasan pentingnya penelitian telah disajikan pada latar belakang? 1 2 3 4
3 Apakah rumusan masalah telah dibuat dengan jelas, singkat, tajam dan baik ? 1 2 3 4
4 Apakah tujuan penelitian telah ditulis dengan helas dan masuk akal ? 1 2 3 4
5 Manfaat penelitian telah ditulis dengan jelas dan sejauh mana manfaatnya? 1 2 3 4
6 Apakah kajian pustaka/ kajian teori telah sesuai dengan , mendukung , relevan dengan permasalahan penelitian ? 1 2 3 4
7 Sejauh mana penalaran kerangka berfikir yang diajukan dalam menurunkan hipotesis ? 1 2 3 4
8 Bagaimana kualitas hipotesis dan variabel operasional ? 1 2 3 4
9 Apakah rancangan penelitian telah wajar, mampu menyelesaikan masalah? 1 2 3 4
10 Apakah faktor-faktor pengendali, kontrol variabel telah dirancang ? 1 2 3 4
11 Apakah populasi, teknik sampling telah terjabar dengan baik dan jelas ? 1 2 3 4
12 Bagaimana rancangan validitas dan reliabelitas instrumennya ? 1 2 3 4
13 Rancangan teknik pengumpulan, verifikasi dan analisis data ? 1 2 3 4
14 Secara keseluruhan bagaimana kesesuaian antar komponen penelitianya ? 1 2 3 4
15 Bagaimana terselesaikannya penelitian ditinjau dari kelayakan biaya, waktu , peralatan, kondisi dan terutama penelitinya ? 1 2 3 4
16 Bagaimana tampilan usulan penelitian sebagai karya tulis ilmiah ? 1 2 3 4

2 thoughts on “ANGKA KRDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU

  1. Saipuddin

    Sebelumnya saya mohon ma’af. Mohon agar tulisan ditata yang rapih dan mohon informasinya mengenai nilai per item kegiatan, sebab guru akan mengajukan PAK untuk kenaikan pangkaytnya yang diajukan nilainya bukan peraturannya.
    Atas jawabannya, sebelumnya sampaikan terima kasih

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *