Monthly Archives: March 2010

RANCANGAN PENUGASAN GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEP SEK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN
NOMOR … TAHUN 2009 SERI …. NOMOR …

KEPUUTUSAN BUPATI KEBUMEN
NOMOR …… TAHUN 2009

TENTANG

PENUGASAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN
BUPATI KEBUMEN,
Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, maka perlu mengatur kembali ketentuan mengenai penugasan Guru Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen;
b. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut di atas perlu ditetapkan dengan Keputusan Bupati Kebumen.
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;
2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian;
3. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001;
7. Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
8. Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Undang-undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden;
9. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.
10. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 21 Tahun 2001 tentang Teknik Penyusunan dan Materi Muatan Produk-produk Hukum Daerah;
11. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Indonesia No.13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
13. Peraturan Gubernur Jawa Tengah No.3 Tahun 2005 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK,SLB ,Pendidikan Non Formal, UKS,Kepemudaan,Olah Raga dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kebumen;
15. Peraturan Bupati No. 22 ttg APBS/M
16. PP 74 ttg guru.
17. UU Keterbukaan Informasi Publik

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN BUPATI KEBUMEN TENTANG PENUGASAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Kebumen;
2. Bupati adalah Bupati Kebumen;
3. Badan Kepegawaian Daerah adalah Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kebumen;
4. Inspektorat adalah Inspektorat Kabupaten Kebumen;
5. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga adalah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen;
6. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disingkat UPTD adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen di Kecamatan;
7. Sekolah adalah Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen;
8. Kepala Sekolah adalah Kepala Sekolah di Lingkungan Kabupaten Kebumen;
9. Komite Sekolah adalah Komite Sekolah di Lingkungan Kabupaten Kebumen;
10. Tim Seleksi adalah Tim Seleksi Calon Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

BAB II
DASAR
Pasal 2
Guru Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah dapat diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, di sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun Kepala Sekolah dipekerjakan di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat/ swasta.

Pasal 3
(1) Guru Pegawai Negeri Sipil dapat diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah sepanjang ada lowongan Kepala Sekolah.
(2) Lowongan Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disebabkan :
a. adanya alih tempat tugas Kepala Sekolah;
b. Kepala Sekolah berhenti atas permohonan sendiri ;
c. Kepala Sekolah pensiun;
d. Kepala Sekolah berakhir masa tugasnya;
e. Kepala Sekolah diangkat pada jabatan lain;
f. Kepala Sekolah diberhentikan sebelum masa tugas berakhir karena berbagai sebab;
g. Kepala Sekolah meninggal dunia.
h. adanya penambahan Unit Sekolah Baru (USB);
i. perlunya membantu sekolah yang dise-lenggarakan oleh masyarakat/swasta dalam meningkatkan mutu pendidikan;
Pasal 4
Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah bertugas :
a. Merumuskan visi, misi, target peningkatan mutu dan program sekolah serta Rencana Anggaran Penerimaan Belanja Sekolah (RAPBS) bersama komite sekolah secara berkelanjutan;
b. Menerapkan manajemen penyelenggaraan pendidikan secara transparan;
c. Mempertanggungjawabkan seluruh keuangan yang dikelola.
Pasal 5
Kepala Sekolah bertanggungjawab kepada Bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.
BAB III
SYARAT-SYARAT GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH
Pasal 6

(1) Guru Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
(2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil dan aktif mengajar/atau membimbing;
c. memiliki kualifikasi akademik serendah-rendahnya sarjana (S1) atau Diploma empat (D4) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi,
d. usia setinggi-tingginya 56 tahun;
e. memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 ( lima ) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/RA memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA;
f. memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c;
g. DP3 serendah-rendahnya memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur penilaian lainnya dalam 2 (dua) tahun terakhir;
h. memiliki Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT);
i. sehat jasmani dan rokhani;
j. memiliki pengetahuan tentang Wawasan Wiyatamandala;
k. memiliki pengetahuan tentang kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya;
l. kreatif dan inovatif serta mempunyai kedisiplinan yang tinggi;
m. mampu menyusun program pendidikan di sekolah;
n. memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas serta tidak tercela;
o. tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
p. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan di mana saja;
(3) Persyaratan khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi :
a. Calon Kepala Taman Kanak-kanak :
1. Berstatus sebagai guru TK/RA ;
2. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TK/RA;
b. Calon Kepala Sekolah Dasar :
1. Berstatus sebagai guru SD;
2. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD;
c. Calon Kepala Sekolah Menengah Pertama :
1.Berstatus sebagai guru SMP;
2. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru
SMP;
d.Calon Kepala Sekolah Menengah Atas :
1.Berstatus sebagai guru SMA;
2. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru
SMA;
e. Calon Kepala Sekolah Menengah Kejuruan.
1.Berstatus sebagai guru SMK;
2. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK;

BAB IV
MASA TUGAS
Pasal 7

(1) Masa tugas kepala sekolah maksimal dua periode, tiap periode empat tahun. Apabila dalam dua periode tersebut menunjukkan prestasi yang baik, dapat diangkat pada periode yang ketiga di sekolah yang lain.
(2) Prestasi baik didasarkan atas penilaian kinerja kepala sekolah dan PDLT;
(3) Kepala Sekolah yang masa tugasnya berakhir dan/atau tidak lagi diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah atau dalam jabatan lain, tetap melaksanakan tugas sebagai guru.
(4) Kepala Sekolah yang telah melaksanakan masa tugas dan telah menjadi guru kembali selama 4 tahun dapat dicalonkan kembali.
BAB V
IDENTIFIKASI LOWONGAN
Pasal 8
(1) Tata cara identifikasi lowongan Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :
a. Pengawas Sekolah melakukan identifikasi lowongan dan kemungkinan lowongan Kepala Sekolah yang menjadi tugasnya dan menyampaikan hasilnya Kepada Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga untuk TK, SD, sedangkan untuk SMP, SMA, dan SMK kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga;
b. Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga menghimpun data lowongan dan kemungkinan lowongan Kepala TK, dan SD di wilayahnya dan menyampaikan hasilnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga;
c. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga menghimpun lowongan dan kemungkinan lowongan Kepala Sekolah tersebut dan menyampaikan hasilnya kepada Bupati melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah;
d. Kepala Badan Kepegawaian Daerah menghimpun data dan membuat daftar lowongan dan kemungkinan lowongan Kepala Sekolah tersebut dan menyampaikan kepada Bupati.
(2) Identifikasi dilakukan setiap tahun secara berkelanjutan dengan proyeksi empat tahunan, menggunakan formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Keputusan ini.
BAB VI
TIM SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH
Pasal 9
(1) Tim Seleksi Calon Kepala Sekolah dibentuk dan ditetapkan dengan Keputusan Bupati dan bertanggung jawab kepada Bupati.

(2) Susunan keanggotaan Tim terdiri dari :
a. Pemerintah;
b. Tenaga Ahli Pendidikan.
c. Unsur masyarakat pendidikan
(3) Tim Seleksi sebagaimana dimaksud ayat (1) bertugas :
a. Melaksanakan seleksi sesuai dengan tata cara seleksi;
b. Memberikan pertimbangan kepada Bupati di dalam penempatannya;
BAB VII
TATA CARA PENGADAAN
Pasal 10
(1) Tata cara pengadaan calon Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :
a. Kepala TK, dan SD bersama Pengawas Sekolah, Guru dan Komite Sekolah mengusulkan maksimal 2 calon kepada Tim Seleksi melalui UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga;
b. Kepala Sekolah SMP, SMA, dan SMK bersama Pengawas Sekolah, Guru dan Komite Sekolah mengusulkan maksimal 2 calon kepada Tim Seleksi;
c. Tim Seleksi membuat suatu kriteria persyaratan yang dituangkan dalam pengumuman;
d. Tim Seleksi memeriksa berkas-berkas administrasi, apabila tidak memenuhi persyaratan Tim Seleksi dapat menolak usulan dan/atau memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.
(2) Pengadaan calon Kepala Sekolah dilakukan dengan menggunakan formulir sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Keputusan ini.

BAB VIII
TATA CARA SELEKSI CALON KEPALA SEKOLAH
Pasal 11
Tata cara Seleksi calon Kepala Sekolah dengan Sistem Gugur sebagai berikut :
a. Seleksi Administrasi ;
b. Seleksi Akademis dan Psikologi.
Pasal 12
Pendidikan dan latihan calon Kepala Sekolah merupakan pembekalan bagi calon Kepala Sekolah yang telah lulus seleksi untuk dapat dilantik menjadi Kepala Sekolah.
BAB IX
TATA CARA PENILAIAN KEPALA SEKOLAH
Pasal 13
Tata cara Penilaian Kepala Sekolah sebagai berikut :
a. Penilaian pelaksanaan tugas Kepala Sekolah dilakukan setiap tahun oleh pejabat yang secara fungsional bertugas membina sekolah dan/atau aparat pengawasan fungsional dengan mengikutsertakan komite sekolah;
b. Kriteria penilaian, instrumen penilaian, dan ukuran keberhasilan pelaksanaan tugas Kepala Sekolah serta petunjuk pelaksanaan penilaian ditetapkan oleh Bupati;
c. Hasil penilaian pelaksanaan tugas Kepala TK, dan SD disampaikan oleh Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga kepada Bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, dan pelaksanaan tugas Kepala Sekolah SMP, SMA, dan SMK disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga kepada Bupati.
BAB X
TATACARA PEMBERHENTIAN DAN PERPANJANGAN MASA PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH
Pasal 14
(1). Kepala Sekolah dapat diberhentikan dari penugasan karena :
a. permohonan sendiri;
b. telah mencapai batas usia pensiun jabatan fungsional guru;
c. masa penugasannya berakhir;
d. diangkat pada jabatan lain;
e. dikenakan hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
f. diberhentikan sementara dari Pegawai Negeri Sipil;
g. diberhentikan sementara dari jabatan guru;
h. dinilai tidak berhasil dalam melaksanakan tugasnya;
i. dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan.
(2). Tata cara pemberhentian Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

(3). Tata cara pemberhentian Kepala Sekolah yang dinilai tidak berhasil dalam melaksanakan tugas adalah sebagai berikut :
a. Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga berdasarkan hasil penilaian pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf a menyampaikan data Kepala TK, dan SD yang dinilai tidak berhasil dalam melaksanakan tugasnya kepada Tim Seleksi melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga;
b. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga berdasarkan hasil penilaian pejabat sebagaimana dimaksud Pasal 13 huruf a menyampaikan data Kepala SMP, SMA, dan SMK yang dinilai tidak berhasil dalam melaksanakan tugasnya kepada Tim Seleksi;
c. Tim Seleksi bertugas mengevaluasi hasil penilaian sebagaimana tersebut pada huruf a dan b serta menyampaikan hasilnya kepada Bupati untuk diusulkan pemberhentiannya sebagai Kepala Sekolah.
Pasal 15
Tata cara perpanjangan masa tugas Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :
a. Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga berdasarkan masukan dari Pengawas Sekolah membuat daftar Kepala TK, dan SD yang perlu diperpanjang masa penugasannya dan menyampaikan kepada Tim Seleksi melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga;
b. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga menghimpun data Kepala Sekolah SMP, SMA, dan SMK yang perlu diperpanjang masa penugasannya dan menyampaikan kepada Tim seleksi;
c. Tim seleksi menyampaikan daftar usul Kepala Sekolah yang perlu diperpanjang masa penugasannya kepada Bupati;
d. Bupati menetapkan perpanjangan masa penugasan guru sebagai Kepala Sekolah yang bersangkutan dengan Keputusan Bupati.

BAB XI
KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 16

Guru Pegawai Negeri Sipil yang akan diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah dipekerjakan di sekolah swasta, pengangkatan dan pember-hentiannya ditetapkan oleh Bupati.

Dalam hal hasil seleksi kepala sekolah tidak memenuhi kebutuhan formasi, Bupati dapat menugaskan guru PNS sebagai kepala sekolah.

Pasal 17

Hal-hal lain yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur lebih lanjut.

Pasal 18
Dengan berlakunya Keputusan ini, maka Keputusan Bupati Kebumen Nomor 9 Tahun 2004 tentang Penugasan Guru Pegawai Negeri Sipil sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen dinyatakan tidak berlaku lagi.
BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 19
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Keputusan ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen.

Ditetapkan di Kebumen
pada tanggal …Nopember 2009
BUPATI KEBUMEN,
ttd.
KH.MOHAMMAD NASIRUDIN AM.

Diundangkan di Kebumen
Pada tanggal …Nopember 2009

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2009 NOMOR ..

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR
(MINDSET)

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.

1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.

BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.

Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata : kamu, kami, kita atau mereka.
5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).

PIKIRAN SADAR :
1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
2. Berpikir berurutan
3. Logis
4. Linier
5. Berpikir
6. Pengalaman sekunder
7. Sadar
8. Gerakan sadar
9. Masa kini
10. Mencoba mengerti masalah
11. Memilih/mengarahkan tujuan
12. Disengaja
13. Verbal
14. Analitis
15. Fokus terbatas
16. Kognitif
17. Memproses sesudah 0,5 detik

PIKIRAN BAWAH SADAR :
1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
2. Simultan/bersamaan
3. Intuitif dan menghubungkan
4. Sibernetik/acak
5. Merasa
6. Pengalaman primer
7. Tidur, mimpi, dll
8. Gerakan tak sadar
9. Menyimpan informasi/Memori
10. Mengetahui solusi
11. Membuat tujuan tercapai
12. Otomatis
13. Non-Verbal
14. Sintetis
15. Tak terbatas, dan ekspansif
16. Eksperiensial
17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari

Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan Kinestetik=gerak,

Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar

14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
2. Peta bukanlah wilayah
3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.

2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan

Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
Berdoa saat Memulai kerja
Bersyukur atas segala ni’mat
Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
Bekerja dunia berbasis akhirat
Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
Konsisten dalam komitmen
Belajar & Terus Belajar

Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
– Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
– Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
– Temukan kesalahan/kekurangan diri
– Berjanji untuk tidak mengulangi
– Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.

Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!

No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ………………………………… ……………………….. ……………………….
3 ………………………………… ……………………….. ……………………….
4 ………………………………… ……………………….. ……………………….
5 ………………………………… ……………………….. ……………………….

3. KONSEP DIRI
(SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.

HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)

BAGAIMANA ANDA AKAN
MEMBENTUK KONSEP DIRI
Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri.
Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.

Konsep Diri PNS :
PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar 1945;
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Indikator Konsep Diri PNS
Bekerja sebagai ibadah
Budaya kerja efektif
Menghindari sikap tidak terpuji
Pelayan dan pengayom masyarakat
Sesuai aturan yang berlaku
Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
Tidak rentan terhadap perubahan
Terbuka dan realistis
Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
Bekerja profesional

Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja utk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip

TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
berani mencoba / mengambil risiko.
mencari feedback secara terus-menerus.
belajar dari pengalaman.
melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Latihan Pergeseran Pola Pikir
No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 ………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
…………………………. 1. Respons awal :

1. Langkah2 :

1. Solusi
2 …………………..
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….

4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.

MANFAAT MIND MAP :
1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.

5. Hipnosis
1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.

Jenis Hipnosis :
1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.

Mitos dan pandangan yang salah :
1. Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
2. Hipnosis merupakan praktik supranatural.
3. Hipnosis sama dengan tidur.
4. Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
5. Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR

TEKNIK MENGUBAH POLA PIKIR
(MINDSET)

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR TERDAPAT BEBERAPA TEKNIK, DIANTARANYA :
1. Metode NLP = Neuro Linguistic Programming;
2. Kontemplasi = Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique;
3. Membangun Konsep Diri (Self Concept);
4. Pemetaan Pikiran = Mind Mapping;
5. Pengetahuan Hipnosis, dsb.

1. Neuro Linguistic Programming
Neuro = Syaraf Otak/Pikiran lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, pencecap rasa, penciuman, perasa sentuhan).
Linguistic = Bahasa Pikiran.
Programming = Pemrograman (Ulang) Pikiran.
NLP adalah : Suatu Cara Untuk Menyaring berbagai pengalaman atau hal-hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari melalui Lima Indera.

BAHASA DAN PEMOGRAMAN PIKIRAN
Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama :
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk, melalui panca indra, penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecap, sentuhan/perasaan;
2. Membandingkan, dengan data base (referensi, pengalaman, dan informasi dalam pikiran bawah sadar);
3. Menganalisis, merinci informasi menjadi komponen yang lebih kecil;
4. Memutuskan respon atau tindakan yang akan diambil terhadap informasi yang masuk.

Bahasa Pikiran Bawah Sadar : (Sandy Mac Gregor, 2005)
1. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan.
2. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “positif”, tidak mengenal kata “negatif” seperti : tidak, jangan, dsb. Contoh : “jangan jatuh” , ganti dengan “pertahankan tetap berdiri”.
3. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata sekarang atau saat ini (present tense), tidak mengenal kata besok atau lusa. Contoh : jangan katakan “besok saya akan berhenti merokok”, tapi “sekarang saya harus berhenti merokok”.
4. Pikiran bawah sadar hanya mengenal kata “saya”, tidak mengenal kata : kamu, kami, kita atau mereka.
5. Pengulangan, katakanlah berulang-ulang sampai bawah sadar mengerti pesan Anda (Ingat : pembiasaan).

PIKIRAN SADAR :
1. Menguasai 7 ± 2 bit informasi
2. Berpikir berurutan
3. Logis
4. Linier
5. Berpikir
6. Pengalaman sekunder
7. Sadar
8. Gerakan sadar
9. Masa kini
10. Mencoba mengerti masalah
11. Memilih/mengarahkan tujuan
12. Disengaja
13. Verbal
14. Analitis
15. Fokus terbatas
16. Kognitif
17. Memproses sesudah 0,5 detik

PIKIRAN BAWAH SADAR :
1. Menguasai 2,3 juta bit informasi
2. Simultan/bersamaan
3. Intuitif dan menghubungkan
4. Sibernetik/acak
5. Merasa
6. Pengalaman primer
7. Tidur, mimpi, dll
8. Gerakan tak sadar
9. Menyimpan informasi/Memori
10. Mengetahui solusi
11. Membuat tujuan tercapai
12. Otomatis
13. Non-Verbal
14. Sintetis
15. Tak terbatas, dan ekspansif
16. Eksperiensial
17. Memproses langsung, sebelum pikiran bawah sadar menyadari

Sandy MacGregor (2005,15) mengatakan bahwa “Accelerated Learning” (Belajar Efektif/Cepat) sesunguhnya juga berlangsung dalam konsep NLP, yaitu dengan menyederhanakan/memfo-kuskan “pancaindra” menjadi “tigaindra” yang dominan yaitu VAK : Visual= penglihatan , Auditori=pendengaran, dan Kinestetik=gerak,

Dengan demikian kita juga bisa memanfaatkan teknik NLP untuk meningkatan proses belajar dan hasil belajar

14 Asumsi Dasar N L P
Dalam Membentuk Pola Sudut Pandang seseorang:
1. Menghormati cara orang lain membentuk dunianya
2. Peta bukanlah wilayah
3. Selalu ada maksud baik dari tiap tingkah laku
4. Orang-orang melakukan hal yang terbaik sebatas sumber-sumber yang diketahui
5. Tidak ada orang yang kaku, hanya komunikator yang kurang fleksibel
6. Makna komunikasi adalah respon yang anda peroleh
7. Seseorang dengan fleksibilitas akan mampu mengontrol dirinya
8. Tak ada kegagalan, hanya umpan balik yang kurang tepat
9. Setiap pengalaman memiliki struktur sendiri
10. Manusia mempunyai dua tingkatann komunikasi : sadar dan bawah sadar
11. Semua orang punya sumber-sumber yang cukup guna merubah diri kearah lebih positip. Sumber-sumber tsb berasal dari pengalaman masa lalu individu.
12. Tubuh dan pikiran saling mempengaruhi
13. Jika sesuatu mungkin bagi seseorang maka hal itu juga mungkin bagi yang lain
14. Saya bertanggung jawab tentang pemikiran saya, Oleh karena itu saya bertanggung jawab akan hasil yang saya peroleh.

2. Kontemplasi
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan

Prinsip Kerja Berbasis Suara Hati
Berdoa saat Memulai kerja
Bersyukur atas segala ni’mat
Berfikir Positif Terhadap Allah dan terhadap sesama
Bekerja dunia berbasis akhirat
Bekerja Optimal sebelum menuntut hak
Konsisten dalam komitmen
Belajar & Terus Belajar

Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi (Perenungan/Muhasabah) :
– Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
– Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
– Temukan kesalahan/kekurangan diri
– Berjanji untuk tidak mengulangi
– Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.

Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!

No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ………………………………… ……………………….. ……………………….
3 ………………………………… ……………………….. ……………………….
4 ………………………………… ……………………….. ……………………….
5 ………………………………… ……………………….. ……………………….

3. KONSEP DIRI
(SELF CONCEPT)
Semua persepsi kita terhadap aspek diri kita yang meliputi aspek fisik, aspek sosial, dan aspek psikologis, yang terbentuk karena pengalaman masa lalu kita dan interaksi kita dengan orang lain.

HAL-HALYANG MEMPENGARUHI KONSEP DIRI (bagimana kita memandang seluruh aspek diri)
1. CITA-CITA DIRI (keinginan untuk mencapai sesuatu)
2. CITRA DIRI (gambaran diri yang diyakini benar)
3. HARGA DIRI (seberapa besar menilai/menghargai diri)

BAGAIMANA ANDA AKAN
MEMBENTUK KONSEP DIRI
Sangat ditentukan oleh sikap diri Anda sendiri.
Sikap adalah kebiasaan berpikir dan oleh karenanya dapat dibentuk dan dipelajari.
Sikap yang baik harus terus menerus dipupuk dan dikembangkan dari waktu ke waktu dengan cara mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir yang baru dalam memandang semua hal.

Konsep Diri PNS :
PANCA PRASETYA KORPRI
Kami anggota Korps Pegawai Republik Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah insan yang :
1. Setia dan taat kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang Dasar 1945;
2. Menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta memegang teguh rahasia jabatan dan rahasia negara;
3. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4. Berusaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta kesetiakawanan Korps Pegawai Republik Indonesia;
5. Berjuang menegakkan kejujuran dan keadilan, serta me ningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme.

Indikator Konsep Diri PNS
Bekerja sebagai ibadah
Budaya kerja efektif
Menghindari sikap tidak terpuji
Pelayan dan pengayom masyarakat
Sesuai aturan yang berlaku
Selalu meningkatkan kompetensi dengan belajar terus menerus
Tidak rentan terhadap perubahan
Terbuka dan realistis
Dalam bekerja mampu berpikir serba sistem
Bekerja profesional

Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja utk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip

TIPS : PENGEMBANGAN POLA PIKIR
menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas
mengenali potensi pola pikir diri, (pola pikir yang mendukung / pola pikir yang menghambat)
mengidentifikasi virus internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.
berani mencoba / mengambil risiko.
mencari feedback secara terus-menerus.
belajar dari pengalaman.
melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Latihan Pergeseran Pola Pikir
No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 ………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
…………………………. 1. Respons awal :

1. Langkah2 :

1. Solusi
2 …………………..
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….
………………………….

4. Mind Map (PEMETAAN PIKIRAN)
Adalah metode untuk membuat catatan untuk berpikir. Peta pikiran juga digunakan untuk memecahkan masalah, untuk mengingat (menghapal) dan melakukan sesuatu pada saat kita sedang berpikir atau sewaktu pikiran memasuki otak kita.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MIND MAP :
1. Tulislah masalah yang akan Anda pecahkan dalam bentuk lingkaran atau pohon, di bagian tengah kertas.
2. Buatlah cabang-cabang atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
3. Buatlah ranting-ranting yang mempengaruhi atau berhubungan dengan cabang-cabang tersebut.

MANFAAT MIND MAP :
1. Topik atau cabang masalah ungkapkan dalam bentuk gambar dan diberi warna menarik, demikian pula untuk sub topik atau rantingnya.
2. Mengapa gambar ? Karena nilai “sebuah gambar adalah lebih dari seribu kata-kata”.
3. Gambar adalah produk sisi otak kanan yang kreatif, rincian detailnya dibuat oleh sisi otak kiri yang logis analitis. Efektifitas mengingat gambar adalah 80 % (Sandy McGregor, 2005).
4. Manfatkan peta pikiran dengan cara menempelnya di dinding, bila banyak di tempel di buku. Lihat-lihatlah secara berkala.

5. Hipnosis
1. Hipnosis adalah adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak.
2. Hipnosis adalah eksplorasi alam bawah sadar.
3. Hipnosis adalah kondisi bawah sadar yang meningkat.

Jenis Hipnosis :
1. Stage Hypnosis (hipnosis panggung);
2. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy;
3. Anodyne Awareness (untuk mengurangi rasa sakit dan kecemasan);
4. Forensic Hypnosis (untuk investigasi);
5. Metaphysical Hypnosis (membangun kondisi rileks sangat dalam atau somnambolisme), bila diukur dengan EEG menunjukkan frekuensi gelombang otak sangat rendah.

Mitos dan pandangan yang salah :
1. Hipnosis adalah penguasaan pikiran (karena hakekat hipnosis adalah self-hypnosis).
2. Hipnosis merupakan praktik supranatural.
3. Hipnosis sama dengan tidur.
4. Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.
5. Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan, gendam dsb.

PROFESI DAN PENGERTIAN PNS

PROFESI DAN PENGERTIAN PNS

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

Pola pikir PNS adalah salah satu pola pikir profesi, di samping misalnya profesi politikus, pedagang, pengusaha, petani dsb.
Karena perbedaan karakteristik dengan profesi lainnya, maka pola pikir PNS juga berbeda. Salah satu ciri khas yang membedakannya adalah tugas dan karakteristik pelayanan publik (public services).
Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping Anggota TNI dan Anggota Polri (UU No 43 Th 1999).
Pengertian Pegawai Negeri adalah warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999)
Pola pikir PNS terbagi dua :
 Pola pikir positif (pola pikir yang berkembang), dan
 Pola pikir negatif (pola pikir tetap).
Pola pikir positif (pola pikir berkembang) PNS tercermin dalam berbagai prestasi yang telah dicapai oleh para PNS selama ini sesuai bidang tugasnya masing-masing, maupun dalam bentuk acuan norma dan aturan yang berlaku. Norma dan aturan tersebut diarah oleh PNS dalam bentuk menjaga sikap dan perilakunya, karena secara periodik dijadikan acuan penilaian antara lain dalam bentuk DP3.

DP3 atau Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS tersebut, tertuang dalam PP Nomor 10 Tahun 1979, terdiri atas delapan norma-norma sikap perilaku :

1. Kesetiaan
2. Prestasi Kerja
3. Tanggung Jawab
4. Ketaatan
5. Kejujuran
6. Kerjasama
7. Prakarsa
8. Kepemimpinan

Di samping keberhasilan tentu ada kekurang berhasilan, hambatan atau dimensi permasalahan berupa pola pikir negatif yang terjadi atau dialami kalangan PNS.
Kantor Menpan tahun 2002 menemukan dan mengidentifikasi adanya Pola Pikir Negatif (Pola Pikir Tetap) PNS yang tercermin dalam bentuk 24 (duapuluh empat) hambatan atau permasalahan perilaku Budaya Kerja Aparatur Pemerintahan, yaitu POLA PIKIR NEGATIF (TETAP) PNS :

1. Komitmen dan konsistensi terhadap visi dan misi organisasi masih rendah.
2. Sering terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam kebijakan publik yang berdampak luas kepada masyarakat.
3. Pelaksanaan kebijakan jauh berbeda dari yang diharapkan.
4. Terjadi arogansi pejabat dan penyalahgunaan kekuasaan.
5. Pelaksanaan wewenang dan tangung jawab aparatur saat ini belum seimbang.
6. Dalam praktek di lapangan sulit dibedakan antara ikhlas dan tidak ikhlas, jujur dan tidak jujur.
7. Pejabat yang KKN akan menyebabkan kkn meluas pada pegawai, dunia usaha dan masyarakat.
8. Gaji pegawai yang rendah/kecil dibandingkan dengan harga barang/jasa lainnya.
9. Banyak aparatur yang integritas, loyalitas dan profesionalnya rendah.
10. Belum adanya sistem merit yang jelas untuk mengukur kinerja pegawai dan tindak lanjut hasil penilaiannya.
11. Kreativitas karyawan kurang mendapat perhatian atasan.
12. Kepekaan terhadap keluhan masyarakat dinilai masih rendah.
13. Sikap yang berorientasi vertikal menyebabkan hilangnya kreativitas, rasa takut berimprovisasi.
14. Budaya suap bukan hal yang rahasia, sehingga dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku pimpinan dalam bekerja.
15. Ada kecenderungan para pemimpin tidak mau mengakui kesalahan di depan bawahan.
16. Masing-masing bekerja sesuai dengan uraian tugas yang ada dan belum optimal untuk bekerjasa sama dengan unit lain.
17. Sifat individualisme lebih menonjol dibandingkan kebersamaan.
18. Tidak ada sanksi yang jelas dan tegas jika pegawai melanggar aturan.
19. Budaya KKN yang menjiwai sebagian aparat.
20. Tingkat kesejahteraan yang kurang memadai.
21. Pengaruh budaya prestise yang lebih menonjol, sehingga aspek rasionalitas sering dikesampingkan.
22. Sistem seleksi (rekruitmen) yang masih kurang transparan.
23. Tidak berani tegas, karena khawatir mendapat reaksi yang negatif.
24. Banyak aparatur belum memahami makna keadilan dan keterbukaan.

Mengubah pola pikir (Juni Pranoto, 2007) berarti berusaha menggeser pola pikir negatif (tetap) tersebut, menjadi pola pikir positif (berkembang).
(SUMBER KANTOR MENPAN TAHUN 2002)

PERMASALAHAN MENGUBAH POLA PIKIR

PERMASALAHAN MENGUBAH POLA PIKIR

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

MANFAAT MENGUBAH POLA PIKIR
Berpikir dan bersikap menjadi lebih positip.
Meningkatkan hubungan kerja.
Komunikasi menjadi lebih efektif.
Mampu mengembangkan potensi diri.
Bekerja menjadi lebih optimal.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA PIKIR
Faktor internal (pengaruh dari dalam)
Blok Persepsi
Blok Ego
Blok Intelektual
Blok Emosi

Faktor eksternal (pengaruh dari luar)
Lingkungan
Teman sejawat
Iklim kerja
Pimpinan
Perkembangan IPTEK
Globalisasi

FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI POLA PIKIR

RENUNGKANLAH Kata – kata bijak berikut ini :
Anda tidak akan mencapai langkah ke seribu, apabila langkah pertama tidak pernah anda lakukan.
Apabila anda tidak belajar maka anda tidak akan berubah, dan apabila anda tidak berubah maka anda akan mati (die) !
Tidak ada Diklat yang dapat mengubah diri seseorang, orang itulah yang harus mengubah dirinya sendiri.
(No training can’t develop a man, he must develop himself).

PENGERTIAN
Nilai adalah ukuran tentang kebaikan atau kebenaran yang dipraktekkan dalam kehidupan individu maupun organisasi.
Norma adalah aturan (baik tertulis maupun tidak tertulis) agar nilai-nilai bisa diwujudkan dengan baik dalam kehidupan individu ataupun organisasi.
Komitmen atau keterikatan adalah janji atau kesanggupan yang pasti untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

LATAR BELAKANG/PENTINGNYA PERUBAHAN POLA PIKIR

LATAR BELAKANG/PENTINGNYA PERUBAHAN POLA PIKIR

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

Reformasi birokrasi membutuhkan reformasi mendasar yang harus dilakukan terlebih dahulu, yakni reformasi Pola Pikir (Mind Set).
(Agus Sunaryo, 2006)
Jika menginginkan perubahan kecil, garaplah perilaku anda. Jika menghendaki perubahan besar dan mendasar, garaplah Mindset Anda.
(Carol S. Dweck, PH.D, 2007)
Program Mind Setting telah dijadikan standar Modul Penerapan Budaya Kerja Aparatur Negara oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, tahun 2003.
Kepercayaan masyarakat terhadap PNS menurun, korup, malas, tidak produktif, kurang memberikan pelayanan, etos kerja rendah dll. Oleh karenanya membutuhkan reformasi/perubahan Pola Pikir yang berorientasi pada pelayanan kepada pelanggan dan peningkatan budaya kerja.

PENGERTIAN POLA PIKIR
ADALAH POLA-POLA DOMINAN YANG MENJADI ACUAN UTAMA SESEORANG UNTUK BERTINDAK (WORKSHOP PENGEMBANGAN JATI DIRI DAN POLA PIKIR BAGI PARA PEJABAT STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL 2003 )
ADALAH POLA YANG MENETAP DALAM PIKIRAN BAWAH SADAR SESEORANG ( MIND SETTING, LPCD, 2005)

TERBENTUKNYA POLA PIKIR
Pola pikir terbentuk karena “Imprint”
“Imprint” adalah peristiwa masa lalu yang sangat membekas. Imprint dapat bersifat positip maupun negatip (International Thinking Training & Consultancy, Mind Setting, )
“Imprinting” (penanaman, pencapan) yaitu “satu reaksi tingkah laku yg diperoleh orang selama usia masih sangat muda dalam kehidupan”. Namun secara normal dapat dibebaskan oleh satu perangsang atau situasi yang cepat-cepat ditembakkan atau diberikan, sehingga ada reaksi mengikuti subyek lain, (J.P. Chaplin dlm Kartini Kartono, kamus lengkap psikologi, 2001)
“Imprint” sangat mempengaruhi “Pola Pikir” & “Kinerja” seseorang. Contoh : seseorang bijaksana atau rajin bekerja. (tergantung imprint-nya selama ini).
“Imprint” bisa berubah (tergantung pd individu ybs)
Selain itu faktor “lingkungan” juga sangat mempengaruhi pola pikir seseorang, terutama “lingkungan keluarga” di mana seseorang dibesarkan.

CHANGE YOUR THINKING
UBAHLAH PIKIRAN ANDA
Bila Anda mengubah pikiran Anda
Anda mengubah keyakinan diri Anda
Bila Anda mengubah keyakinan diri Anda
Anda mengubah harapan-harapan Anda
Bila Anda mengubah harapan-harapan Anda
Anda Mengubah sikap Anda
Bila Anda mengubah Sikap Anda
Anda akan mengubah Tingkah Laku Anda
Bila Anda mengubah Tingkah Laku Anda
Anda Mengubah Kinerja Anda
Bila Anda mengubah Kinerja Anda
Anda telah mengubah Nasib Anda
Bila Anda mengubah Nasib Anda
Anda telah mengubah Hidup Anda.

JENIS-JENIS POLA PIKIR

JENIS-JENIS POLA PIKIR
(MINDSET)

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

Pola Pikir Tetap (fixed mindset), yaitu pola pikir yang relatif tidak berubah. Ini adalah pola pikir yang negatif, pesimis, tidak percaya diri, puas dengan keadaan yg sekarang, dsb.
Pola Pikir Berkembang (growth mindset), yaitu pola pikir yang dapat diubah/dikembangkan melalui praktik, pelatihan, cara/metode yang tepat. Ini adalah pola pikir yang positif dan optimis, selalu ingin berusaha, berjuang terus, percaya bahwa bisa lebih maju, dsb. Inilah pola pikir yang kita harapkan.

CONTOH POLA PIKIR (MINDSET)
Pola Pikir Tetap :
Merasa tidak bisa berubah
Merasa ditakdirkan sebagai orang rendahan
Merasa diri orang bodoh
Merasa ditakdirkan miskin
Merasa berkemampuan terbatas
Suka bermalas-malasan
Kurang percaya diri
Biasa bekerja sendiri
Egois dan tertutup
Menentang dan suka berbohong
Suka menipu (mark up)
Menarik diri dan suka keajegan
Pesimis
Berpikir negatif
Rumput itu tumbuh dengan cepat, percuma saja saya potong karena toh akan tumbuh lagi
Dll

Pola Pikir Berkembang :
Merasa bisa berubah
Bisa menjabat lebih tinggi asal berusaha dan bekerja dgn baik
Bisa pandai asal mau belajar
Bisa berada asal berusaha
Bisa lebih mampu asal belajar
Rajin dan giat bekerja
Mempunyai rasa percaya diri
Mampu bekerjasama
Toleran dan terbuka
Loyal dan dapat dipercaya
Jujur dan apa adanya
Berani menerima tantangan
Optimis
Berpikir positif
Rumput itu akan saya potong secara teratur/rutin.
Dll

APA ARTI SEMUA INI BAGI ANDA ?
Intinya adalah agar kita sadar bahwa Pola Pikir manusia itu bisa diubah dan dikembangkan, oleh karena itu terus kembangkan kemampuan dan potensi diri Anda untuk lebih baik dan sukses.
Tidak perlu menyembunyikan kekurangan/kegagalan Anda, tapi carilah jalan keluarnya.
Anda mempunyai peluang berkembang secara tidak terbatas, tergantung pada usaha, perjuangan dan doa Anda.

Untuk mengenal pola pikir tetap dan pola pikir berkembang pada diri Anda, kerjakanlah dua set Latihan di bawah ini !

POLA PIKIR MANAKAH YANG ANDA MILIKI ?
Jawablah pertanyaan di bawah ini. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama dan putuskanlah anda setuju atau tidak :

1. Kecerdasan Anda merupakan yang sangat mendasar dan Anda tidak dapat berbuat banyak karena kecerdasan sudah merupakan takdir dan tidak dapat diubah.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
2 Anda dapat mempelajari hal-hal baru tetapi Anda benar-benar tidak dapat mengubah kecerdasan Anda.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
3 Tidak masalah seberapapun kecerdasan Anda yang Anda miliki, Anda dapat selalu mengubahnya meskipun hanya sedikit.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
4 Sesungguhnya Anda dapat selalu mengubah kecerdasan Anda.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.

KUNCI JAWABAN :
Pernyataan 1 dan 2 adalah mencerminkan Pola Pikir (mindset) tetap.
Pernyataan 3 dan 4 adalah mencerminkan Pola Pikir (mindset) berkembang.
Mindset manakah yang anda miliki?
Bisa jadi campuran, tetapi pada umumnya seseorang memiliki salah satu Pola Pikir (Mindset).

KEMBANGKANLAH KUALITAS PRIBADI ANDA
Perhatikan pernyataan-pernyataan mengenai kepribadian dan karakter (watak) Anda di bawah ini, putuskanlah apakah Anda setuju atau tidak.

1. Anda memiliki jenis pribadi tertentu, dan tidak banyak yang dapat dilakukan untuk benar-benar mengubahnya.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
2. Tak masalah apapun jenis kepribadian Anda, sebenarnya Anda dapat selalu mengubahnya.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
3 Anda dapat melakukan segala hal secara berbeda, tetapi bagian-bagian penting dari siapa diri Anda benar-benar tidak dapat diubah.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
4 Anda dapat selalu mengubah hal-hal mendasar berkaitan dengan jenis kepribadian Anda.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.

KUNCI JAWABAN :
Pernyataan 1 dan 3 adalah pernyataan Pola Pikir (Mindset) Tetap.
Pernyataan 2 dan 4 adalah pernyataan Pola Pikir (Mindset) Berkembang.
Mindset kepribadian manakah yang Anda miliki?
Bisa jadi mindset kepribadian Anda ini sama, namun bisa jadi juga berbeda dengan mindset kecerdasan Anda.
Mindset kecerdasan Anda adalah gambaran pelibatan kemampuan mental Anda, sedang mindset kepribadian melibatkan kualitas pribadi Anda seperti: tingkat keandalan, kooperatif, peduli, seberapa terampil diri Anda secara sosial, dsb.
Bila hasil pola pikir Anda tetap bagaimana upaya Anda untuk menjadikannya pola pikir berkembang, dan bila pola pikir Anda berkembang bagaiman upaya meningkatkannya.

LATIHAN :
1. Untuk melatih keterampilan mengenal pola pikir yang mendukung tugas-tugas dan pola pikir yang menghambat tugas-tugas, lakukanlah pengamatan (observasi) lapangan (Out Door) pada obyek yang mirip dengan tugas Anda sehari-hari di seputar/lingkungan Kampus Diklat ini.
2. Pergunakanlah formulir Latihan 3 berikut ini, hasilnya diskusikan dengan Kelompok Anda.

Tulis Pola Pikir Yang Mendukung Tugas Dan Yang Tidak Mendukung Tugas

No Mendukung Menghambat Hasil Diskusi
1 ……………… ……………… ………………
2 ……………… ……………… ………………
3 ……………… ……………… ………………
4 ……………… ……………… ………………
5 ……………… ……………… ………………
dst ……………… ……………… ………………

APLIKASI PERUBAHAN POLA PIKIR

APLIKASI PERUBAHAN POLA PIKIR

Muh Rosyid, S.Pd., M.M.Pd
Dosen STIE Putra Bangsa Kebumen

Untuk memahami apakah imprint dan berpengaruh atau tidak pada diri Anda, kerjakanlah Latihan di bawah ini !
Pertanyaan Yang Berkaitan dengan Imprint

Pertanyaan ini khusus untuk peserta diklat Wanita :
• Apa yg paling disukai dari Bapak anda?
Tuliskan 1 (satu) pernyataan ……………………………………………………
……………………………………………………
• Apa yg paling tidak disukai dari Bapak anda? Tuliskan 1 (satu) pernyataan.
……………………………………………………
……………………………………………………

Pertanyaan ini khusus untuk peserta diklat Pria :
• Apa yg paling disukai dari Ibu anda?
Tuliskan 1 (satu) pernyataan.
…………………………………………………….
…………………………………………………….
• Apa yg paling tidak disukai dari Ibu anda? Tuliskan 1 (satu) pernyataan.
…………………………………………………….
…………………………………………………….

Untuk mengenal pola pikir tetap dan pola pikir berkembang pada diri Anda, kerjakanlah dua set Latihan di bawah ini !
POLA PIKIR MANAKAH YANG ANDA MILIKI ?

Jawablah pertanyaan di bawah ini. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama dan putuskanlah anda setuju atau tidak :

1. Kecerdasan Anda merupakan yang sangat mendasar dan Anda tidak dapat berbuat banyak karena kecerdasan sudah merupakan takdir dan tidak dapat dirubah.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
2 Anda dapat mempelajari hal-hal baru tetapi Anda benar-benar tidak dapat mengubah kecerdasan Anda.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
3 Tidak masalah seberapapun kecerdasan Anda yang Anda miliki, Anda dapat selalu mengubahnya meskipun hanya sedikit.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
4 Sesungguhnya Anda dapat selalu mengubah kecerdasan Anda.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.

KUNCI JAWABAN
Pernyataan 1 dan 2 adalah mencerminkan Pola Pikir (mindset) tetap.
Pernyataan 3 dan 4 adalah mencerminkan Pola Pikir (mindset) berkembang.
Mindset manakah yang anda miliki?
Bisa jadi campuran, tetapi pada umumnya seseorang memiliki salah satu Pola Pikir (Mindset).

KEMBANGKANLAH KUALITAS PRIBADI ANDA
Perhatikan pernyataan-pernyataan mengenai kepribadian dan karakter (watak) Anda di bawah ini, putuskanlah apakah Anda setuju atau tidak.

1. Anda memiliki jenis pribadi tertentu, dan tidak banyak yang dapat dilakukan untuk benar-benar mengubahnya.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
2. Tak masalah apapun jenis kepribadian Anda, sebenarnya Anda dapat selalu mengubahnya.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
3 Anda dapat melakukan segala hal secara berbeda, tetapi bagian-bagian penting dari siapa diri Anda benar-benar tidak dapat diubah.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.
4 Anda dapat selalu mengubah hal-hal mendasar berkaitan dengan jenis kepribadian Anda.
a. Setuju.
b. Tidak setuju.

KUNCI JAWABAN
Pernyataan 1 dan 3 adalah pernyataan Pola Pikir (Mindset) Tetap.
Pernyataan 2 dan 4 adalah pernyataan Pola Pikir (Mindset) Berkembang.
Mindset kepribadian manakah yang Anda miliki?
Bisa jadi mindset kepribadian Anda ini sama, namun bisa jadi juga berbeda dengan mindset kecerdasan Anda.
Mindset kecerdasan Anda adalah gambaran pelibatan kemampuan mental Anda, sedang mindset kepribadian melibatkan kualitas pribadi Anda seperti : tingkat keandalan, kooperatif, peduli, seberapa terampil diri Anda secara sosial, dsb.
Bila hasil pola pikir Anda tetap bagaimana upaya Anda untuk menjadikannya pola pikir berkembang, dan bila pola pikir Anda berkembang bagaiman upaya meningkatkannya.

LATIHAN
1. Untuk melatih keterampilan mengenal pola pikir yang mendukung tugas-tugas dan pola pikir yang menghambat tugas-tugas, lakukanlah pengamatan (observasi) lapangan (Out Door) pada obyek yang mirip dengan tugas Anda sehari-hari di seputar/lingkungan Kampus Diklat ini.
2. Pergunakanlah formulir Latihan 3 berikut ini, hasilnya diskusikan dengan Kelompok Anda.

Tulis Pola Pikir Yang Mendukung Tugas Dan Yang Tidak Mendukung Tugas

No Mendukung Menghambat Hasil Diskusi
1 ……………. ……………. …………….
2 ……………. ……………. …………….
3 ……………. ……………. …………….
4 ……………. ……………. …………….
5 ……………. ……………. …………….
dst ……………. ……………. …………….

Pergeseran Pola Pikir
1. Bekerja utk uang Bekerja utk ibadah
2. Berpikir linier Berpikir sistem
3. Berpikir bagian Berpikir menyeluruh
4. Berpikir objek Berpikir hubungan
5. Berpikir hierarkhi Berpikir jaringan
6. Berpikir struktur Berpikir proses
7. Pola pikir negatif Pola pikir positip

LATIHAN
Berilah contoh-contoh pergeseran pola pikir dan mengapa terjadi pergeseran pola pikir tersebut!

No Contoh Kasus Klasifikasi berpikir
1 …………………………………… ……………………………………
2 …………………………………… ……………………………………
3 …………………………………… ……………………………………
4 …………………………………… ……………………………………
5 …………………………………… ……………………………………

LATIHAN
Buatlah mind map (pemetaan) pikiran :
1. Upacara bendera 17- an di Instansi Anda.
2. Acara serah terima jabatan Pimpinan Instansi Anda.
3. Pelaksanaa tugas-tugas Anda yang memerlukan koordinasi.
4. Non Kedinasan : mempersiapkan acara mantenan.

KONTEMPLASI
(Perenungan = Muhasabah = ESQ Technique)
Mengenali tujuan (konsep diri manusia)
Melakukan kontemplasi
Mengevaluasi diri
Mengenali sifat baik dan buruk diri
Bersihkan hati (qolbu)
Buang sifat negatif
Komitmen pada sifat positip
Terus menerus melakukan perbaikan

LATIHAN
Lakukan muhasabah/perenungan diri Anda di tempat yang mendukung, misalnya tempat yang sunyi/tenang dan gelap. Galilah rekaman bawah sadar Anda dan tuliskan di kolom berikut ini!

No Jenis rekaman bawah sadar Pola pikir Negatif Pola pikir Positif
1 Kecewa karena gagal putus asa terus berusaha
2 ………………………………… ……………………….. ……………………….
3 ………………………………… ……………………….. ……………………….
4 ………………………………… ……………………….. ……………………….
5 ………………………………… ……………………….. ……………………….

Proses Penjernihan Suara Hati
• Siapkan diri dengan rileks (gelombang alpha).
• Berdoalah, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Lakukan Kontemplasi ( Perenungan/Muhasabah) :
– Evaluasi diri sejak kecil hingga saat ini.
– Kenang orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda
– Temukan kesalahan/kekurangan diri
– Berjanji untuk tidak mengulangi
– Mohon ampun pada Tuhan Yang Maha Esa.
• Perbaiki kesalahan kepada orang lain dengan minta maaf.
• Perbaiki dan tingkatkan kemampuan diri (dengan memperbaiki sikap perilaku dan meningkatkan kemampuan dan prestasi) .
• Lakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
• Proses penjernihan hati ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari.

WAKTU
1. Hari kemarin adalah Sejarah.
2. Hari ini adalah ANUGERAH.
3. Hari esok adalah Misteri.
4. Rencakananlah dengan baik hari esok :
 Apa yang akan dikerjakan;
 Dimana;
 Bilamana;
 Siapa saja;
 Bagaimana caranya;
 Mengapa itu yang dipilih.

POLA PIKIR PNS (MIND SETTING)

POLA PIKIR PNS (MIND SETTING)
BAB I

Disampaikan pada
Diklat Prajabatan CPNS Golongan I – II
Kabupaten Kebumen
Tahun 2010

Oleh :
MUH ROSYID, S.Pd., M.M.Pd.
NIP. 19590627 198303 1 005
Kepala Bidang Administrasi Tenaga Pendidik dan Non Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen

DESKRIPSI SINGKAT
(BERDASARKAN PERATURAN KEPALA LAN NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN DIKLAT PRAJABATAN CPNS YANG DIANGKAT DARI TENAGA HONORER)

Mata diklat ini diarahkan pada pembahasan tentang pola pikir yang harus dimiliki setiap PNS, dan pentingnya peranan pola pikir tersebut dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat, dan pembentukan birokrasi pemerintahan yang kuat.

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM (TPU):
(KOMPETENSI DASAR)

Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan mampu merancang kerangka kerja untuk memiliki pola pikir sebagai PNS, dan mampu mengatasi hambatan-hambatan yang akan dihadapi dalam penerapannya

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS : (INDIKATOR KEBERHASILAN)

Setelah selesai pembelajaran peserta diharapkan :
1. Mampu menjelaskan konsepsi dasar pola pikir;
2. Mampu menjelaskan beberapa jenis pola pikir dalam dunia profesi;
3. Mampu menjelaskan pola pikir PNS;
4. Mampu mempraktikkan teknik-teknik perubahan pola pikir;
5. Mampu mengubah pola pikir.

CURICULUM VITAE :
TTL : Semarang, 27 Juni 1959
Agama : Islam
Adress : Ds. Jatimulyo RT 02 RW 01 Alian Kebumen,
Jateng indonesia 54352
Phone : +622875569234
HP : +628122722934
Blog : mick182.blogspot.com
Website : www.rosyid.info
Facebook: yc2skj@gmail.com
e-mail : yc2skj@yahoo.com,
yc2skj@gmail.com
NPP : Y C 2 S K J

RIWAYAT PENDIDIKAN :
1972 LUULS SDN JATIMULYO, ALIAN KEBUMEN
1975 LULUS STN I KEBUMEN JURUSAN BANG GEDUNG
1979 LULUS STMN KEBUMEN JURUSAN BANG GEDUNG
1982 LULUS DII/AII IKIP NEGERI SEMARANG JURUSAN KET-TEK
2002 LULUS S1/AIV IKIP PGRI SEMARANG JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN & BIMBINGAN
2004 LULUS MAGISTER MANAJEMEN KONSENTRASI PENDIDIKAN UNSOED PURWOKERTO
2005 LULUS DIKLAT WIDYAISWARA DI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA
2006 LULUS DIKLATPIM IV DI JOGJAKARTA
2007 DIKLAT FUNGSIONAL TOT PRAJAB DI SEMARANG
2008 DIKLAT FUNGSIONAL TOT SUBSTANSI POLA PIKIR (MIND SETTING) PNS DI SEMARANG

RIWAYAT PEKERJAAN :
01 JULI 1982 GURU SMP MUHAMMADIYAH 1 KEBUMEN
01 MARET 1983 GURU SMPN SADANG KEBUMEN
19 JULI 1997 KEPALA SMPN 1 PETANAHAN KEBUMEN
01 APRIL 2003 KEPALA SMPN 7 KEBUMEN
03 MEI 2006 KEPALA UPT PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN KEBUMEN
08 OKTOBER 2008 KASI ADTENDIK SLTP, SMU, SMK DINAS DIKPORA KABUPATEN KEBUMEN
15 JANUARI 2010 KABID ADTENDIK DAN NON KEPENDIDIKAN DINAS DIKPORA KAB.KEBUMEN

KELUARGA :
Ayah : MUHYIDIN KARTOSUDARMO
Ibu : SITI ROCHMAH
Istri : TITI IRAWATI
Anak :
1. ROSDYANA MANGIR IRAWAN KUSUMA
2. ROSARIA CITRA PUTRI PEMBAYUN

KEMASYARAKATAN :
KETUA RT 01 RW 04 KELURAHAN BUMIREJO KEBUMEN TAHUN 2000/2003
KETUA ORARI LOKAL GOMBONG SE KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2000/2003
KETUA ORARI LOKAL KEBUMEN TAHUN 2004/2007

PENELITIAN ILMIAH VI

“PENGARUH BIMBINGAN KARIER TERHADAP PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER PADA SISWA KELAS II SMP NEGERI 7 KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2004 / 2005”

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan telah dilaksanakan dalam segenap aspek kehidupan Bangsa Indonesia, namun keadaaan ketenagakerjaan di Indonesia, pada saat ini tidaklah menggembirakan, yang berarti kemampuan pasar kerja untuk menyerap tenaga kerja rata-rata kecil, sebagai akibat terjadi penumpukan tenaga kerja, dimana – mana gejala pengangguran semakin nyata, hal ini menyebabkan timbulnya kegelisahan dikalangan anak-anak muda yang sebenarnya sudah memasuki masa produktif.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan mampu memberikan bimbingan dan pelatihan guna menyiapkan anak didiknya untuk dapat menjadi anggota masyarakat yang mampu dan bertanggung jawab, di samping menjadi anggota yang aktif dan tenaga kerja yang tangguh. Anak didik memandang sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan sumber bekal yang dapat membuka dunia bagi mereka, orang tua memandang sekolah sebagai tempat bagi anaknya untuk mengembangkan kemampuan menjadi sosok yang trampil dan mampu sehingga siap memasuki tenaga kerja yang trampil, pemerintah berharap agar sekolah mampu mempersiapkan anak-anak untuk menjadi warga negara yang cakap.
Dalam usaha menyiapkan siswa agar dapat memenuhi harapan orang tua, masyarakat dan pemerintah yaitu mempersiapkan siswa agar dapat menjadi anggota masyarakat yang mempunyai ketrampilan sehingga merupakan tenaga kerja yang terampil maka sekolah menyelenggarakan sejenis bidang studi yang memberikan pengetahuan dan keahlian ketrampilan serta mengadakan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler sebagai tempat untuk menyalurkan bakat dan kemampuan siswa dalam bidang non akademis. Untuk SMP Negeri 7 Kebumen, tempat penulis mengadakan penelitian, dalam kurikulum pendidikannya menyelenggarakan mata pelajaran muatan lokal yaitu ketrampilan elektronika dan komputer, sehingga dengan kedua bidang studi tersebut dapat memberikan bekal keahlian kepada siswa untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan berbagai kegiatan dalam bidang keagamaan, seni, olah raga dan kesehatan. Dengan berbagai macam kegiatan yang diadakan di sekolah diharapkan siswa dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan bidang non akademis.
Selain sekolah memberikan berbagai alternatif kegiatan untuk menyiapkan siswa sekolah juga mengusahakan suatu usaha yang nyata untuk memberikan layanan bimbingan. Bimbingan merupakan usaha bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan (Widiatmojo, 2000:1).
Menemukan pribadi mengandung pengertian bahwa layanan bimbingan membantu siswa untuk menemukan pribadinya, menemukan atau mampu mengetahui kelebihan-kelebihannya maupun potensinya sehingga siswa dapat merencanakan masa depan dengan tepat dan lancar. Mengenal lingkungan mengandung pengertian bahwa layanan bimbingan diarahkan untuk membantu siswa mampu mengenal lingkungannya, baik lingkungan sosial, lingkungan sekolah, lingkungan pekerjaan, lingkungan pergaulan dan sebagainya. Merencanakan masa depan berarti bahwa layanan bimbingan dapat membantu siswa agar mampu merencanakan masa depannya yang lebih baik, sesuai dengan hasil pemahamannya terhadap diri sendiri maupun lingkungan.
Dalam melaksanakan tugasnya layanan bimbingan dan konseling, meliputi empat bidang bimbingan yaitu bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar dan bidang bimbingan karier, tujuh layanan yaitu layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan pembelajaran, layanan konseling perorangan, layanan bimbingan kelompok dan layanan konseling kelompok yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa dan kelas serta lima kegiatan pendukung yaitu kunjungan rumah, konferensi kasus, himpunan data, aplikasi instrumen dan alih tangan kasus (Rodjikin, 2000: 3 – 4 ).
Untuk membantu anak dalam mengembangkan diri secara optimal sehingga dapat merencanakan pencapaian pekerjaan sebagai landasan karier yang sesua dengan kemampuan, bimbingan karier sebagai salah satu bidang layanan bimbingan konseling sangat dibutuhkan. Karena bimbingan karier merupakan bimbingan yang mencakup kegiatan bimbingan kepada siswa dari memilih, menyiapkan diri, mencari dan menyesuaikan diri terhadap karier (Aryatmi Siswohardjono, 1990: 457). Kesimpulan dari uraian di atas, dengan layanan bimbingan karier yang sudah diberikan diharapkan siswa dapat memahami karakteristik dirinya dalam hal minat, nilai-nilai, kecakapan dan ciri-ciri kepribadian serta dapat mengidentifikasikan bidang pekerjaan yang luas, yang mungkin lebih cocok bagi mereka, selanjutnya diharapkan siswa dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif serta memberikan kelayakan hidup.
Layanan Bimbingan dan Konseling dalam penempatan dan penyaluran bidang bimbingan karier diantaranya akan membantu kegiatan penempatan dan penyaluran bakat dan minat siswa pada kelompok latihan keterampilan dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karier atau pekerjaan, membantu siswa untuk mendapatkan orientasi dan informasi sekolah lanjutan yang sesuai dengan arah pengembangan karier, membantu siswa untuk mendapatkan orientasi dan informasi tentang lembaga-lembaga keterampilan yang sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karier dan sebagainya.
Bimbingan karier merupakan salah satu aspek bimbingan perkembangan, sehingga sangat diperlukan sepanjang perkembangan anak, lebih baik jika bimbingan itu diberikan ke anak sejak masa kanak-kanak bahkan sebelun masuk sekolah, yang diteruskan di masa sekolah dasar, di sekolah lanjutan dan di perguruan tinggi, bahkan mungkin masih diperlukan sewaktu seseorang sudah memasuki dunia kerja, dengan harapan bahwa dengan bimbingan yang diberikan akan membantu dalam penyesuaian diri dengan sifat dan situasi kerja.
Layanan bimbingan karier yang diberikan kepada anak di masa sekolah, khususnya sekolah lanjutan akan sangat membantu anak didik dalam menentukan penempatan dan penyaluran bakat dan minat siswa pada kelompok latihan keterampilan dan kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah masing-masing yang menunjang pilihan karier atau pekerjaan dimasa mendatang,
Kegiatan ekstrakurikuler sangat dibutuhkan untuk mengisi waktu luang antara sesudah jam pelajaran sekolah sampai petang, sehingga dapat menghindarkan siswa dari bentuk-bentuk perbuatan yang negatif, dengan timbulnya macam-macam perilaku menyimpang siswa setelah selesai jam pelajaran sekolah seperti perkelahian, narkotika, mabuk-mabukan dan sebagainya. Kegiatan ekstrakurikuler dapat berjalan dengan baik bila timbul kesadaran dari siswa, orang tua siswa dan masyarakat bahwa ekstrakurikuler merupakan salah satu pendidikan sekolah yang mutlak diperlukan, yaitu untuk mempertajam dan memperluas pemahaman proses kurikuler dan menumbuh kembangkan bakat, minat serta sebagai salah satu sarana usaha dalam membina nilai-nilai kepribadian para siswa. Dengan demikian orang tua dan masyarakat akan mendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler serta tidak beranggapan bahwa program ekstrakurikuler akan mengganggu proses belajar mengajar.
Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk memacu siswa kearah kemampuan mandiri, percaya diri dan kreatif karena kegiatan ekstrakurikuler mempunyai peranan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan para siswa serta memperbaiki pengetahuan para siswa yang berkaitan dengan mata pelajaran sesuai dengan program kurikulum yang ada. Untuk melengkapi upaya pembinaan, pemantapan, dan pembentukan nilai-nilai kepribadian para siswa dan untuk membina serta meningkatkan bakat, minat, dan keterampilan siswa (Petunjuk Kegiatan Ekstrakurikuler, 1997: 4-5).
Dengan pelaksanaan layanan bimbingan karier yang baik akan mendukung pelaksanaan program ekstrakurikuler karena akan tumbuh kesadaran pada diri siswa mengenai manfaat dari program ekstrakurikuler, sehingga siswa dapat menentukan kelompok latihan keterampilan dan kegiatan ekstrakurikuler yang lain sesuai dengan bakat dan minat siswa dengan orientasi untuk menunjang pilihan karier atau pekerjaan dimasa mendatang. Dengan demikian layanan bimbingan karier akan berpengaruh terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler.
SMP Negeri 7 Kebumen merupakan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang sudah baik kualitasnya dan mempunyai Guru Pembimbing dalam hal ini Guru Bimbingan dan Konseling yang profesional, sehingga dapat melaksanakan bimbingan dengan baik serta mempunyai program kegiatan ekstrakurikuler yang sudah baik pelaksanaanya.
Atas dasar latar belakang permasalahan di atas maka penulis merasa tertarik dan terdorong untuk mengadakan penelitian tentang pengaruh bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2004/2005.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah penulis sajikan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah ada pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2004/2005.

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2004/2005.

D. Manfaat Penilaian
Sesuai dengan tujuan penelitian yang penulis ajukan maka penelitian diharapkan dapat bermanfaat untuk :
1. Manfaat Teoritis
Dengan tersusunnya penelitian ilmiah ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu bimbingan dan konseling tentang pengaruh antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler.
2. Manfaat Praktis
a. Guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong para Guru untuk melakukan penelitian – penelitian yang serupa pengaruh bimbingan belajar terhadap minat belajar siswa pada sekolah-sekolah yang lain dengan melihat kondisi atau kenyataan yang ada.
b. Peneliti
Dengan penelitian ini membantu peneliti sebagai wahana latihan pengembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan.
c. Siswa
Bagi siswa khususnya siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2004/2005 dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau informasi tentang manfaat bimbingan karier sehingga mendorong siswa untuk memanfaatkan layanan bimbingan yang diberikan oleh Guru Pembimbing khususnya layanan bimbingan karier.

E. Definisi Istilah

1. Bimbingan karier
Bimbingan karier adalah kegiatan bimbingan yang bertujuan untuk mengenal, memahami dan mengembangkan potensi diri dalam mempersiapkan masa depan karier bagi dirinya. Yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pelayanan bimbingan yang diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling kepada siswa tentang cara mengenal, memahami, dan mengembangkan potensi diri dalam mempersiapkan masa depan karier bagi dirinya.
2. Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler adalah berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum (Poerwodarminto, 1995: 255). Yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah semua kegiatan di luar jam sekolah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 7 Kebumen.

3. Siswa Kelas II SMP Negeri 7 Kebumen
Yang dimaksudkan siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen adalah semua peserta didik pada jenjang peendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, kelompok kelas II pada lembaga pendidikan SMP Negeri 7 Kebumen.

F. Sistematika Penelitian Ilmiah
Sesuai dengan judul dan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka sistematika penelitian ilmiah ini adalah sebagai berikut:
Bab I adalah pendahuluan, pada bab ini dikemukakan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika penelitian ilmiah.
Bab II adalah kajian pustaka dan hipotesis, yaitu menerangkan atau menganalisa dan mermbahas permasalahan secara teoritis tentang bimbingan karier, ekstrakurikuler, pengaruh bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler dan hipotesis.
Bab III adalah metode penelitian, pada bab ini membahas tentang rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, pengumpulan data dan analisis data.
Bab IV adalah hasil penelitian, pada bab ini dikemukakan tentang deskripsi data, pengujian hipotesis dan pembahasan.
Bab V adalah penutup, pada bab ini dikemukakan tentang kesimpulan dan saran.
Pada bagian akhir dari penelitian ilmiah ini berisi tentang daftar pustaka, dan lampiran-lampiran.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan tentang Bimbingan Karier
1. Pengertian Bimbingan Karier
Aryatmi Siswohardjono (1990: 457) mengemukakan bimbingan karier adalah bimbingan yang mencakup kegiatan bimbingan kepada siswa atau orang dari memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier. Diterangkan lebih lanjut bahwa bimbingan karier bertujuan agar sasaran yang dibimbing dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberi kepuasan dan kelayakan. Hal ini senada dengan pendapat Popon Syarif Arifin (dalam Aryatmi Siswohardjono, 1990: 457) yang mengemukakan bahwa bimbingan karier bertujuan untuk membantu anak dalam mengembangkan dirinya secara optimal sehingga dapat merencanakan pencapaian pekerjaan sebagai landasan kariernya yang sesuai dengan kemampuannya. Dari pendapat tersebut dapat diambil pengertian bahwa bimbingan karier adalah kegiatan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier sehingga dapat mengembangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberi kepuasan dan kelayakan .
Widada (1990 : 31) menjelaskan bahwa bimbingan karier merupakan suatu proses bantuan yang ditujukan kepada individu untuk mengembangkan serta menerima tentang dirinya secara terpadu dan memadai tentang perananya dalam dunia kerja untuk menguji gagasan-gagasannya serta memadukannya dengan kenyataan yang menimbulkan kepuasan bagi individu yang bersangkutan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Mohammad Thayeb Manhiru (1992 : 19) mendefinisikan bimbingan karier adalah layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan – kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang serta mengembangkan ketrampilan–ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan kariernya.
Sears dalam Mohammad Thayeb Manhiru (1992 : 19) mendefinisikan bimbingan karier sebagai aktivitas – aktivitas dan program – program yang membantu individu mengasimilasikan dan mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman dan apresiasi – apresiasi yang berkaitan dengan:
1) Pengenalan diri, yang meliputi hubungan seseorang dengan ciri – ciri dan persepsi – persepsinya sendiri, serta hubungannya dengan orang lain dan lingkungan.
2) Pemahaman, pengenalan terhadap kerja masyarakat dan faktor yang mempengaruhi perubannya, termasuk sikap – sikap dan didiplin kerja.
3) Kesadaran akan waktu luang yang bisa berperan dalam kehidupan seseorang.
4) Pemahaman akan perlunya dan banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan karier.
5) Pemahaman terhadap informasi dan ketrampilan – ketrampilan yang diperlukan untuk mencapai pemenuhan diri dalam pekerjaan dan waktu luang.
6) Mempelajari dan menerapkan proses pengambilan dan keputusan karier.
Aminudin Najib (1995 : 7) berpendapat bahwa bimbingan karier adalah bidang Bimbingan dan Konseling yang membantu siswa dalam perencanaan dan pengembangan masa depan dan kemampuan kariernya.
Widiadmojo (2000: 3) mengemukakan definisi bimbingan karier adalah kegiatan bimbingan yang bertujuan untuk mengenal, memahami, dan mengembangkan potensi diri dalam mempersiapkan masa depan bagi dirinya. Lebih lanjut dijelaskan pelayanan bimbingan karier diberikan agar siswa mengenal konsep diri yang berkaitan dengan minat, bakat, dan kemampuannya serta mengenal jabatan karier yang ada.
Berdasarkan beberapa definisi yang telah diuraikan di atas maka dapat diperoleh pengertian bahwa bimbingan karier adalah kegiatan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya sehingga dapat mengembangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberi kepuasan dan kelayakan .
2. Program Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Bidang Bimbingan Karier
Aryatmi Siswohardjono (1990 : 461-462) menjelaskan bahwa bimbingan karier itu mencakup tentang hal-hal sebagai berikut:
a. Layanan dalam memilih karier.
Layanan dalam memilih karier untuk membantu siswa dalam menentukan bidang pekerjaan yang akan dijadikan kariernya, hal ini diperlukan karena memilih
karier merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan karier.
b. Layanan dalam merencanakan diri untuk mencapai pekerjaan yang telah dipilih.
Setelah memilih karier siswa ditolong untuk membuat rencana dalam menentukan jalan yang harus ditempuh untuk mencapai karier yang dikendaki.
c. Layanan dalam mencari pekerjaan.
Sebelum siswa menghadapi kenyataan harus mencari pekerjaan, maka siswa diberikan persiapan tentang cara-cara mencari pekerjaan, diantaranya tentang cara melamar, cara menghadapi wawancara, seleksi pekerjaan dan lain-lain.
d. Layanan penempatan.
Layanan penempatan membantu siswa dengan cara memberikan informasi tentang lembaga-lembaga yang menampung dan menyalurkan tenaga kerja.
e. Layanan dalam penyesuaian terhadap pekerjaan.
Layanan dalam penyesuaian pekerjaan memberikan informasi tentang cara-cara menghadapi kesukaran-kesukaran waktu melaksanakan pekerjaan.
Pendapat lain tentang program layanan Bimbingan dan Konseling dalam bidang bimbingan karier adalah:
a. Layanan orientasi
Materi pokok bimbingan karier pada layanan orientasi adalah peranan Bimbingan dan Konseling serta pelacakan karier SMP, pelaksanaan bimbingan karier di SMP dan kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karier.
b. layanan informasi
Materi pokok bimbingan karier pada layanan informasi adalah tugas perkembangan remaja, pengembangan karier di masyarakat, jenis tuntutan serta syarat – syarat jabatan yang dapat dimasuki tamatan SMP dan permasalan dalam pilihan pekerjaan.
c. Layanan penempatan dan penyaluran
Bimbingan karier pada layanan penempatan dan penyaluran meliputi kegiatan penempatan dan penyaluran bakat serta kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang pilihan karier, pilihan program studi yang lebih lanjut.
d. Layanan pembelajaran
Bimbingan karier pada layanan pembelajaran meliputi kegiatan pengembangan pemahaman sikap dan kebiasaan belajar, program perbaikan dan pengayaan yang dapat memantapkan pemahaman pada diri siswa mengenai pilihan karier dan latihan kerja sebagai upaya memperoleh penghasilan, orientasi dan informasi lembaga – lembaga ketrampilan serta orientasi pilihan SMA dan SMK sesuai dengan arah pengembangan karier.
e. Layanan konseling perorangan
Bimbingan karier pada layanan konseling perorangan meliputi orientasi dan informasi pekerjaan, dunia kerja, lembaga – lembaga ketrampilan serta sekolah lanjutan sesuai dengan arah pengembangan karier.
f. Layanan bimbingan kelompok
Bimbingan karier pada layanan bimbingan kelompok membahas pilihan pekerjaan dan pengembangan karier siswa yaitu hal – hal yang menyangkut pilihan dan latihan ketrampilan, informasi pekerjaan, upaya memperoleh penghasilan, lembaga ketrampilan dan sekolah lanjutan sesuai dengan pengembangan karier.

g. Layanan konseling kelompok
Bimbingan karier pada layanan konseling kelompok membahas dan mengentaskan masalah pilihan pekerjaan dan pengembangan karier siswa yaitu masalah latihan ketrampilan, informasi pekerjaan, dunia kerja, upaya memperoleh penghasilan dan lembaga – lembaga ketrampilan sesuai dengan pilihan dan arah pengambangan karier (Rodjikin, 2000 : 8 – 18).

3. Fungsi Bimbingan Karier
Layanan bimbingan karier sangat penting bagi siswa karena mempunyai beberapa fungsi. Menurut Popon Syarif Arifin yang dikutip Aryatmi Siswohardjono (1990), fungsi bimbingan karier adalah sebagi berikut:
a. Fungsi persiapan
Layanan bimbingan karier memberikan informasi tentang jenis-jenis pekerjaan yang dapat didapatkan oleh siswa.
b. Fungsi pencegahan
Layanan bimbingan karier dapat memberikan bantuan agar siswa tidak kesulitan di dalam memahami tentang bakat, minat, kemampuan dan tentang dirinya sendiri yang berkaitan dengan pekerjaan sehingga dapat mencegah siswa salah dalam menentukan langkah-langkah dalam menemukan karier yang dikehendaki.
c. Fungsi penempatan dan penyaluran.
Layanan bimbingan karier akan membantu dalam penempatan para siswa pada bidang atau jenis pendidikan, latihan dan pekerjaan sehingga mereka dapat mengambil keputusan sendiri secara bijaksana.
d. Fungsi penyesuaian.
Layanan bimbingan karier akan membantu siswa dalam menyesuaikan diri dengan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitarnya.
e. Fungsi pengembangan.
Layanan bimbingan karier akan membantu siswa dalam mengembangkan seluruh pribadinya secara terarah dan mantab pada minat kerja.
4. Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Perkembangan Karir
Dewa Ketut Sukardi (1994 : 44 – 53) berpendapat bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan karir seseorang secara umum dibedakan menjadi dua yaitu:

a. Faktor – Faktor yang Bersumber pada Diri Individu
Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan arah pilihan karir
yang bersumber pada diri individu adalah kemampuan intelegensi, bakat, minat, sikap, kepribadian, nilai, kegemaran, prestasi, ketrampilan, penggunaaan waktu senggang, aspirasi dan pengetahuan sekolah, pengalaman kerja, pengetahuan tentang dunia kerja, kemampuan dan keterbatasan fisik dan penampilan lahiriah serta masalah keterbatasan pribadi.

b. Faktor – Faktor Sosial
Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan arah pilihan karir yang bersumber dari faktor – faktor sosial dibedakan menjadi dua yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer diwarnai oleh bentuk – bentuk hubungan yang bersifat pribadi dan terjadi terus menerus, keluarga merupakan bentuk kelompok primer yang memiliki kemantapan dan kompak. Kelompok sekunder didasarkan atas kepentingan – kepentingan tertentu yang diwarnai aktivitas, gerak – gerik kelompok, seperti kelompok para ahli di suatu bidang ilmu, kelompok politik, keagamaan, serikat sekerja dan sebagainya .

B. Tinjauan tentang Ekstrakurikuler
1. Pengertian Ekstrakurikuler
Poerwodarminto (1995 : 255) berpendapat bahwa ekstrakurikuler adalah berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum. Menurut definisi tersebut dapat diperoleh pengertian bahwa ekstrakurikuler merupakan semua kegiatan yang dilaksanakan di luar program yang telah ditulis di dalam kurikulum.
Menurut Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen No. 226/C/Kep./C/1992 yang dimuat dalam buku Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler (1997: 40) disebutkan bahwa ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah yang dilakukan, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi uapaya pembinaan manusia seutuhnya.
Menurut SK Mendikbud No. 080/U/1993 dikemukakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, yang berupa kegiatan pengayaan dan kegiatan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler.
Dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler (1993: 14) disebutkan bahwa ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pendidikan sekolah yang mutlak diperlukan untuk mempertajam dan memperluas pemahaman tentang proses kurikuler dan menumbuhkembangkan bakat, minat, serta sebagai salah satu sarana usaha dalam membina nilai-nilai kepribadian para siswa.
Berdasarkan seluruh uraian di atas maka dapat diperoleh pengertian bahwa ekstrakurikuler adalah semua kegiatan yang dilaksanakan di luar program yang telah ditulis dalam kurikulum, yang dilaksanakan di luar jam biasa baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antar berbagai pelajaran, menyalurkan minat dan bakat serta melengkapi upaya pembinaan nilai-nilai kepribadian siswa.

2. Tujuan Program Ekstrakurikuler
Dalam buku Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler (1990: 4-5) disebutkan tujuan dari program kurikuler adalah sebagai berikut:

a. Untuk memperdalam dan mamperluas pengetahuan para siswa.
Dengan kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat memperkaya, mempertajam serta memperbaiki pengetahuan para siswa yang berkaitan dengan mata pelajaran sesuai dengan program kurikulum. Kegiatan ini dapat dilaksanakan melalui berbagai kegiatan diantaranya lomba mengarang, lomba tulisan ilmiah dari suatu penelitian dan sebagainya.
b. Untuk melengkapi upaya pembinaan, pemantapan dan pembentukan nilai-nilai kepribadian siswa.
Kegiatan semacam ini dapat diusahakan melalui baris berbaris, latihan-latihan kepemimpinan, kegiatan yang berkaitan dengan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
c. Untuk membina serta meningkatkan bakat, minat dan ketrampilan.
Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memacu anak ke arah kemampuan mandiri, kepercayaan diri serta kreatif.
3. Materi dan Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler sebagi jalur pembinaan kesiswaaan dengan materi dan jenis kegiatan sebagai berikut:
a. Kegiatan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Jenis kegiatan untuk materi ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah melaksanakan peribadatan sesuai dengan agama masing-masing, memperingati hari-hari besar agama, membina toleransi antar umat beragama, mengadakan perlombaan yang bersifat keagamaan dan menyelenggarakan kegiatan seni yang bernafaskan keagamaaan.
b. Kegiatan pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adapun yang merupakan kegiatan untuk materi pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah upacara bendera, melaksanakan bakti sosial atau bakti masyarakat, melaksanakan lomba karya tulis, melaksanakan pertukaran siswa antar propinsi, menghayati dan mampu menyanyikan lagu-lagu nasional.

c. Kegiatan pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara.
Jenis kegiatan untuk materi pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara adalah melaksanakan tata tertib sekolah, baris berbaris, mempelajari dan menghayati sejarah perjuangan bangsa, wisata siswa, pecinta alam, kelestarian alam lingkungan dan napak tilas.
d. Kegiatan pembinaan kepribadian dan berbudi pekerti luhur.
Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk materi pembinaan kepribadian dan berbudi pekerti luhur adalah melaksanakan tata krama pergaulan, kegiatan amal untuk meringankan beban dan penderitaan orang lain, dan meningkatkan sikap hormat siswa terhadap orang tua, guru, dan semua siswa di lingkungan sekolah.
e. Kegiatan pembinaan berorganisasi, pendidikan politik dan kepemimpinan.
Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk materi pembinaan berorganisasi, pendidikan politik dan kepemimpinan adalah memantapkan dan mengembangkan peran serta siswa dalam OSIS, melaksanakan latihan kepemimpinan siswa, mengadakan forum diskusi ilmiah, mengadakan media komunikasi lewat majalah dinding, mengorganisasikan suatu pementasan atau bazar.
f. Kegiatan pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi.
Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk materi pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi adalah melaksanakan UKS, pemeliharaaan keindahan, penghijauan dan keindahan sekolah, menyelemggarakan kantin sehat, meningkatkan kesehatan mental, melaksanakan pencegahan penggunaan narkotik, obat terlarang, minuman keras dan merokok, melaksanakan senam kesegaran jasmani, dan olah raga lainnya, menyelenggarakan lomba berbagai macam olah raga dan mengembangkan motto rekreasi yang kreatif.
g. Kegiatan pembinaan persepsi, apresiasi dan kreasi seni.
Jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk materi pembinaan persepsi, apresiasi dan kreasi seni adalah mengembangkan wawasan ketrampilan siswa dibidang seni suara, seni tari, seni rupa, seni kerajinan, seni drama, musik dan fotografi, menyelenggarakn sanggar berbagai macam seni, meningkatkan daya cipta seni, menuntaskan dan memamerkan hasil berbagai cabang seni.

C. Pengaruh Bimbingan Karier terhadap Pelaksanaan Ekstrakurikuler
Bimbingan karier merupakan kegiatan bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya sehingga dapat mengembangkan dirinya secara optimal sehingga dapat menemukan karier dan melaksanakan karier yang efektif dan memberi kepuasan dan kelayakan.
Ekstrakurikuler merupakan semua kegiatan yang dilaksanakan di luar program yang telah ditulis dalam kurikulum, yang dilaksanakan di luar jam biasa baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antar berbagi pelajaran, menyalurkan minat dan bakat serta melengkapi upaya pembinaan nilai-nilai kepribadian siswa.
Dengan pelayanan bimbingan karier yang baik akan menumbuhkan kesadaran pada diri siswa akan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler, sehingga siswa akan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dengan baik, dengan cara menentukan kelompok latihan keterampilan atau kegiatan ekstrakurikuler lain yang sesuai dengan bakat dan minat siswa dengan beorientasi untuk menunjang pilihan karier atau pekerjaan dimasa mendatang. Sehingga program ekstrakurikuler dapat dilaksanakan dengan baik yang didukung oleh orangtua, masyarakat, siswa dan semua pengelola sekolah.
Bimbingan karier akan mendukung pelaksanaan program ekstrakurikuler sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien atau bimbingan karier mempunyai pengaruh yang positif terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler.

D. Pengajuan Hipotesis
Berdasarkan uraian di atas maka dapat diajukan hipotesis sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen tahun pelajaran 2003/2004.

BAB III
METODE PENELITIAN

Definisi metode menurut Poerwodarminto (1984 : 649) adalah ilmu yang membicarakan cara-cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu.
Sutrisno Hadi (1986 :4 ) memberikan definisi tentang reseach (penelitian) adalah suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, usaha mana dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah Sedangkan definisi istilah penelitian menurut Lukman Ali (1995 : 1028) adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan obyektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.
Berdasarkan uraian di atas dapat diperoleh pengertian bahwa metode penelitian adalah suatu pengetahuan yang membahas tentang cara kerja dalam memahami suatu masalah, disesuaikan dengan obyek studi dalam usaha mengumpulkan, menemukan, mengembangkan, menganalisa atau menguji kebenaran suatu data penelitian.

A. Variabel Penelitian
Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi, yang dapat diukur secara kwantitaf ataupun kualitatif. Dalam suatu penelitian variabel dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu variabel yang mempengaruhi disebut dengan variabel bebas dan variabel akibat disebut dengan variabel terikat. Yang dimaksud variabel bebas dalam penelitian ini adalah bimbingan karier, sedangkan variabel terikatnya yaitu pelaksanaan ekstrakurikuler siswa.

B. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel bebas dari penelitian ini adalah bimbingan karier. Definisi operasional dari bimbingan karier adalah petunjuk atau penjelasan yang diberikan oleh Guru Pembimbing kepada siswa yang bertujuan memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
Variabel terikat dari penelitian ini adalah pelaksanaan ekstrakurikuler. Definisi operasional dari pelaksanaan ekstrakurikuler adalah pelaksanaan kegiatan di luar program yang telah ditulis dalam kurikulum, yang dilaksanakan di luar jam biasa baik di sekolah maupun di luar sekolah oleh siswa.

C. Populasi dan Sampel
Suharsimi Arikunto (1996: 115) berpendapat populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Sehingga populasi disebut juga sebagai subyek penelitian yaitu semua individu yang akan dikenai generalisasi dari kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sampel.
Berdasarkan batasan tersebut, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen yang terdiri dari tujuh kelas yaitu kelas II A jumlah siswa 40 orang, kelas II B jumlah siswa 40 orang, kelas II C jumlah siswa 40 orang dan kelas II D jumlah siswa 40 orang kelas II E jumlah siswa 40 orang, kelas II F jumlah siswa 40 orang, kelas II G jumlah siswa 40 orang, sehingga jumlah seluruhnya 280 orang.
Dalam penelitian ini tidak seluruh siswa yang ada di dalam populasi diteliti melainkan sebagian saja dari padanya yang berkedudukan sebagai sampel. Hasil penelitian ini kemudian digeneralisasikan pada populasi artinya mengangkat kesimpulan penelitian sebagai yang berlaku sebagai populasi. Jadi penelitian sampel ini harus dapat mencerminkan keadaan populasi. Penelitan sampel boleh dilaksanakan apabila keadaan subyek di dalam populasi benar-benar homogen. Suharsimi Arikunto (1998: 117) berpendapat bahwa sampel adalah sebagian atai wakil dari populasi yang diteliti.
Sebagai dasar dalam menentukan besarnya sampel dalam dalam suatu penelitian, Suharsimi Arikunto (1996 : 107) berpendapat bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika populasi lebih dari 100 maka dapat diambil sebagian yaitu antara 10-15 %, atau 20 – 25 % atau lebih tergantung dari kemempuan peneliti, sempit luasnya wilayah penelitian dan besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti.
Berdasarkan pendapat di atas, karena jumlah populasi pada penelitian ini lebih dari 100 orang maka untuk memudahkan peneli dalam mengambil data dan hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh siswa yang menjadi populasi maka penulis mengambil sampel sebesar 15 % dengan jumlah 40 siswa, masing – masing kelas diambil 6 siswa dan 4 orang siswa.
Sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik proposional random sampling
Teknik proposional random sampling adalah pengambilan sampling tanpa pandang bulu, semua individu dalam populasi diberi kesempatan sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Adapun cara yang digunakan adalah cara undian, dengan langkah – langkah sebagai berikut:
a. Membuat kode nomor untuk semua subyek yang menjadi populasi sejumlah 280 siswa.
b. Menuliskan kode-kode itu, masing-masing pada selembar kertas kecil, kemudian kertas itu digulung baik-baik.
c. Gulungan kertas itu dimasukkan dalam kaleng yang diberi lubang, kemudian dikocok sambil dikeluarkan sebanyak jumlah sampel yang diambil yaitu 50 melalui lubang kaleng itu.
d. Nomor kode siswa yang keluar sebagai sampel penelitian.

D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menurut Suharsimi Arikunto (1996 : 136) adalah suatu alat bantu pada waktu meneliti menggunakan suatu metode. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner tentang bimbingan karir dan angket tentang pelaksanaan ekstrakurikuler siswa.
Suharsimi Arikunto (1996 : 140) mengatakan bahwa angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Nasution (1990:128) berpendapat bahwa angket adalah daftar pertanyaan yang didistribusikan kepada responden untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab dibawah pengawasan peneliti, yang ditujukan untuk meminta keterangan tertentu tentang fakta yang diketahui oleh responden atau juga mengenai pendapat atau sikap. Suharsimi Arikunto (1996:112) menjelaskan bahwa angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis dapat digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang telah diketahui.
Berdasarkan pendapat di atas, maka yang dimaksud angket adalah daftar pernyataan yang diajukan secara tertulis untuk memperoleh informasi dari responden untuk mendapatkan keterangan tentang fakta yang diketahui responden. Metode angket dalam penelitian ini untuk memperoleh data tentang perhatian orang tua dan data tentang perkembangan emosi siswa .
Suharsimi Arikunto (1996 : 155) mengemukakan untuk mengadakan instrumen angket yang baik ditempuh prosedur sebagai berikut :
1. Perencanaan dan penulisan butir soal
2. Penyuntingan, ujicoba
3. Penganalisaan hasil
4. Mengadakan revisi
Berdasarkan pendapat tersebut langkah-langkah yang ditempuh untuk menyusun instrumen adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan dan penulisan butir soal, variabel minat siswa
Dalam penyusunan angket yang pertama-tama dilakukan adalah mendefinisikan konsep variabel yang hendak diukur dan menentukan faktor-faktor atau indikator-indikator dari variabel penelitian kemudian menulis butir item. Butir angket dibuat dalam bentuk pernyataan kemudian siswa diminta untuk menanggapi pernyataan tersebut dengan memilih salah satu dari 4 alternatif jawaban yang sudah disediakan. Skor untuk masing-masing jawaban pernyataan positif diberikan nilai sebagai berikut a = 4, b = 3, c = 2 dan d = 1. Sedangkan untuk jawaban pernyataan yang negatif diberikan nilai kebalikan dari jawaban pertanyaan yang positif, yaitu: a = 1, b = 2, c = 3 dan d = 4.
Bimbingan karier adalah petunjuk atau penjelasan yang diberikan oleh Guru Pembimbing kepada siswa yang bertujuan memilih, menyiapkan diri, mencari, dan menyesuaikan diri terhadap karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Dari pengertian tersebut maka dalam penyusunan angket ini menggunakan indikator-indikator berdasarkan aspek-aspeknya, kemudian disusun pernyataan angket sebanyak 40 item. Kisi-kisi angket bimbingan karir penulis sajikan pada lampiran 1 dan angket terdapat pada lampiran 3.
Pelaksanaan ekstrakurikuler adalah pelaksanaan kegiatan di luar program yang telah ditulis dalam kurikulum, yang dilaksanakan di luar jam biasa baik di sekolah maupun di luar sekolah oleh siswa. Dari pengertian tersebut maka dalam penyusunan angket ini menggunakan indikator-indikator berdasarkan aspek-aspek tersebut, disusun angket sebanyak 40 item. Kisi-kisi angket pelaksanaan ekstrakurikuler dapat dilihat pada lampiran 2 dan soal angket pelaksanaan ekstrakurikuler siswa dapat dilihat pada lampiran 3.
2. Penyuntingan
Yang dimaksud penyuntingan adalah penyusunan butir-butir soal angket secara sistematis dan mudah dipahami oleh siswa sehingga siswa dapat menanggapi angket tersebut sesuai dengan keadaan dirinya serta melengkapi instrumen dengan kata pengantar, petunjuk cara mengerjakan pada lembar jawaban.
3. Uji Coba Instrumen
Angket penelitian yang yang telah disusun penulis sebelum dipergunakan untuk mengambil data penelitian yang sesungguhnya, diujicobakan terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya. Dengan demikian dapat diketahui layak dan tidaknya angket dipergunakan untuk menjaring data penelitian.
4. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
a. Uji Validitas
Suharsimi Arikunto (1996 : 160) mengemukakan bahwa sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan sehingga dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Sehingga sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data terlebih dahulu diuji validitasnya dan reliabelitasnya. Untuk menguji validitas penulis menggunakan teknik validitas butir dengan rumus korelasi Product Moment sebagai berikut:

NXY – (X)(Y)
rxy =
{(NX2-(X)2}{NY2-(Y)2}

Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara x dan y
X = jumlah skor item
Y = jumlah skor total
X2 = Jumlah kuadrat dari skor item
Y2 = jumlah kuadrat dari skor total
N = jumlah responden (Suharsimi Arikunto, 1996 : 254).
Adapun kriteria untuk menentukan suatu angket memiliki tingkat validitas yang tinggi, rendah, atau tidak valid sama sekali, adalah dengan cara membandingkan antara nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh dari perhitungan dengan nilai koefisien korelasi (r) Tabel Harga Kritik Product Moment. Apabila nilai perhitungan lebih kecil daripada nilai r tabel Harga Kritik Product Moment, maka angket yang digunakan sebagai instrumen penelitian tidak valid. Sebaliknya bila nilai r perhitungan lebih besar dari pada nilai r Harga Kritik Product Moment, maka angket yang digunakan sebagai instrumen penelitian bersifat valid.
b. Uji Reliabilitas Instrumen
Rosda Koto Sutadi (1998 : 65) menjelaskan bahwa reabilitas suatu instrumen menunjukkan kepada kestabilan atas instrumen atau alat ukur dalam melaporkan hasil ukurannya. Alat ukur yang konsisten hasilnya sama pada situasi yang berbeda disebut alat ukur yang terandalkan atau alat ukur yang reliabel.
Pengujian reliabelitas penulis menggunakan teknik belah dua dengan rumus Spearman Brown sebagai berikut:
2 X r ½ ½
r11 =
(1 + r ½ ½ )

Keterangan :
r11 = reliabilitas yang dicapai
r½½ = indeks korelasi antara dua belahan instrumen
X = skor gasal
Y = skor genap
(Suharsimi Arikunto, 1996 : 191).
Adapun kreteria untuk menentukan bahwa suatu angket memiliki tingkat reliablitas yang tinggi, rendah, atau tidak sama sekali, adalah dengan cara membandingkan antara nilai koefisien korelasi (r11) yang diperoleh dari (r11) perhitungan dengan nilai koefisien korelasi (r) Tabel Harga Kritik Product Moment, apabila nilai perhitungan lebih kecil dari nilai r Harga Kritik angket yang digunakan sebagai instrumen penelitian tidak dapat dipercaya. Sebaliknya bila nilai perhitungan lebih besar dari nilai r Harga Kritik Product Moment, maka angket yang digunakan sebagai instrumen penelitian bersifat dapat dipercaya (reliabel).

E. Teknik Analisa Data
Setelah data terkumpul, tugas selanjutnya adalah menganalisa. Langkah pokok dalam pelaksanaan penelitian adalah pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk menterjemahkan data yang telah diperoleh, yang pada awal penelitian adalah berupa variabel yang kemudian diungkapkan dalam bentuk angka, sehingga data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kualitatif yang dikuantitatifkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler. Suharsimi Arikunto (1996 : 28) menjelaskan bahwa penelitian korelasi dibedakan menjadi dua yaitu korelasi sejajar yaitu untuk mencari hubungan antara dua variabel dan korelasi yang sering disebut dengan penelitian pengaruh. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional sebab akibat.
Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisa korelasi Product Moment yaitu:
NXY – (X)(Y)
rxy =
{(NX2-(X)2}{NY2-(Y)2}
Keterangan:

rxy = koefisien korelasi antara x dan y
X = jumlah skor variabel X yaitu jumlah skor angket bimbingan karir
Y = jumlah skor variabel Y yaitu jumlah skor angket pelaksanaan
ekstrakurikuler
X2 = Jumlah kuadrat dari skor variabel X
Y2 = jumlah kuadrat dari skor variabel Y
N = jumlah responden (Suharsimi Arikunto, 1996:254).

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Langkah – Langkah Penelitian
Ada beberapa langkah yang penulis lakukan dalam melaksanakan penelitian ini, yaitu:
1. Persiapan Penelitian
Langkah – langkah yang merupakan persiapan pada pelaksanaan penelitian adalah menentuan judul dan topik permasalahan penelitian kemudian dilanjutkan pembuatan proposal, menentuan subyek penelitian, mengurus perijinan tempat pelaksanaan penelitian, persiapan pembuatan alat pengumpul data yaitu membuat angket penelitian selanjutnya uji coba angket (try out) angket penelitian. Pada penelitian ini try out dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2004.
2. Penentuan Populasi dan Sampel
Dalam Bab III telah dibahas bahwa populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen yang terdiri dari tujuh kelas yang masing-masing kelas berjumlah 40 sehingga total siswa kelas II adalah 280 orang siswa.
3. Penyusunan Instrumen Penelitian
Instrumen dari penelitian ini adalah angket, Langkah – langkah dalam penyusunan instrumen penelitian ini adalah pertama – tama pendefinisian konsep variabel yang hendak diukur, menentukan faktor-faktor atau indikator-indikator kemudian menulis butir item
4. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data dari subyek
penelitian yaitu membagikan angket kepada subyek untuk dikerjakan, angket yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah angket hasil uji coba yaitu angket yang sudah dikurangi nomor item yang tidak valid. Pelaksanaan penelitian pada tanggal 8 November 2004.

5. Tahap Analisa data
Tahap analisa data yaitu menganalisa data penelitian dari angket yang sudah dikerjakan responden. Hasil analisis tersebut akan digunakna untuk menarik kesimpulan.
6. Tahap Pembuatan Laporan
Kegiatan penelitian menuntut agar hasilnya disusun, ditulis dalam bentuk laporan penelitian sehingga hasilnya dapat diketahui orang lain, serta prosedurnyapun diketahui orang lain pula sehingga dapat mengecek kebenaran pekerjaan penelitian tersebut.

B. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
1. Hasil uji validitas
Sebelum melaksanakan uji validitas langkah awal yang penulis lakukan adalah menganalisa jawaban skala sikap dari responden, menjadi sebuah data yang berupa tabulasi angka yatu dengan cara menstransfer option A, B dan C menjadi angka 3, 2, 1 untuk angket positif dan data yang berupa option A, B dan C menjadi 1, 2, 3 untuk angket negatif.
Hasil tabulasi data selengkapnya penulis sajikan pada lampiran 5 dan 6, dan kemudian tabulasi tersebut dianalisis tingkat validitasnya dengan menggunakan rumus product moment sebagai berikut:
NXY – (X)(Y)
rxy =
{(NX2-(X)2}{NY2-(Y)2}
Keterangan:
RXY : Indeks korelasi antara variabel X dan Y.
X : Skor item
Y : Skor total
N : jumlah responden

Adapun hasil dari analisa validitas terhadap kedua angket adalah:
a. Angket Bimbingan Karir
Untuk Soal angket bimbingan karir No. 1 dari lampiran 7 diperoleh:

X1 = 90  Y1 = 3901
 X12 = 214  Y12 = 382179
 X1Y1 = 8876 N = 40
Kemudian harga – harga di atas dimasukkan ke dalam rumus korelasi Product Moment dibawah untuk menentukan harga rxy :

N X1Y1 – (X1)( Y1)
rxy =
{(N X12-( X1)2}{N Y12-( Y1)2}
(40) (8876) – (90) (3901)
=
{(40)( 214)-( 90)2}{(40)( 177669)-( 3901)2}
3950
=
5648.464
= 0.699
Diperoleh rxy = 0.699 bila dikonsultasikan dengan tabel dengan N = 40 harga r t;0,05 = 0.312 maka r11>r t;0,05 maka soal angket untuk nomor 1 dikatakan valid.
Untuk item – item angket yang lain, dikerjakan dengan cara yang sama dengan item nomor satu di atas dan hasilnya penulis sajikan pada tabel dibawah:

Tabel 1. Rangkuman Hasil Analisa Validitas Angket Bimbingan Karir

Nomor N X Y XY X2 Y2 rxy r 0.05 KETERANGAN
Soal
1 40 90 3901 8876 214 382179 0.699 0.312 VALID
2 40 97 3901 9717 247 382179 1.799 0.312 VALID
3 40 91 3901 8995 217 382179 0.914 0.312 VALID
4 40 92 3901 9112 224 382179 0.953 0.312 VALID
5 40 94 3901 9542 236 382179 2.315 0.312 VALID
6 40 100 3901 9986 262 382179 1.619 0.312 VALID
7 40 94 3901 9498 240 382179 1.817 0.312 VALID
8 40 100 3901 9980 262 382179 1.577 0.312 VALID
9 40 101 3901 9994 265 382179 1.095 0.312 VALID
10 40 97 3901 9704 251 382179 1.476 0.312 VALID
11 40 101 3901 9990 269 382179 0.899 0.312 VALID
12 40 98 3901 9786 252 382179 1.591 0.312 VALID
13 40 95 3901 9560 239 382179 1.938 0.312 VALID
14 40 86 3901 8672 198 382179 1.890 0.312 VALID
15 40 94 3901 9308 236 382179 0.869 0.312 VALID
16 40 97 3901 9689 251 382179 1.385 0.312 VALID
17 40 96 3901 9398 244 382179 0.232 0.312 TIDAK VALID
18 40 103 3901 10202 275 382179 1.205 0.312 VALID
19 40 95 3901 9560 237 382179 2.101 0.312 VALID
20 40 95 3901 9489 239 382179 1.472 0.312 VALID
Nomor N X Y XY X2 Y2 rxy r 0.05 KETERANGAN
Soal
21 40 106 3901 10408 290 382179 0.560 0.312 VALID
22 40 99 3901 9686 259 382179 0.199 0.312 TIDAK VALID
23 40 96 3901 9463 242 382179 0.709 0.312 VALID
24 40 97 3901 9502 247 382179 0.294 0.312 TIDAK VALID
25 40 98 3901 9689 254 382179 0.847 0.312 VALID
26 40 101 3901 9997 267 382179 1.020 0.312 VALID
27 40 97 3901 9563 249 382179 0.667 0.312 VALID
28 40 97 3901 9568 249 382179 0.699 0.312 VALID
29 40 96 3901 9493 244 382179 0.850 0.312 VALID
30 40 98 3901 9686 254 382179 0.828 0.312 VALID
31 40 97 3901 9558 249 382179 0.635 0.312 VALID
32 40 100 3901 9880 262 382179 0.884 0.312 VALID
33 40 101 3901 9904 267 382179 0.375 0.312 VALID
34 40 100 3901 9806 260 382179 0.406 0.312 VALID
35 40 119 3901 11890 737 382179 0.349 0.312 VALID
36 40 98 3901 9693 250 382179 1.035 0.312 VALID
37 40 99 3901 9702 257 382179 0.326 0.312 VALID
38 40 89 3901 8696 211 382179 0.109 0.312 TIDAK VALID
39 40 100 3901 9979 262 382179 1.570 0.312 VALID
40 40 97 3901 9513 249 382179 0.343 0.312 VALID

Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh kesimpulan untuk angket bimbingan karir jika N = 40 maka r kritik = 0.312 diperoleh validitas angket bimbingan karir dengan cacah butir soal 40, soal yang tidak valid ada 4 butir yaitu nomor 17, 22, 24 dan 38.

b. Angket Pelaksanaan Ekstrakurikuler
Untuk Soal No. 1 angket pelaksanaan ekstrakurikuler dari Lampiran 9. diperoleh:
X1 = 91  Y1 = 3809
 X12 = 215  Y12 = 364023
 X1Y1 = 8699 N = 40
Kemudian harga – harga di atas dimasukkan ke dalam rumus korelasi Product Moment dibawah untuk menentukan harga rxy :

N X1Y1 – (X1)( Y1)
rxy =
{(N X12-( X1)2}{N Y12-( Y1)2}

(40) (8699) – (91) (3809)
=
{(40)( 215) – (91)2}{(40)( 364023)-( 3809)2}
1341
=
4089.993
= 0.328
Diperoleh rxy = 0.328 bila dikonsultasikan dengan tabel dengan N = 40 harga r t;0,05 = 0.312 maka r11>r t;0,05 maka soal angket untuk nomor 1 dikatakan valid. Untuk item – item angket yang lain, dikerjakan dengan cara yang sama dengan item nomor satu di atas dan hasilnya penulis sajikan pada tabel dibawah:
Tabel 2. Rangkuman Hasil Analisa Validitas Angket Pelaksanaan Ekstrakurikuler

Nomor N X Y XY X2 Y2 rxy r 0.05 KETERANGAN
Soal
1 40 91 3809 8699 215 364023 0.328 0.312 VALID
2 40 92 3809 8792 222 364023 0.268 0.312 TIDAK VALID
3 40 91 3809 8754 219 364023 0.707 0.312 VALID
4 40 94 3809 8990 230 364023 0.356 0.312 VALID
5 40 95 3809 9104 239 364023 0.435 0.312 VALID
6 40 97 3809 9287 247 364023 0.404 0.312 VALID
7 40 96 3809 9189 248 364023 0.312 0.312 VALID
8 40 94 3809 8997 232 364023 0.380 0.312 VALID
9 40 92 3809 8802 224 364023 0.324 0.312 VALID
10 40 98 3809 9445 252 364023 0.904 0.312 VALID
11 40 97 3809 9280 247 364023 0.347 0.312 VALID
12 40 99 3809 9569 255 364023 1.239 0.312 VALID
13 40 97 3809 9296 245 364023 0.523 0.312 VALID
14 40 87 3809 8343 201 364023 0.470 0.312 VALID
15 40 94 3809 8997 236 364023 0.326 0.312 VALID
16 40 99 3809 9580 255 364023 1.336 0.312 VALID
17 40 93 3809 8970 231 364023 0.820 0.312 VALID
18 40 98 3809 9483 250 364023 1.325 0.312 VALID
19 40 89 3809 8676 211 364023 1.541 0.312 VALID
Nomor N X Y XY X2 Y2 rxy r 0.05 KETERANGAN
Soal
20 40 90 3809 8632 216 364023 0.464 0.312 VALID
21 40 97 3809 9258 253 364023 0.139 0.312 TIDAK VALID
22 40 97 3809 9304 249 364023 0.500 0.312 VALID
23 40 94 3809 8995 230 364023 0.401 0.312 VALID
24 40 96 3809 9196 242 364023 0.441 0.312 VALID
25 40 94 3809 8999 234 364023 0.365 0.312 VALID
26 40 97 3809 9312 247 364023 0.605 0.312 VALID
27 40 95 3809 9115 243 364023 0.455 0.312 VALID
28 40 97 3809 9323 249 364023 0.641 0.312 VALID
29 40 96 3809 9190 240 364023 0.431 0.312 VALID
30 40 96 3809 9204 242 364023 0.506 0.312 VALID
31 40 93 3809 8979 231 364023 0.884 0.312 VALID
32 40 96 3809 9197 244 364023 0.415 0.312 VALID
33 40 98 3809 9452 252 364023 0.960 0.312 VALID
34 40 99 3809 9489 255 364023 0.540 0.312 VALID
35 40 98 3809 9396 250 364023 0.561 0.312 VALID
36 40 98 3809 9389 250 364023 0.500 0.312 VALID
37 40 96 3809 9240 242 364023 0.798 0.312 VALID
38 40 95 3809 9190 237 364023 1.176 0.312 VALID
39 40 97 3809 9312 251 364023 0.523 0.312 VALID
40 40 97 3809 9325 245 364023 0.779 0.312 VALID

Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh kesimpulan untuk angket pelaksanaan ekstrakurikuler jika N = 40 maka r kritik = 0.312 diperoleh validitas angket pelaksanaan ekstrakurikuler dengan cacah butir soal 40, soal yang tidak valid ada 2 butir yaitu nomor 2 dan 21.

2. Hasil Uji Reliabilitas
Perhitungan reliabilitas dari angket bimbingan karir dan pelaksanaan
ekstrakurikuler, penulis menggunakan teknik belah dua, dengan cara mengelompokkan skor item hasil try out menjadi kelompok nomor gasal atau ganjil sebagai belahan pertama dan kelompok skor item nomor genap sebagai belahan kedua, kemudian jumlah skor item belah ganjil dikorelasikan dengan jumlah skor item belah genap akan diperoleh nilai r XY yang dapat dilihat pada lampiran 13 dan lampiran 16.
Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 15 diperoleh harga reliabilitas angket perhatian orang tua adalah r 11 = 0.343, kemudian dikonsultasikan dengan rtabel
pada n = 40 harga r tabel = 0.312 untuk taraf signifikansi  = 0.05. Maka diperoleh bahwa r 11 > r t, 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa angket bimbingan karir reliabel
Perhitungan reliabilitas angket pelaksanaan ekstrakurikuler penulis sajikan pada lampiran 18 dari perhitungan tersebut diperoleh reliabilitas angket pelaksanaan ekstrakurikuler adalah r 11 = 0.567, kemudian harga tersebut dikonsultasikan dengan r tabel pada n = 34 harga r tabel = 0.312 untuk tarap signifikansi  = 0.05 Maka diperoleh r 11 > r t, 0.05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa angket pelaksanaan ekstrakurikuler reliabel.

C. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen tahun pelajaran 2004/2005
Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan pengumpulan data dengan instrumen penelitian berupa angket bimbingan karir dan pelaksanaan ekstrakurikuler yang dibagikan pada 40 siswa SMP Negeri 7 Kebumen tahun pelajaran 2004/2005 yang menjadi sampel penelitian. Data hasil penelitian penulis sajikan pada lampiran 10. Gambaran data hasil penelitian dari masing – masing variabel adalah sebagai berikut:
a. Bimbingan Karir
Data tentang bimbingan karir diperoleh dengan menggunakan angket tertutup sejumlah 36 item yaitu soal angket ujicoba dengan menghilangkan soal yang tidak valid. Data hasil penelitiannya dapat digambarkan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 3. Deskripsi Data Bimbingan Karir

Variabel Rata – Rata Median SD Maks Min Jangkauan
Bimbingan Karir 88.65 89 6.70 108 75 33
Data selengkapnya penulis sajikan pada lampiran 19. Data tersebut dapat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Variabel Bimbingan Karir

Nomor Nilai Frekuensi (f)
1. 75 – 82 7
2. 83 – 90 17
3. 91 – 98 14
4. 99 – 106 1
5. 107 – 113 1

b. Pelaksanaan Ekstrakurikuler
Data tentang pelaksanaan ekstrakurikuler diperoleh dengan menggunakan angket tertutup sejumlah 38 item yaitu soal angket ujicoba dengan menghilangkan soal yang tidak valid. Data hasil penelitian digambarkan dalam tabel dibawah ini:
Tabel 5. Deskripsi Data Pelaksanaan Ekstrakurikuler

Variabel Rata – Rata Median SD Maks Min Jangkauan
Pelaksanaan Ekstrakurikuler 91.28 91 6.58 110 79 31

Data selengkapnya penulis sajikan pada lampiran 19. Data tersebut dapat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:
Tabel 6. Distribusi Frekuensi Variabel Pelaksanaan Ekstrakurikuler

Nomor Nilai Frekuensi (f)
1. 75 – 82 4
2. 83 – 90 14
3. 91 – 98 19
4. 99 – 106 2
5. 107 – 113 1

2. Pengujian Hipotesis

Hipotesis merupakaan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan, sehingga harus diuji kebenarannya. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2003/2004. Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan uji statistika dengan rumus teknik korelasi product moment sebagai berikut:

NXY – (X)(Y)
rxy =
{(NX2-(X)2}{NY2-(Y)2}

Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara x dan y
X = jumlah skor variabel X yaitu jumlah skor angket bimbingan
karir
Y = jumlah skor variabel Y yaitu jumlah skor pelaksanaan
ekstrakurikuler
X2 = Jumlah kuadrat dari skor variabel X
Y2 = jumlah kuadrat dari skor variabel Y
N = jumlah responden

Dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh rxy = 0.596 dan harga rxy tabel untuk N = 40 serta taraf signifikansi  = 0.05 adalah 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan rHitung > rTabel yang berarti Ho ditolak sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2004/2005 diterima. Perhitungan selengkapnya penulis sajikan pada lampiran 20.

D. Pembahasan
Hasil uji hipotesis di atas diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen tahun pelajaran 2004/2005. Koefisien korelasi antara variabel bimbingan karir dan pelaksanaan ekstrakurikuler mempunyai taraf signifikansi yang cukup tinggi, sehingga dapat diambil disimpulkan kenaikan skor variabel X dapat diikuti pula kenaikan skor variabel Y. Sebaliknya apabila terjadi penurunan skor variabel X akan dikuti penurunan skor variabel Y. Sehingga bila layanan bimbingan karir pada sekolah tersebut berjalan dengan optimal, maka siswa akan mengikuti dan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dengan sungguh – sungguh sehingga pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dapat berjalan dengan baik karena mendapat dukungan dari semua siswa. Hal ini disebabkan siswa akan membekali dirinya dengan ketrampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ekstrakurikuler sebagai bekal dalam melaksanakan karir yang diminatinya. Sebaliknya bila layanan bimbingan karir pada sekolah tersebut tidak berjalan dengan optimal, maka siswa akan mengikuti dan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler tidak dengan sungguh – sungguh sehingga pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tidak berjalan dengan baik karena tidak mendapat dukungan dari semua siswa.

BAB V
PENUTUP

E. Kesimpulan
Hasil perhitungan rxy = 0.596 dan harga rxy tabel untuk N = 40 serta taraf signifikansi  = 0.05 adalah 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan rHitung > rTabel yang berarti Ho ditolak sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen tahun pelajaran 2004/2005 diterima.

Berdasarkan uraian di atas diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh yang positip antara bimbingan karier terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler pada siswa kelas II SMP Negeri 7 Kebumen tahun pelajaran 2004/2005. Koefisien korelasi antara variabel bimbingan karir dan pelaksanaan ekstrakurikuler mempunyai taraf signifikansi yang cukup tinggi, sehingga dapat diambil disimpulkan kenaikan skor variabel X dapat diikuti pula kenaikan skor variabel Y. Sebaliknya apabila terjadi penurunan skor variabel X akan dikuti penurunan skor variabel Y.

B. Saran – Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka ada beberapa pandangan yang sekiranya dapat diangkat sebagai saran sebagai berikut:

1. Orang Tua Siswa
Hendaknya orang tua memberikan motivasi kepada anaknya agar memanfaatkan waktu luang yang ada yaitu sepulang sekolah dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah pada kelompok kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minatnya serta dapat menunjang pilihan karir di masa mendatang.

2. Konselor Sekolah
Konselor hendaknya menjalankan fungsinya sebagai seorang pemberi layanan bimbingan secara optimal, khususnya dalam memberikan bimbingan karir karena setiap siswa membutuhkan suatu bentuk bimbingan untuk mempersiapkan masa depan terutama dalam menentukan dan membuat pilihan karir yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

3. Siswa
Siswa hendaknya memanfaatkan secara optimal keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya untuk melacak dan menentukan pilihan karir yang sesuai serta berusaha memanfaatkan waktu luang yang ada dengan mengisi kegiatan ekstrakurikuler dengan baik, pada kelompok kegiatan yang menunjang pilihan karir yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Aminudin Najib . 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : FIP – IKIP Jakarta.

Aryatmi Siswohardjono. 1990. Perspektif Bimbingan Konseling dan Penerapannya di Berbagai Institusi. Semarang: Satya Wacana.

_______________ . 1997. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler. Jakarta: Depdikbud

Mohammad Thayeb Manhiru. 1992. Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier. Jakarta: Bumi Aksara.

Poerwodarminto. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rodjikin. 2000. Garis – Garis Besar Program Bimbingan dan Konseling. Semarang: Kabid Dikmenum.

Sudjana. 1989. Metode Penelitian. Bandung: Tarsito.

Suharsini Arikunto. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.

__________________. 2000. Pedoman Skripsi IKIP PGRI Semarang. Semarang; IKIP PGRI Semarang.

Sutrisno Hadi. 1986. Statistika Jilid II. Yogyakarta. Tasbit Fak. Psikologi UGM.

Widiadmojo. 2000. Apa dan Siapa Bimbingan Konseling itu?. Makalah disajikan dalam Seminar Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Kelas III di SLTP Negeri 1 Pejagoan, Kebumen , 16 Juli.

Widada, Edisi No. 7 Th. V. 1991. Bimbingan Karir Alternatif, Satu Model Bimbingan Karier di IKIP Malang, Bina Bimbingan, Malang: FIP. IKIP Malang.